Superdeal 2 Milyar dan Paradoks Nico Siahaan
Kuis Superdeal 2 Milyar adalah sebuah kuis yang tidak membutuhkan pengetahuan atau keterampilan apapun. Yang dibutuhkan hanyalah keberuntungan (dan dandanan yang norak). Tetapi sedikit pengetahuan bisa bermanfaat untuk memaksimalkan keberuntungan yang kita miliki.
Pada sebuah segmen, Nico Siahaan menawarkan kontestan untuk memilih salah satu dari tiga tirai, dan diinformasikan bahwa di belakang salah satu tirai tersebut ada hadiah yang ‘memiliki empat roda’, sedangkan dua tirai sisa berisi ‘Zonk’ atau hadiah lain yang nilainya jauh lebih kecil daripada hadiah utama.
Kontestan kemudian memilih misalnya tirai pertama. “Deal? Deal?” tanya Nico Siahaan. Dan dijawab dengan mantap “Deal!” Setelah itu Nico akan membuka tirai nomor tiga dan memperlihatkan isinya, ternyata isinya adalah ‘Zonk’. Walaupun sudah ‘deal’, Nico akan kembali menawarkan pilihan apakah kontestan akan tetap bersikukuh memilih tirai pertama, atau mengganti pilihannya menjadi tirai nomor dua. Pilihan manakah yang lebih menguntungkan kontestan?
Pada pilihan pertama, kontestan dipersilakan untuk memilih satu di antara tiga tirai dan salah satunya adalah hadiah utama berupa mobil. Dalam hal ini dapat dengan mudah diketahui bahwa probabilitas kontestan menjawab ‘benar’ adalah 1/3.
Sedangkan pada pilihan kedua, salah satu tirai yang berisi ‘Zonk’ telah dibuka oleh Nico Siahaan. Sekarang kontestan dipersilakan untuk memilih satu dari dua tirai, dan salah satunya berisi mobil. Logika pada umumnya mengatakan bahwa probabilitas peserta mendapat mobil kini menjadi 1/2, terlepas dari apakah kontestan tetap memilih pilihan semula ataupun mengubah tirai pilihannya.
Tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Pilihan kontestan turut mempengaruhi probabilitas memilih tirai yang ‘benar’. Jika kontestan tetap memilih tirai yang sama maka probabilitas dia mendapatkan mobil hanyalah 1/3. Dan jika kontestan mengubah tirai pilihannya, maka probabilitas mendapatkan mobil naik menjadi 2/3. Mengapa seperti itu?
Pada saat Nico Siahaan menanyakan pilihan tirai untuk kedua kalinya, ada tiga situasi yang mungkin terjadi dengan probabilitas sama besar yaitu 1/3:
- Kontestan pada awalnya memilih tirai berisi Zonk pertama. Nico Siahaan kemudian membuka tirai Zonk kedua.
- Kontestan pada awalnya memilih tirai berisi Zonk kedua. Nico Siahaan kemudian membuka tirai Zonk pertama.
- Kontestan pada awalnya memilih tirai berisi mobil. Nico Siahaan kemudian membuka salah satu tirai lainnya yang berisi Zonk.
Jika kontestan memilih untuk mengubah pilihannya, maka dia akan memenangkan mobil jika situasi yang terjadi adalah nomor 1 atau 2. Dan karena dua dari tiga situasi memungkinkan dimenangkan dengan mengubah pilihannya, maka probabilitas untuk memenangkan mobil jika kontestan mengubah pilihannya adalah 2/3.
Dan sebaliknya, jika kontestan tetap pada pilihan semula, maka dia akan mendapatkan mobil hanya pada situasi nomor 3, atau hanya 1/3 kemungkinan.

Tentunya ada syarat-syarat supaya paradoks ini dapat dipenuhi:
- Nico Siahaan sudah mengetahui sebelumnya apa yang ada di balik masing-masing tirai.
- Nico Siahaan selalu membuka tirai Zonk dan tidak membuka tirai berisi mobil pada kesempatan pertama.
- Nico Siahaan selalu memberi tawaran untuk mengubah pilihan kepada kontestan.
Karena saya jarang menonton televisi, apalagi kuis Superdeal, maka silakan bagi anda yang sering menonton acara ini menentukan apakah ketiga syarat tersebut berlaku pada kuis Superdeal 2 Milyar.
Jika syarat-syarat ini memang berlaku, maka akan jauh lebih menguntungkan bagi kontestan untuk mengubah pilihan pada kesempatan kedua. Kemungkinan untuk mendapatkan hadiah utama dua kali lebih besar jika mengubah pilihan pada kesempatan kedua ketimbang bersikukuh pada pilihan yang telah dibuat sebelumnya.
Di Amerika Serikat, masalah ini dikenal sebagai paradoks Monty Hall, diambil dari nama pembawa acara Let’s Make a Deal yang merupakan acara aslinya di Amerika Serikat. Paradoks ini pertama kali dipublikasikan di Majalah Parade pada 9 September 1990.
Di Indonesia, mungkin lebih tepat jika kita namakan paradoks Nico Siahaan.
Informasi dari Wikipedia.
Tambahan: program simulasi
Saya membuat program untuk melakukan simulasi paradoks ini. Kalau tidak percaya hasilnya 2/3-1/3 silakan jalankan program ini
.
#!/usr/bin/perl
use strict;
our $percobaan = 1000000;
our $maxrand = 3000000000;
our $ganti = 1; # mengganti pilihan (1) atau tetap pada pilihan semula (0)
our $verbose = 0; # debugging
my $jumlahmobil;
my $jumlahzonk;
foreach (1..$percobaan) {
print "PERCOBAAN KE-$_\n" if $verbose;
if (nico()) {
$jumlahmobil++;
} else {
$jumlahzonk++
}
print "\n" if $verbose;
}
print "Hasil akhir: dari $percobaan kuis, $jumlahmobil dapat mobil dan $jumlahzonk dapat zonk\n";
sub nico {
my $tiraimobil = int(rand($maxrand)) % 3;
print "Mobil ada di tirai $tiraimobil\n" if $verbose;
my $tiraipilih1 = int(rand($maxrand)) % 3;
print "Kontestan memilih tirai $tiraipilih1\n" if $verbose;
my %tirai = (0 => 1, 1 => 1, 2 => 1);
delete $tirai{$tiraimobil};
delete $tirai{$tiraipilih1};
my @tirai2;
foreach (keys %tirai) {
push @tirai2, $_;
}
my $tiraibuka = $tirai2[int(rand($maxrand)) % scalar(@tirai2)];
print "Nico membuka tirai $tiraibuka yang berisi Zonk\n" if $verbose;
%tirai = (0 => 1, 1 => 1, 2 => 1);
delete $tirai{$tiraibuka};
delete $tirai{$tiraipilih1};
my $tiraialt = (keys(%tirai))[0];
print "Nico tanya tetap memilih tirai $tiraipilih1 atau ganti ke tirai $tiraialt\n" if $verbose;
my $tiraipilih2;
if ($ganti) {
$tiraipilih2 = $tiraialt;
} else {
$tiraipilih2 = $tiraipilih1;
}
print "Peserta memilih tirai $tiraipilih2\n" if $verbose;
if ($tiraipilih2 == $tiraimobil) {
print "Peserta mendapatkan mobil!\n" if $verbose;
return 1;
} else {
print "Peserta mendapatkan Zonk!\n" if $verbose;
return 0;
}
}
Hasil keluaran untuk $ganti = 1 (peserta mengganti tirai yang dipilih):
Hasil akhir: dari 1000000 kuis, 666776 dapat mobil dan 333224 dapat zonk
Dan hasil keluaran untuk $ganti = 0 (peserta tetap pada pilihan semula):
Hasil akhir: dari 1000000 kuis, 333360 dapat mobil dan 666640 dapat zonk
“Bullshit”!
Ini masturbasi intelektual saja. 1 + 1 = 3 juga bisa dibuktikan kalau pakai matematika dan bukan akal sehat. Pokoknya probabilitas tetap 1 dari 2. Mau ganti atau tidak ganti menurut saya tetap 1/2 dan bukan 1/3. Salam 
lirik kiri kanan
ealah kuwis yg di antv itu toh, gak seru blas
#1: kalo perlu coba anda simulasikan
saya yakin hasilnya tetap 2/3-1/3 
2 + 2 = 5 dong
for an extreme value of 2
soal nico siahaan.. udah ga diliat lagi
ehh.. tapi kalo total uang yg di kantong nico.. ga lebih dari 30 juta kok
.. gitu katanya siy 
ntar kalau aku jadi kontestan, bantuin aku ya mas Pri.
eh mas Pri…koq “posted from”-ku gak pernah kelihatan tuh. Kenapa ya?
Koq saya sangat ga tertarik ya ke acara yang kayak gituan…
weeeeehh.. saya kok diaustralia ya
browsernya ngliat pake aer kembang yaa

Matematika memang tidak pernah ketemu sama metafisika. Huehehehe .. sudah diterawang-terawang, kok ya nggak pernah bener menebak isi hadiahnya.
50+50=97,5 ==> yang 2,5 zakat maal …
Kuis ini memang tidak butuh keterampilan, tapi keberuntungan.. Agak gimanaaaaa gitu. Paradoksnya saya kurang ngerti, baru sekali nonton sih. Hehehe
“Pada saat Nico Siahaan menanyakan pilihan tirai untuk kedua kalinya, ada tiga situasi yang mungkin terjadi dengan probabilitas sama besar yaitu 1/3:
1.Kontestan pada awalnya memilih tirai berisi Zonk pertama. Nico Siahaan kemudian membuka tirai Zonk kedua.
2.Kontestan pada awalnya memilih tirai berisi Zonk kedua. Nico Siahaan kemudian membuka tirai Zonk pertama.”
gak ngerti
jarang banget nonton kuis tebak2an gak jelas gitu. berarti zonk ada lebih dari 1? apa maksudnya tirai zonk pertama dan tirai zonk kedua? (pilihan 1 dan 2). kan tirai yang dibuka (yang ketiga) sudah jelas berisi Zonk? jadi ada kemungkinan tiga2nya Zonk ya?
#8: la iya laaahh…
kalo sampe 100 juta kantongnya benjol2 dong 
berapa kali nonton buat ngambil konklusi ini mas?
*gak pernah nonton
kadang mas nico juga pake perasaan kok!


aku kok merasa sangat yakin Nico tahu betul apa yang ada di balik tirai, lihat aja dia kan pake earphone. pasti dia diperintah2 orang belakang layar untuk membujuk kontestan untuk menjauhi hadiah yang besar2. aku bahkan curiga jangan2 tu lantai di belakang tirai bisa digeser2
sehingga hadiahnya bisa pindah2 tirai.
Pak Pri, tidak hanya 3 tirai yang ditawarkan, tapi uang dari saku Nico, saku kiri dan kanan Nico, kotak kecil, kotak besar, tirai 1, tirai 2, dan tirai 3. baik saku maupun kotak sering refer ke tirai, tapi tidak selalu. Lagipula Nico Siahaan tidak selalu membuka Zonk pada kesempatan pertama — terkesan sangat acak. Jadi probabilitasnya akan semakin rumit. Mau memodelkan lagi toh?
gak punya TV, apalagi liat kuisnya NICO
iya iya….kayaknya bener 2/3 deh kemungkinannya klo kita pindah pilihan *setelah berpikir keras memeras otak membanting tulang*
jarang liat tipi, apalagi kuwiss..
dari awal, saya kok nggak tertarik blass sama acara superdeal ituh,,

untuk menang, ga modal apa2 kayaknya..
menurut saya kok cenderung ke judi ya arahnya???
Kalau menurut saya tuh saran-sarannya Nico sebaiknya diikuti. Misalnya dia ada suatu saat bilang, “pokoknya tirai 2 jelek deh”. Itu udah indikasi banget kalau tirai 2 itu zonk. Soalnya kalau dia ngomong gitu dan ternyata tirai 2 isinya mobil, bisa dikeroyok di studio
lebih baik alihkan energi buat tidak nonton TV
wah klo rata2 org indonesia sih gak sempat mikir soal brapa probabilitasnya utk menang. yang penting gimana caranya biar bisa dpt duit banyak dan gak usah susah2 krja. sbenernya acara2 yg model kyk gini bisa punya dampak buruk dgn smakin mendorong org2 indonesia menjadi semakin malas & ogah mikir. tapi mau gimana lagi, itulah realita pertelevisian indonesia.
tapi lagi2 ada hikmahnya di balik acara2 model kyk gini. hikmahnya adalah bisa ada pemerataan kekayaan. bayangin aja gak sampe setahun, udah muncul miliarder2 baru di indonesia. sby-jk harus bertrima kasih ke nico siahaan krn udh membantu tugas pemerintah utk mengurangi angka kemiskinan di indonesia. mungkin kita harus ngusulin k pmrintah biar nico bsa diangkat jadi ketua UKP3R…
DEAL ?….
gag mendidik tuh quiz, bikin orang2 jadi berkhayal yang muluk2: mendadak kaya tanpa usaha. semacam judi …
2+2=5 -> lagunya Radiohead
Kayaknya Tirai 3 aja deh…. mm.. Tirai 2 deh… mmmm Tirai 1 aja gimana…Pas deh, saya mo duitnya aja…ha..ha…
Thanks buat Priyadi, yang udah mengangkat topik menarik ini.
Buat #1 yang non believers, statistik probabilitas tidak independen dari satu kejadian ke kejadian lain. Melempar koin pun probabilitas dapet kepala tidak selalu 50%.
Contoh: apabila dari 10 kali melempar koin kita dapet ekor terus, berapakah probabilitas kita dapat kepala pada lembaran ke-11? Sudah pasti lebih besar dari 50%.
Hal yang sama juga berlaku di kuis ini.
iya tuh mas….kadang si nico juga ga cuma ngasih 3 pilihan….malah kadang ada beberapa kali yang sebenarnya si kontestan milih zonk tp ama si nico ditawarin duit aj..jd si niconya juga kasian jg kali yah ama yg dapat zonk2 itu
#30: sebenernya sih probabilitas kejadian tidak tergantung dari kejadian sebelum2nya. ini namanya gambler’s fallacy. kalau kita lempar koin dan 4x berturut2 keluar buntut, maka berapa probabilitas yang berikutnya keluar kepala? tetap 50%, bukan 80%.
superdeal menjadi paradoks karena sekilas kejadian sebelumnya independen, tetapi ternyata tidak.
#20: masalah dibatasi pada permainan yang saya utarakan di atas.
Kapan ya ada hari tanpa kuiz?
ZONK !!!

lieur euy…ndak mangsud
secara gwe males ngliad kuwis² ditipi, paling kuwis wtm
Setuju ama #1! Cuma khayalan statistik tuh bisa jadi 2/3
tes..
kadang semua tirai isinya mobil semua loh..
yang pasti, banyak yang ikut, yang berusaha ikut, yang ingin duit, yang memimpikan duit, yang dandan ga karuan agar bisa dipilih nico u/ maju kedepan, dan beribu-2 pemirsa televisi indonesia yang masih terbuai mimpi u/ memperoleh uang dengan mudah…
rating nya berapa sih sekarang?
#37 faktor
dan
ini gak bisa masuk “code” yah 
Buset dah.. nggak nyangka kalau untung2an juga bisa dikaji sampai begini.. Maklum pembenci statistik hehe.. Monty Hall Paradox ternyata menarik banget mas.. Sayang saya nggak bisa nonton superdeal ini, cuma banyak sodara2 yang ikut ndaftar..
Personally, saya sih nggak tertarik acara beginian. Kebanyakan jual mimpi.. Inget jaman SDSB.. orang2 kerjaannya mimpi melulu.. hehehe
nice explanation mr priyadi, saya sudah membaca semua referensi yang dirujuk oleh wikipedia dan memang begitulah adanya. Meski begitu, teori ini tidak sepenuhnya persis dengan kenyataan pada kuis aslinya ( di antv ). Oh ya, buat #1 dan #36, mungkin anda belum sempat mencoba simulasinya karena tidak punya intepreter perl. Ada link bagus buat anda ini dia . Mungkin bisa menambah pemahaman anda. regard
Jika dengan asumsi Nico selalu membuka tirai zonk pertama kali, maka saya berpendapat probablitas untuk mendapatkan mobil adalah 1/2.
Karena apapun pilihan kontestan pada pilihan pertama, salah satu dari zonk akan di buka (Tentu nya bukan zonk yang di pilih oleh kontestan apabila ia memilih zonk)
Jadi dalam hal ini Nico sama saja dengan membuang 1 pilihan.
Pilihan tetap atau pilihan berubah tetap 1/2 karena pada dasarnya kontestan hanya disuruh memilih dari 1 diantara 2
#36, #42: logikanya memang seperti itu
tapi kenyataannya tidak, mau dikaji secara logika, matematis atau pakai simulasi hasilnya tetap 2/3
. coba baca lagi, baca yang di wikipedia atau jalankan program simulasinya 
kuis macam apaan sih itu?? gak mutu!
Mas Pri, saya malah dari dulu berfikir kuis itu akal-akalan aja. Kalau ada ilmu canggih yang seperti Mas paparkan, saya mungkin buat program di PDA saya dan kalau ikutan acara tersebut, saya pakai deh … wekakakak.
.
Bisa juga ini penuh manipulasi, misalnya ketika yang ikut kuis itu memilih suatu jawaban, kan ada rentang waktu tuh dengan diselingin berbagai kata-kata. Nah pada saat itu, diantara dua / tiga ruangan itu bisa dipindah dengan cepat dan untuk beberapa kali dibuat ada yang menang agar tidak terlalu kelihatan. Mungkin saja kan konsultasi terlebih dahulu sama Dedy COrbuzier..
GHahh ngomong apa nih…wong gw nonton aja gak pernah
kenapa nico selalu buka zonk dulu? sama seperti #19, saya juga curiga material di belakang tirai itu selalu bisa dipindah2 dg gampang
nico cuman perlu nggombal sedikit sekedar ngulur waktu buat crew di belakang layar… 
halah… ini jelas judi anyway, kapan MUI ngeluarin fatwa haramnya ya? fatwa infotainment kemaren ternyata melempem juga
Pilihan Pertama Peserta adalah A B C (Tirai 1,2,3)
Kemungkinan benar berisi mobil adalah 1/3
Kemungkinan Salah adalah 2/3
Bila peserta diasumsikan mengganti pilihan di kesempatan kedua maka kesempatan mendapat mobil hanya di dapat jika pilihan pertama nya salah!
Asumsi:
Mobil ada di Tirai ke 2
Dengan mengabaikan faktor bahwa Nico selalu membuang satu tirai zonk maka:
Probabilitas yang ada adalah 9:
Pilihan Pertama/Pilihan Kedua:
1/1, 1/2, 1/3, 2/1, 2/2, 2/3, 3/1, 3/2, 3/3
Kemungkinan menang: 3/9 atau 1/3
Dengan Asumsi Peserta Mengganti Pilihan Probabilitas yang ada 6 :
1/2, 1/3, 2/1, 2/3, 3/1, 3/2
Kemungkinan menang: 3/6 atau 1/2
Masalah nya disini ada 2 kejadian yang menurut Mas Pri adalah 1 kejadian menurut saya ini ada 2 probabilitas yaitu:
1. Kontestan memilih mobil dan Nico membuka zonk 1
2. Kontestan memilih mobil dan Nico membuka zonk 2
Thus tambahan ini adalah probabilitas apa yang dapat terjadi pada 2/3 permainan, setelah semua kemungkinan diatas terjadi entah no 1,2,3 atau 4 peserta harus memilih 1 kali lagi. dengan anggapan adalah tirai tinggal 2, jadi kemungkinan yang ada adalah 1/2.
Jadi apapun pilihan pertama peserta tidak berpengaruh sama sekali pada kemungkinan mendapatkan mobil… heheh
Maaf (Out Of Topic) Quiz ini bukan judi. Judi adalah suatu permainan di mana yang menang mendapat keuntungan dari kekalahan orang lain. Dalam hal ini hadiah adalah dari sponsor. Jadi menurut saya ini tidak ada unsur judi.
Waduh Ga bisa liat acaranya sih dari sini…
monty hall paradox ini dengan mudah dijelaskan dalam salah satu episode numb3rs yang berjudul “man hunt“. kalau ada yang tidak percaya, itu normal saja, karena ini memang counter-intuitive, justru karena itu sebabnya disebut sebagai paradox. monty hall paradox ini berlaku jika dan hanya jika host acara selalu menampilkan pilihan yang salah (zonk), dan tidak terbatas pada 3 pilihan saja, bisa berlaku untuk lebih dari 3 pilihan (4, 5, 6 dan seterusnya), dan agar kita bisa memanfaatkan monty hall paradox ini, kita harus selalu bertahan pada pilihan pertama sampai tiba kesempatan terakhir untuk mengubah pilihan, kita baru mengubah pilihan, maka probabilitas menebak yang benar adalah paling besar.
saya lumayan sering nonton (bukan demen, tapi slalu ‘accidental’) dan menurut pendapat saya, opsi2 superdeal lebih acak dan lebih kompleks. zonk tidak selalu ada 2, lalu opsi untuk mengubah pikiran juga kadang ditawarkan kadang tidak. lebih acak kok mas pri. coba formula nya diupdate lage hehe
kuisnya ga mutu…..uangnya 2 milyar mau aku….
buat yang tidak percaya bahwa probabilitas menang jika mengganti pilihan adalah 2/3, mungkin contoh intuitif berikut ini membantu. coba bayangkan ada 1000 pintu dengan satu hadiah. anda pilih satu (kemungkinan menang sangat kecil: 1/1000), lalu nico membuka 998 pintu tanpa hadiah dan menyisakan satu lainnya.
dengan sisa 2 pintu (satu yang dipilih pertama, yang berkemungkinan menang 1/1000, dan satu yang disisakan nico setelah membuka 998 pintu tanpa hadiah), mana yang lebih masuk akal: probabilitas menang jika pindah adalah hanya 1/2, atau 999/1000?
wuhuhuh…bingung akuh mas. saya jadi inget kenapa nilai matematika saya dulu cuma 4. whuwhuw…
tapi ik setuju dengan #51. polanya lebih random lagi. pernah kok semua tirai isinya mobil.
#48,
Dinamakan judi saat anda memutuskan untuk melepaskan kesempatan hadiah pertama untuk mencoba peruntungan mendapatkan hadiah berikutnya yang ditawarkan panitia.
dapet ga ya…..
Males liat kuis begituan. Keknya kok berbau-bau judi ya
Klo mau dapetin uang banyak..kerja yg lebih keras aja deh 
#55,
Jadi mutusin pacar buat pdkt ce yg baru kita kenal, yg tentunya terlihat lebih menarik, judi juga dong
Termasuk pindah kerja juga krn tawaran income yg lebih tinggi padahal suasana kerja blm tentu lebih baik. Juga mbayar uang kuliah (ngelepas duitnya) dengan niat supaya dapat kehidupan yg lebih baik (bukan dapet ilmu lho) padahal kan blm tentu.
banyak deh.. intinya kan berusaha mendapatkan kesempatan yg lebih baik dengan ga ngerugiin siapa2, rasanya bukan judi deh.
#48:
dua kejadian tersebut probabilitasnya 1/6, karena bercabang dari kejadian ‘kontestan memilih mobil’ yang probabilitasnya 1/3. coba lihat grafiknya.
#56,
Jadi mutusin pacar buat pdkt ce yg baru kita kenal, yg tentunya terlihat lebih menarik, judi juga dong
Termasuk pindah kerja juga krn tawaran income yg lebih tinggi padahal suasana kerja blm tentu lebih baik. Juga mbayar uang kuliah (ngelepas duitnya) dengan niat supaya dapat kehidupan yg lebih baik (bukan dapet ilmu lho) padahal kan blm tentu.
banyak deh.. intinya kan berusaha mendapatkan kesempatan yg lebih baik dengan ga ngerugiin siapa2, rasanya bukan judi deh.
sorry posting 2x, yg bener postingan ke-2
#49:
tergantung dari lingkup kita memandang.
disebut judi karena kita di awal sudah dikasih modal, dan menggunakan modal itu untuk memenangkan hadiah. kalau dia menang, yang kalah adalah sponsor.
disebut bukan judi karena peserta gak nyetor apapun sebelum dia datang ke studio. dan dari sisi sponsor tidak ada faktor resiko dalam memberikan hadiah, menang kalah dalam kuis semacam ini kan gampang diatur
#52:
bisa kita asumsikan. misalnya isi tirai masing2 adalah: mobil seharga Rp 100 jt, home theater Rp 8 jt, dan zonk. kita bisa asumsikan home theater adalah zonk. pertama, kontestan gak tahu kombinasinya seperti apa. dan kedua, katanya yang dapat zonk pun akan dikasih hadiah hiburan.
cuma asumsi yang penting adalah dia harus buka zonk atau home theater. kalau dia buka mobil, maka paradox ini gak berlaku.
#63 pak Pri,
Saya lebih setuju kalau ini bukan judi. Karena kita ga rugi apa2 dan sponsor ga pernah menang kecuali dari segi promosi doang mungkin.
Menurut saya sponsor sudah menganggarkan dana (2milyar?) untuk tiap episode, kalau peserta gagal ya bagus untuk sponsor, klo peserta berhasil ya sudah anggarannya memang segitu.
Saya juga setuju klo acara seperti ini lebih menggalakkan budaya mimpi daripada menaikkan taraf ekonomi bangsa kita.
Yang jelas acara itu judi habis. Gak pake otak, cuma tebak-tebakan, memenuhi kriteria judi.
wah pri… rasanya anda kurang menonton kuis ini (gue juga sih, cuma nonton kalo ga sengaja doank). Perhitungan pri diatas memang betul… KALO yang terjadi di kuis seperti itu. Tapi gw pernah liat kuisnya, ternyata tidak sesederhana itu. Emang sih nico suka membuka zonk atau hadiah yang lebih murah dulu, tapi setelah itu pilihan yang ditawarkan makin bercabang. Duit lah, kotak lah, tirai lagi lah.
Kalo tentang isi tirai yg bisa digeser2 selagi nico ngobrol ama peserta, itu juga dah kepikiran tapi ga tau deh gue bener ga nya.
Dan lagi yang bilang kuis ini judi adalah orang2 yg kurang berpikir terbuka dan bawaannya paranoid n curigaan mulu. EMANG KALO LU DAPET ZONK LU TRUS LU DISURUH BAYAR KE ANTV??? lagian ikutannya juga gratis kok. Jeleknya adalah, kuis kaya ginian berakibat semua orang jadi tukang ngimpi “kapan yah gue dapet 2M?”
aih bo cape deh
#19 #47 - kalo tentang hadiah bisa di pindah-pindah di belakang layar sih saya kurang yakin ya. soalnya saya yakin untuk sebuah acara seprofesional mereka, apalagi sudah internasional, pasti mereka ngga akan berbuat sebodoh itu untuk gak fair.
#49 #63 #65 - saya setuju kalo ini bukan judi. pesertanya ngga mempertaruhkan uang sepeserpun kan? jadi apakah kalau mereka ngga menang, mereka akan menjadi rugi? saya rasa ngga. dari sekian banyak peserta yang kebetulan saya pernah temui, (dan termasuk orang-orang yang pengin tapi belum kesampaian : ) mereka ikut itu karena fun aja koq. sukur-sukur dapet duit tentunya.
#all - dan untuk saya sendiri, kemarin ikut audisinya di jakarta, wahh.. seru banget. baru audisinya aja udah fun. bener-bener ngerasa kaya ikut outbound lagi
bisa teriak-teriakan. rencana main tgl 20 ini(senin). berarti kemungkinan gak lama ditayangin, karena dia tiap hari terus-terusan kan?
#pri, nanti akan saya coba kalkulasi anda ya
,
**tentang custom norak, niatnya sih pake plastik item segede karung
, semakin norak (mencolok) kemungkinan dipanggil lebih gede 
Bagi saya sich, game-nya Nico nggak penting, dan nggak perlu menghukumi judi atau tidak yang nggak tahu hukum syariat, jika meragukan ya berarti subhat dan tinggalkan.

Yang lebih penting disini ditekankan tentang teori probabilitas diterapkan di berbagai kompiler, thanks mas Pri
to #66, mbok gak usah pake huruf gehe toh, biasa saja.
Yang jelas, aku males liat acara ini, wong acara kok norak …
beberapa kali pernah 2 tirai isinya mobil… eh kontestannya tetep milih zonk hahhahahhaha mak dikipe. terpengaruh penonton…hihiih…
tapi prinsip ikut kuis beginian mah nothing to loose..
datang tangan kosong..pulang tangan kosong ta apa lah..
)
(itung itung masup tipi
datang tangan kosong..pulang dapet hadiah …bersyukurlah.. bagi2 ama temen segrup loh
bye…
Malah tambah mumet…
(** kabur **)
Knp gag dibahas knp quiz2 di anteve hadiahnya makin gila2an
68% gak tau….
buset dah

probabilitas.. possibilitas dan apotas adalah hal-hal yang memusingkan kepala
tp daripada nonton kuis gak jelas gitu mending nonton miyabi flora dan fauna.
itu khan hanya akal akalan TV saja, lebih banyak unsur entertainment daripada ‘ ilmiah ‘ nya..
Seperti game berikut ini http://www.nbc.com/Deal_or_No_Deal/
C:\perl\bin>perl priyadi.pl
Can’t locate strict.pm in @INC (@INC contains: .) at priyadi.pl line 3.
BEGIN failed–compilation aborted at priyadi.pl line 3.
kok…..!!!!kenapa nieh..???
kayaknya, kalo aku nggak salah inget. soal ini pernah dibahas di buku The Curious Incident of the Dog In the Nighttime
Untuk Mas Pri
# Nico Siahaan selalu membuka tirai Zonk dan tidak membuka tirai berisi mobil pada kesempatan pertama.
Jika begitu, penonton akan selalu mengganti pilihan jika ditawari.
Saya lebih percaya ada upaya “menggeser benda di balik tirai”. Pihak sponsor tak akan mau bermain probabilitas, mereka maunya punya anggaran promosi sekian, mencapai target market sekian.
Yang perlu dicermati, orang yang “dipilih” menang adalah yang berada pada posisi “ekstrim”, seperti loper koran (how to be millionare - RCTI), guru madrasah, dll. Ini juga strategi agar tercipta efek bombastis: yang menang malah loper koran.
Untuk how to milionare, hampir tidaki mungkin ada orang yang menang sampai 3 miliar. Karena soal disusun sedemikian rupa dari berbagai bidang ilmu. Misal ada soal bidang internet, budaya, musik, sejarah, dan politik. Nyaris mustahil ada orang yang menguasai dengan detail semua bidang itu. Mas Pri mungkin “master” di bidang TI, tetapi di bidang sejarah, tentu sulit kan?
#78: ada masalah di instalasi perlnya, tapi coba hapus saja baris ‘use strict;’
#80: kalau saya susah percaya kalau benda digeser di balik tirai. pertama, yang digeser itu mobil. dan kedua, kalau digeser harusnya akan ada bunyi yang akan kedengaran ke seluruh studio.
Walah daripada pusing gak bisa jalanin scriptnya mas Pri mendingan pake nyang online aja
http://alterlife.org/2006/04/16/a-javascript-simulator-for-the-monty-hall-problem/
C:\perl\bin>perl priyadi.pl
Hasil akhir: dari 1000000 kuis, 665589 dapat mobil dan 334411 dapat zonk
C:\perl\bin>perl priyadi.pl
Hasil akhir: dari 1000000 kuis, 332939 dapat mobil dan 667061 dapat zonk
Horeeee Jalannnnnnnn
ya namanya juga hiburan!!
lha….namanya juga hiburan :