28 July 2006

Mempertanyakan Alat Penghemat Listrik (3)

Posted under: at 11:09

Sebelumnya saya membahas bahwa alat penghemat listrik yang beredar di pasaran ternyata tidak benar-benar menghemat listrik, tetapi ternyata kemudian PLN melarang penggunaan alat penghemat listrik atas dasar “potensi merugikan PLN karena energi listrik yang terukur pada meteran menjadi lebih kecil”. Saya yang penasaran kemudian menanyakan hal ini ke Pak Pranyoto dari Litbang PLN. Berikut adalah jawaban beliau.

Mengenai pelarangan penggunaan alat penghemat daya di wilayah Jawa Barat oleh Pak Murtaqi sifatnya “kasus”, artinya hanya terkait pada hal tertentu, yaitu alat penghemat daya buatan salah satu unit PLN, yakni PLN JP (Jasa Produksi). Alat ini umumnya berkapasitas besar yang ditujukan untuk konsumen besar (industri). Jadi, tidak termasuk alat penghemat energi yang banyak dijumpai di Mall.

Sebenarnya saya tidak tau secara pasti mengenai alat dan pelarangan ini. Denger-denger sih, disebabkan alat buatan PLN JP ini menimbulkan harmonisa di jaringan listrik (menimbulkan cacat-cacat gelombang listrik).

Peralatan listrik yang menyumbang harmonisa dijaringan listrik umumnya memiliki sirkit elektronik pencacah gelombang, seperti thyristor pada sirkit penyearah arus dan sistem kontrol. Dengan demikian dapat ditebak bahwa alat buatan JP tersebut mengandung sirkit elektronik pencacah gelombang. Mungkin jenis kapasitor yang dikontrol pemasukan/pengeluarannya secara elektronik. Atau alat penghemat energi jenis penyeimbang arus fasa. Bila arus fasa tidak seimbang, maka terjadi rugi-rugi daya akibat ketidak seimbangan. Dengan membuat arus menjadi seimbang, maka rugi daya menjadi dapat dihemat. Alat ini mengandung sirkit elektronik.

Sesungguhnya alat-alat yang menimbulkan harmonisa di jaringan listrik itu banyak. Sebagai contoh yang dekat kita adalah UPS untuk komputer dan lampu hemat energi. Lampu hemat energi merupakan contoh yang tepat bahwa segala sesuatu punya sisi positif dan negatif. Positifnya, dia memang hemat listrik, karena efikasi (lumen/watt) lebih besar daripada lampu pijar. Negatifnya adalah bahwa dia penyumbang harmonisa. Tinggal bagaimana kita, buang lampu hemat energi atau tetap pakai dengan mengatasi/menerima kekurangannya ?

Apakah harmonisa mengganggu pembacaan kWhmeter ? Penelitian skala kecil mengenai penggunaan lampu hemat energi menunjukan bahwa harmonisa hanya terjadi pada gelombang arus, sedangkan gelombang tegangan tetap tidak mengalami cacat, tetap sinus murni, dan penunjukan kWhmeter tidak terganggu. Namun masih perlu diteliti lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan peralatan penyumbang harmonik berskala besar terhadap gelombang tegangan. Bila gelombang tegangan terpengaruh juga, maka besar kemungkinan penunjukan kWhmeter terganggu. Tapi, sekali lagi, masih perlu ditelti !

Tambahan

99 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!