Gunakan Istilah Bebas, Bukan Gratis Untuk Linux

Miskonsepsi yang banyak beredar saat ini adalah bahwa Linux (dan perangkat lunak FLOSS lainnya) adalah perangkat lunak gratisan. Hal ini terutama terjadi setelah hukum mengenai HAKI diberlakukan secara tiba-tiba. Secara tiba-tiba pula, masyarakat mencari alternatif perangkat lunak yang murah atau gratis. Disinilah miskonsepsi yang sebelumnya adalah masalah kecil menjadi miskonsepsi yang meluas di masyarakat.

Penyebab lainnya miskonsepsi ini adalah keterbatasan Bahasa Inggris. Pada Bahasa Inggris, terkadang menyebut Linux sebagai salah satu Free Software. Sedangkan kata ‘Free’ memiliki beberapa arti. Sayangnya arti yang paling umum digunakan adalah ‘gratis’ atau ‘tak berharga’. Sedangkan yang dimaksud adalah *free as in freedom*.

Perangkat lunak yang gratis (yang bisa didapatkan tanpa membayar) belum tentu Free Software/Open Source). Sedangkan perangkat lunak yang Free Software/Open Source juga belum tentu gratis (bisa didapatkan tanpa membayar).

Sebagai contoh, aplikasi IRC populer [mIRC](http://www.mirc.co.uk) multimedia [Winamp](http://www.winamp.com) adalah *freeware*, dapat di-*download* secara gratis tetapi bukanlah Free/Open Source Software.

Sebaliknya, distribusi Linux seperti [RedHat Enterprise Linux](http://www.redhat.com/software/rhel/) adalah Free/Open Source Software, tetapi tidak dapat didapatkan secara gratis. RedHat Enterprise Linux yang beredar di pasaran dan dijual murah adalah perangkat lunak bajakan. Hal ini diakibatkan karena RedHat menjual dukungan teknis dan memaksakannya melalui merk dagang, sedangkan Free/Open Source Software hanya berlaku di lingkup hak cipta. Walaupun demikian, pengguna yang ingin menggunakan RedHat Enterprise Linux tetapi tidak ingin mengeluarkan banyak uang dapat mencoba [Fedora Linux](http://fedora.redhat.com), [WhiteBox Linux](http://www.whiteboxlinux.org) atau [CentOS](http://www.centos.org). Fedora adalah distribusi yang dijadikan basis dari RedHat Enterprise Linux. Sedangkan WhiteBox Linux dan CentOS adalah distribusi yang dibuat berdasarkan kode sumber RedHat Enterprise Linux. Keduanya 100% legal karena tidak mengandung merk dagang RedHat.

Selain itu ada distribusi-distribusi seperti [Xandros](http://www.xandros.com) dan [Linspire](http://www.linspire.com). Keduanya adalah distribusi Linux, tetapi tidak dapat didistribusikan secara cuma-cuma karena mengandung beberapa perangkat lunak yang bukan Free/Open Source Software. Sama seperti RHEL, keduanya sudah pasti bajakan jika anda menemukannya di tempat-tempat seperti Mangga Dua atau Glodok.

Miskonsepsi seperti ini juga menelurkan istilah *Libre* untuk menggantikan *Free* di Eropa. Istilah yang semakin sering digunakan adalah [FLOSS](http://en.wikipedia.org/wiki/FLOSS): Free Libre Open Source Software untuk menghindari kebingungan terhadap istilah ‘Free’ maupun ‘Open Source’.

Bagaimana di Indonesia? Saya lihat media lebih suka menggunakan istilah ‘perangkat lunak gratis’, atau ‘perangkat lunak Open Source’. Yang terakhir masih bisa dibenarkan, sedangkan yang pertama sangatlah tidak akurat. [Richard Stallman](http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Stallman) –penggagas proyek [GNU](http://www.gnu.org) yang bisa berbahasa Indonesia– pernah menyarankan untuk menggunakan istilah ‘bebas’ atau ‘merdeka’. Bersyukurlah bahwa Bahasa Indonesia tidak ambigu untuk hal ini. Jika ingin menggunakan singkatan, mungkin PLB (Perangkat Lunak Bebas) adalah singkatan yang dapat menggantikan FOSS atau FLOSS.

Lihat juga:

* [Free/Libre/Open-Source Software](http://en.wikipedia.org/wiki/FLOSS) di Wikipedia
* [Gratis versus Libre](http://en.wikipedia.org/wiki/Gratis) di Wikipedia
* [Kategori Perangkat Lunak Bebas dan Tidak Bebas](http://www.gnu.org/philosophy/categories.id.html) dari proyek GNU

45 comments

  1. hore pertama :D

    tp gw s7 ohm, sampe sekarang gw sering ribut hanya gara2 nerjemahin kata “free” untung bukan “pri” :))

    kayak gini perlu ditulis di surat pembaca dan disebarin ke media2 yg konsen di it, jangan sampe justru merekalah yang menyebarkan virus salah kaprah yang membingungkan masyarakat

  2. hore ke 2
    Persepsinya harus di rubah dulu antara gratis dan bebas…
    Bedakan antara beli 1 gratis 1 dengan 10rebu 3 bebas beli 3 macam barang yang berbeda maupun sama…

    Nyambung gak yah??

  3. Pri, di si Bandros eh, Xandros itu katanya :
    The Open Circulation Edition is a limited version of Xandros Desktop OS that can be downloaded at no charge and freely distributed to others. It is strictly for non-commercial use, and no e-mail installation support is included. (lanjut)

    ini termasuk FLOSS enggak yah ?

  4. Mangga Dua, Glodok,…akh jadi gak sabar Windows Longhorn, kayaknya MS release perdananya Longhorn di Indonesia deh :d

  5. mirc bukannya termasuk dalam shareware?

    ini gue ambil dari websitenya mirc:

    What is mIRC?
    To use IRC you need a small program like mIRC, an IRC client for Windows, written by Khaled Mardam-Bey. mIRC is a friendly IRC client that is well equipped with options and tools. mIRC is shareware, which means that you can download mIRC and try it out freely for 30 days to evaluate it. If during, or at the end of, the evaluation period you decide that you would like to continue using mIRC, you must register your copy.

  6. setuju sama #8, mIRC itu masuk shareware yang “nagware”, kalo udah 30 hari nggak register dia bakalan munculin pop-up window setiap kali jalanin mIRC memperingatkan kalau ini sudah lewat 30 hari dan belum diregister.

  7. #8 #9: bener juga ya. kalo gitu apa ya contoh freeware yang umum dipakai di windows? winamp? *dah lama gak ngoprek windows*

  8. PLM (merdeka) lebih keren.. tapi PLB bagus juga.

    Miskonsepsi lain adalah “linux” tidak berlisensi. GPL apa dong ya? :-?

  9. Pak Pri,
    Kalo untuk penggunaan istilah “Bebas” saya sepakat. Sudah lama kami pakai istilah ini untuk berbagai keperluan
    Tapi, saya rasa penggabungan kata “Free Software/Open Source” itu kok gak tepat ya. Saya tahu dari temen, bahwa Free Software bukan sama dengan Open Source.
    Dan keknya benar. Ada software gratis tis tis yang kodenya tidak diopen (Spybot misalnya), ada pula software berbayar yang source-nya diberi (biasanya untuk library/komponen development untuk Java/.NET).

    Satu lagi Pak, “Free”-pun kadang bukan berarti bebas toh ? (menyadur dari hasil quiz GPL/LGPL).

    CMIIW.

  10. winamp?
    ada apa dengan winamp?

    jadi ingat ada pertanyaan di milis ITcenter, apa winamp itu bisa dikenakan razia atau tidak =))

  11. Free as in openmind? Hehe, tapi jujur aja, gw make Linux gara – gara merasa bersalah make OS bajakan mulu :-P Bahkan gara – gara openminded yang ‘kebablasan’, laptop gw yang ada lisensi Windowsnya malah ikut2an diinstall Kubuntu.

    #3: Kalo ga salah kasusnya Suse (Novell) juga kayak gini. Versi 9.3-nya engga gratis ($100an gitu yah?). Tapi kalau kita mau menyebarkan CD-nya boleh – boleh aja kok asal engga ada duit yang berpindah tangan.

    Menurut saya, ini sih masih masuk kategori FLOSS (Free as in Freedom).

  12. Tambahan… buat yang mau download Linspire yang terbaru, bisa didapat dengan gratis dengan kode kupon “LycorisWelcome” di shopping cart pas mau logout.

    Nah ini termasuk free apa engga nih (free as in gratis ini sih)?

  13. #11, winamp tidak semuanya freeware. yang bener itu ada winamp yang versi freeware, ada yang commercial karena mampu ripping dan burning cd.

    #10, contoh freeware tapi bukan opensource? banyak! silakan jalan-jalan ke pricelessware.org. CryptEdit, Crimson Editor, ArgoSoft MailServer Lite, etc.

  14. #12: PLM kok jadi mirip ‘Perusahaan Listrik Megara’ :)

    #14:

    free dalam ‘free software’ yang dimaksud kan free as in freedom, bukan free as in beer. coba baca-baca lagi halaman GNU.org.

    GNU memang bilang opensource beda dengan free software, tapi menurut saya softwarenya kurang lebih sama. yang beda cuma filosofinya, free software itu idealis, opensource itu pragmatis. tapi softwarenya sendiri kurang lebih sama.

    contoh-contoh yang anda sebut itu ‘freeware’, bukan ‘free software’

    #17: gak, kalau gak boleh tarik bayaran berarti belum cukup ‘free’. SuSE jaman dulu memang gak 100% free software, YaST-nya itu bukan free software.

    #18: tergantung, boleh disebar2 gak? :)

  15. Contoh: Free Market = Pasar gratis :D –salahkan?! Walau dalam “Free” yang sama, Free Market, sudah pasti banyak diartikan sebagai Pasar Bebas.

    Nah… sekarang bagaimana cara membetulkan salah kaprah ini? Bagaimana mengatakan bahwa Open Source itu bukan gratisan(=murahan)? Istilah PLM/PLB kayaknya cuman nambah jargon aja, tanpa berarti banyak. Pendapat gw sih begitu.

  16. Apakah benar kata “gratis” sama artinya dengan “tak berharga” ?

    Mungkin benar, tapi lebih tepat kalau diartikan sebagai “tidak perlu membayar”.

    Karena kok sepertinya kurang enak didengar :D

    ‘Barang ini sangat berharga meskipun saya tidak perlu membayar untuk mendapatkannya’

    :D

    Memang sulit untuk mencari padanan kata “Free” dalam konteks Free Software/Open Source. Kalau diterjemahkan sebagai “Bebas” yang bisa diartikan sebagai “Tanpa paksaan” misalnya, juga ‘masih’ kurang tepat. Kenapa? Karena pemakaian produk komersial juga tidak ada yang memaksa :) Boleh pakai boleh tidak.

    Hanya saja, untuk memikat orang biar mau pakai free software/open source, mending pakai istilah “Gratis”. Cara gampang aja, diukur dengan berapa jumlah uang yang bakalan dikeluarkan. Kalau 0, pasti orang suka.

    Coba kalau kita bikin iklan “Pakailah Linux! Perangkat lunak bebas yang sangat handal!”. Apakah tidak mungkin banyak orang ‘awam’ yang bertanya-tanya: “Bebas? Tapi mesti bayar ngga?????”

  17. #21: jadi istilah apa yang tepat? bebas juga kan? karena gratisan juga istilah yang salah.

    #22:

    Coba kalau kita bikin iklan “Pakailah Linux! Perangkat lunak bebas yang sangat handal!”. Apakah tidak mungkin banyak orang ‘awam’ yang bertanya-tanya: “Bebas? Tapi mesti bayar ngga?????”

    betul, tapi karena itu terjadi salah kaprah bahwa semua linux pasti gratis, padahal bukan itu kenyataannya.

  18. bedain dulu antara “bebas” dengan “bebas biaya”. “berlisensi” tidak selalu “berbayar”. jadi bisa aja “berlisensi”, “bebas” (source code), tapi tidak perlu “berbayar”. istilah “terbuka” juga alternatif untuk istilah “bebas”

    kalo konsep & definisi udah jelas kan enak. :)

  19. Pak! (#21 -> #23). Bebas VS Merdeka: Bebas itu kondisi, Merdeka (terbebaskan) itu akibat(=tujuan?). Jadi Merdeka kayaknya lebih cocok untuk menunjukan “open source”, tapi jangan ada istilah PLB atau PLM.
    #26, Bener :D sekarang gimana caranya membuat “Free” pada Open source has the meaning like “Free Sex”. :)>-

  20. kalo free comment artinya komentar bebas apa komentar gratis? keduanya dipake, mo komentar; bebas juga gratis.

    he..he…23xâ„¢

    *masih pake windows*

  21. bebas…tes…tes…semoga ubuntu tetap bebas teruzzz……bebas = gratis(ubuntu)..hidup ubuntu…

  22. DICARI SEGERA :

    ORANG INDONESIA YANG PINTER (YANG ADA DI LUAR NEGERI, COBA BALIK LAGI), BISA MENCIPTAKAN SISTIM OPERASI VERSI INDONESIA.
    TUNJANGAN HIDUP : 20 MILYAR 1 TAHUN
    SYARAT : S/W CIPTAANNYA BEBAS UNTUK DIKOPI (IN INDONESIAN ONLY) TANPA LISENSI :
    GAJI DIAMBIL SETIAP TANGGAL 17 AGUSTUS DI ISTANA NEGARA, DI RUANG KERJA PRESIDEN !

    SELESAI (nggak pusing mikirin HAKI)

  23. #34: saya kira orang indonesia cukup capable untuk bikin o/s, cuma untuk bikin o/s yang bisa dipakai masyarakat lain cerita lagi, apalagi kalau bikin dari awal

  24. saya senang dengan yang ditampilkan disini oleh bapak semoga istilah istilah tentang komputer di perbanyak lagi terutama tentang shareware saya mohon agar shareware segera di tampilkan di website ini saya mohon sekian dan terima kasih

  25. mungkin di kurikulum pendidikan bhs Indonesia qta seharusnya dipelajari istilah2 IT seperti ini, kira2 mungkin gak yah :-?

  26. Konqueror bisa gx di install di RedHat 8, maklum newbie bangetz neeh.. ada ketertarikan sm linux tapi belum mahir.. mohon bantuan rekan-rekan.

    salam -xonket-

  27. :((:((:((:((:((:((:((:((:(( huh BT banget dga ktmu-temu,urgent neh gy da tugas sklh!!!!!!!!!!!!

  28. Gratis, free, bebas, ora bondo, gak bayar, ah….sama aja deh yang penting bukan arti tersuratnya tetapi arti harfiahnya gitu:d\\:d/

  29. Saya baru hijrah nih,,:d memang sih saya dapetin CD Linux kagak gratis alias bayar, tapi yang jelas itu makenya kagak perlu bayar lisensi alias bebas,, kagak pusing mikirin HAKI, tapi pusing mikirin lom bisa install software lain sama buat LAN-nya…:d..

    Walau pusing tapi gak papa kerna kagak maen uber2an sama HAKI n yang paling penting bisa “BEBAS” buka warnetnya sampe malem :d.. n bisa nambah pengetahuan banyak.

Leave a Reply to Aryo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *