Agregat Blog
Agregat blog adalah sebuah situs yang mengumpulkan tulisan-tulisan dari berbagai blog yang berbeda. Dengan menggunakan agregat blog, pembaca cukup mengunjungi satu situs saja ketimbang mengunjungi beberapa blog satu per satu. Apa bedanya dengan program pembaca feed? Program pembaca feed biasanya berbentuk aplikasi yang dioperasikan oleh penggunanya, sedangkan agregat blog berbentuk mirip seperti blog.
Siapa yang bisa membuat agregat blog? Siapa saja bisa, perangkat lunaknya sudah tersedia dengan bebas, misalnya PlanetPlanet, Gregarius atau FeedWordPress. Yang diperlukan hanyalah ruang server dan sedikit kemampuan teknis untuk melakukan instalasi dan konfigurasi aplikasi-aplikasi tersebut.
Untuk memasukkan sebuah blog ke dalam keanggotaan sebuah agregat blog, pemilik agregat blog hanya perlu memasukkan alamat feed blog tersebut ke dalam konfigurasi agregat blog. Secara teknis pemilik agregat blog tidak perlu meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik blog untuk melakukannya. Satu-satunya syarat agar sebuah blog dapat dimasukkan ke dalam agregat blog adalah blog tersebut memublikasikan feed.
Lalu bagaimana jika seorang penulis blog ingin agar blognya dipublikasikan di agregat blog tertentu? Ini tentunya tergantung dari kebijaksanaan agregat blog yang bersangkutan. Saya sendiri tidak pernah mengurus agregat blog yang populer, tetapi mungkin saja pengurus agregat blog yang cukup populer akan mendapatkan permintaan seperti ini dari waktu ke waktu. Pada akhirnya, hanya pemilik agregat blog yang dapat memasukkan sebuah blog ke dalam keanggotaan agregat blog yang bersangkutan. Kontrol terhadap agregat blog sepenuhnya berada di tangan pemiliknya.
Blog saya ini diagregasi oleh sekitar selusin agregat blog. Dari sekian banyak agregat blog tersebut, hanya sekali dimana saya sendiri ikut agregat blog atas inisiatif saya pribadi, yaitu di Merdeka. Selain Merdeka, agregat blog lain memasukkan blog saya atas inisiatif mereka sendiri, dan umumnya tanpa sepengetahuan diri saya. Biasanya saya baru menyadari telah ‘ikutan’ agregat blog hanya dari Blog Reactions di Technorati atau dari HTTP referer. Saya rasa kebanyakan blog juga seperti itu: menjadi anggota sebuah agregat blog bukan atas inisiatif pribadi, tetapi atas inisiatif pemilik agregat blog, dan bahkan bisa jadi tanpa seizin pemilik blog tersebut.
Untuk saya pribadi hal ini tidak menjadi masalah, saya pikir keanggotaan agregat blog adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap apa yang saya tulis. Untuk suatu alasan yang tidak saya ketahui, ternyata mereka menganggap tulisan-tulisan saya layak dihadirkan dalam agregat blog mereka.
***
Kemarin ada yang membuat petisi yang menuntut blog Budi Rahardjo untuk keluar dari Planet Terasi.
To: Budi Rahardjo
Budi Rahardjo dengan segala tulisan narsisme nya telah mengawali gejala baru yang bernama ‘Pencemaran Agregator’, dalam hal ini, yang menjadi korban adalah agregator indah yang bernama Planet Terasi (yang katanya berisi tentang Blog dan Teknologi).
Dengan segala hormat. Petisi ini ditujukan untuk menghimbau Budi Rahardjo untuk keluar dari Planet Terasi.
Kami memang tidak ingin membaca tulisan-tulisan narsisme anda, tapi tolong jangan korbankan Planet Terasi.
Saya pikir petisi tersebut salah alamat karena Budi Rahardjo rasanya tidak punya kontrol terhadap apa yang ditampilkan di Planet Terasi, termasuk pilihan untuk menampilkan blog yang bersangkutan. Satu-satunya solusi teknis yang memungkinkan dilakukan dari sisi beliau adalah melakukan blokir akses feed dari server hosting, namun pada layanan siap pakai seperti WordPress.com atau Blogger hal ini tentunya tidak mungkin dilakukan. Selain itu, jika kasusnya seperti pengalaman saya, besar kemungkinan blog Budi Rahardjo terpampang di Planet Terasi bukan atas permintaan yang bersangkutan.
Kalau ingin tepat sasaran, petisi tersebut harusnya ditujukan kepada Ronny Haryanto selaku pengelola Planet Terasi. Walaupun demikian, tentunya tidak ada kewajiban bagi Ronny untuk mengikuti isi petisi tersebut karena konfigurasi Planet Terasi sepenuhnya merupakan hak beliau seorang.
Lalu bagaimana nasib penikmat Planet Terasi yang merasa aspirasinya terlantarkan? Solusi pertama yaitu dengan membuat agregator blog sendiri. Ini sudah saya bahas di atas dan caranya tidak terlalu sulit. Yang bisa melakukan instalasi perangkat lunak seperti WordPress seharusnya sudah bisa melakukan instalasi agregator blog. Solusi kedua yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan layanan atau perangkat lunak pembaca feed siap pakai, seperti misalnya My Yahoo! atau iGoogle.
Untuk memudahkan proses tersebut, Planet Terasi (dan juga situs agregat blog lainnya) juga menyediakan OPML pada alamat http://planet.terasi.net/opml.xml. OPML ini berisi data seluruh feed yang terdaftar di Planet Terasi. Pengguna dapat memasukkan OPML tersebut kepada aplikasi pembaca feed masing-masing supaya tidak harus repot memasukkan satu per satu feed setiap blog yang ingin didaftarkan.
Jadi, ‘agregator pribadi’ yang isinya 100% sama dengan Planet Terasi tetapi 100% dikontrol oleh diri kita sendiri dapat dengan mudah dimiliki hanya dengan tiga langkah mudah:
- Instal aplikasi agregat blog atau daftarkan diri anda pada layanan pembaca feed siap pakai pilihan anda.
- Masukkan OPML milik Planet Terasi pada aplikasi atau layanan tersebut.
- (opsional) Hapus blog Budi Rahardjo dari daftar tersebut.
- (opsional) Hapus blog Priyadi dari daftar tersebut
.
Semua ini bisa dilakukan tanpa harus repot-repot menyusun petisi, menunggu inisiatif Ronny, atau bahkan menunggu Budi Rahardjo menulis blog sesuai selera masing-masing.
Mas ronny nya kemana yah.. Lagi mengamatikah
Sepertinya petisi itu lebih bermaksud “Pak Budi Rahardjo, hentikan posting2 narsis Anda. Kami menunggu postingan yang lebih bermutu di Planet Terasi.”
Sepertinya sih. CMMIW
Kok gak ada planet.priyadi.net?
*apaan yah isinya?*
Topiknya masih gak jauh2 dari rame-rame kemareenn…
“
hehehehe…
bagi yg ingin menggunakan agregat blog pribadi yg praktis, mudah dan GRATIS
mungkin bisa menggunakan Google Reader shared items
ya ya ya, ini memang boleh dikatakan tidak seperti agregat blog biasa yg otomatis memasukan post dari suatu blog, seleksi-nya dilakukan secara manual oleh kita sendiri (tapi ini mudah koq, tinggal klik tombol share)
contoh, ini shared items sayah http://www.google.com/reader/shared/08197368179993915716
UUP, ujung2nya promosi he he
Iya sih, planet terasi memang hak Ronny Haryanto sepenuhnya - oh, itu situs personal ya ? saya sempat mengira dulu kalau planet terasi itu berbasis komunitas - tapi petisi itu kan juga berguna untuk memberikan pengaruh lho.
Solusi dari kasus Pak Budi barangkali dengan fitur feed per kategori, kan ada. Kalau memang mau berpegangan dengan tujuan awal, yang lain juga dibegitukan aja. Harusnya sih gitu.
Paling pas tentu membuat agregator dengan FeedWordPress. Trus permalink diset lokal (ke agregator kita, bukan ke blog aslinya). Trus setiap ada posting dari Priyadi atau BR atau (ini trend masa kini) Chickenstrip, kita bisa pasang Pertamax kita sendiri. Muahahahahahaaa. Eit, masih keduluan? Hapus saja komentar orang lain, biar kita jadi Pertamax. Muahaha — eh tadi udah.
Kalau mau yang lebih mudah lagi dan berbasis grafis (GUI) coba pakai Yahoo! Pipes: http://pipes.yahoo.com/
Hari gini kok masih ‘ngetik’, hehehe
newbie nih,
mas pri..
kalo agregatornya hanya memfilter sesuai kategori aja bisa g? misal cuman mengambil dari kategori technology, IT, dll dll.., yang lainnya g diambil
sepertinya lebih mudah seperti itu..daripada “meminta” seseorang menulis topik tertentu melulu..
Wah info + tips yang bermanfaat sekali nih
Sesuai tipsnya

Sekarang saya lagi cuba buat aggregat sendiri aja
Biar lebih puas
Berhubung saya tidak memiliki agregat agretan, maka dari itu, saya menggunakan agregator sendiri aja, google reader ama newsgator udah bisa menyelesaikan semuanya.
sep sep
Kalau ngejunk gimana mas Pri
whahahaha… nyepet yang bikin petisi..
kasian Pak BR ya, jadi kambing hitam
lirik gusdur getu saja repot

setujuh pri, masalah gituan saja kok pada ribut, apa memang kerjanya cuma ngurusin planet terasi
iya…udah bener nih,udah bisa diakses..
Wah, mas Pri rupanya masih gusar atas “penganiayaan” yang diterima mas BR. Sudahlah mas Pri, ntar malah tambah senang yang bikin petisi.
Lagipula petisi tsb tidak fair menurut saya, lha wong selain mas BR, banyak juga yang menulis tentang hal-hal non-TI — termasuk tulisan yang dianggap narsis.
Anyway, thx atas infonya untuk bikin aggregator priyadi … eeh … pribadi
mampir
Kreatip dan Tetap serta TEPAT sasaran mas
gw heran ma tuh org2 … suka hati yg punya blog donk mau nulis apa …
emangnya lu pada bayar buat baca blog?
klu lu bayar ya silahkan komplen …
aneh …
@NO 7,
di wp sih saya coba begini, misalkan saya coba pake category localhost http://suprie1983.wordpress.com/category/localhost/feed
bisa euy, berarti bukan masalah di aggregrator tapi masalah feed yang mana yang kita add di aggregrator nya.
well … sekarang ini susah ya … awalnya orang suka baca apa yang kita suka tulis … tapi terus orang minta kita menulis apa yang cuman mereka suka … wedew ….
Sabar yah. I’m listening. Cuma gua lagi susah internet aja. Lagi gak bisa ssh keluar, jadi belom bisa update planet terasi.
“Untuk saya pribadi hal ini tidak menjadi masalah, saya pikir keanggotaan agregat blog adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap apa yang saya tulis. Untuk suatu alasan yang tidak saya ketahui, ternyata mereka menganggap tulisan-tulisan saya layak dihadirkan dalam agregat blog mereka”
BAGUS Mas Pri…
kayaknya situs BlogIndonesia termasuk juga agregat blog ya, karena semua yang saya posting di blog saya, bakal masuk ke sana juga…heheheh…
#20: Planet Terasi konfigurasi-nya harus manual via SSH, ya Ron? Ndak ada web-based interface?
lhaa… kok bisa salah potoooo….!!!!
wah, informasi yg bermanfaat nih mas…saya mau coba bikin sendiri ah..
solusi yang mencerahkan bagi para pengkritik kebebasan menge-blog !!
*dah pake google reader*
btw, #26 #27 , abis operasi plastik ya tik ?
HALO BOSS ANDRIAS…
LHO ???
bisa juga, pembaca agragator, melakukan filter sendiri,
dengan yahoopipes, atau pake feedrinse.com
gue dah pernah nanya begini nih via email… dulu banget… but thanks dah dijawab sekarang. hehe
regards,
http://www.bolanova.com
sebenarnya berdasarkan kategori juga bisa om.. tapi sayang juga kl om budi keluar dari planet terasi
Hmmm boleh juga infonya..
mungkin bisa cuma posting kategori tertentu saja yang diagregat ke planet terasi
install feedwordpress, pasang feed, pasang adsense. hihihi…
waahhh dah hidup lagi to blognya.
sementara ini enjoy dengan google reader, lha ndak punya laptop + koneksi sendiri je
kalo pake wine ke detek win 98 ya
* ngakak ngeliat gravatar nya tikabanget * gw baru tau dia itu ternyata cowo….
Petisi Menolak Roy Suryp http://www.petitiononline.com/roy1234/petition.html
Ada rame-rame lagi ya, Mas? Nggak ikutan ah. Kapok.
sama-sama seneng lah.
”
biar ga ribut2 lagi.
-IT-
kayak planet-bekasi ya?
wah wah…Rame ternyata, imbasnya jadi mengorbankan bebrapa penikmatnya
Yang bikin heran itu kok sempet-sempetnya ya bikin petisi
, tapi kejadian ini bagus juga untuk pembelajaran komunitas blog.
Kalau disalahgunakan, petisi juga bentuk penyiksaan hak asasi Manusia. Sepertinya Pak Budi nggak sebegitunya ingin dimuat di Planet Terasi. Lha, ini main petisi seenak jidat apa nggak malu ?
sebenarnya ga perlu repot2 teknis begitu..
BR juga sudah mengkategorikan tulisan dalam teknologi informasi …
tinggal Planet Terasi mengambil feed dari kategori itu saja…
toh tinggal http://www.domain dot com/kategori/feed/
buat agregat pakai http://tumblr.com/ juga bisa kok.
update terbaru :
udah koq, pak ronny udah nge feed blognya BR yang ber kategorie tech atau teknologi informasi… jadi masalah udah solve.
kl blog kesehatan/kedokteran dibuat agregat, sepi kl yg topik beneran kesehatan/kedokterannya..
saya baru tahu kalo ngeFEED bisa juga berdasar kategori
thanks infonya 
memangnya planet terasi udah paling huebat
Mas Pri, wah terima kasih mas ateas penjelasan tentang OPML. baru tau saya. maklum orang ndeso n ndak tau apa - apa
makasih om Pri atas pencerahannya… sangat menarik untuk dijadikan bahan pelajaran
wah, pak budi raharjo dah bnyk musuhnya skrg yah?
Hikmah kejadian ini : Mas pri jadi rajin nulis lagi
Saya salah satu fans blog pak BR. apapun isinya saya gak protes. sama seperti beberapa orang kadang saya sedikit kecewa kok pak budi sekarang gak banyak nulis tentang teknologi. tapi itu membuktikan pak BR juga manusia. mungkin ketika pak budi nulis tentang beliau menghabiskan waktu distarbucks, plus ada fotonya buat beberapa orang biasa aja, tapi buat saya itu menarik.
Bukankah dengan pak budi nulis tentang hal keseharian beliau membuat kita lebih ngerti keseharian seorang pakar TI. Kalaupun pak BR keluar dari planet terasi gpp. kan ada Planet GBT.
nggak suka baca agregate orang yaa buat sendiri…
setuju mpri..
kalau nggak bisa install atau bikin agregate dan suka baca agregate orang…
yaa bacanya skip..skip aja.
yang nggak suka yaa jgn dibaca.
gitu aja kok repot.
agregat sendiri…pake google reader…