Mencari Legitimasi Penggunaan Software Bajakan

Semenjak terjadinya *sweeping* yang dilakukan aparat kepolisian terhadap warnet-warnet di Indonesia, sepertinya sekarang sedang musim mencari pembenaran atas penggunaan perangkat lunak bajakan.

Yang pertama saya lihat adalah artikel di harian Kompas yang berjudul [Pencuri Hak Intelektual](http://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/27/humaniora/1844195.htm), artikel yang membawa diskusi mengenai HAKI ini sampai jauh di luar konteksnya. Artikel ini sudah mendapat jawaban yang lugas oleh Ikhlasul Amal pada *posting* blognya yang berjudul [Memutihkan Persoalan Hak Intelektual lewat Dalih Sejarah](http://direktif.web.id/arc/2005/07/memutihkan-persoalan-hak-intelektual).

Yang kedua adalah posting dari Alpha Bagus Sunggono di berbagai *mailing list*. Posting tersebut beserta respon dari berbagai milis dapat kita lihat di [blog milik Alpha](http://bagusalfa.blogspot.com/2005/06/penindakan-haki-bisa-menghancurkan.html). Kali ini yang menjadi dalih adalah isu matinya industri perangkat lunak dalam negeri.

Yang ketiga adalah surat pembaca di majalah Tempo yang berjudul ‘Razia Warnet’. Surat pembaca ini menyarankan untuk merevisi [UU No. 19/2002](http://www.ri.go.id/produk_uu/isi/uu2002/uu19’02.htm) tentang hak kekayaan intelektual. Alasannya? Karena sistem operasi Microsoft Windows sudah mendarah daging di masyarakat.

> Forum Masyarakat Pengguna Komputer Surakarta menggelar unjuk rasa untuk memprotes tindakan polisi yang merazia secara sepihak warnet dan penyewaan komputer di Solo, pekan lalu.

> Ini dapat dijadikan momentum untuk mencermati pasal-pasal dari UU Hak Kekayaan Intelektual No 19/2002. Sebab, penggunaan sistem operasi Microsoft Windows memang sudah mendarah daging dalam segala aspek komputerisasi di Indonesia.

> Ironisnya, pemerintah sendiri sama sekali tidak mampu mengakomodasi/menyediakan fasilitas yang memadai untuk kepentingan masyarakat berpenghasilan kecil dalam mencari wahana luar melalui Internet.

Yang tidak disadari oleh ketiga penulis tersebut adalah bahwa ada alternatif yang baik, legal dan murah daripada perangkat-perangkat lunak dari Microsoft yang begitu membudaya. Alternatif ini adalah perangkat lunak Open Source. Jika tidak mampu mengapa harus mengambil resiko menggunakan aplikasi Microsoft bajakan? Tidak perlu melegitimasi pembajakan perangkat lunak jika kita memiliki alternatif yang mudah dan kualitasnya kurang lebih sama.

Menurut saya yang menjadi ganjalan utama hanyalah faktor kebiasaan. Tetapi masalah kebiasaan ini sudah pernah kita hadapi beberapa kali. Jika kita pernah bermigrasi dari MS-DOS ke Windows 3.1, dari Windows 3.1 ke Windows 95, dan dari Windows 98 ke Windows XP, maka secara teori kita akan dapat dengan mudah bermigrasi dari Windows XP ke Linux dengan tingkat kesulitan kurang lebih sama dengan proses migrasi yang dilakukan sebelumnya.

Tetapi ternyata nyatanya tidak sesederhana itu. Orang lebih memilih melegitimasi pembajakan perangkat lunak ketimbang beralih ke perangkat lunak Open Source yang baik, murah dan legal. Mungkin masalahnya ada pada *mindset*? Orang berpendapat bahwa Microsoft Windows adalah ‘The Operating System’ yang terbaik. *Mindset* ini yang perlu kita buang jauh-jauh.

70 comments

  1. Microsoft Windows memang OS terbaik, bagi yang sudah terbiasa dan memilikinya (asli?).

    Akh..jadi males mo teriak2 SimplyMepis kalo pemerintah dianggap mitra BSA.Tapi jujur saya tau komputer g sengaja nyemplung, itu juga taunya MS windowzs awalnya dan gak susah buat saya beralih ke FOSS atau ke Mac OS X walaupun biasa pake bajakannya MS Windows.

    FOSS or MS Windowsz ato Mac berguna yah..kalo memang dibutuhkan.:d

  2. Ganti ke peranglunas? ah belajar lagi dong? males banget dot com
    ntar takut pelanggan ga mau datang lagi,
    ntar takut ga bisa ngaturnya,
    ntar malah bikin ribet,
    ntar printernya ga bisa nyetak lagi,
    ntar ga bisa ceting lagi,
    ntar ntar ntar
    :-“

  3. mungkin para pengusaha warnet takut pelanggannya pada lari kalo dia migrasi ke product Open Source, karena user kebanyakan udah biasa memakai Microsoft. :D
    ditempatku aja masih pake Windows :P

  4. Saya pikir ini cuma masalah waktu saja sih. Saat ini mungkin sebagian besar rekan-rekan kita yang di dunia bisnis warnet memang masih belum familiar dan berani take risk untuk bermigrasi. Warnet itu UKM, penggunanya juga mungkin sebagian orang-orang awam. Agak kurang familiar dengan OS non-Windows. Jangan lupa, kalau Windows memang benar sudah ‘mendarah-daging’, sejak jaman sekolah, secara formal pendidikan komputer yang diberikan adalah MS Word, Excel, dst.

    Mencari solusi pembajakan ini sama susahnya dengan diskusi wacana tentang bisnis rokok.

    Yang penting pemerintah tetap aware akan hal ini (HAKI), tapi juga jangan gegabah dan perlu banyak pertimbangan.

  5. Bener postingan diatas, windows udah mendarah daging. kadang jg kl orang2 awam beli comp dapetinya windows bajakan. gimana nih?
    apa harus sembunyi2 nih, make 2 os? yg salah 1 nya windows. hehee kl ada sweeping ganti linux.
    btw, kita2 ada yg punya pengalaman kena sweeping nggak? kasih tau dong, yg di cek apa aja, ntah lilo lah, ntah hardisk lah, partisi, bios macem2… sampe ke cpu2 yg nggak ada monitor kibod pun di periksain. kere kali kl sampe segitunya. kasih2 tips yah,
    “Tips menghindari sweeping”

  6. “Lock In”, “Trapped”… sudah menjadi “budak”, welcome to the slavery. Enjoy.

    Analogi sederhananya adalah seperti kecanduan narkoba. Sampai berani merampok toko untuk mendapatkan uang untuk membeli narkoba.

    Saya sih cuma ingin memberi selamat kepada Microsoft™ yang berhasil membuat sebuah bangsa bertekuk lutut dan berani ‘mengabaikan’ HAKI demi sebuah “kenyamanan”. Selamat! ^:)^

  7. #5.gimana gak mendarah daging,..lah wong adek cilik ku kursus komputer aja di LPIA diajarain Windows XP ama MS Office Suits,…ini kan sama aja menjerumuskan,mencuci otak sejak kecil anak2 buat “cinta” produk MS..ujung2nya dirumah tak geber pake OO di ubuntu biar lebih luwes (untung ne game linux apik2),BTW ada tempat kursus yang pake Windows disweeping g?

  8. Bukan Windows yg mendarah-daging. Tapi komisi dengan yang didapat karena memilih menggunakan Windows dan teman-temannya yg sudah mendarah daging. Ganti sistem, ganti cara memberikan komisi. Bikin tidak pasti enakan yang pasti-pasti aja, toh yang bayar bukan saya, tapi pemerintah.

  9. Wah gimana ya?Saya rasa tetap saja pembajakan TIDAK dapat dibenarkan dengan alasan apapun, jadi pemerintah sebaiknya meneruskan sweeping software bajakan. Yang mau bajak silahkan saja, tapi resiko kan ditanggung sendiri ya tho? :d
    Saya tertarik dg kalimat mas priyadi “kurang lebih sama”. Yupp, memakai linux emang susah (IMO :) ) dan kualitas adalah hal yg subjektif. Jadi situasinya sudah jelas, pakai yang asli, pakai yang free atau pakai yang bajakan. Semua alternatif punya konsekuensi masing-masing dan tidak ada yg “memaksa” untuk memilih. Tul nggak?:d

  10. Kalo FOSS ato linux masuk ke program pendidikan sedini mungkin gimana? prospeksul g? salah satu cara yng sedikit manjur mungkin mendistribusikan FOSS ke sekolah2 (ada yng mo donasi?).kayak niatnya SUN (cari untung?)
    ada orang IGOS gak neh? gimana IGOS bisa support FOSS masuk kesekolah (dasar) g?

  11. #7 soal mendarah daging jadi kambing hitam itu tidak benar :D
    sebelum pakai linux gw pengguna dos/windows, semua kebiasaan itu bisa dihilangkan kalo memang niat.

  12. Huehueueeee…gw suka banget tuh ame “Gimane gak mendarah daging..wong adek cilik kursus…cuci otak Windows XP”. Hehehehee… Gw kenal kompie pertama kali dikasih DOS. Trus bokap ngasih hadiah ultah OS Warp 2. (Asli bow). Trus gw migrasi ke bajakan sejak Win311. Baru kenalan Linux mulai 1994. Ternyata, ini cuman masalah “kenyamanan”. Trus terang, Microsoft terang trus karena nyaman banget digunakannya dibanding ama OS Warp, Linux generasi awal. Bahkan, orang2 mulai lupa perintah2 DOS sejak kenal Win95. Jaman ane kenal Solaris 2.6, eh…tak kirain mudah. Eh..masih ngetak-ngetik juga tuh. Cuman satu yg gw kagum dr kenalan ame Solaris. Gak perlu mencet (click) klo mo pindah windows. Cukup arahin aje ke windows yg dimaksud. Alhasil, emang tidak ada yang semudah Windows. Ceruk ini yang kurang diliat oleh Linuxer. (sekarang sih udah). Terpenting, gw percaya future Open Source. Ayo… percaya dan mau belajar adalah syarat untuk terbebas dari keterbatasan dan ketergantungan. Cuman, klo bisa mbeli, mbok ya mbayar. Jgn sering ninggalin KTM di Saritem. Huehuehuehuehueee…..

  13. #11. mungkin istilah yang tepat “di-mendarah-dagingkan” kali ya,:d , so selain pembiaran pembajakan produk2 software BSA (oleh BSA sendiri) , BSA tidak punya “kepentingan” ditempat kursus/training produk MS yang menggunakan MS Windoz/ MS Office bajakan, why ?
    tau akh…saya lagi dikantor, gak enak pake MS Windoz asli..ntar di embargo lagi :d

  14. Masalahnya emang terletak di pelanggan warnet-nya sih. Penyedia kayaknya ga masalah tuh pindah ke Linux, contohnya ya temen – temen saya aja yang engga mau maen di warnet deket kosan lagi (dan bela – belain ke kampus) gara – gara warnet-nya dah berganti OS.

    Hayo pak, sweeping terus! Asal DVD bajakan jangan ikut2an di sweeping :d

  15. Yang jelas, apapun alasannya, menggunakan software bajakan adalah salah. Saya tidak ingin bangsa kita dianggap sebagai pencuri, apalagi sampai jadi stereotype! Contoh, orang Belanda dianggap pelit, orang Perancis dianggap angkuh, dst. Walaupun ini ngga bener, guyon, stereotype, tapi saya tidak rela kalau sampai muncul konotasi negatif terhadap bangsa Indonesia (Coba tanya ke orang Malaysia/Singapore ttg. kata “indo”).

    Seperti kata Priyadi dan rekan2 lain, masih ada alternatif ! Kalau tidak mampu beli yang asli, pakai Open Source, legal dan tidak kalah mutunya.

    Kadang sebenarnya untuk membeli software bukannya tidak mampu, TAPI MEMANG TIDAK MAU ! Banyak yang bekerja dengan gaji tinggi dan seharusnya mampu membeli software asli, tapi sekali lagi, mereka2 ini tidak rela. Lebih memilih membajak (mencuri).

  16. masalahnya ga semua orang itu bisa dengan mudah terbiasa dari windows ke linux karena emang beda banget. Ga seperti win98 -> win ME, winME -> Win 2000, yang tetep aja keluarga Windows.
    Trus juga ga semua hardware ada driver buat linuxnya…dan solusi mengganti hardware kan juga mahal :D
    Dan juga yang paling parah, game2 kebanyakan ga bisa jalan under Linux :D
    Adalah sudah sebuah fakta, kalau tiada OS yang lebih mudah dan user-friendly daripada keluarga Windows :D itulah kenapa harga windows mahal sekali :((

  17. #16. Objektif, Anda objektif sekali. Klo loe perempuan, gw bersumpah akan mencium loe. I DO STRONGLY AGREE dgn “…bukannya tidak mampu, TAPI MEMANG TIDAK MAU!” Gw sekarang kerja mandiri alias gak jd karyawan lg. Tapi, gw sadar kudu punya NPWP krn gw mau dr pajak gw negari gw maju. (peduli setan pajak gw dikurupsiin). Itu jg gw jd beli Win2K server asli, Win2K pro asli, WinXP asli, Sql2K asli untuk menunjang kerjaan ane. Dan, gara2 beli brg keparat ini, (gw jd ngutuk krn gw brantem ame temen bisnis ane dan doi milih cabut) gw harus kehilangan 2 orang sahabat. Tp, gw milih ASLI.

    Kesadaran NPWP dan ASLI tadi membuat gw sering bersitegang dgn kastemer krn harga yg gw tagih jd mahal. Doi kira bikin s/w harganya sama dgn beli bondon Saritem huh?

    Mengenai Malay. Gw pernah blanja disono dan menggunakan kartu kredit kluaran BNI. DITOLAK! Bukan krn limit, krn citra bgs ane disono udah sedemikian rusaknya. Dendam kesumat ane tujukan buat semua bajakers.

    #17. Emang sih. Tapi ane mo brusaha kok mbikin s/w diatas fondasi perangkat lunak “gotong royong”. Ide gotong royongnya aja aku dah suka. Selain itu, aku kan bisa jual lebih murah dari yang kemaren. :)

    Merdeka!

  18. #18 Hm… bukannya orang malaysia juga suka ngebajak? Bahkan taun lalu ke sono juga masih ada tuh toko barang bajakan di Menara Petronas (yang bagian shopping center-nya).

  19. #17: Yup, tapi dari Win31 ke Win95 atau DOS ke Win31 menurut saya itu perubahan yang jauh lebih drastis daripada WinXP ke distribusi Linux. Termasuk soal hardware :). Gak semua hardware yang didukung Win31 otomatis didukung Win95.

    Kalau gaming itu niche market untuk urusan ini karena bisa dibilang hampir semua yang menjadi target sweeping sekarang tidak perlu menjalankan game. Mungkin cuma gamecenter yang perlu menjalankan game.

  20. #10: dalam kebanyakan kasus susahnya pake linux itu karena ada tuntutan untuk memakai data dalam format atau protokol proprietary. seandainya tidak ada tuntutan itu, maka linux sangat nyaman dipakai :)

  21. Ozzie, not Osborne:)
    Ohh..gak cuman Petronas man. :) Sebenernya sih aku cuman mo quote “bajak” nya aja sih. Spirit tulisan Mas Priyadi kan untuk memberi tau seberapa jauh kita untuk tidak terlalu mencari pembenaran utk s/w bajakan. Baik itu spt tulisan di Kompas “Demi Memintarkan Masyarakat”, atau gw sendiri yg klaim Windows lbh user friendly, atau motif2 politik dibalik itu (yg gw gak peduliin), dan spt tulisan Mas Priyadi sendiri. Gw cuman suka sebel dgn mental yg mo murah tapi akhirnya kita sebagai bangsa jd murahan. Spt tulisan Mas Priyadi edisi hari ini, “ada alternatif”. Gw jd inget ada petuah kuno Jepang. Satu, semua perkara adalah masalah kecil. Dua, jika masalah besar menghadangmu, lihat aturan #1. Nah… Satu, open source adalah solusi alternatif. Dua, jika lisensi Windows menghadangmu, lihat aturan #1. Peace! :)

    Zzie…salam yah buat blognya “Carpe Diem”. :)
    Mas Priyadi terima kasih beranda rumahmu bisa kupinjem sebentar buat ngobrol2 sama Mas Ozzie. Matur Nuhun.

  22. Iya nih malah pake comment systemnya orang, piye toh :d Hehehe, mari – kita diskusi di blognya mas Rico aja (Rico kan??)

  23. setengah mati saya ngeyakinin temen2 kalo ada solusi lain untuk sekedar berinternet ato ngetik skripsi selain pake IE dan MS Word. dah dibilang, “coba pake firefox, lebih enak lagi..”, dipikirnya internet gak bakal ‘kebuka’ samasekali atopun tampilannya jadi berubah 180°. ato bilang “dokumen dari open office juga bisa dibaca kok di word (vice versa)” lagian berapa banyak sih fasilitas MS word yg ga ada di open office yg sering banget dipake oleh mahasiswa dgn skill komputer rata2 untuk penggunaan sekedar ngetik skripsi/ngumpulin bahan? stres gw..

    ternyata emang bukan gak mampu, tapi gak mau. gak mau karena gak percaya. gak percaya karena… (jawab sendiri)

  24. beberapa komentar di atas –menurut saya– mengistilahkan dengan tepat. metode-nya seperti bandar narkoba: kasih gratis dulu sampe kecanduan. kalo udah kecanduan kan pasti pemakai yang ngejar2 pengedar.

    jadi untuk menyembuhkannya juga seperti menyembuhkan dari ketergantungan ke narkoba: detox. dan pencegahannya dengan membasmi peredaran liar alias software bajakan

    selain itu kelompok2 pengajian (klub opensource? klub mac?) harus lebih giat berdakwah…

  25. Mumpung baru mulai sweeping, mending mulai sekarang instal software Gratisan buat blajar doeloe. HD ay 80 Gig 10 % buat soft Ori, 90% buat bajakan. Klo butuh soft bajakan terbaru contact ay aja :d
    BAJAKAN??, ORI?? install aja semua lumayan buat belajar.

  26. Jangan lupa juga, sektor pendidikan formal harus menunjang. Bagaimana dengan hal ini? Apakah ada mata kuliah khusus untuk open source? Pengenalan OS dan aplikasi-aplikasinya. Ini pasti sangat membantu.

    Mungkin generasi sekarang sudah ndak tertolong :) Biarkan saja, yang bisa disembuhkan ya sukur, yang tidak bisa ya mau gimana lagi.

    Yang penting harusnya generasi yang akan datang, adik2 kita, anak2 kita. Kita pakai cara mereka juga, kita cekokin sejak dini :P

  27. Iya, emang. Klo ada yang lebih murah kenapa harus pilih yang mahal. Walaupun kita punya uang sekalipun, kalo beli yang murah kelebihan uangnya kan bisa di sumbangkan ke sodara-sodara kita yang terkena busung lapar, yang kena musibah tsunami, tanah longsor, dsb….

    Dari pada mengayakan orang yang sudah kaya…..:d

  28. open source memang bisa dijadikan alternatif dari penggunaan software bajakan. namun mungkin ga bisa disamakan antara migrasi dari windows versi lama ke versi terbaru dengan migrasi dari windows ke linux, terutama dari windows xp ke linux. migrasi antar windows tentunya gampang saja dilakukan karena kita mendapat kemudahan yang tidak kita dapatkan di versi sebelumnya. berbeda dengan linux, kita dituntut mempelajari hal-hal yang benar-benar baru. itulah yang membuat linux terasa lebih susah dibanding windows. kadang juga tuntutan pekerjaan atau akademik yang mengharuskan kita memakai software yang berjalan under windows. disamping itu dukungan dari vendor-vendor hardware terhadap linux masih relatif sedikit, sehingga kompatibilitas terhadap hardware masih kalah dibandingkan dengan windows.
    Beberapa hal tersebut mungkin yang menyebabkan belum bisanya user untuk melepaskan dari windows. jadi untuk sekarang ini banyak dari mereka memilih untuk “melegitimasi pembajakan” dibanding beralih ke open source. tapi bagaimanapun juga upaya memasyarakatkan open source harus tetap dilakukan!

  29. Banyak orang yang bilang Linux susah padahal belum pernah lihat Linux itu kayak apa.

    Memang dasarnya mental aza…

    Pembenaran terhadap penggunaan software bajakan atas nama ‘untuk kemajuan pemahaman IT bangsa’ atau ‘untuk peningkatan kwalitas IT masyarakat’ justru aneh karena bisa IT kalo mentalnya rusak malah berabe.

    Kalaupun belum bisa semua pakai FOSS / software asli, paling tidak ada rasa ‘berdosa’ pakai bajakan dan bertahap bisa kurangi sekian persen penggunaan bajakan.

    Analog dengan ‘membuang sampah pada tempatnya’, mungkin nggak ngaruh kalo kita melakukan sendirian tapi kalo semua berpikiran sama ini akan jadi bola salju yang bisa mengubah karakter.

    Kalo kita sendiri merasa ‘lonely’ untuk tidak menggunakan bajakan’ ya mungkin bisa hopeless tapi kalau kita yakin apa yang kita lakukan benar (dalam konteks ‘menggunakan open source’ atau software asli), ini bisa menjadi trend yang bukan sesaat (TM).

    Kita kan bisa bilang “Hare Genee masih pakai bajakan….”
    “Hari genee masih belum tahu Linux….”

  30. apa benar begitu ? saya rasa kalo ada penggerebekan ya tetap sepihak dong , pada pihak pol nya . Kalo mau gerebek pake ngomong ya keburu kabur duluan :)

    Stabil itu penting tapi Add on dan kemudahan juga lebih menarik , dan itu dimiliki Windows

    Seandainya MAc OS gratis kaya Linux tentu …..

  31. #31: hmmm, kok saya pikir migrasi dari DOS ke Win31 atau dari Win31 ke Win95 itu jauuuh lebih sulit daripada seandainya migrasi dari WinXP ke Linux dilakukan.

  32. terus terang, menurut saya juga migrasi DOS ke windows cukup ‘mengejutkan’. bukan soal GUInya, tapi multitaskingnya (“wah, kok bisa sih program ini jalan padahal program itu belum dimatiin?”). lebih heran lagi waktu tau linux yg command line, tapi multitasking juga. seharusnya emang migrasi ke OS yg sama2 GUI based (asumsinya pake linuxnya pake X, bukan command line) lebih ‘tidak mengejutkan’.

    cuma tetep aja orang2 pada nanya “start menunya mana sih? kalo my document?”, “windows explorernya yg mana?”, “buka internet pake apa?”, “mau ngetik gimana? ngeprint?”, “kok gak ada winamp? gak bisa nyetel mp3 dong?”, “apaan sih namanya kok aneh2 bgt?”, dll, dsb.

  33. #36
    hahahah.. bener sama persis ama pengalaman saya tuh, orang2 pada nanya “kalo pengen muter film ada xing mpeg gak?” “gak ada yah??”, “ooh….(sambil gak mikir)”, “linux jelek dong…” (sigh!!!!!!)

  34. Nah yang ini belum pernah gw coba. BeOS, emang os yang satu ini gratis juga yah? di mana bisa ngedapatinnya?

    Trus kaya Linux jugak ya dia?

  35. Kalau masalah belajar linux tuh mudah, masalahnya cara kita belajar mungkin yg salah.Mungkin kita terbiasa untuk mempelajari komputer secara hafalan, sebetulnya kalau mau memperhatikan gimana cara komputer itu bekerja, pasti akan lebih mudah untuk migrasi dari lingkungan satu ke yg lainnya

  36. ini baru diskusi Windows(dan belum ada habisnyya) blum ke software lain kayak Adobe Family, Corel Family, Macromedia Family, Etc etc

    By the way let make Indonesia better than ever :)>-

  37. #38 & #39
    BeOS ga gratis. Emang ada versi lite yang gratisan tapi ya… ga gratis. Plus, bukan opensource juga (kalo ga salah sih nih), jadi dukungan dari vendor software lain agak kurang. Paling repository software yang paling lengkap cuma ada di bebits.com

  38. saya sendiri sampai saat ini sedang mencari legitimasi mengapa masih banyak pihak aparat negara ( POLISI dan aneka instansi pemerintah )menggunakan OS Bajakan.
    seharusnya pemerintah jangan memaksakan masyarakat untuk menggunakan os berlisensi tanpa melihat kondisi rumahnya sendiri .
    bagaimana bisa aparat polisi mensweeping pengguna os bajakan sementara os mereka sendiri masih gunakan yang bajakan ?
    apakah bisa menyapu dengan sapu yang kotor ?
    legitimasi apakah yg membenarkan mereka diijinkan menggunakan os bajakan?
    selama ini pengguna os bajakan dikenakan tindakan pasal pidana umum !
    lalu tindakan apakah yang akan dikenakan jika instansi pemerintah atau justru aparat negara itu sendiri yang menggunakan os bajakan ?
    adakah dualisme kebijakan dalam hal ini

    jadi seharusnya kita tidak heran kalau pembajakan ini marak

    siapa juga yg memberi contoh :)

    jms@lagi usil

  39. #44 Ya ada BeOS yang gratisan (dan legal) cuma versi lite dan fungsionalitas di batasi. Saya sendiri mendapatkan versi yang full-nya dari orang jualan CD di depan ITB (apa boleh buat… wong yang asli sulit dicari) — termasuk illegal activity ga yah :P

    Hasilnya cukup mengecawakan karena ketika saya ingin menginstall secara dual-boot, BeOS meminta saya untuk membuat sebuah start-up floppy disk. Udah tau FDD saya rusak dan ga bisa dipake… ya sudah deh ga jadi di install…

  40. ah… ada warnet yg ‘nekat’ beralih ke open source, tapi yg pake Win bajakan malah nambah unit pc. akhirnya pelanggan warnet yg ganti ke open source rame-rame pindah warnet ke yg masih pake Win XP. Hayooo… rugi donk :p
    kalo bisa semua warnet suruh kompak, mo pake bajakan apa open source!!

  41. buat # 10, 16,dan nomor2 laennya yg menggelitik saya untuk berkomentar,
    to be honest ya, gue setuju bgt sama s/w bajakan… hidup s/w bajakan !!(spesial buat software),…kemaren gue ke **********.. deket city hall mrt, disana gue beli windows xp prof …seharga 20 dolar singapur. dengan hati yg berat gue kasihlah 2 lembar $10 ke penjual nya… urg..Indonesia is the best (pikir ku)..di deket binus kebon jeruk, 20 rebu buat satu sw bajakan. semakin cinta lah aku sama negara ku ini. dimana lagi bisa kudapat cd bajakan yang murah meriah selaen di Indo. siapa bilang cuman Indo aja yg suka bajak nge bajak. di singapur, malaysia terutama di johor baru..Hong kong , India…dimana mana juga ada..meski jualan nya gelap gelap an. lagian kalo di pikir pikir ngapain sih gue harus beli yang original. cuman software inih… meski ada yg jualan macromedia atau adobe versi akademis dan dijual lebih murah tapi tetep dalam dolar yg cukup nyesek nge belinya…software ini umurnya gak lama, taon depan bakal ada versi baru nya lagi… boros bgt dong kalo gue beli macromedia asli tiep taon.. bikin kaya org amrik ajah.. dia nggak ngos ngos san sama dolar.. kittaaa ??? pernah ke gap sama guru gue yg amrik gara2 pake cd bajakan, dan dia marah marah ke pelajar indonesia dan langsung bilang dia nggak mau lagi liat sw bajakan dikelas nya (sok idealis nih si Fu*k**g american p*ss off)..huh!!..semakin cinta lah gue sama sw bajakan ini..sombong bgt nih amriker.. situ tajir gue disini melarat dan maksa gue pake sw ori..lagian, gara2 di Indo sw bajakan cukup gampang didapat… gue bisa kenal program2 grafis secara nggak sengaja,..dan, punya kenalan temen, aussy… dia tuh yg nggak familiar sama banyak software meski dia cukup jago di satu dua software karna di sana gak semudah kita ngebeli software2 tsb. sedang kan pelajar Indo..cukup familiar sama program2 bajakan karna dapat dibeli kaya’ beli kacang rebuz… alangkah murah nya ilmu pengetahuan di Indonesia… intinya, ngapain juga geto lowgh gue harus beli yg ori… atau kalo sw bajakan dijual nggak seharga dolar sih nggak masalah, disesuain sama nilai duit kita…ini nggak akan keterlaluan.
    sampe saat ini, saya sendiri masih setia sama windows… selaen ngedapetin sw2 buat dia gampang, nggak kaya’ mac..yang bingung..gimana cara be asp an sama dia, gak ada iis.. lalu, 3d max juga nggak memproduksi buat mac…. di mac,..game nggak bisa jalan pula..waduh.. meski tampilan nya trendi dari windoz..nggak tergodah deh kalo nggak ada game..
    :(
    kalo Linux..??? belom pernah liat OS satu ini…betewe, open source apa an sih..udah lama nggak berkecimpung dalam dunia IT,..jadi bingung ngebaca postingan2 diatas soal open source…

    P.S opini gue ini gak selalu bener dengan pengetahuan gue yg a bit sama masalah IT..tapi ini cuman komen dari pendapat pribadi bersumber dari pengalaman yg relevan

  42. ralat

    “atau kalo sw bajakan dijual nggak seharga dolar sih nggak masalah, disesuain sama nilai duit kita…ini nggak akan keterlaluan.”

    yang bener nya kalo software ORIGINAL di jual nggak seharga….

    thx

  43. #32, hare gene..saya masih nggak ngerti sama istilah anda, mental yg rusak gara gara sw bajakan.

    masalahnya saya nggak bisa melihat apa yang menyebabkan kerusakan mental gara gara cd bajakan.
    karna, adalah..saya pengguna setia software bajakan.
    kenapanya adalah, gara gara software bajakan ..saya yg sebelom na’ kuliah dibidang TI..dan nggak ada hubungan sama sw grafis..dan kebetulan nih, didalam sebuah software yg saya beli ada puluhan sotware..yaitu diantaranya photoshop..dan coba coba nginstall..apaan sih ini toko dan photo2 ??(yg waktu itu terbersit dibenak saya)..ngejual apa yah (saya mulai beranya tanya dan penasaran)..eh ternyata sebuah software yg menarik bgt untuk dipelajari.semua itu gara2 cd bajakan. dan mental saya nggak rusak.(menurut saya)

    Software bajakan adalah accidental event dari pertemuan pertama saya sama photoshop,dan nggak mungkin akan terjadi kalo tanpa software bajakan,..misalnya nih, kalo nggak ada software bajakan yg laris manis dijual di Jakarta saat itu. Kalo biasa nya mo beli sesuatu yg mahal kita mikir mikir dulu dan saya nggak akan pernah mengenal sw2 grafis lainnya karna saya harus mikir2 dulu mau beli software ini dan itu.

    saya setuju sama istilah buat software bajakan, kalo ada yg murah kenapa enggak ?

    software bajakan..??? nggak ada mati nya deh…

    :)>-

  44. Gw mau bisa jualan software, kalo software dianggap kacang rebus. Gw gak bisa beli mercy dari jualan kacang rebus :(( , Indonesia .. , Indonesia .. , emang harus dari mulai dari prbadi masing – masing . Rumus 3M , mulai dari yang kecil, mulai dari saat ini, mulai dari diri sendiri.

  45. #49-#51: well, mencuri itu memang menguntungkan untuk yang mencuri. tapi lain halnya bagi yang dicuri :). terlepas dari untung ruginya di pihak yang mencuri, pencurian itu tetaplah salah.

  46. menurut saya, migrasi ke linux sulit karena emang orang dah ga mau lagi belajar. Di kantor sy, saya ru coba install open office, osnya msh windows. Eh… baru seminggu ditinggal ke luar kota, tau-tau dah ada ms word di kompie kantor… Sebel en gemes aja denger alasannya: “kita dah terbiasa pake word sih…”

    Intinya, orang emang dah MALES belajar lagi….

  47. iya juga, software kok bisa sama mahal/lebih mahal dari hardware ya? padahal proses perbanyakannya jelas lebih mahal hardware (gak tinggal ngopy), proses riset+manufaktur juga kurang lebih setara. jadi apa yg bikin mahal? inovasi? hardware juga pake inovasi kok. SDM? dua2nya juga pake insinyur yg kalibernya setara. jadi apa?

    belum lagi kalo dijual, software itu gak bener2 “dijual”,
    gak bener2 pindah kepemilikan, jadi walopun udah dibeli, kadang2 mau direntalin atau dibackup lebih dari 1 aja gak boleh (tergantung lisensinya). (contoh diambil dari software microsoft, jadinya mungkin agak ekstrim)

    enak ya bisnis software, marginnya gede (revenue jauh lebih besar dari cost), pantes bill gates kaya…

  48. #55: karena monopoli? microsoft mau ngasih harga berapa aja juga terserah dia karena dia punya pangsa pasar 90%+. selain itu kalau di hardware sekarang pakai intel besok pakai amd nyaris gak ada bedanya untuk end user, kalau software sekarang pakai windows besok pakai linux bingung :)

  49. sebenernya maling yg mana sih ! microsoft mustinya mikir, kalo nggak dibajak, mana bisa laku dia punya produk. Di Microsoft orangnya pinter-pinter, dia bisa bikin software dng kunci sendiri, emang persis, persis kaya bandar narkoba, udah sakau, mo nolongin tapi musti bayar, ngapah baru gini hari mauu sweeping, nggak dari dulu ajah ! Kita bangsa timur akan pernah bisa merdeka, mereka emang dasarnya penjajah ! kita udah bantu pemasaran produk mereka (berupa image), bahkan sampai sperma kita sudah terimage dengan microsoft . mustinya, mereka cukup minta royalti ajah, sejenis jatah preman, nggak usah beli komplit. kayanya microsoft lagi pengen nyoba, indonesia itu kaya apaan sih kalo dikasih yg beginian, sekali lagi, ngapa nggak dari dulu ajah sweeping, ginihari. Balik lagi, dunia barat nggak akan rela dng dunia timur, sekarang linux katanya free licency, mao nggak mao kita pindah ke linux, 20 tahun lagi, begitu, linux udah mendarah daging dan bersperma daging, linux minta sweeping lagi, muter-muter ajah disitu. Solusinya gampang ajah !
    kita nyangkul ajah, indonesia itu tanahnya luas, biarin amerika penuh ama komputer, orang dia mah, makannya komputer. kita khan masih bisa makan nasi, nggak usah ekspor, elo-elo pinter komputer khan biar bisa gampang cari duit, terus bisa makan enak, ngapain lama-lama, kita nyangkul ajah, makan hasilnya, nggak usah pusing-pusing, gw emang bingung ama pemerintah amerika, dia itu orang apa setan sih, minyaknya udah mao abis, bukannya import, eh, malahan nyerang Irak, bilang ajah mao nyerang
    Microsoft dan Linux ujung-ujungnya sama ajah nantinya, bandar-bandar juga, udah, kumpulin orang-orang pinter di Indonesia (khan banyak tuh, yg gelarnya Dr, Prof dll) bikin software sendiri. UDAH-UDAH DAH YANG ASIK NYANGKUL AJAH, TUNGGUIN AJAH DAH, NTAR DIA JUGA NYOLONG NASI KE INDONESIA !
    HIDUP PERTANIAN INDONESIA, KARENA SAYA MAKAN NASI, BUKAN MAKAN KOMPUTER !

  50. #59 : Yth Bapak Priyadi
    Saya bukannya tidak mengerti lisensi, maksud saya, suatu hari nanti, bisa saja kelakuan yang mirip-mirip sweeping akan terjadi setelah suatu software merebak.
    Penekanannya adalah (idealis) idealnya yah kaya jepang, korea dan taiwan yang berencana menyusun sistim operasi sendiri dan kenapa baru hari ini ada sweeping dari Microsoft. Satu lagi, pembajakan itu seperti sengaja didiamkan karena itu adalah sejenis metode promosi terselubung. Begitu loh pak Priyadi.
    Hormat saya Pak Priyadi.

  51. #60: ya kalau anda masih berpikir bahwa ada yang bisa me-sweeping perangkat lunak bebas, maka anda belum mengerti lisensinya. silakan baca lagi dan tanyakan kalau ada yang tidak dimengerti.

    sebagian besar negara yang punya sistem operasi sendiri juga membuat sistem operasinya berbasis linux atau sistem operasi bebas lainnya dan gak bikin dari awal.

    mengenai pembajakan selama ini didiamkan saya setuju 100% :) sekarang juga masih didiamkan kok :)

  52. #61 : Saya mau tanya ?
    1. Masa berlaku suatu lisensi berapa tahun sih ?
    2. Apakah perubahan lisensi itu dapat dilakukan
    secara sepihak di tengah perjalanan ?
    Saya mempunyai file presentasi tentang OSS di Beijing China, memang kebanyakan mengartikan Open Source = Free, basis Linux sebenarnya hanya delay program saja, saya tahu mereka tidak buat dari awal, tapi ada kemungkinan sedang membuat delay program, kemunculannya bisa seperti Linux. Trim’s

  53. #62: mungkin maksud anda adalah copyright/hakcipta. untuk program komputer, masa berlaku hakciptanya adalah 50 tahun menurut UU 19/2002. telah habis masa berlakunya, ciptaan otomatis menjadi ‘public domain’

    sedangkan lisensi adalah mekanisme bagi pemilik copyright untuk memberikan hak pakai ke orang lain tanpa harus menyerahkan copyright sepenuhnya. pemberian lisensi itu suka-suka pemilik hak cipta, tapi masa berlaku maksimumnya tentunya sama dengan masa berlaku hak cipta (50 tahun).

    perubahan lisensi bisa diganti di tengah perjalanan, tetapi tidak dapat mengubah lisensi yang telah diberikan ke orang lain.

    khusus untuk software dengan lisensi GPL (linux), perubahan lisensi tidak mungkin terjadi. yang berhak mengubah lisensi adalah pemilik hak cipta. tetapi kontributor linux sangat banyak sekali, untuk mengubah lisensi seseorang harus mendapatkan persetujuan dari setiap orang kontributor, atau menulis ulang programnya :)

    untuk sebagian besar software komersil (misalnya microsoft), yang memiliki hak cipta atas software bukan kontributor secara perorangan, tetapi perusahaan yang mempekerjakan perorangan tersebut. jadi perubahan lisensi dapat jauh dengan mudah dilakukan.

  54. emang kita udah ketagihan, banyak kerjaan di ketik di kompie terus minta di baca ama rekan kerja,
    terus itu semua mau di sweeping????? wuahh ekonomi bisa rontok balik ke jaman batu, bener kata #58 mendingan kita bajak sawah dari pada bajak OS, tapi asal tau aja ntar-ntar Pakde Sam bisa nyerang Indo karena minta nasi,

    masalahnya kalo mau migrasi, asyiknya rame2 biar gak ada maslah nggak kompatibel segla macem

    kenapa pemerintah gak bayarin para hacker lokal buat mbangun sistem OS independent di Indo? daripada bikin virus saban tau kagak guna. terus distribusi secara murah dan massal, semua pengguna Kompie pindah ke OS itu rame-rame sambil cibirin MS,
    Hik Hik Hik :(( suatu saat aku pengen kita smua bilang “GW gak butuh barang elu, abis elu jahat bikin kita ketagihan terus minta bayaran mahal”

  55. kalo misalnya aja ya..
    semua perusahaan hardware menyertakan driver khusus yang bisa diterima semua distro linux, trus semua pembuat game juga membuat game mereka dalam versi linux.. dengan senang hati aku (dan banyak orang tentunya) akan bermigrasi ke linux.

    bener kata temen2, linux juga powerful, aku tau itu.
    pengembang software di linux itu kreatif2 dan cerdas, jadi kalo misalnya di windows/mac punya software x, di linux muncul tandingan software x.

    masalahnya enggan untuk bermigrasi itu ya tadi…
    kompatibilitas hardware ama sedikitnya game yang bermutu di linux. (bermutu disini itu bermutu bagi gamer lho, bukan bermutu bagi awam, game2 3d kelas tinggi gitu).

    iya tuh bener kata si nomer #64, daripada para ahli2 yang nakal sukanya bikin virus yang mestinya akan diumpat2 oleh para korbannya, mendingan ngembangin OS open source yang sesuai dengan kebutuhan orang banyak gitu (office yang powerful, entertainment yang memukau dan gaming yang bermutu).

    diluar konteks buruknya pembajakan dan rakusnya microsoft… menurutku microsoft lebih powerful dibandingkan OS open source, baik itu technical supportnya, maupun tentang kompatibilitasnya yang tinggi terhadap banyak hardware.

    apa kurangnya kompatibilitas hardware di linux itu dikarenakan linux punya banyak jenis dan distro ya..? aku masih belum mudeng tentang hal ini. hehe..

    jujur aja, aku pernah nyoba linux dan cuma bertahan beberapa jam saja, setelah itu FORMATT..!! males banget pas gak ada kerjaan kok gak ada game, ada sebagian hardware gak kompatibel lagi.. udah beli mahal2 gak bisa kepake.. males banget!! trus tentang tampilan visualnya, windows lebih bagus tuh, bisa nambah2 aplikasi ganti2 skin gitu, trus ditambah banyak aplikasi2 laen lah yang membuat windows amat unggul dibandingkan OS open source (namun itu apabila udah ditambahin macem2 aplikasi yang bermutu tinggi, kalo kosongan sepertinya hampir imbang). Trus masih tentang tampilan visual, Microsoft Windows VISTA (sekarang masih) menang jauh tuh.. nyoba deh nginstal VISTA, tampilan visualnya yang mode aero bikin ngiler bila dibandingkan tampilan visual XP yang (sudah jadi) biasa2 aja.

    bukannya mendukung pembajakan, bukannya mendukung microsoft. tapi begitulah pengetahuanku tentang hal ini. mohon maaf apabila ada antimicrosoft-aktivislinux yang berang melihat pernyataan saya, pengetahuan saya masih sedikit, mohon berikan koreksi yang membangun apabila peryataan saya di atas salah.

    .pakai bajakan = melanggar hukum, semakin ketergantungan terhadap microsoft
    .pakai asli = nggak melanggar hukum, bikin miskin pengguna, bikin kaya antek2 microsoft
    .pakai linux = gak melanggar hukum, gak bikin kaya microsoft, masih kurang kompatibel…

    pilih mana…?? tergantung pribadi masing2, kalo gamer pc sih mestinya gak pake linux tuh… hehe.

  56. Saya beli Software di Glodok Pinangsia pake bon kok (masih buka tuh tokonya dan makin maju tokonya karena rame yg membeli disana), sebelahnya kantor polisi lagi, ada bonusnya pula (beli 3 cd gratis 1 cd), gak ada bacaan atau tanda ditokonya bahwa toko tersebut menjual cd2 bajakan,trus saya instal deh ke warnet saya , ternyata setelah saya install tidak ada kata2/tanda2 juga bahwa cd yg saya install adalah bajakan,eh.. kok tau2 ada sweeping… kemudian diangkutnya computer saya yg katanya bajakan softwarenya, padahal yg bajakan katanya cd nya kok computernya yg diambil, kenapa bukan cdnya aja?? Wah.. kalo gitu pengusaha warnet mari rame2 beralih jualan software bajakan aja yu! gak usah buka warnet yg jelas2 mendidik, tapi enak jualan software bajakan terutama di glodok,yg pasti keamanan nya terjaga karena bersebelahan sama kantor polisi
    hmmmm…. gitoooo aja deh…

Leave a Reply to Muhammad Rivai Andargini Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *