Kompor Induksi
Bulan lalu saya mengunjungi Margo City Depok dan kebetulan saya melihat pameran kompor induksi. Kompor induksi adalah kompor yang bekerja akibat efek induksi yang diakibatkan oleh arus listrik yang melewati kumparan yang ada dalam kompor tersebut. Sama seperti kompor listrik biasa, kompor induksi juga menggunakan energi listrik. Perbedaannya terletak dari cara kerjanya. Kompor listrik biasa menggunakan filamen untuk menghasilkan panas, sedangkan kompor induksi menggunakan alat masak itu sendiri (panci atau kuali) untuk menghasilkan panas.
AOWA –yang menjual kompor ini di pameran tersebut– mengklaim kalau kompor ini hemat energi. Dari tabel perbandingan yang adalah dalam brosur diketahui besar konsumsi energi yang digunakan untuk memasak dua liter air sampai mendidih sebagai berikut:
| Tipe | Waktu masak | Jumlah pemakaian | Efisiensi |
|---|---|---|---|
| AOWA Induction Cooker | 7 menit | 0,202 kWh | 85% |
| Gas Cooker | 8 menit | 0,04 kg | 50% |
| Electric Cooker | 12 menit | 0,354 kWh | 47% |
| Lain lain | 17 menit | 0,236 kg | 75% |
Informasi ini didapat dari brosur, dan oleh karena itu tentunya tidak dapat dipercaya begitu saja. Tapi berhubung saya tidak punya data lain, saya gunakan saja data ini untuk melakukan perhitungan. Yang ingin dihitung tentunya adalah parameter yang paling dipedulikan oleh pengguna, yaitu biaya operasional.
Dari tabel diketahui konsumsi energi untuk memasak dua liter air adalah 0,202 kWh. Harga tarif dasar listrik untuk keperluan rumah tangga dengan spesifikasi 2200 VA adalah Rp 495/kWh. Maka biaya yang dikeluarkan untuk memasak air tersebut adalah sebesar Rp 495/kWh * 0,202 kWh = Rp 100.
Sekarang giliran kompor gas. Harga satu tabung Elpiji dengan kapasitas 12 kg adalah sekitar Rp 60 ribu. Dari tabel diketahui konsumsi energi adalah sebesar 0,04 kg Elpiji. Maka biaya yang dikeluarkan untuk memasak air dengan menggunakan kompor gas adalah Rp 60000/12 kg * 0,04 kg = Rp 200.
Hasil perhitungan mengatakan bahwa kompor induksi dapat menghemat biaya operasional sampai setengahnya. Tetapi tentunya hasil ini masih harus diverifikasi lebih lanjut dengan menggunakan data yang diperoleh secara independen. Hasil pencarian di Internet mengatakan bahwa kompor induksi memang lebih hemat energi dibandingkan dengan cara memasak yang lain. Wikipedia mengatakan bahwa efisiensi kompor induksi adalah 84%, tidak jauh berbeda dengan angka yang tercantum dalam brosur tersebut.
Hasil investigasi pribadi mengatakan bahwa kompor induksi adalah barang yang layak dimiliki, walaupun mungkin belum untuk menggantikan kompor gas yang dipakai saat ini. ‘Keahlian’ memasak saya hanya sebatas pada mie instan, kentang goreng dan chicken nugget
, jadi keputusan untuk menggunakan kompor induksi atau kompor gas mau tidak mau harus saya serahkan kepada yang menggunakan dapur saya secara lebih serius.
Tinggal tersisa beberapa masalah. Yang paling terlihat tentunya adalah bahwa yang menjual barang ini, AOWA, bukanlah perusahaan dengan reputasi yang baik. Jika saya membeli barang yang relatif baru, tentunya saya mengharapkan layanan purna jual yang memadai. Saya tidak yakin perusahaan ini bisa memenuhi hal tersebut.
Masalah kedua adalah harganya. Di pameran tersebut, sebuah kompor induksi ganda dijual dengan harga 8 juta Rupiah. Sebagai perbandingan, hasil pencarian di Internet mengatakan bahwa kompor induksi tunggal ternyata bisa didapatkan dengan mudah seharga di bawah $100 dan bahkan ada yang di bawah $50. Jadi untuk sementara saya harus menunda dulu keinginan untuk memiliki kompor induksi sampai harganya wajar, dan sekaligus dijual oleh perusahaan dengan reputasi yang baik.
Ada yang punya pengalaman dengan kompor induksi?
Taut terkait: The Induction Site
Nyokap dulu pernah ketipu dengan iming2nya.. better stay away from that brand!
malah baru tau sekarang kalo ada yg namanya kompor induksi
Wah kompor induksi?
Idem, baru dengar juga
ke empattttttt… (empat besar ueyyyy)
kompors induksis?
kalo rusak gimana ya? claimnya?
tukang listrik bisa nggak ya?
wattnya berapa? yang saya tahu, yang namanya listrik => panas itu wattnya guede banget… contoh strika-rice cooker-pemanas air (ibu kost dulu sering marah-marah karena listriknya njedot terus)
CMIIW
Kompor induksi, belum pernah iseng coba sih
. Tapi kalau Aowa, pernah coba. Komplotan ini mendapat tempat yang baik di Bandung Super Mall (BSM) berupa satu ruang dan satu tempat pameran. Menawari mula2 dengan cairan kimia biru. Dan mulai tipuan massal yang sebenarnya too obvious dari awal.
“Woahhh, Anda beruntung. Hadiah yang Anda dapat bagus sekali. Tolong diisi dulu formnya.”
Trus kita disuruh menulis nama, alamat, tanggal lahir, nomor KTP (kok nggak sama nama kecil ibu kandung ya).
Sementara satu orang pura2 menelepon. Terus: “Maaf, hadiahnya sudah diambil orang di Medan. Tapi kita berikan hadiah yang lebih besar, jika….”
Kedengerannay menguntungkan. Tapi mereka terus coba2 lihat: Visa Anda yang logo lama atau logo baru? Boleh kita bandingkan sebentar. Tapi beberapa orang mengepung. Wow, kalau satu orang menghafal beberapa angka, sudah masuk tuh nomor kartu kredit, tanggal expired, 3 angka di belakang, dan nama bank. Kurang apa coba?
Udah ah, kelamaan nonton show nggak mutu. Secara kita juga pura2 bisa ditipu cuman biar boleh duduk sebentar. Pulang.
kompor ini buat kalangan ekonomi ke atas. harganya saja mahal banget. kecuali kalau kredit, mungkin ada ibu-ibu yang langsung berminat membawa pulang kompor ini
jadi teringat dengan ibu-ibu yang masih menggunakan kompor minyak tanah. padahal, tidak lagi disubsidi pemerintah jadi harganya jauh lebih mahal dari sebelumnya. tukang jual gorengan, bakso, dan lain-lain usaha apa ya sekarang? kasihan melihat perekonomian tambah sulit dengan kebijakan pemerintah yang bikin bingung masyarakat.
Kompor induksi memang akan menghemat penggunaan enerji listrik sekitar 50% (di artikel bhs Jerman ada pengukuran ditail soal ini). Sayangnya panci, penggorengn juga harus diganti.
Repotnya perhitungan pemakaian itu adalah dg pola masak makanan Eropa, ndak tahu dg pola memasak ala Indonesia apakah penghematannya juga seperti itu (memasak ala Indonesia sering tidak butuh panas terlalu tinggi, tetapi api kecil dalam waktu yg lama)
weh harga kompor mahal mahal ya. semua mahal. mending pake microwave
yang perlu diperhatikan adalah alat ini hanya bekerja dengan peralatan yang bersifat feromagnetik, jadi panci dari keramik/kaca, aluminum dan sebagian besar stainless steel tidak bisa dipanaskan oleh kompor induksi ini. yang dari besi biasa pun (feromagnetik) juga tidak bisa dipanaskan jika dilapisi dengan lapisan konduktif seperti tembaga.
KOmpor yang sangat kreatif
Salut…
nih harga 36 dolar, tapi belum termasuk ongkos kirim. setidaknya mereka mau mengirim ke indonesia. hmm gue coba beli ah. mau ikutan nitip?
ada produsen lokal yang jual kompor induksi ini ngga ya?
lumayan,dapat 20 besar.ga sia2 begadang malam2
koq baru denger yah ada beginian.. thanks infonya..
8 juta udah dapet kompor gas standing Ariston 5 tungku plus oven segede-gede gambreng di bawahnya!
Iya, dengan harga awal 8 juta untuk kompornya, kayaknya untuk kalangan tertentu saja nih penghematannya.
Sama juga baru denger tuh yang namanya Kompor Induksi apalagi AOWA
Gimana kalo mas Priyadi aja yang memulai beli?
Sodara saya ada yang beli, tapi kayaknya nyesel tuh, wong nyatanya sampe sekarang gak pernah dipake, balik ke kompor gas lagi

Di apartment keluarga saya di Madrid dan Amsterdam, induction cooker ini cuman satu satunya cara memasak sekarang, karena gas pipe ke gedung sudah gak berfungsi lagi, atau di apartment baru sudah tidak ada. Sedangkan tabung gas tidak efficient lagi distribusinya. Jadi bentuk energy yang mudah ditransmisikan ya cuman listrik. Yang jelas panci panci kudu model baru yang ferromagnetic, gak bisa lagi pakai panci loyang atau enamel yang murahan itu. Dan kalau misalkan kita naruh makanan di pyrex atau ceramic tidak bisa lagi langsung dipanaskan di kompor ini. Kudu punya microwave sebagai partner induction cooker kalau makanan sudah terlanjur ditaruh di pyrex atau ceramic.
Hehehe… saya dan istri saya juga pernah di tawarin kompor induksi AOWA ini. Waktu itu pas jalan-jalan ke Carefour Jogja. Harganya 7,5 juta Busyeettt. DAri pada beli kompor mahal kayak gitu mending untuk biaya melahirkan istri. Wekekekekke
gede banget tuh wattnya
coz d lab diriku memakai itu
@20
wah … di jogja ada, pengin liat juga kayak apa.
nanti kepala kita di tespen nyala gag ya, semua pakai listrik
kompor induksi ?, yg kek gmn tuh ?
btw gambarnya mana oom Pri
*tanpa sekrinsut adalah basbang
Buat mas Pri atau rekan, hati2 dengan promosi AOWA. Kalau ga salah, praktiknya sudah dari saya masih SD (sekitar 1990-an). Kita akan gratis Microwave, tapi harus beli Water Heater dulu. Ya…podo wae. Lagipula, distribusi dan penggunaan kompor gas masih lancar dan efisien. Kasian penyalur minah yang udah turn around jd distributor gas. Masak nganggur lagi
pakai kompor nabati aja ah,
blon boleh masak, jadinya gak boleh dekat2 kompor…:”>
jadi inget jaman kost dulu, bikin air pake kabel yang dicolokin ke listrik dan dimasukkin ke gelas. gara-2nya ibu kost pelit. listrik dibatasin. ugh..!
belum pernah pengalaman euy.
harga kompornya 8 juta ??? ckckckckckc….. padahal ada yang harganya cuma US 50.
mpri datanya sampean masih kurang, coba dibandingkan dg minyak tanah atau kayu bakar murah mana, lawong alatnya aja jutaan ya pada keder kalau mau membelinya. Seandainya mamak-ku tak suruh makai barang itu paleng jg sayang, krn mahal2 kok di bakar
wah, mumet…
AOWA ???
mending gak beli deh, ini yang suka ngasih “hadiah langsung” di mall itu kan ? beee, kok masih ada ya
saya entah kenapa selalu senang melihat orang memasak pakai kayu bakar, asal seperlunya aja.
Bagus banget kompornya. Ntar suatu saat mungkin pengen beli juga. Tapi sama seperti om pri. Tunggu harganya wajar. Harga 8 jutaan kemahalaan buat sebuah kompor
semoga bener2 ramah lingkungan.
-IT-
lama juga gak posting macem bginian om
wah keren euy!!!.. gw pake Mac!
*padahal…*
saya…saya… saya pakai kompor induksi di rumah. kebetulan aowa juga


sejauh ini sih oke2 aja. dan berhubung juga cuma bisa masak nugget, jadi ga bisa membandingkan dengan kompor gas
tertarik membeli karena kesannya yang futuristik, gak terlalu mikir iritnya.
btw, yang di atas saya nyamfah…*norak bet deh*
8 juta dibanding ama $100, jauh bener ya. ato mungkin barangnya jg beda
yah bagemanapun tetep hrs waspada ya..
nunggu dibagi-bagi gratis oleh JK

wedew, harganya 8jt. kalau punya duit segitu lebih baik beli notebook daripada beli kompor
kompor induksi anti meledug yah? tapi rawan konslet hehehe
AOWA? Duh jangan kali! Heran masih dikasih beroperasi padahal udah jelas tukang tipu semua isinya!!
hati2 jika pas jalan2 di mal dihampiri oleh sales Aowa, soalnya aku sudah kena tipu oleh mereka. lebih baik dihindari saja.
ga bakal laku itu kompor di indo.. mesti panci/penggorengan khusus gtu..
Wuih… udah pasang Adsense (lagi) toh um Pri…
udah boleh ya pasang di web ber’bahasa’?
pernah, tapi lama nunggu panasnya dan ngademin nya, jadi, dah di matiin masih bisa buat nyeplok telur. dan nggak boleh sembrono, musti inget matiin, karena ndak ada wujud “api” jadi saya dulu suka lupa matiin.
Bbrp minggu lalu aku juga sempat lihat pameran mrk di Plaza Semanggi. Setelah puas tanya2, aku pun mau pergi meninggalkan pameran tsb, pada saat itulah sang SPG langsung menawarkan kupon diskon kalau kita mau beli produk mrk di toko lain. Si SPG mengeluarkan 5 amplop dan aku di suruh memilih salah satu. Aku pilih satu, ternyata isinya bukan kupon dikon tapi kupon yg isinya menyatakan aku mendapatkan 1 produk kompor tsb gratis, dan si SPG mengekspresikan wajah kaget (tepatnya pura2 kaget). *tuing* Lgsg dlm kepalaku muncul “something fishy”.
Dan ternyata benar, untuk dapat membawa produk gratis tsb, aku harus belanja dulu produk lainnya yg nilainya minimal 6 juta.. Huehehe.. Mau nipu dia. Hati2lah dgn marketing produk2 spt itu.
kasian deh lu, aowa …
Wah Barang baru nih,Sayang aku ga bisa masak
Saya pake kompor listrik yang “Maspion”, masih bagus2 juga. Dipake buat masak telur, ikan, kentang, sayur, mie, de el el, okeh2 aja.
Awalnya, juga bingung antara milih Maspion atau AOWA. Tapi kayak komen di atas juga, rekan Saya yang pake AOWA, sampe sekarang kompornya baik2 aja.
Tapi.. berhubung yang kompor induksi ini harganya mahal.. yah emang baikny ditunggu aja mas !
wah mesti nyuruh nyokap beli nih…
hmm,jangan2 kompor yg dipamerin ddeket J.CO margo yak?hhehe..
wew,kompor 8juta,mahal bgt..
mumpung baru, jual aja semahal2nya..
mau ketipu silahkan, mau jeli yo monggo
sejauh ini sih saya belum merasa tertipu ..
selama makanan masih tersedia di meja makan sih, belum bisa komplain apa2.. *bukan saya yang masak
awal beli juga kurang interest sama merk aowa. tapi desain bentuknya itu yang keren. lagipula tempat tinggal saya diusahakan tidak boleh ada api.. ya mau bagaimana lagi.. /swt
Terlalu mahal ya? Penting juga diperhatikan layanan purna jual, suku cadang, servis dsb.
AOWA tuti tuh… ati2… Bokap gw pernah kena sekem…
cuman mo jalan2 di Mal, eh ketepu… dapet barang2 elektronik yang engak worth seharga 4.7 jeti. (speaker surround cheapo, pemijat kaki, preassure cooker).
Nyokap gw lebih beruntung…
ditawari sabun warna biru, diambil dan jalan terus….. wakakakakakakaka…
kompornya pake touch screen, kamera 3mp dan support wifi ya. Pantesan harganya 8 jeti