Metodologi Penghitungan Peringkat Blog

Pertama-tama saya mencoba [mengurutkan blog-blog Indonesia](https://priyadi.net/archives/2005/10/13/top-100-blog-indonesia-atau-kira-kira-seperti-itu/) berdasarkan peringkat [Technorati](http://www.technorati.com). Sekarang [Hericz](http://hericz.net/) melakukan [pengurutan yang sama](http://hericz.net/2006/05/art100-agak-realtime-top100-blog-indonesia/), tetapi dengan database yang jauh lebih lengkap dan diperbaharui setiap hari!

Tetapi apakah ada metodologi lain dalam melakukan hal tersebut? Berikut adalah beberapa ide dari saya.

**Database Technorati**

Ini adalah cara klasik yang paling mudah dilakukan. Saya dan Hericz menggunakan metoda ini. Ini adalah cara yang paling mudah terutama karena Technorati –sebuah mesin pencari khusus blog– menyediakan API yang dapat kita gunakan salah satunya untuk mengetahui beberapa parameter popularitas sebuah blog, yaitu:

* Jumlah taut dari blog lain,
* Jumlah blog lain yang membuat taut; dan
* Peringkat blog tersebut dalam database Technorati.

Cara ini sangat mudah dan relatif akurat, tetapi menurut pengamatan saya, cara ini mengandung sebuah kelemahan. Technorati menghitung taut masuk pada seluruh halaman blog, termasuk *blogroll*, *header* dan *footer*. Akan jauh lebih akurat jika taut yang terletak pada *blogroll* atau *footer* tidak diikutsertakan dalam perhitungan.

[William Pramana](http://wpram.com) yang menjadi ‘jawara’ perhitungan saya tahun lalu pernah [berkomentar](http://wpram.com/log/2005/10/14/top_100_indonesian_blog/index.php) bahwa beliau bisa masuk peringkat pertama karena beberapa *themes*-nya banyak dipakai penulis blog di seluruh dunia. Ini bisa terjadi karena setiap *theme* mengandung sebuah taut ke blog William. Nilai saya pribadi juga terinflasi karena plugin-plugin [Wordpress](http://wordpress.org) buatan saya banyak dipakai orang di seluruh dunia. Sedangkan sebagian besar blog-blog yang menggunakan *theme* buatan William atau *plugin* buatan saya sama sekali tidak berhubungan dengan blog saya atau William.

**Google Pagerank**

Cara lain yang relatif sangat mudah adalah dengan menggunakan Google Pagerank. Semakin tinggi nilai Pagerank sebuah blog, maka semakin tinggi kredibilitasnya. Nilai Pagerank ditentukan berdasarkan banyaknya situs lain yang memberi taut. Selain itu, Sebagai mesin pencari umum, Google juga bekerja keras melawan penyalahgunaan sistem ini sehingga nilai Pagerank lebih aman terhadap usaha-usaha untuk meningkatkan peringkat secara tidak wajar.

Kelebihan Google Pagerank dibandingkan peringkat Technorati adalah bahwa Google Pagerank juga memperhitungan situs-situs web yang bukan blog. Selain itu, tidak seperti Technorati, semakin tinggi Pagerank sebuah situs yang memberi taut, maka semakin besar pula efeknya. Pada Technorati, jika ada 1000 situs gurem yang memberi taut kepada blog anda, maka efeknya akan sangat besar. Sedangkan pada Google Pagerank, efek dari 1000 situs gurem tersebut mungkin tidak akan sebesar jika dibandingkan dengan misalnya [Microsoft](http://www.microsoft.com) membuat sebuah taut ke blog anda dari halaman depannya.

Kelemahan Google Pagerank sudah jelas. Pagerank memiliki skala antara 0 sampai 10 dan tidak ada nilai pecahan (resolusinya sangat rendah). Akan sulit untuk menentukan peringkat dua buah blog jika keduanya memiliki Pagerank 4. Menurut pengamatan saya, sebagian besar blog ‘berkumpul’ pada Pagerank 3 atau 4.

**Jumlah Situs Yang Memberi Taut**

Kelemahan dan kelebihan metoda ini kurang lebih sama dengan parameter ‘jumlah taut dari blog lain’ pada Technorati, tetapi juga memperhitungkan dunia di luar blog. Cara ini misalnya dapat dilakukan dengan cara melakukan pencarian dengan prefiks ‘link:’ pada [Google](http://www.google.com) atau [Yahoo!](http://search.yahoo.com). Pencarian tersebut akan memberitahu jumlah halaman yang membuat taut ke blog saya.

Situs pencari yang berbeda memiliki kelemahan dan kelebihan yang berbeda pula. Oleh karena itu, jika menggunakan metoda ini, sebaiknya perhitungkan sebanyak mungkin *output* dari seluruh mesin pencari terkemuka.

**Banyaknya Pengunjung**

Jumlah pasti pengunjung sebuah blog mungkin hanya diketahui oleh pemilik blog tersebut, dan ada kemungkinan jumlah tersebut tidak mencerminkan jumlah yang sebenarnya (misalnya karena spam). Walaupun demikian, [Alexa](http://info.alexa.com/) mengumpulkan data-data lalu lintas web yang dapat kita lihat pada situs webnya. Sebagai contoh, blog saya pada saat ini memiliki [peringkat 94081](http://www.alexa.com/data/details/traffic_details?q=priyadi.net&url=priyadi.net) dari seluruh situs web yang terdaftar di Alexa.

Yang perlu diperhatikan dengan Alexa adalah metodologi pengumpulan datanya. Alexa menggunakan Alexa Toolbar yang dapat diinstal pada perambah Internet Explorer. Hal ini akan berpengaruh jika blog anda jika sebagian besar pengunjung menggunakan perambah selain Internet Explorer.

**Jumlah Pelanggan Sindikasi**

Satu hal yang menarik untuk dihitung adalah jumlah pelanggan dari sebuah blog. Umumnya tidak akan ada yang mengetahui secara persis jumlah pelanggan sebuah blog selain pemiliknya, itupun jika blog tersebut menggunakan layanan seperti [Feedburner](http://feedburner.com). Walaupun demikian, sebuah layanan pembaca sindikasi terkemuka, [Bloglines](http://www.bloglines.com) memberi informasi jumlah pelanggan sebuah blog yang menggunakan sistemnya.

Jumlah ini mungkin tidak akan mencerminkan jumlah pembaca sesungguhnya dari sebuah blog, karena tidak semua pelanggan menggunakan Bloglines. Tetapi paling tidak dapat dilihat proporsi jumlah pelanggan pada Bloglines secara relatif. Jika diinginkan jumlah pelanggan yang mutlak, maka perlu dilakukan penelitian untuk menyelidiki rata-rata perbandingan pelanggan yang menggunakan Bloglines dan yang tidak menggunakan Bloglines.

**Jumlah Tulisan Blog**

Jumlah tulisan yang ada pada sebuah blog memang tidak memiliki korelasi terhadap pengaruh atau kualitas sebuah blog. Blog yang mendapat tulisan baru sebanyak tiga lusin setiap harinya belum tentu lebih baik daripada blog yang ditulis seminggu sekali. Tetapi, parameter ini dapat digabungkan dengan parameter lainnya untuk menentukan kualitas blog secara kuantitatif tanpa memperhatikan umur blog atau jumlah tulisan.

Sebagai contoh, rasio ‘jumlah blog yang memberi taut’ terhadap ‘jumlah tulisan pada blog’ akan lebih memiliki arti jika kita ingin membandingkan blog yang baru berusia enam bulan dan blog yang sudah berusia lima tahun. Atau jika kita ingin membandingkan blog yang ditulis dua lusin kali setiap hari atau blog yang hanya ditulis seminggu sekali.

**Kualitas Per Tulisan**

Kualitas sebuah blog tergantung pada kualitas tulisan-tulisannya. Semakin menarik isi dari sebuah blog maka semakin tinggi kualitas blog tersebut. Parameter ini bisa saja diukur dengan cara melakukan pencarian pada Technorati terhadap URL sebuah tulisan, dan bukan URL sebuah blog. Sebagai contoh, ini adalah [pencarian Technorati terhadap tulisan Top 100 blog](http://www.technorati.com/search/https://priyadi.net/archives/2005/10/13/top-100-blog-indonesia-atau-kira-kira-seperti-itu/) saya yang lalu. Semakin banyak *referal*, maka biasanya akan semakin menarik isi tulisan tersebut.

Cara ini menurut saya lebih akurat karena lebih mencerminkan kualitas tulisan dibandingkan hal lainnya. Ada beberapa hal selain kualitas yang dapat menyebabkan seseorang membuat taut ke blog anda, bisa jadi anda adalah teman atau kerabatnya. Dengan menghitung parameter kualitas per tulisan, maka hubungan non kualitatif seperti teman atau kerabat akan sebagian besar tereliminasi.

\*\*\*

Itu adalah beberapa parameter yang terpikirkan oleh saya? Ada yang punya ide lain lagi?

Menghitung peringkat blog mungkin akan lebih baik jika memperhatikan lebih dari satu parameter. [Bloginfluence](http://www.bloginfluence.net) misalnya, menghitung nilai pengaruh dari sebuah blog dengan rumus: ((blog+posts+web links) + (bloglines subs * 2)) * (1+(pagerank/10)).

Membuat rumus dan melakukan perhitungan sebenarnya tidak sulit, yang sulit adalah mengumpulkan datanya, apalagi jika ingin dilakukan secara otomatis :).

53 comments

  1. Membuat themes dan plug-in kan juga berpartisipasi dalam dunia blogosphere,dan usaha yang dilakukan lebih berat dibanding sekedar posting biasa saja, jadi -menurutku- cukup layak kalau ratingnya jadi tinggi juga.

    Walaupun demikian, perhitungan total seperti tulisan pak pri ini akan jauh lebih baik.

    Begini ini kalau juri blogawards2006 bikin analisa! keren

  2. sejak kapan sih orang membahas (baca: meributkan) peringkat blog? dan atas kepentingan apa?
    *suara orang yang gak pernah masuk peringkat* hehe

  3. #4: untuk keperluan narsis kacang buncis :)). sebenernya yang gini2 memang belum tentu berguna. tapi tetep aja bikin penasaran :).

  4. Blog pak Hermawan Kertajaya atau blog Julius Onggo jauuuuhh lebih bagus dari blog gw, tapi tidak ada di top100.

    Jadi begini moral of the storynya.

    Suruh dua orang itu untuk :
    # bikin template blogspot dan wordpress
    # bikin/masuk aggregator
    # rajin-rajin komen di blog lain. baik itu di comsys ataupun sotbox.

    demikian.

  5. Ngikut Jay, coba ya para programmer hehe, daripada peringkat mendingan ngitung, jumlah blogger Indonesia ada berapa?

    Ada berapa blogger baru setiap bulannya?

    Berapa jumlah posting rata-rata para blogger?

    Agak serem sbnrnya bikin statistik yg kayak gini, tau-tau hasilnya blogger indonesia ga “sehebat” yg dibayangin :p

  6. #13. Whoops saya lupa kasus blackhat SEO itu. Kemaren habis dari toko buku, dan liat buku terakhirnya dia. Gara-gara itu saja kok gw milihnya.

    Jadi saya ralat, Hermawan saja. BJO coret.

  7. Gimana kalo dihitung berdasarkan dampak, misal gara-gara blog dipanggil polisi… kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuur dulu ah

  8. blog emang jadi sebuah fenomena tersendiri.. :D

    eh, kabar -tokoh kita- gimana ya? ada tanggapan gak dari -beliau- ? hehehe

  9. Membuat rumus dan melakukan perhitungan sebenarnya tidak sulit, yang sulit adalah mengumpulkan datanya, apalagi jika ingin dilakukan secara otomatis

    betul, aku sudah nerasain semester ini di kul. :d

  10. Kalau mau “mencoba mengurutkan blog-blog Indonesia” panggil aja tukang urut ….. kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

  11. Bagaimana cara cepat mendapatkan PR > 3 dengan cepat tapi dengan cara2 yang normal, tidak pakai link exchange atau apapun yang dianggap kurang baik?

  12. eh yang begini-begini ini menguntungkan ga sih, selama ini saya cuma fungsiin blog buat latihan nulis aja, gak peduli ada peringkat-peringkatnya atau ga.

  13. mungkin agak-agak nyambung …..

    buat blogger yg udah pada bulukan (ngeblog dah lama)saya ngusul buat aja semacam blog review (Blog of The Week) semacam punya mas fatih .. tapi nggak dibatasi bhsnya ….

    bang enda kali mau mulai? nggak usah mingguan, bulanan jg pas ….

  14. Iseng-iseng mencoba membandingkan score priyadi.net vs presidensby.info di Alexa. Ternyata eh ternyata score priyadi.net lebih tinggi. Horreeeee \:d/

    Hmmm, apakah P Pri berminat mencalonkan diri di pemilu tahun depan? :D

    *ngaciiiiiiiir* (sebelom dijitak P Roy Suryo)

  15. nyambung usul bang Enda ttg statistik blog indonesia

    usul nih … kita kampanyakan para blogger indo mensubmit blognya di http://www.blog-indonesia, khan bisa ketauan tuh jumlahnya

    saya usul .. buat blogger yg pengunjungnya banyak (kayak mas pri, bang enda) lah yang memulai. Seperti waktu penyampaian pesan cinta hari valentine waktu itu. nanti biar kampanyenya menyebar kayak virus ….

    atau mas pri mo buat database sendiri?

  16. bagus ada peringkat blog gini….biar pada tau bahwa blog itu harus dibikin menarik, biar orang pada ngeliat..masalahnya…kagak ada yang pernah ada blok gw..keliatan niy klo blog gw jelek :((

  17. :xkamu sih mad, anak nakallll, makanya ngga dikasih pagerank, oleh mbah google!!, he he becanda kok, PIECE

    Jadi kamu bingung ya, aq juga bingung, HIDUP BINGUNG.
    :-?

Leave a Reply to Oskar Syahbana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *