26 April 2007

Nenda dan Wadehel Bukan Penyebab Ditutupnya Blog-blog Kontestan Ngadutrafik 2007

Posted under: at 09:17

Sebenarnya saya tidak lagi berniat membahas huru-hara yang menyertai kontes ‘ngadutrafik 2007′, tetapi ada sebuah persoalan yang sangat menggelitik. Ternyata persoalan ini berpangkal dari sebuah informasi yang salah. Sebenarnya kalau orang-orang ini berkepala dingin, sedikit berpikir dan mau melakukan verifikasi, maka huru-hara seperti ini dapat dengan mudah dihindari.

Sebelumnya semua pihak (termasuk saya sendiri) mengasumsikan bahwa sudah dapat dipastikan bahwa Nenda dan/atau Wadehel yang menyebabkan ditutupnya semua blog ngadutrafik di WordPress. Hampir semua pihak berangkat dari asumsi ini, tetapi lupa untuk melakukan verifikasi apakah memang benar seperti itu.

Saya sebelumnya mengasumsikan Nenda memberi laporan ke WordPress.com melalui ‘jalan belakang’ misalnya mengirim langsung email ke Matt WordPress.com. Ini saya simpulkan dari beberapa laporan yang mengatakan kurang lebih:

Calupict had reported to Matt that WP.com is used for this SEO contest. He wanted Matt to take action soon to overcome that missuse of WP.com accounts. (Widarto.net)

Ternyata, setelah saya selidiki, yang sebenarnya dilakukan Nenda hanyalah menggunakan fungsi Report as Spam yang berada di kanan atas setiap blog yang ada di WordPress.com, dan bukan dengan cara menghubungi Matt langsung secara pribadi. Terlebih lagi, ia melakukannya hanya terhadap dua buah blog, dan bukan semua blog kontestan.

Apakah WordPress.com akan bereaksi hanya karena dua buah laporan spam dari Nenda? Rasanya tidak mungkin melihat kenyataan-kenyataan ini:

  • WordPress.com terdiri hampir 900 ribu blog pada saat tulisan ini dibuat.
  • Automattic adalah perusahaan kecil yang hanya memiliki sedikit karyawan (kurang dari 20?)
  • Nenda hanya melaporkan dua blog, sedangkan jumlah peserta ada lebih dari 20 (?)
  • Tidak ada (?) karyawan Automattic yang bisa berbahasa Indonesia

Sulit untuk membayangkan WordPress.com melakukan penutupan blog-blog tersebut dengan hanya mengandalkan dua laporan spam dari Nenda. Sistem WordPress.com pun tentunya harus memiliki margin toleransi terhadap kesalahan atau penyalahgunaan. Jika memberikan satu laporan spam kepada sebuah blog bisa berakibat ditutupnya blog tersebut, maka siapapun dapat dengan mudah untuk menghapus blog di WordPress.com! Melihat reaksi yang ada, saya berani taruhan kalau yang menandai blog Nenda sebagai spam jauh lebih banyak daripada blog yang dilaporkan oleh Nenda, tapi sampai saat ini blog beliau masih tetap bisa dibuka.

***

Kemudian untuk kasus Wadehel, kejadiannya lebih parah lagi.Yang beliau lakukan hanyalah menandai trackback spam yang sampai ke blognya sebagai spam. Trackback tersebut adalah spam yang dikirim salah satu kontestan. Kalau ini, saya pun melakukannya. Saya sendiri menandai sekitar 20-30 spam komentar yang dikirim kontestan ngadutrafik 2007 sebagai spam. Selain saya, Lita mengaku juga melakukannya. Saya yakin teman-teman lain juga ada yang melakukannya. Entah siapa yang pertama kali berkesimpulan bawa Wadehel sebagai biang keladi penutupan blog-blog tersebut.

Wadehel kemudian perlu repot-repot berurusan dengan oknum yang secara persisten beberapa kali membajak isi blognya, ini hanya karena beliau menandai sebuah spam sebagai spam!

Yang sangat mengherankan adalah bahwa ada yang menuntut bahwa Wadehel seharusnya berkonsultasi dahulu dengan pengirim spam sebelum beliau menandainya sebagai spam! Ini jelas sebuah tuntutan yang sangat tidak realistis. Jika saya harus satu persatu melakukan hal yang sama terhadap 2000-3000 spam komentar yang saya terima setiap harinya, maka saya tidak akan punya cukup waktu untuk melakukan apapun selain ‘mengolah’ spam. Jika ini dikurangi sampai 20-30 spam yang lolos dari Akismet setiap harinya pun, jumlah ini masih terlampau banyak. Saya tidak yakin orang-orang ini juga melakukan hal yang sama seperti yang mereka tuntut dari Wadehel.

Pertanyaannya, apakah laporan spam ke Akismet dapat menyebabkan ditutupnya blog-blog kontestan? Tentu saja bisa karena Akismet dan WordPress.com adalah sama-sama merupakan layanan Automattic. Tetapi tentunya hal tersebut tidak dapat ditentukan hanya dari satu laporan Wadehel semata. Jika sebuah laporan dari Wadehel dapat mengakibatkan sebuah blog ditutup, maka kita dapat dengan mudah menutup blog apapun di WordPress.com. Tentunya di sini pengelola WordPress.com juga harus menerapkan margin toleransi terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya kesalahan atau penyalahgunaan.

***

Jadi mengapa semua ini terjadi? Rupanya ada yang mengambil kesimpulan yang terburu-buru serta tidak bertanggung jawab bahwa Nenda dan Wadehel-lah yang menyebabkan blog-blog mereka ditutup. Yang lain kemudian menganggap pernyataan tersebut benar tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu, dan langsung memburu Nenda dan Wadehel. Blog Nenda dipenuhi komentar caci maki, ancaman fisik dan bahkan pelecehan seksual! Sangat disayangkan, karena semua ini hanyalah karena sebuah dugaan semata dari satu pihak yang tidak akan dapat dipastikan kebenarannya.

Ini menunjukkan bahwa bangsa kita masih terlalu mudah termakan provokasi. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi jika semua ini terjadi bukan di Internet.

Lain kali mungkin pihak-pihak ini harus lebih hati-hati dalam menerima informasi. Sebelum informasi kita anggap benar, kita memiliki kewajiban untuk setidaknya berusaha untuk memverifikasi terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

***

Sekarang bagaimana?

Yang jelas Nenda dan Wadehel bukan atau paling tidak bukan satu-satunya yang menyebabkan blog-blog ini ditutup. Jika Wadehel dianggap bertanggung jawab, maka saya pribadi pun bertanggung jawab, bahkan volume spam yang saya kirim ke Akismet jauh lebih banyak daripada Wadehel. Tetapi sebenarnya identitas siapa yang melaporkan sebenarnya tidaklah terlalu penting. Cepat atau lambat blog-blog ini akan ditutup juga.

Pemilik blog-blog ini melakukan sesuatu yang dianggap salah oleh pengelola WordPress.com. Dan karena hal tersebut WordPress.com memutuskan untuk menutupnya. Yang menjadi masalah adalah collateral damage yang terjadi pada blog-blog yang tidak digunakan untuk keperluan kontes ini. Untuk masalah ini, urusannya menjadi antara pemilik blog dan WordPress.com. Pihak panitia kontes atau pelapor sama sekali tidak memiliki hubungan kontrak dengan WordPress.com untuk urusan akun-akun tersebut. Sekarang tinggal apakah ada usaha dari pemilik akun untuk berusaha mendapatkan kembali akun-akun tersebut, ataukah hanya bisa mengkambinghitamkan pihak ketiga atas kesalahan yang sebenarnya memang secara sadar dilakukan sendiri? Jika memang mereka tidak berniat untuk mendapatkan kembali akun-akun tersebut, itu adalah hak mereka, namun tidak perlu lagi menyalahkan pihak lain serta melakukan provokasi di berbagai blog.

Yang jelas semua ini berangkat hanya dari kesalahpahaman belaka. Jika memang perlu mencari kambing hitam, orang yang tepat adalah yang pertama kali melancarkan tuduhan ke Nenda dan Wadehel sebagai orang-orang yang menyebabkan ditutupnya blog-blog tersebut.

Tambahan

Ternyata laporan yang disampaikan Nenda sama sekali tidak sampai ke tim WordPress.com. Berikut adalah jawaban dari pihak WordPress.com atas pertanyaan seseorang yang tak ingin disebutkan namanya:

Calupict (calupict.wordpress.com) reported two members of the Indonesian CEO contest who use WP to Matt last Saturday

How did they know that? I don’t see any reports from her related to the suspensions. We had numerous members report the contest blogs.

101 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!