‘Blue Energy’ dan Teori Konspirasi
Hari ini blog saya sempat beberapa kali kewalahan melayani pengunjung. Setelah saya selidiki hal ini disebabkan karena luar biasa banyaknya pengunjung yang mencari dengan kata kunci “blue energy”, mungkin akibat efek pemberitaan di media massa. Pencarian Google Indonesia untuk kata kunci “blue energy” menghasilkan tulisan saya di peringkat pertama. Efek ini ternyata jauh lebih dahsyat daripada Detik Effect yang saya alami tiga tahun yang lalu. Akibatnya, saya sempat menutup akses ke blog ini untuk sementara. Masalah beban berlebih ini baru bisa diatasi setelah saya memasang plugin WP Super Cache.
Akhir tahun yang lalu, Joko Suprapto –warga Nganjuk, Jawa Timur– mengklaim menemukan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, yang sumbernya adalah air laut, dan bisa dijual seharga Rp 3000/liternya. Hasil analisis saya terhadap informasi yang tersedia berkesimpulan bahwa klaim tersebut mustahil untuk direalisasikan. Ironisnya, ‘prestasi’ ini terlanjur dibangga-banggakan di ajang konferensi Internasional tentang perubahan iklim di Bali.
Awal bulan ini, Joko Suprapto tiba-tiba menghilang tak berjejak dan keluarganya pun tidak mengetahui dimana keberadaannya. Rencananya tim ‘Blue Energy’ akan membangun pilot project berupa kilang dengan kapasitas produksi 10 liter/detik. Kilang ini tadinya direncanakan akan diresmikan pada tanggal 1 April yang lalu, dan proyek ‘Blue Energy’ itu sendiri akan diresmikan pada acara peringatan 100 tahun Kebangitan Nasional. Tapi karena penemunya sendiri tidak dapat ditemukan tentu saja acara tersebut menjadi batal.
Saya sudah dapat menduga kalau ada kejadian seperti ini, maka akan beredar teori konspirasi yang aneh-aneh. Dan sebenarnya teori-teori konspirasi ini sudah beredar bahkan jauh sebelum kejadian ini. Bunyi teori konspirasi tersebut kurang lebih adalah: sang penemu dibungkam oleh pihak-pihak yang tidak menyukai ‘teknologi’ tersebut, pihak-pihak tersebut di antaranya adalah perusahaan minyak multinasional dan intelijen Amerika Serikat.
***
Teori konspirasi semacam itu bukannya yang pertama kali. Sebagai contoh, pada tahun 1995 Stanley Meyer mengklaim telah menemukan mesin yang menggunakan bahan bakar air. Dalam klaimnya, kendaraan bermesin Meyer mampu menempuh perjalanan dari Los Angeles ke New York hanya dengan ‘bahan bakar’ sejumlah 83 liter air. Hal ini tentunya bertentangan dengan hukum alam dan mustahil untuk diimplementasikan.
Pada tahun 1996, Meyer dituntut oleh para investornya. Pengadilan memutuskan Meyer bersalah atas tindakan penipuan dan mengharuskan yang bersangkutan membayar $25000 sebagai ganti rugi kepada investor-investornya.
Dua tahun kemudian, Meyer meninggal dunia akibat tekanan darah tinggi setelah makan di sebuah rumah makan. Walaupun demikian, teori konspirasi tidak ada matinya, Meyer dianggap meninggal akibat diracuni oleh perusahaan minyak dan pemerintah Amerika Serikat. Meyer dianggap ‘membahayakan’ kepentingan ‘pihak-pihak tertentu’ sehingga perlu ‘dibungkam’. Menurut teori konspirasi ini, alasan mengapa tidak ada energi yang murah adalah karena teknologi tersebut ‘dibungkam’ selama bertahun-tahun. Alasan sebenarnya tentu tidaklah sejauh itu: sebenarnya penemu energi ajaib ini tidak mampu mendemonstrasikan penemuannya sesuai dengan yang diklaim.
***
Kalau mereka bisa membuat teori konspirasi, sayapun memiliki teori konspirasi versi saya: Ada orang dekat Presiden yang melaporkan ‘penemuan’ bahan bakar air kepada Presiden SBY. Presiden kemudian tertarik dan terkesima atas ‘demonstrasi’ yang diberikan. Presiden kemudian membiayai proyek ini dengan menggunakan dana pribadi dan bahkan mensponsori mereka ke ajang konferensi UNFCCC. Di saat yang sama, pemerintah terdesak harga minyak dunia yang sudah melewati titik psikologis $100/barrel. Tapi Presiden merasa memiliki secercah harapan pada ‘teknologi’ ini. Pemerintah menolak untuk memperkecil subsidi BBM dengan berbagai macam alasan. Tanggal 1 April terlewati begitu saja tanpa ada hasil yang nyata. Presiden memutuskan untuk menunggu satu bulan. Tapi satu bulan pun terlewati begitu saja, dan bahkan penemunya pun semakin sulit untuk ditemui. Akhirnya, dengan bersungut-sungut, Presiden terpaksa menaikkan harga BBM untuk mengurangi beban subsidi.
Semoga saja teori konspirasi saya tersebut salah, namanya juga teori konspirasi
.
Tambahan:
Hanya satu bulan sebelum ‘Blue Energy’ ramai dibicarakan, Presiden SBY membuat janji untuk tidak menaikkan harga BBM pada tahun 2008:
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2008.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden usai melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) baru, di Istana Negara, Rabu (7/11) siang. “Tidak ada opsi itu, karena kita cari solusi yang lain, yang cespleng. Paling tidak mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas. Insya Allah kita carikan jalan terbaik,” kata Presiden kepada wartawan.
Pemerintah, lanjut Presiden SBY, akan terus melakukan langkah-langkah untuk mengatasi harga minyak yang kian melambung. “Kita lakukan langkah-langkah domestik, kebijakan yang lain, supaya kita bisa mengatasi. Ada solusi, tidak mengguncangkan perekonomian kita, tidak mengubah anggaran pembelanjaan kita. Itu yang sedang kita lakukan, yang pada saatnya kalau memang begini terus dan lebih tinggi lagi, tentu akan ada yang kita lakukan secara signifikan,” kata Presiden SBY.
Solusi lain yang cespleng? Mengurangi dampak tanpa harus menimbulkan permasalahan pada masyarakat luas? Langkah-langkah domestik? Solusi yang tidak mengguncangkan perekonomian kita dan tidak mengubah anggaran pembelanjaan kita?
Apakah Presiden SBY tertipu? Apakah langkah menunda kenaikan harga BBM dipengaruhi kepercayaan beliau pada ‘cespleng’-nya ‘Blue Energy’? Anda pikirkan sendiri
.
“teori energi dari air digunakan untuk roket/perjalanan antariksa. memerlukan suhu/tekanan tertentu (mirip menciptakan intan dari arang); untuk mecegah reaksi berantai; E=mc^2.”
itu yang saya peroleh dari guru kimia di SMA; mungkin saya salah tangkap.
Paksa dia daftarkan ke paten dengan demikian bisa diperiksa oleh Pemerintah.
Kalau tidak mau, bawa dia ke meja hijau untuk tuduhan pengkhianatan terhadap negara karena sesuai UUD’45, segala sumber daya yang jadi kebutuhan rakyat banyak dikuasai oleh negara, dalam hal ini, kalau penemuannya benar, maka harus jadi milik negara.
Kalau ternyata terbukti tidak benar,
baru tuntut atas tuduhan penipuan.
apapun itu konspirasinya, saya tetap berharap dan berdoa someday tetap akan ada blue energy “yang murah” dan bisa dinikmati orang banyak. Amin
#2: “Never attribute to malice that which is adequately explained by stupidity.” –Robert J. Hanlon
menurut saya Pak Joko gak punya niat buruk, dia cuma terlalu percaya diri. yang salah di sini pemerintah yang kurang daya kritis.
#4 Kalau gak punya niat buruk maka seharusnya Pak Joko bersedia untuk diperiksa penemuannya. Bukannya setiap klaim ilmiah harus melalui pengujian oleh orang-orang yang sebidang (peer review)?
#5:
ya mungkin ego juga yang menghalangi.
peer review memang perlu, tapi bukan kejahatan menolak karyanya diuji peer review. palingan klaimnya tidak akan diterima secara sains.
yang bisa dikasuskan di sini itu palingan cuma kalau ada investor yang merasa dirugikan. dalam hal ini (mungkin) presiden SBY.
waaahh…mas priyadi, pikiran anda kok sejalan dengan saya yak. barusan tadi ngobrol sama teman di YM soal hilangnya si joko ini. saya menduga tahun 2007 sby janji ga maw naikkin bbm di tahun 2008 karena terkesima dengan penemuan ‘blue energy’ si joko, mungkin sby merasa punya harapan baru dan pede banged dengan sang penemu, dan ternyata pas abis hari kebangkiitan nasional baru sadar kalo blue energy itu hoax aje dan sijoko lari ntah ke mana :lol: makanya langsung naikkin harga BBM….
err, ternyata si joko dah masup konferensi di bali itu yak? trus tanggapan orang luar gimana soal blue energy ini? bikin malu akh
Kelihatannya kewalahan akses ke blog priyadi pada hari ini disebabkan karena servernya sudah dicompromise oleh pihak2 inteligent Amerika yang dibacking oleh perusahaan2 minyak raksasa.
ngeri kalau investor yg dikecewakan justru RI-1 tapi keknya Pak Joko udah ketemu, tapi sakit orangnya… apa ini sebuah alasan agar bisa mundur lagi.. ah lagi-lagi ini cuman teori konspirasi
teori konspirasi tambahan: karena sudah merasa tertipu sama pak joko, presiden akhirnya membuat tim khusus untuk menyelediki keberadaan si “profesor desa” tsb (ini istilah dari detik loh).
akhirnya tim khusus & sedikit bantuan dari densus 88, tim bisa menemukan joko setelah melihat tayangan iklan di tv. “SAYA KI JOKO BODO, bisa merubah nasib anda. Ketik REG ..spasi.. NAMA ANDA ..spasi.. TANGGAL LAHIR ANDA kirim ke 9949″
wakakak
Ceritanya menarik…
Tapi ada yang rada sulit dimengerti:
Nah, kenapa harus ada teori konspirasi? Tokoh utamanya kan jelas-jelas bersalah dan dia juga mati?
sebuah teori menarik, karena dengan teori ini siapa pun bisa berandai - andai, karena kondisi yang di analisis penuh misteri?
apakah pak joko hilang seperti raibnya aktivis?
apakah pak joko dihilangkan karena tidak mampu membuktikan?
yah lagi2 teori ini menuju jalur mistik!
dulu zaman orba tiap orang nentang pemerintah, mereka menghilang/dihilangkan
sekarang saat ada ‘penemu’, mereka juga menghilang/dihilangkan..
kapan majunya nih Indonesia
jd ini alasannya BBM naik
pemerintah “pundung” gara2 pak Joko tidak bisa ditemukan dan belum bisa membuktiikan klaimnya menjadi nyata …
ada sepeda motor pake air, dengan penambahan katalis, sdh ada diberita tv, mungkin maksudnya hybrid ya…,
mas pri…? apakah mungkin, mesin digerakkan dengan bahan bakar air? apakah ada teori validnya?
kalau teori konsiprasi saya: hanya pengalih perhatian dari isu besar BBM Naik
Itu saja…
Sepertinya cara dengan pengalihan isu itu sangat “lazim”. Labih maknyus dicampur dengan gosip artis yang fenomenal…
Pendukung blue energy kok belum ada yang balik ke blog ini lagi ya ?
Gak perlu mimpi. Gak ada orang Indonesia yang menemukan sumber energi baru. Gak akan ada. SBY ditipu dan memang bego. Di negara maju energi alternatif sudah ada puluhan dan jauh lebih canggih daripada penemuan palsu orang Indonesia mana pun yang dari segi ilmu dan pengetahuan tertinggal 50 tahun / 500 tahun… Penemuan aja gak ada apalagi konspirasi. Semua itu hanya berita mimpi buat masyarakat yang hidup dalam mimpi. Selamat bermimpi Indonesia dan lesamat menikmati harga minyak yang akan baik di atas 300$ / baril dalama beberapa tahun hehe… Masukin aja air laut salam mobil besar kalian…
Mudah-mudahan Joko Suprapto selamat dan bisa kembali lagi bersama kita. Amin
wp super cache emang suatu kewajiban kalo blognya rame. Aku juga dah pake wp super cache. Tapi kekurangan wp super cache banyak yg gak kompatibel. Sekarangpun aku bingung karena banyak spam yg masuk. Setiap 1 menit sekitar 5 spam
Om Pri pake plugin apa untuk spam protector yg bisa jalan bareng wp super cache?
——-
Kalo soal blue energy, sama gak ama mobil Hibrid?
gimana klo bahan bakar yg bersumber dari matahari, teknologi itu sudah lama dibicarakan , dan kayanya lebih masuk akal.
entahlah saya tjuma lulusan ekonomi.
Loooh bukan-nya pak Joko sudah ditemukan? HOAX-nya sih beliau baru sakit jantung dan diperiksa di RSUD setempat.
*antri bawa dirigen blue energy*
beginilah kalo yg besar semena2 sama yg kecil. kepentingan sang besar jgn diganggu gugat… dasar amerika.
Mr. Joko sudah pulang, barusan saya baca Suara Merdeka. Entah alasan apa sebenernya dia menghilang sedemikian rupa, tapi yang jelas sudah pulang.
case close
oooo…gitu to….
masuk akal juga sih…
tapi kan masih teori ya….
tinggal duduk, sambil ngeblog dan nunggu teorinya terbukti ato tidak…
jadi intinya si joko menghilang itu kemana mpri ?
ah jangan jangan dia mau makai embel embel geblek juga
Apakah conspiracy theory = berandai-andai atau berburuk sangka ?
Kalau ngetik di google: “sanggar blue energy” maka akan ditunjukkan ke Sanggar Mepet Sawah
BTW,
Saya menulis hal serupa tanggal 21 Mei 2008 setelah melihat berita di RCTI malam sebelumnya. Teori konspirasi itu memang layak dikemukakan dalam berbagai versi sesuai kreatifitas olah pikir.
Salam,

#11:
entah, tanya saja ke ‘pendukung2nya’
#15:
tidak mungkin, kecuali kalau keluarannya bukan air juga. kalau masukan air dan keluarannya juga air, darimana energinya?
#26:
teori konspirasi = imajinasi yang berlebihan
Memang hilangnya Joko Suprapto tersebut terlalu serba kebetulan. Saya termasuk orang yang percaya bahwa tidak kebetulan apalagi kebetulan yang terlalu berlebihan di dunia ini. Wajar saja hal ini menimbulkan teori-teori konspirasi bermacam-macam.
hmm. kalau tidak salah, dulu selain saya ada pak ismail (atau pak siapa lah, lupa) yang bela blue energi. beliau sepertinya timnya pak joko. tanyakan saja via email, pak pri
kalo bahan bakar yang dulu di demo kan nya itu dari mana ya ..
wah baru ngerti blue energy itu apaan.
Mungkin Teori konspirasi yang pertama yang benar..para kapitalis tidak menghendaki adanya alternatif lain yang meyebabkan tidak naiknya harga bbm.
Baca ini dan itu itu (kapitalisme laissez-faire)
kemarin tanggal 21 mei pak Joko diwawancarai di metro tv,mengenai raibnya dia. ada yang menarik dari wawancara itu katanya dia meminta maaf kepada Sby karena produk yang dia janjikan(blue energi) belum tersedia.dan alasan dia menghilang adalah untuk menenangkan diri dan mencari dana untuk mengembangkan blue energi.
yang jadi pertanyaan 1.”produk belum tersedia”. maksudnya belum ada(masih riset?) atau belum bisa diproduksi dalam jumlah besar?
2.”dia masih cari dana!”sesulit itukah cari dana untuk suatu penemuan yang luarbiasa?
ah kita tunggu aja!aku juga orang Nganjuk kok,siapa tau blue energi memang ada. jadi ada yang bisa aku banggakan!
Ini ada berita dari metrotvnews.com
Metrotvnews.com, Nganjuk: Kontroversi tentang menghilangnya penemu bahan bakar berbahan dasar hidrogen, Joko Suprapto, berakhir sudah. Joko Suprapto ternyata tidak hilang. Ia sedang menenangkan diri di tempat kelahirannya di kawasan Nganjuk, Jawa Timur.
Kepada Metro TV yang menemuinya, Jum’at (23/5), Joko Suprapto menyatakan, ia kabur dari proyek blue energy yang didukung penuh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menenangkan diri. Dia merasa sudah tidak nyaman lagi dengan pihak-pihak yang mendukung proyek ini.
Joko menuturkan, dia merasa kerap ditekan oleh pihak-pihak pendukung proyek dan dipaksa menandatangani kontrak yang mengharuskan dirinya menyerahkan semua rahasia penemuannya. Joko juga tidak sepakat dengan terminologi blue energy yang diberikan pemerintah karena dia tidak pernah merasa memberikan nama itu.
Kendati begitu, Joko mengaku hubungannya dengan pemerintahan Presiden SBY baik-baik saja. Dia juga meminta maaf kepada Presiden SBY karena belum sempat berkomunikasi langsung dengan Presiden.
Kendati kabur dari proyek blue energy di Cikeas, Jawa Barat, Joko tetap melanjutkan inovasi untuk menyempurnakan produksi bahan bakar berbasis hidrogen di sebuah lokasi di Nganjuk, Jawa Timur. Proses penyempurnaan produk tersebut memerlukan dana yang sangat besar. Namun, Joko yakin hasil penemuannya nanti bisa bermanfaat banyak bagi banyak orang.(DOR)
Wah ini kok kayak sinetron aja ya,semakin lama semakin mbulet. Jadi selama ini Joko sleeping with the enemy. Pantesan Pabriknya gak muncul-muncul, Lha wong resepnya gak boleh dibeberkan. Atau jangan-jangan formula si joko ini fiktif, sehingga nggak berani diungkapkan.
aduuuuh…. semakinn hari berita tentang blue energy ini kok semakin tidakjelas dan semakin membingungkan. Sudahlah om Pri, Sebaiknya case closed aja daaah.
ooh…
jadi ini asal muasal janji presiden yang tidak ditepati.
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2007/11/07/2391.html
Lengkaplah sudah karir SBY sebagai presiden RI terdungu. Setelah kena tipu pupuk ajaib masih belum kapok juga. Kalau Keledai tidak jatuh dua kali ke lubang yang sama, maka SBY sudah 2 kali kena tipu. Jadi 2-1 untuk Keledai. Bravo, Keledai!
Konsekuensi Seorang Pemimpin — “Menjadi Tumbal Kesalahan Para Pengikut/Pembantunya”
Ada perusahaan namanya hytechapps mematenkan gas HHO itu dengan nama Aquygen. Mereka sudah punya aplikasi berupa alat las, dan gas aditif untuk mesin bensin dan diesel. apakah itu juga scam/hoax mas priyadi?
mas priyadi, katanya blue energy yang sebenarnya dari elektrolit, misahin air asin dan air tawar, cuma memang harganya mahal, karena untuk memisahkan elektrolitnya dibutuhkan biaya besar. dari hasil googling sih begitu.
Ada info lagi tentang ini?
tidak mungkin, kecuali kalau keluarannya bukan air juga. kalau masukan air dan keluarannya juga air, darimana energinya?
=dalam unsur air (h2o). hydrogen nya bisa dgn mudah terbakar dan menjadi sumber tenaga gerak untuk mengerakkan piston, yg jadi permasalahan (sepengetahuan sy); belum diumumkan adanya alat yg cukup sederhana dalam artian cukup kecil untuk dipasangkan dalam satu kesatuan mesin yg bisa untuk memisahkan unsur2 tsb, atau sdh ada ttp tidak diumumkan ya….?
aq, pernah nonton suatu berita bahwa bmw sdh berhasil menemukannya namun jika dipasangkan dlm kendaraan maka harga jual kendaraannya akan sangat tinggi, there is hope….
jika kita bisa memisahkan unsur oksigen dari hidrogen nya makakan didapat unsur hydrogen dan buangannya / hasil olahannya adalah oksigen,
tertarik mas untuk menciptakan mesin dan alatnya?????
Hmmmm…. saya tidak yakin, 100% teori konspirasi anda itu tepat. Paling hanya 68%. Bagaimana dengan foto max moein? Sejauh ini saya masih 50 - 50 akan keasliannya. hehehe…
Gimana ceritanya pupuk ajaib itu ? Gue kok gak pernah dengar ?
#33:
heheheh, ini salah besar. pengusaha sama sekali tidak suka BBM naik, kecuali mungkin pengusaha minyak
. dan kalaupun ada energi ajaib yang bisa menggantikan minyak dengan sekejap, dapat dipastikan pengusaha2 minyak yang banyak duitnya itu akan berbondong2 berinvestasi ke energi ajaib itu. tetap bersikukuh dengan bisnis minyak adalah keputusan yang bodoh karena suatu saat minyaknya akan habis.
saya menolak mengamini artikel yang menerima begitu saja argumen kwik kian gie tanpa daya kritis sama sekali
.
#34:
kemungkinan besar sih masih riset. entah sampai kapan risetnya akan berlangsung
.
#39:
saya kurang tahu, tapi silakan baca ini: http://en.wikipedia.org/wiki/Oxyhydrogen
#40:
blue energy yang ‘itu’ dan yang ‘ini’ cuma namanya yang sama, konsepnya berbeda.
#41:
alatnya sudah pasti ada. waktu SMP/SMA kita semua harusnya pernah praktikum ini. nama prosesnya adalah elektrolisis. masalahnya ya tetap saja terbentur hukum alam: energi yang masuk tidak mungkin lebih kecil daripada energi yang keluar. dalam elektrolisis, energi yang dibutuhkan untuk memisahkan hidrogen dan oksigen dalam air PASTI lebih besar daripada energi yang dihasilkan hidrogen dan oksigen hasilnya.
jadi kalaupun hidrogen keluarannya dipakai untuk sumber tenaga gerak, tetap saja harus ada energi yang diperlukan untuk memproduksi hidrogen tersebut. jauh lebih efisien kalau energi ini dipakai langsung dikonversi menjadi tenaga gerak.
ini harus kita cari dulu bagaimana cara kerjanya, tapi sepertinya cara kerjanya tidak akan sama seperti yang anda sebut di atas.
#43:
silakan search ‘nutrisi saputra’
#28 (Mas Pri)…
Justru itu, saya kok gak yakin mereka-mereka itu (Meyer dan Joko) ada pendukungnya yang bikin teori konspirasi. Bukankah pendukung Meyer semula adalah investor? (jadi gak mungkin kan investornya yg bikin teori konspirasi?) Lalu pendukung Joko, anggaplah pak SBY? (jadi gak mungkin juga kan SBY sendiri yg bikin teori konspirasi?)
Nah, singkatnya saya meragukan hipotesis Anda tentang adanya pendukung mereka yang bikin teori konspirasi, karena yang tadinya mendukung kan sudah dikecewakan, jadi gak ada lagi yang mendukung mereka, bukan?
Jangan-jangan Mas Pri sendiri nih punya imaginasi berlebihan menyebutkan ada konspirasi di sini?
Btw, pernyataan ini bukan untuk maksud mendukung mereka (Meyer, Joko, dan semacamnya) karena saya juga belajar termodinamika ampe 2 semester kuliah, sehingga saya tahu barang/teori macam mereka gitu mustahil diwujudkan. Hanya saja, saya kurang “ngeuh” kasus begini dikaitkan dengan teori konspirasi.
Peace…
terus berkarya Mas…
semoga yang membaca setiap tulisan Anda jadi tercerahkan.
eh… meleset…
maaf Mas Pri, saya salah lihat balasan Anda, harusnya no. 29, bukan 28.
kalo dibikin filem seru juga tuh…judulnya “efek pak joko”, bisa ngalahin filemnya keanu di “chain effect” gak ya ?
btw pak pri gak takut tulisannya dilaporin ke RI-1 dikira memfitnah…eh…berprasangka buruk…
hehehe…
ngomong-ngomong teori konspirasi, saya juga punya teori sendiri. secara umum sejalan dengan teori mas pri. tetapi tentu saja lebih keren.
jadi sebenarnya mas joko berusaha kabur ketika menghilang kemarin itu, tetapi SBY yang sudah terpojok atas naiknya harga minyak memerintahkan semua aparat siaga 1 untuk mencari mas joko. makanya setelah ketemu mas joko minta maaf sama SBY.
tetapi nasi sudah menjadi bubur. saran saya untuk mas joko, sebaiknya mas joko segera menentukan mau pakai cara apa, bisa dengan tali, baygon, atau racun tikus. tetapi yang penting harus dilakukan dengan sempurna, agar mas joko dikenang sebagai seorang penemu yang mati dibunuh oleh “perusahaan minyak” atau semacamnya.
hehehehe…
- NimBus -
#47:
soal teori konspirasi kematian stanley meyer bukan imajinasi saya, tapi hasil pengamatan. kalau sedang membahas tentang ‘energi ajaib’ cepat atau lambat pasti akan muncul teori konspirasi stanley meyer. coba search stanley meyer di blog ini. search juga stanley meyer dibunuh.
soal kenapa mereka masih percaya teori konspirasi itu, nah itu yang saya gak paham
.
mana dong professor kota? masak kalah sama profesor desa…
hahahaha, saya baru baca artikel soal janji presiden untuk tidak menaikkan harga BBM tahun 2008.
jangan2 yang dimaksud solusi yang cespleng ini sebenarnya adalah ‘blue energy’
.
kok kayak dagelan….
gue stuju ma teori mas priyadi, ni pasti taktik… so seolah2 udah ga ada harapan laen selaen naekin harga BBM
Ini kutipan Jawapos 30 Nov 2007 :
=====
Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali .
“Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri,” tandas Heru bangga.
=====
Ha ha ha … Heru Lelono bangga sekali.
BTW, gimana kabarnya Bpk dan Ibu Iswahyudi yang dulu sering mampir di blog ini, dan katanya sedang sibuk mempersiapkan kilang dengan kapasitas 5400 BBL per day di Cikeas?
Penuh misteri memang kisah blue energy versi Pak Joko ini yang akhirnya memunculkan berbagai macam teori / praduga.
Tetapi yang pasti sumber energi alternatif harus tetap diupayakan.
Cerita presiden yang percaya teori ajaib rupanya seringkali terjadi. Era-nya Megawati ada heboh penggalian suatu lokasi di Bogor yang katanya berisi harta karun. Konon dengan harta karun itu seluruh Hutang luar negeri RI lunas. Nah jaman akhir era Soeharto ada orang asing (lupa namanya) yang menawarkan suatu sistem devisa yang konon katanya akan menyelamatkan Indonesia dari krisis moneter waktu itu. Nyatanya sampe sekarang kita tidak bebas dari hutang luar negeri, dan kurs rupiah pun sangat bebas bergerak …
#52 (Mas Pri)
ha..ha.. lucu juga… oke deh…
saya sudah baca-baca di google.
gebleg juga, mungkin para pengikut teori konspirasi Meyer (dan semacamnya) itu perlu dikarantina ama Yohanes Surya
thx sudah mau berbagi.
Saya sudah cari Google dengan kata: nutrisi saputra. Tapi semua artikel memuji kehebatan pupuk itu. Lalu di mana cerita pupuk tipuannya?
Hmmm.. tapi bukannya kita punya Ristek, masa’ iya gak minta Ristek dan LIPI untuk cek dulu, tapi saya lupa posting ini tentang teori konspirasi aja
ini dari slashdot, seorang prof jepang berhasil dalam percobaan fusi dingin
http://hardware.slashdot.org/article.pl?sid=08/05/24/0345245&from=rss
#60: coba baca misalnya ini, ini, atau ini
dulu katanya Pak SBY waktu SMP pinter eksakta dan senang fisika, sampai2 jadi tentor teman2nya di kelas, trus masuk akabri, katanya di akabri juga brilian, trus jadi jenderal dan sekarang jadi presiden…prestasi yg sangat luar biasa… tapiiiiiiii….. bisa ketipu juga, 3x lagi yaitu beras ajaib (tapi abis panen tanahnya gersang..sanggg..) sekarang ketipu sama Pak Joko tak uk uk….si “bensin ajaib” kacian dech lho….
iya gak….? lah iya masak ya iya dongggg…..
#62,
Fusi dingin dengan palladium itu bukannya sama dengan yang 1986?
Memang banyak yang melaporkan hasil, tapi tidak pernah konsisten di tempat yang berbeda. kayaknya pake mistik itu…
Lagipula kalaupun ada fusi, he-nya amat sangat negligible, sehingga dapat diasumsikan mungkin airnya terkontaminasi he. Anda bisa coba sendiri koq, skematiknya banyak di internet, tinggal cari palladiumnya aja
yang lebih menjanjikan sekarang2 ini malah risetnya DARPA tentang pembakaran instan air (spontaneous combustion). lupa dimana naroh linknya…
—
Tentang blue energy, saya skeptis tentang kebenaran klaimnya. Tapi saya juga tidak mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin. Dari klaim2nya, blue energy itu sepertinya hanyalah BBM sintetis carbon neutral, bukan zero point energy.
Yang lebih perlu ditanyakan adalah, apakah cost of productionnya lebih kecil dari ekstraksi dan pengolahan minyak. Kalau ya, saya tidak peduli dengan klaim-klaim hoaxnya, dan langsung mendukung produksi besar-besaran.
Saya kira tidak perlu peer-review, jika memang bukti fisik dari produknya ada. Cukup audit costnya, how much money you put to the “black box”, how much money you can make.
Kadang ngotot peer review malah anti inovasi awam. Betapapun bodohnya teorinya, asal berguna, tarik aja.
ups post gw diatas itu OOT ya, ini tentang teori konspirasinya dink. maap
akhirnya seperti lagu matta ‘oo..kamu ketahuan..’
Selingan ya
========
Tentara Tiongkok Ancam CUlik Penemu BBM Alternatif
Sabtu, 24 Mei 2008 | 20:07 WIB
JAKARTA - Kisah kekhawatiran penculikan Joko Suprapto, penemu bahan bakar dari air, diperkuat kesaksian Adji Koesoemo, penemu bahan bakar dari plankton yang disebut Bahan Bakar Nusantara (BBN). Warga Jojakarta ini mengaku pernah didatangi seorang tentara dari Tiongkok berpangkat kolonel.
“Saat itu, dia diantar Pak Damarjati Supadjar (Guru Besar UGM Yogyakarta). Setelah melihat temuan saya, dia mengajak saya ke Tiongkok dan akan diberi fasiltias serta temuan saya akan dipakai,” ujar Adji, salah satu cicit Sri Sultan Hamengku Buwono VII, Jumat (23/5).
Menurut dia, tawaran serupa juga datang dari Jepang. “Tapi yang dari Tiongkok itu bilang, ‘Kalau tidak mau, rezim Tiongkok akan kerangkeng. Anda akan diculik’,” kata Adji menirukan ucapan sang kolonel.
Adji, laki-laki kelahiran 4 November 1965 itu menggambarkan, sang kolonel mengucapkan itu dalam suana bercanda. Namun belakangan, Adji merasa khawatir setelah ramai pemberitaan ihwal hilangnya Joko Suprapto.
Adji mengenang, pertemuan dengan kolonel Tiongkok itu terjadi di Yogyakarta, 4 Maret. Ia bahkan menyimpan rekaman video pertemuan itu, termasuk isi pembicaraannya.
Terpisah, Prof Dr Damardjati Supadjar membenarkan pernah mengenalkan tentara Tiongkok itu kepada Ajdi.
“Oh, iya saya ingat. Kami bertemu secara kebetulan di salah satu hotel di Jakarta. Dia tentara Tiongkok, berpangkat kapten. Katanya datang ke Indonesia mau mengembangkan bisnis. Saya bawa ke Adji Koesoemo, salah satu mantan mahasiswa saya di UGM yang menemukan bahan bakar dari plankton,” kata Damarjati.
Tentara itu tidak dapat berbahasa Inggris, apalagi Indonesia. Karena itu, pun mengajak kawannya yang dapat berbahasa Tiongkok sebagai penerjemah. Adji sempat mendemonstrasikan temuannya di depan tentara tersebut.
“Setelah melihat temuan itu, si tentara bilang kepada Adji Koesome, bagaimana kalau anda saya bawa ke Tiongkok atau sebaiknya anda kami culik saja. Tapi itu joke,” cerita Damardjati. Ia juga mengaku cukup dekat dengan Joko Suprapto dari Nganjuk. Dia mengaku dengar kabar soal menghilangnya Joko.
“Bisa diculik atau menghindar karena beban, sebab mungkin sudah mendapat dana dari kanan kiri. Atau dibawa ke Jepang, untuk mengurus hak paten internasional yang dicarikan ke Jepang,” katanya.
Damardjati menambahkan, “Informasi yang saya dapat, untuk mengurus hak paten ini sudah habis Rp 450 juta, tapi tanda-tanda kejelasannya belum ada. Mungkin untuk itu, atau untuk membuat protipe
#64
Peer-Review itu buat kebaikan Joko sendiri. Artinya memperkuat klaimnya sendiri. Gak usah takut dibajak, justru dengan peer-review, sudah jelas siapa penemunya.
Kalau sekedar cuma demonstrasi, masih bisa diakali untuk tipu-tipuan. Penemuan itu harus punya sifat reproducibility (bisa ditiru ulang) oleh orang lain untuk menghindari ada upaya penipuan.
Dan Joko itu bukan orang awam. Dia lulusan UGM. Artinya gak ada alasan mengatakan “peer review itu anti inovasi awam”.
#64
http://newenergytimes.com/news/2008/29img/Arata-Demo.htm
http://physicsworld.com/blog/2008/05/coldfusion_demonstration_a_suc_1.html
Sepertinya ada perbedaan hasil antara tahun 1986 dengan sekarang,.. kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, mudah2an benar benar dapat diwujudkan.
Alasan lain untuk peer-review adalah, mencari efek buruk yang mungkin terjadi akibat temuan tersebut yang tidak dilihat oleh penemu awal.
Sekedar bacaan ringan
“‘Pathological Science’ is not Scientific Misconduct
(nor is it pathological)“..
Yang kupermasalahkan tuh cuma satu berita yang membuatku ragu terhadap Blue Energy dan kenapa dari awal aku mengatakan “Peer Review”. Yakni berita dari Detik.com, “BPPT: Penemu Blue Energy Tak Kooperatif”
Sekedar bacaan ringan
“‘Pathological Science’ is not Scientific Misconduct
(nor is it pathological)“..
Tetapi di kasus Pathological Science, mereka yang divonis ‘bersalah’ masih bersedia dicek oleh lab-lab lain. Makanya, dibela oleh si penulis artikel.
Anak saya belakangan ini sibuk dengan kegiatan membuat model rumah dari batang korek api. Orangtua mana yang tidak gembira bahwa anaknya melakukan eksperimen di tengah-tengah lingkungan sebayanya yang lebih suka dengan video game.
Meski ga punya motivasi sebesar Joko Suprapto, saya harus mendukung anak saya, membantu dengan sugesti, saran, kritik, menyediakan bahan-bahan, sekurangnya membiarkan dia menjalani sendiri proses kreatif dan eksperimentalnya.
Meski berdasarkan segudang ilmu yang kita punya, kita yakin eksperimen anak kita ga berguna atau ga mungkin berhasil, apakah kita pantas mendiscourage upayanya?
Akan ada banyak ilmu yang diperolehnya di kala melakukan eksperimen itu, gagal atau pun berhasil. Ilmu-ilmu yang nanti diperolehnya selma proses itu mudah-mudahan bermanfaat bagi kebaikan alam semesta.
Changing the world one person at a time?
Yang kupermasalahkan tuh cuma satu berita yang membuatku ragu terhadap Blue Energy dan kenapa dari awal aku mengatakan Pemerintah seharusnya meminta “Peer Review”. Yakni berita dari Detik.com,
“BPPT: Penemu Blue Energy Tak Kooperatif”
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/23/time/175614/idnews/944070/idkanal/10
Klaim-klaimnya saat ini hanya sepihak dari pihak Joko dan tim Blue Energy.
#65:
ini juga saya cari dimana2 tapi gak ketemu. lebih baik diabaikan saja, kalau memang benar DARPA berhasil dalam risetnya, harusnya bakalan heboh sekali, tapi ini biasa2 saja. kalau ada berita tentang pembakaran air, pertanyaan yang pertama kali harus dijawab adalah “apa byproductnya?” tidak mungkin air dibakar hasilnya air juga.
dari klaim2nya tidak mungkin blue energy carbon neutral. blue energy itu cuma BBM sintesis, bukan sumber energi. jadi segala klaim tentang carbon neutral harus dilakukan terhadap energi masukannya. sedangkan energi masukannya sendiri adalah listrik PLN yang bukan carbon neutral.
sains itu universal, bukan monopoli orang sains saja. kalau klaimnya memang benar harusnya orang2 sains juga tidak akan menolak klaim tersebut. sah2 saja kalau penemunya merahasiakan temuannya kepada orang lain. tapi kalau memang klaimnya benar, seluruh orang sains di dunia akan mereverse-engineer temuannya. kalau mereka berhasil penemunya nanti gak punya apa2 lagi. lebih baik temuannya dipublikasikan dan dilindungi dengan paten. lebih praktis, ada perlindungan hukum, dan lebih mudah dijual.
kemarin dia malah bilang “merahasiakan temuannya atas alasan paten” (kalau gak salah). ini cuma memberi tahu ke dunia kalau sebenarnya dia gak punya hak patennya
. kalau dia mau punya hak paten, mau gak mau dia harus mempublikasikan temuannya.
no problem, gak terlalu OOT kok