8 July 2007

Hotspot Itu Harusnya Gratisan

Posted under: at 16:02

Di Bandung, kita tidak perlu repot-repot mencari daftar tempat yang menyediakan layanan HotSpot gratisan untuk memilih tempat nongkrong yang layak ditongkrongi. Besar kemungkinan, di tempat keramaian tujuan kita sudah ada layanan Hotspot gratisan dari Melsa Hotspot. Pelanggan hanya perlu mendaftar sekali seumur hidup untuk menggunakan layanan Hotspot ini di tempat manapun.

Jakarta boleh lebih besar dan lebih maju daripada Bandung, tapi dalam urusan Hotspot gratisan, kondisi di Jakarta sangat jauh tertinggal.

Hotspot banyak, tapi sedikit yang gratisan

Ada banyak Hotspot, misalnya dari CBN Hotspot atau Indosat M2. Hotspot-hotspot ini tidak gratis, pengguna kedua ISP tersebut dapat langsung menggunakan layanan Hotspot tersebut dengan menggunakan kredensial layanan utamanya. Tetapi, yang belum menjadi pelanggan salah satu dari ISP tersebut harus repot-repot membeli layanan prabayar Hotspot yang belum tentu dijual di tempat yang sama.

Masalah dengan model layanan seperti ini adalah bahwa Hotspot menjadi nilai tambah bagi pelanggan ISP, tetapi tidak menjadi nilai tambah bagi pengunjung tempat makan atau kedai kopi misalnya.

Jika bertemu dengan Hotspot bermodel bisnis seperti ini, saya tidak akan repot-repot mencari kemana saya harus membeli layanan prabayar Hotspot dan merogoh Rp 12000 untuk satu jam pemakaian. Apalagi ditambah dengan resiko hangus jika layanan tersebut tidak saya pakai untuk jangka waktu yang lama. Jika benar-benar membutuhkan akses Internet di tempat tersebut, saya cukup menggunakan layanan data bergerak dari Mobile-8 Fren.

Jika sebuah tempat nongkrong menyediakan layanan Hotspot gratisan, mereka ‘lupa’ memasarkannya

Pengguna PDA mungkin bisa dengan mudah mencari dimana ada layanan Hotspot gratisan tanpa perlu diberi tahu bahwa di situ memang ada layanan Hotspot gratisan. Tetapi pengguna notebook tidak seberuntung itu. Pengguna notebook tidak akan repot-repot membuka notebooknya hanya untuk mengecek apakah di tempat tersebut ada layanan Hotspot gratisan. Bahkan, sebelum mengetahui keberadaan Hotspot gratisan, kita sudah terlebih dahulu disodori daftar menu makanan :).

Layanan Hotspot gratisan merupakan nilai tambah bagi tempat yang menyediakannya. Dan supaya efektif, nilai tambah ini perlu dipromosikan. Jika ada dua kedai kopi tetapi hanya satu di antaranya yang menawarkan Hotspot gratisan, maka pilihan saya sudah jelas.

Beberapa Hotspot gratisan tidak terawat

Beberapa kali saya menemukan Hotspot gratisan, tetapi sepertinya kurang perawatan. Ketika saya kembali lagi ke tempat tersebut ternyata sinyalnya sudah sama sekali hilang. Terpaksa saya harus mencari sinyal lain atau melewatkan waktu tanpa akses Internet.

***

Menurut saya, layanan akses Internet melalui Hotspot harusnya merupakan nilai tambah yang sebaiknya diberikan oleh penyedia tempat kepada semua pengunjungnya. Jika ‘bekerja sama’ dengan ISP, maka itu hanya akan menjadi nilai tambah bagi pelanggan ISP tersebut. Ini tentunya di luar kasus Melsa Hotspot yang berani memberikan layanan gratisan.

Jangan remehkan pasar potensial yang berasal dari orang-orang yang haus akses Internet!

125 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!