25 September 2006

Demam Blog di E-Lifestyle MetroTV

Posted under: at 15:49

Tak dapat dihindari, suka atau tidak suka, cepat atau lambat blog akan menjadi topik bahasan pada acara e-Lifestyle di MetroTV. Itulah yang akhirnya terjadi pada hari Sabtu yang lalu. Saya yang tidak menonton acara tersebut hanya bisa menonton melalui rerun pada pukul 01.30 malam ini.

Yang menarik adalah acara ini dipandu oleh seorang Roy Suryo yang kita kenal bersama sebagai penggagas ‘Gerakan Non Blog’. Kalau biasanya dalam acara ini blog hanya disinggung sedikit dalam bentuk cheap shot terhadap fenomena blog, kini blog dibahas terus menerus selama hampir 30 menit. Kesan saya acara ini relatif cukup baik dan berimbang, Roy Suryo sendiri juga relatif lebih netral daripada biasanya.

Kurang kerjaan hari ini: saya membuat transkrip lengkap bagi anda yang tidak sempat menyaksikan acara ini.

Roy Suryo (RS): Selamat jumpa kembali di e-Lifestyle, program yang kami dedikasikan bagi anda dan bagi komunitas teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia, tentu bersama saya, Roy Suryo. Pemirsa, Menteri Pertahanan dan Menteri Negara Perumahan Rakyat sudah meluncurkan weblog atau blog pribadi. Nah, blog ini juga dimiliki oleh ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Sementara itu raja Kamboja, Norodom Sihanouk juga memiliki blog dalam tiga bahasa. Nah, ini artinya blog sudah diterima di berbagai tingkat sosial dan jabatan. Mengapa mereka memilih blog untuk mengekspresikan diri atau mengeluarkan ide-idenya? Benarkah weblog hanya sebagai marketing gimmick untuk menjual space di server sebanyak-banyaknya. Namun sebelum itu kita bahas semua, kita saksikan dulu liputan berikut ini.

Layar menampilkan secara berturut-turut blog dari Juwono Sudarsono, Yusuf Asyari, Perspektif.net, Hidayat Nur Wahid, Sarwono Kusumaatmadja, Norodom Sihanouk, Angelina Sondakh, Enda Nasution, Budi Putra, Bob Lutz, Jonathan Schwartz, Kyra Tanasee, Adinoto, dan terakhir Eep Maqdir.

Narator: ini adalah weblog atau blog Menteri Pertahanan dan Menteri Negara Perumahan Rakyat. Sedangkan yang ini adalah blog milik mantan juru bicara presiden Gus Dur Wimar Witoelar. Beberapa orang penting Indonesia lainnya juga memiliki blog. Blog yang ini adalah blog milik ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Dan yang ini kepunyaan anggota DPD, Sarwono Kusumaatmadja. Tidak salah jika saat ini blog telah menjadi media ekspresi pemikiran di Internet. Blog telah menjadi media yang diminati banyak kalangan. Raja Kamboja, Norodom Sihanouk, juga punya blog dalam tiga bahasa untuk menuangkan segala pemikirannya. Dalam perkembangannya blog tidak lagi menjadi sebuah catatan harian pribadi pemiliknya atau blogger. Saat ini blog telah berkembang menjadi tempat mencurahkan pendapat atau pemikiran dan publikasi produk hingga kampanye suatu program. Blog milik pimpinan puncak General Motors Amerika Bob Lutz ini sangat efektif menjadi media komunikasi yang diklik enam ribu pengunjung setiap harinya. Malah blog milik CEO Sun Microsystems ini ditengok lima puluh ribu pengunjung setiap bulannya. Blog perkembang pesat karena blogger mempunyai kebebasan dalam menulis apapun yang diinginkan. Selain itu, bagi orang awam faktor kemudahan update tulisan, fasilitas interaktif, dan pemakaian yang user friendly juga menjadi alasan mengapa blog diminati. Kolom komentar menjadi menu yang ada di hampir seluruh blog. Fasilitas kolom komentar menjadi media interaksi antara pemilik blog dengan para pembacanya. Isi komentarnya mulai dari sekadar menanggapi tulisan hingga menjadi ajang polemik antar pembaca blog. Kontinuitas penulisan materi secara berkala dan cepat menjadi salah satu ciri khas blog. Bahkan banyak blog yang di-update setiap hari. Meskipun blogger mempunyai kemerdekaan dalam menulis, tetapi ada etika dalam menulis blog. Misalnya, tidak menghujat, atau menghina, atau menyinggung suku, agama dan ras atau sara. Dari sekian banyak topik tulisan di blog, kelihatan bahwa blogger tetap membutuhkan perenungan untuk mendapatkan ide atau gagasan topik tulisan. Ini artinya menulis di blog tidak berbeda jauh dengan penulisan di media massa konvensional.

RS: Ya, untuk membahas demam weblog, di studio telah hadir ini tokoh ini sudah sangat kita kenal, yaitu Bang Wimar Witoelar, beliau adalah mantan juru bicara presiden Gus Dur. Tapi di sini kita posisikan sebagai blogger. Selamat sore.

Wimar Witoelar (WW): Selamat sore Mas Roy.

RS: Juga sudah hadir mas Budi Putra. Mas Budi Putra ini adalah wartawan Koran Tempo dan beberapa waktu yang lalu tulisannya tentang blog sempat me… berapa halaman ya? Enam halaman kalau gak salah ya. Enam halaman. Selamat sore mas.

Budi Putra (BP): Sore.

RS: Baik, saya tanya dulu kepada anda. Bang Wimar, ini sebenarnya kan dulu orang sudah mengenal, bahwa itu punya ide dan kreasi dan sudah pula memiliki jaringan, ya?. Radio ada, televisi ada. Nah, kemudian sekarang www.perspektif.net sekarang disebut-sebut sebagai blog. Nah kapan itu dimulai dan kenapa itu juga bisa disebut blog?

WW: Sebetulnya Perspektif Online itu munculnya tahun 96 karena waktu itu acara TV saya dibredel. Sedangkan saya sudah biasa ngomong didengerin orang tiap minggu. Terus bete (?) juga mau ngomong dimana? Di koran kan belum tentu dimuat. Jadi anak saya bilang bikin aja blog. Istilahnya barangkali bukan blog waktu itu ya. Kita nulis ya, berkembang terus sementara kegiatan saya di TV Radio muncul tenggelam, tetapi itu jalan terus. Apakah kerjaan saya Perspektif Online yang tadi itu bisa disebut blog atau tidak saya serahkan kepada para ahli lah (sambil menunjuk ke arah Budi Putra). Misalnya saya nari apa ini, balet apa dangdut apa gak tahu, pokoknya saya nari karena saya suka.

RS: OK, tapi idenya berarti kan Bang Wimar ingin mencurahkan pikirannya atau…

WW: Idenya mencurahkan pikiran, tapi kerjaan saya sebenarnya tidak eh, titik beratnya tidak pada mencurahkan pikiran saya, tapi mempertemukan pikiran orang. Jadi saya senang ngambil pikiran orang dimuat, ngambil pikiran orang dimuat. Jadi kaya pasar pikiran.

RS: Baik, OK, sebentar, nanti saya balik lagi. Mas Budi, kan sekarang kan banyak juga yang menyebut bahwa apa blog itu sudah ada dimana-mana dan kemudian anda juga menuliskan panjang itu di Koran Tempo anda. Nah, sebenarnya apa bedanya blog dengan website kalau di sisi pandang anda. Dan seperti tadi Bang Wimar kan blog beliau diawali dengan ‘www’, padahal kan banyak blog yang sekarang beredar pakai apa dari blogspot dan lain sebagainya.

BP: Jadi pertama sebetulnya perbedaannya adalah sedikit di sisi teknis saja. Blog itu adalah web juga, tapi karena ditambahi sedikit software, atau katakanlah sebuah hirarkis mesinnya, dia mudah di-detect blog yang lain. Nah berbeda dengan web biasa, kalau kita sudah perbaharui, belum tentu yang kita perbaharui ini langsung ditangkap oleh web yang lain. Nah, jadi sebetulnya saya tidak mau terlalu concern terhadap perbedaan web dan blog. Karena yang penting sebenarnya adalah content-nya. Karena di blog sebetulnya, ada sebuah perbedaan yang sangat prinsip. Kalau dulu web lebih merupakan sebuah pustaka, referensi, tapi blog conversation, ada dialog di situ, antara orang yang punya web dengan yang mengunjungi. Di situ ada pertukaran pikiran, seperti pasar pikiran Bang Wimar tadi. Nah, di sini sebetulnya yang paling fokus, yang paling utama adalah blog adalah kemajuan terbaru yang mutakhir dari web, makanya disebut sebagai Web 2.0.

RS: Baik, ya, perkara apa ada fasilitas RSS sebagainya kemudian bisa orang yang kemudian deteksi dan kemudian menulis secara ya saling, saling seperti apa tautan lah istilahnya begitu, menurut anda itu gak ada masalah ya?

BP: Gak masalah, karena sebetulnya seperti Perspektif Online. Itu kan web biasa, tapi ketika logikanya sudah benar dari awal, ditambah sedikit dia sudah langsung bisa dideteksi oleh mesin pencari blog seperti Technorati. Begitu juga majalah komputer Computerworld itu kan juga bisa dideteksi oleh Technorati, CNet Asia segala macam. Jadi sebetulnya kita dalam soal blog kalau saya sih fokus kepada content. Lebih fokus kepada bagaimana cara kita mengisinya.

RS: Baik, tadi sebelum saya kembali ke Bang Wimar. Tadi juga sudah kita lihat juga di liputan, bahwa Norodom Sihanouk, kemudian juga Menteri Pertahanan, meskipun kapasitasnya selaku pribadi. Sebelumnya saya sempat mengomentasi juga, karena kan beliau menggunakan domain komersial gitu kan, dot-com. Kemudian ada juga ketua MPR, gitu. Nah, dengan beberapa tokoh, menurut anda apakah ada perbedaan pandangan dari beliau-beliau itu terhadap kalau tadinya menulis di website itu tidak bisa di.. katakanlah orang tidak bisa berkomentar dan sekarang malah orang justru bisa berkomentar balik.

BP: Saya kira mereka sangat menyadari itu. Jadi itu dengan adanya blog, memperpendek jarak antara yang punya blog dengan yang akan mengunjungi. Kalau dulu misalnya saya kalau mengunjungi blog seorang kalau misalnya Bill Gates, kita kirim email belum tentu dijawab, karena mungkin diterima oleh orang lain. Tapi sekarang kalau dia taruh itu di blog, kita kirim, itu langsung bisa di-posting dan nongol di situ. Jadi cara untuk berkenalan dengan siapapun yang terkenal, masuklah ke blog dia. Itu cepat sekali.

RS: Belum tentu sebenarnya yang jawab beliau juga kan?

BP: Bisa saja tidak.. bisa saja tidak, tapi setidaknya, secara ini dia akan bisa pasti baca. Karena pengalaman saya pribadi, saya lalu begitu posting saya akan refresh lagi siapa tahu ada komentar baru atau tidak. Ada rasa ingin tahu.

RS: Baik, sebelum saya ke Bang Wimar. Bang, ini seperti biasa, Bang Wimar sudah berpengalaman, kita musti break dulu bang, hahaha.

WW: Saya pengen minum juga sih.

RS: Hahaha, baik baik baik, pemirsa, jangan lupa anda tentu saja bisa berkomentar di acara kita ini, lewat telepon seperti biasa, 02158300022, atau kirimkan SMS ke 0811140772. E-Lifestyle akan kembali dengan demam weblog setelah beberapa pesan berikut ini.

…commercial break…

RS: Ya terima kasih pemirsa, anda bergabung kembali dengan E-Lifestyle. Dan topik kita sangat menarik, karena E-Lifestyle membahas tentang demam weblog. Ya, sebelum kita terima penelepon, saya akan menanyakan kepada Bang Wimar. Anda perlu tim khusus gak untuk mengerjakan blog anda ini, dan boleh gak kalau orang tanya, biayanya berapa sih bikin blog yang akhirnya terpilih salah satu yang terpilih menjadi blog terbaik Indonesia versi Majalah Tempo gitu.

WW: Barangkali biayanya terkubur dalam macam-macam mata anggaran yah. Dalam mata anggaran perusahaan saya, Intermatrix, promosi dulu ya hahaha. Dalam waktu saya yang tidak dibayarkan, mahal waktu saya hehehe. Jadi, tapi yang cash keluar itu hampir ngga ada. Selagi kita bicara sekarang, ada beberapa orang yang nonton, ada sekian banyak orang yang merekam, pas saya pulang saya terima semuanya by email atau SMS, setengah jam lagi ini sudah online di Perspektif Online. Jadi, timnya kaya begitu lah, kebanyakan sukarelawan, ada yang dibayar, tapi itu kaitan dengan pekerjaan lain.

RS: Baik, OK, baik. Sebelum kita teruskan, kita sapa dulu penelepon kita karena acara kita ini juga sangat interaktif. OK, baik, selamat siang Bang eh, Bang Jappi di Jakarta.

Penelepon (P): Selamat siang.

RS: Ya, silakan, Mas Jappi.

P: Saya ini penggemar web site, blogger semuanya. Tapi kadang-kadang blogger kita…. kemudian dikerjain. Akhirnya pesan kita itu sudah porak poranda seperti …. lain. Kemudian saya buat web site sendiri. Buat web site sendiri pakai site … tidak seperti pak Wimar itu yang punya web site, saya belum nyampai. Tapi itulah, sudah tiga kali bikin web site, yang satu kali yang terakhir ini yang belum dikerjain. Nah, gimana cara ngehindarin supaya tidak dikerjain.

RS: Supaya tidak dijadikan negatif gitu ya Pak Jappi, baik.

P: Kemudian dapat untungnya gimana dong pak Wimar.

RS: Kalau dapat keuntungan ilmunya ngambil dari Bang Wimar nih. Baik, Pak Jappi, terima kasih atas komentarnya. Di belakang Bang Jappi kelihatan ada Pak Johan, silakan Pak Johan.

P: Terima kasih. Mas Roy ada teksnya ya di depan situ. Baik, Pak Wimar dan bapak satunya dari Tempo, pertanyaan saya begini. Ini kira-kira kalau ke depan, eh, lagi tren sajakah ini semua public figure atau siapapun ikutan di blog ini, atau kemudian kalau bisa menjadi tren saja kira-kira bertahan berapa lama, gitu. Saya kira itu saja, selamat siang.

RS: Terima kasih Mas Johan. Ya, baik, saya ke Mas Budi. Tadi pertanyaan dari Pak Jappi, bagaimana cara itu supaya tidak justru negatif gitu atau malah dimanfaatkan, diacak-acak gitu. Kemudian apakah ini sebuah tren yang akan lewat begitu saja. Karena kan nama-nama itu kan bisa berubah dengan cepat gitu yah. Sekarang misalnya teknologi dulu, dulu namanya misalnya itu orang menulis itu dalam email, sekarang kemudian berubah ada mailing list, kemudian ada grup yang lain lagi dan sebagainya.

BP: Iya pertama memang dari sisi supaya tidak dikerjain orang yah. Ya itu memang suatu hal yang agak susah untuk kita hindari. Jangankan web site pribadi, web site yang besar pun bisa dikerjai orang.

RS: Tapi kalau komentar gak ada, maaf saya potong dikit. Gak ada katakanlah hak untuk, meskipun anda memiliki blog, gak ada hak anda untuk mengedit komentar itu ya? Jadi mereka seenaknya.

BP: Ada dua sistem ya, ada sistem moderasi, ada yang dilepas begitu saja. Nah, sebetulnya saya menyarankan sepanjang belum terjadi hal-hal yang jelek begitu ya, ini dibuka saja, dalam artian semua orang begitu dia kirim langsung bisa nongol. Tapi masalahnya sekarang, Mas Roy, ada spam, ada komentar sampah yang secara otomatis masuk ke situ.

RS: Atau komentarnya junkies saja. Halo, aku yang pertama! (sambil mengepalkan tangan) Begitu hehehe.

BP: Itu gak masalah, seperti kita bicara soal Internet dari awal, begitu masuk banyak orang yang chatting, banyak yang browsing. Mungkin kalau kita cuma chatting saja tidak akan ada banyak manfaatnya kan. Nah sekarang juga begitu, bolehlah sebagai awal kalau dia masuk ke blog, dia sibuk comment gitu-gitu saja. Tapi cepat atau lambat, dia akan merasakan bahwa dia harus berbuat sesuatu supaya ada manfaatnya.

RS: Supaya jangan dikatakan hanya newbie di dunia blog gitu yah.

BP: Yang kedua tadi apa mas?

RS: Yang kedua tadi dari Mas Johan tadi bagaimana kemudian cara me… ya ini bisa bisa kemudian bisa bermanfaat memberikan keuntungan gitu.

BP: Saya kira jelas, yang pertama memang kalau kita bicara blog itu bicara content. Tidak ada content tidak ada blog kalau menurut saya. Itu sebabnya kalau kita lihat kenapa misalnya blog punya CEO Sun Microsystems dibaca orang. Karena content-nya, dia update terus, dia tulis secara serius, ada etikanya, referensinya, cara berpikirnya, sistematikanya. Pada akhirnya, blog itu hanya sebagai media mas. Sama saja kalau kita menulis di koran, di majalah, sekarang medianya blog. Tidak ada bedanya, ini tulisan di blog lho, saya tulis begini, kan buat blog, bukan seperti itu. Menurut saya etikanya sama …-nya sama.

RS: Baik. Bang Wimar, ada beberapa blog yang awalnya dibuat hanya iseng bahkan cenderung apa ya, ngocol-ngocol aja. Kalau Bang Wimar memulai sudah serius ya? Memandang ini sebagai suatu ajang yang serius atau ya untuk main-main saja gitu?

WW: Ya, sampai sekarang ya belum serius saya, hahaha. Saya kira kegiatan saya pada umumnya ngga serius ya. Main-main yang kemudian berguna, begitu orang anggap berguna saya teruskan, kalau ngga saya cari mainan lain. Mainan kaya web site ini atau blog dari 96 dianggap asyik dianggap serius ya diterusin. Banyak mainan saya yang ngga terus.

RS: Ya, jaman dulu belum disebut blog, sekarang disebut blog…

WW: Ternyata memang yang tadi Pak Budi katakan, logikanya ya blog, logika ingin terbuka, ingin mengundang ini, ingin yang terasing, ingin Web 2.0. Jadi selama orang suka bagi saya ya bermanfaat. Tapi tadi menjawab bagaimana supaya bermanfaat, blog itu bermanfaat bagi orang yang have something to say atau yang ingin mengajak orang bicara. Kalau yang ngga seneng bicara ya ngga ada gunanya. Terus saya kenal seorang presiden di Republik apa itu ya yang ngga senang bicara, gak ada gunanya buka blog, hahaha. Content dulu baru blog.

RS: Hahaha, baik, Bang Wimar dan Mas Budi kita harus break lagi, ya. Jadi nanti kita sambung lagi dan kita akan baca komentar beberapa dari teman-teman yang kirim SMS. Pemirsa, jangan lupa, kita masih kembali lagi nanti di segmen ketiga tentu bersama E-Lifestyle dengan topik yang sangat menarik bagaimana demam weblog ini. Kita akan kembali setelah beberapa pesan berikut ini.

…commercial break…

RS: Terima kasih anda masih bergabung dengan E-Lifestyle. Topik kita tentang demam blog dan pemirsa, blog memang sangat luar biasa kalau sekarang, karena seperti kita lihat kalau diperhatikan (?) secara positif, bahkan handphone pun sekarang (sambil menunjukkan ponsel) sudah berfasilitas orang bisa membuat personal atau yang di sini juga disebut sebagai live blog. Tapi tentu ada bagaimana kiat-kiat supaya itu positif. Baik, Mas Budi, ada beberapa pendapat juga yang sekarang yang kalau orang nulis itu, meskipun tadi anda katakan, er apa, ini adalah sebuah citizen journalism, ya sebuah apa jurnalisme dari masyarakat gitu. Tapi tentu ada etikanya gitu, dan dulu sempat ada juga yang keberatan kalau kemudian itu digunakan untuk menghujat seperti … tadi, gimana?

BP: Saya kira jelas, weblog yang menjaga etika, menjaga norma-norma, dan sampai isinya, itu akan bertahan, orang akan baca. Saya akan, kenapa saya baca misalnya Boing-Boing setiap hari? Karena saya tahu persis setiap blog yang ditampilkan di situ, itu kan ada kumpulan blog itu pasti link-nya benar, sumbernya benar, akurat.

RS: Jadi artinya orang bisa belajar banyak.

BP: Banyak di situ. Jadi memang urusan etika sudah harusnya beres, terus akurasi dan segala macam. Itu sebabnya orang sering bilang blog adalah garda depan dari citizen journalism. Karena sejauh ini ternyata media-media utama, mainstream yang ada sekarang, itu ternyata tidak bisa memenuhi kebutuhan karena ada alasan space, industri, bisnis dan segala macam.

RS: Baik, OK, Bang Wimar, tadi ada satu pertanyaan yang belum terjawab dari Mas Johan tadi. Kalau menurut Bang Wimar sendiri ya, kapan atau katakanlah ini bertahan panjang atau nanti berubah nama lagi, atau kira-kira gimana nih?

WW: Yang bertahan panjang dan selalu bertahan adalah keinginan orang untuk bicara dan keinginan orang untuk mendengar. Nah, formatnya bisa berubah-ubah, orang seperti Pak Budi yang bisa menyebut apa ini web site biasa atau blog. Kami yang menggunakan Internet menggunakannya semaksimal mungkin yang memungkinan dialog dan interaksi. Kelihatannya itu adalah blog atau Web 2.0. Saya kira ini akan berkembang, ngga tahu berapa lama, tapi sekarang jelas sedang dalam kenaikan.

RS: Baik, OK, baik, mungkin ada, waktu kita sangat terbatas, tapi ada pesan terakhir mungkin?

WW: Gak apa-apa, kalau kurang nanti saya akan sampaikan pesannya lewat blog saya, Perspektif.net gitu ya, hehehe.

RS: Jadi itu salah satu kegunaan dari…

WW: Betul, jadi kita tidak akan pernah berhenti bicara dan pesannya hanya dengan blog itu kita demokratis sekali. Semua bisa ber…., semua bisa mendengar. Kita yang ngomong, anda yang memilih.

RS: Saya tunggu juga apa pesan nanti dari Mas Budi mungkin dalam tulisan yang panjang juga atau… terimakasih itu menyadari kita bagaimanakah sesuatu digunakan lebih positif…

BP: (memotong pembicaraan) Tapi saya mungkin yang penting adalah adalah: mulailah ngeblog karena masa depan Internet itu ada di blog (sambil melirik tajam ke arah RS).

RS: Baik baik, pemirsa, itu tadi pembicaraan kita yang sangat menarik, jadi bagaimana blog bisa kita gunakan lebih positif, mulailah ngeblog dengan benar, dengan baik. Kalau ngga nanti mas jadi goblog, gitu ya hahaha. Sebelum kita akhiri E-Lifestyle ini berikut akan kita saksikan beberapa peristiwa telekomumikasi dan informasi.

(tayangan beberapa berita teknologi)

RS: Ya, sampai di sini tayangan E-Lifestyle pekan ini. Mohon maaf bagi anda yang sudah menelepon dan mengirim SMS, tetapi belum sempat kita tayangkan. Mungkin itu nanti bisa anda baca di blognya Bang Wimar di www.perspektif.net atau di tulisannya Mas Budi Putra di Majalah Tempo. Jangan lupa tayangan ulang E-Lifestyle pada hari Senin dini hari pukul 1.30 WIB. Bersama segenap rekan kerja, terima kasih atas perhatian anda, saya Roy Suryo, maju terus teknologi komunikasi dan informasi Indonesia.

Whew! Ternyata cape juga ya.

Informasi lainnya:

148 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!