Virtualisasi, Hardware Profiles, Windows Activation dan Windows Vista

Sewaktu Windows 95 dirilis, ada fasilitas yang sangat berguna walaupun letaknya agak tersembunyi. Fasilitas ini adalah *hardware profiles*. Dengan fasilitas ini kita dapat menggunakan lebih dari satu konfigurasi perangkat keras secara bergantian dengan menggunakan hanya satu instalasi Windows.

Sebagai contoh dulu semua komputer yang saya gunakan saya lengkapi dengan *removable hard disk enclosure*. Jika saya akan berpindah komputer, saya cukup memindahkan *hard disk* ke komputer tujuan, dan ketika *boot* saya hanya perlu untuk memilih profil perangkat keras yang bersangkutan. Dengan demikian tidak perlu lagi proses konfigurasi ulang ketika saya berpindah komputer walaupun saya menggunakan satu instalasi Windows dalam *harddisk* yang sama.

Fitur ini bekerja dengan lumayan baik, walaupun terkadang ada masalah-masalah kecil yang terjadi. Setelah Windows 95 dan Windows 2000, fitur ini selalu ada pada setiap rilis Windows. Dan sepanjang pengetahuan saya, tidak ada sistem operasi lain yang memiliki fitur serupa.

Masalahnya dimulai sejak Windows XP. Jika menggunakan Windows XP, fasilitas ini tidak dapat lagi digunakan seperti sebelumnya. Untuk mencegah pembajakan, Windows XP dilengkapi dengan ‘fasilitas’ [*Windows Activation*](http://en.wikipedia.org/wiki/Product_activation). Setelah *boot*, *Windows Activation* akan membuat *checksum* berdasarkan konfigurasi perangkat keras. Jika *checksum* ini tidak cocok (mungkin akibat adanya perubahan konfigurasi perangkat keras), maka Windows akan menagih pengguna untuk melakukan aktivasi. Jika pengguna tidak melakukan aktivasi selama jangka waktu tertentu, maka Windows tidak dapat lagi digunakan. Akibatnya jelas, fitur *hardware profiles* tidak lagi dapat digunakan, karena perbedaan konfigurasi perangkat keras sekecil apapun dapat membangunkan *Windows Activation*.

Ini tentunya sangat disayangkan. Jaman sekarang harga komputer portabel sudah sangat terjangkau, sehingga praktik memindah-mindahkan *harddisk* kerja dari satu komputer ke komputer lain sudah jarang ditemukan. Tetapi ada teknologi baru yang sebenarnya sangat membutuhkan fitur semacam *hardware profile*, teknologi baru ini adalah [virtualisasi](http://en.wikipedia.org/wiki/Virtualization).

Virtualisasi memungkinkan sebuah sistem operasi dijalankan di dalam sistem operasi lainnya. Sebagai contoh, dengan menggunakan [VMWare Player](http://www.vmware.com/products/player/) kita dapat menjalankan Linux, lalu di dalam Linux kita kembali menjalankan Windows dan keduanya berjalan dengan bersamaan. Rasanya ini adalah solusi umum bagi yang bermigrasi ke Linux tetapi masih membutuhkan Windows dan aplikasinya.

Masalahnya, tidak semua aplikasi dapat dijalankan dalam modus virtualiasi. Dalam kasus ini, satu-satunya solusi yang memungkinkan untuk menjalankan aplikasi seperti ini adalah *dual-boot* dengan Windows. Jika perlu menjalankan aplikasi ini, kita *boot* ke Windows. Tetapi jika aplikasi yang kita perlukan dapat dijalankan dalam modus virtualisasi, kita cukup menjalankannya di dalam VMWare Player.

VMWare Player dapat [menjalankan Windows langsung dari partisinya](http://www.linuxquestions.org/linux/answers/Applications_GUI_Multimedia/Howto_run_Windows_with_VMware_Player_in_Linux_for_free), tanpa perlu membuat sebuah *harddisk virtual* dan menginstal Windows di dalamnya. Kelebihan cara ini adalah bahwa kita tidak memerlukan dua lisensi Windows, satu untuk yang diinstal pada partisi fisik, dan satu lagi yang diinstal dalam modus virtualisasi. Satu salinan Windows dapat digunakan secara langsung dengan menggunakan *dual booting*, dan dalam modus virtualisasi dengan menggunakan VMWare Player. Dan kedua, cara ini tidak menghabiskan banyak ruang *harddisk*.

Tetapi sesuai dengan yang saya jelaskan di atas, *Windows Activation* tidak akan menyukai konfigurasi seperti ini. Jika Windows diaktifkan pada modus *dual booting*, maka ia akan kembali meminta aktivasi pada saat dijalankan pada modus virtualiasi, dan sebaliknya. Konfigurasi seperti ini tentunya tidak menyalahi [aturan penggunaan Windows XP](http://www.microsoft.com/windowsxp/home/eula.mspx) karena secara teknis Windows digunakan pada perangkat keras yang sama. Hanya saja, Windows melihat adanya perbedaan perangkat keras karena dijalankan di dalam modus virtualisasi sehingga Windows mengira perangkat keras yang digunakan berubah atau kita sedang melakukan pembajakan.

Untuk mengklarifikasi masalah virtualisasi ini, Microsoft secara eksplisit [menyebutkan hal ini pada EULA-nya](http://www.winsupersite.com/showcase/winvista_licensing.asp). Menurut kabar ini, Windows Vista Home Basic dan Windows Vista Home Premium tidak diperkenankan untuk diinstal di dalam modus virtualisasi. Sedangkan produk Vista yang diizinkan untuk diinstal dalam modus virtualisasi hanyalah Windows Vista Business dan Windows Vista Ultimate.

Bagi pengguna Linux yang ingin menggunakan Windows secara *dual-boot* dan dalam modus virtualisasi sekaligus, maka pilihan terdekat hanyalah Windows Vista Business atau menggunakan versi sangat lama Windows 2000. Solusi lain tentunya adalah dengan menggunakan dua buah salinan Windows yang berbeda (dan dua lisensi), satu untuk partisi fisik dan satu lagi dalam modus virtualisasi.

123 comments

  1. Memang MIKOCOK ini ada ada aja deh masalah yang sama juga sering saya alami ketika mau membersihkan virus di komp teman sering saya copot hd saya untuk boot . eh malah windows protection errorr so terpaksa deh bajak lagi bajak lagi hauhaua :D:d\:d/

  2. Microsoft mau tidak mau harus flexible terhadap pemakai non-Microsoft. Bagaimana kalau Google nantinya mengeluarkan OS ya? Microsoft

  3. Microsoft mau tidak mau harus flexible terhadap pemakai non-Microsoft. Bagaimana kalau Google nantinya mengeluarkan OS ya? Microsoft bakalan ngasih apa yang gratis ya :-w

  4. Dulu kalau nggak salah, masalah virtualization (dan larangan mentransfer license Vista ke komputer lain) sudah dipermasalahkan. Rupanya Microsoft mendengarkan keluhan para konsumen, dan akhirnya EULA-nya diubah. Saya kurang tahu apakah EULA-nya sekarang mengijinkan virtualization (males googlig :P)

  5. Gua yakin 100% kalau gua masih akan memakai Windows Vista nantinya (belum tergantikan), dan gua yakin 100% Windows Vista gua 100% non-ORIGINAL. :d:d:d

  6. Sebenarnya microsoft serius gak sih mau brantas pembajakan? Kok saya liat kalo mo beli software aslinya doang susah banget mesti ke ASELI lah, mesti beli pake hardware lah, mesti konek ke internet lah, udah gitu versinya macem2 lah. Apa gak ada yg merasa kalo di Indonesia ada yg mau beli OS aseli, yg mbeli yg harus aktif. Mbok dijual aja di carefour biar gampang beli nya….:)

  7. hooh.., aturannya banyak banget yak..
    abis install harus ini, harus itu…
    coba tinggal jeplok gitu microsoft teh…
    setuju dengan no 22. enak banget kalao bisa beli di Carfur ya..
    hehehhe

  8. PC saya ga pernah bermasalah dengan aktivasi, soale pakenya versi OLP yang ga perlu di-aktivasi, heheh..
    btw, buat pengguna M$ win resikonya adalah melakukan aktivasi ulang kalau2 ada masalah dengan H/W. saya sering melakukan aktivasi ulang (dari windows yang udah pernah di aktivasi) dan selama ini tidak ada masalah berarti.

  9. #22 #25 ya seharusnya memang begitu….
    di era globalisasi ini (apa hubungannya ya ???) mestinya doi yang proaktif, jangan kita-kitalah… mungkin udah mapan perusahannya, so..butuh nggak butuh ama kita. Typical American Company…they need money but they don’t need people.

  10. Pri,
    sebenernya saya lebih suka Linux, tapi mau gimana lagi. Install UBuntu, VCD/DVD gak bisa diputer (gak ada encoder/decoder-nya gitu). Mau internetan pake gprs, IR adapter/BT-adapter nya gak ada driver untuk linux.
    Coba kalo linux ada substitusi untuk semua windows. Kan lebih mudah migrasi ke Linux :)

    Ya udah pake dual-boot.
    Kalo pengen sekali-kali pake linux masih bisa :)

  11. Bisa bahas lebih dalam lagi tentang virtualisasi. Memang sih gua lihat mengoptimalkan fungsi komputer yang ada. Tapi untuk siapa? Dan untuk apa? Selama ini virtualisasi lebih banyak untuk test-drive saja.

  12. Ketika membahas perangkat lunak khususnya tentang OS, maka pembicaraan akan selalu mengacu kepada Microsoft.
    Hal ini dikarenakan oleh sebab belum memasyarakatnya OS alternatif di negeri ini, termasuk saya yang masih menggunakan produk dari Microsoft ini.
    Oleh sebab itu saya salut kepada mereka yang sudah memakai sekaligus memberikan info yang berharga tentang LINUX kepada masyarakat Indonesia…

  13. Iya itu yang membuat malas pake windows aseli. saya sudah pernah kena, ketika komputer saya motherboardnya bermasalah dan perlu ganti baru. Eh windows aselinya gak bisa di pake lagi di motherboard baru tersebut.

    Pusing kepala saya, masak harus mengeluarkan SGD.250(beli os win xp baru) lagi setiap ganti MB.

    Pusing-pusing coba pake Ubuntu, tapi saya merasa masih banyak perkerjaan saya belum bisa teratasi dengan Ubuntu. Ini rencana mo pidah ke Mac OS X. plan mo pake Mac Mini aja, gimana pendapat teman-teman tentang OS X ini? apakah bagus nggak?

  14. #31: Substitusi ada kok. Yang harus dihilangkan adalah ekspektasi user yang berlebihan. Misalnya user menuntut GAIM setara dengan Yahoo Messenger, bagaimana pengembang GAIM mengembangkan aplikasinya jika protokol YM-nya sendiri sesuatu yang closed?

    Atau misalnya Linux jelek untuk bermain games. Konteksnya bukan Linux tidak support games, tapi developer games tidak membuat games yang support Linux.

  15. Gue punya Vista RC1 sampe sekarang belum berhasil diinstall, waktu dicoba pake Virtual PC susah banget, memorinya mah, nggak nguatiiin … gedenya, nggak sanggup dech. Mau dicoba install langsung rasanya kok nanggung … Hingga masa registrasi berakhir bulan kemarin. Akhirnya … ah sudahlah :-“

  16. Wah gue ga pernah tuh punya masalah sama aktivasi walaupun ganti2 hardware, pake bajakan terus soalnya, hehe

  17. meskipun notepad ada bugnya… meskipun office sering ngaco… meskipun windows sering ngehang… tetep aja gara-gara tampilan blog aku ga berantakan kalo pake ie nya microsoft… aku ajdi suka banget microsoft…:d

  18. wah pemakai speedy rupanya banyak juga di blog priyadi…
    semua berbendera australia…
    wakakakakak..
    urang sekarang ada di australia..?
    australia ti mana horeng… :)

  19. Pindah-pindah harddisk enaknya pake KnoppixLiveCD,USB-DSL(DamnSmallLinux).

    Virtualisasi klihatannya populer di user klas berat ya.

    Windows2 lisensimu itu lho …

  20. # 39: Saya ingat kalimat yang sering diucapkan oleh Pak Rus (boleh disebarkan kan Pak Rus?) dalam seminar-seminar Linux bahwa:

    “Satu-satunya kelemahan Linux adalah Linux tidak di-support oleh Microsoft” :d

    *Baru 3 tahun meninggalkan Windows…*

  21. gw slalu ngedukung kemajuan MS..
    tapi gw lebih ngedukung kemajuan pembajak2 indonesia..
    yoo.. vista non-original where r u??!!
    ckckc..

  22. MS kudunya tetep mempertimbangkan support virtualisasi buat all produk jendelanya, para programmer2 MSDN kayanya butuh juga virtualisasi buat testing program2 bikinan mereka di beberapa jenis jendela, yah setidaknya minimal di platform virtualisasi mereka sendiri yg apa namanya ituh.. MS Virtual Server? Mau dikembangin lg ngga ya?

  23. Saya Udah pernah coba jalanin Linux pake VMware ….. wah tapi kok leletttt ….. beda jauh ama menjalankan langsung tanpa Virtualisasi atw pake VMWARE itu …. Kayaknya Memory nya kudu lumayan gede biar Jalannya kagak lambat ….

  24. Saya sudah pernah mencoba mengclone/Nge-ghost Windows XP dan Slackware (dual boot) dengan banyak komputer (lebih dari 10 – pembajakan besar-besaran, :d) dan dengan berbagai spesifikasi. Herannya yang Slackware gak bermasalah dan tetep bisa jalan meski beda spesifikasi hardwarenya, tapi yang XP langsung Blue Screen Death :((. Akhirnya Saya akalin dengan Merepaire menggunakan CD installernya, tanpa menginstall ulang aplikasi2 yang sudah terpasang. Tapi untuk spesifikasi yang sama dia (Win XP) tidak bermasalah.
    Terpaksa Memakai Windows…:((

  25. Hem, sebenernya microsoft lumayan murah juga seh.. bayangkan.. US$ 90 dollar buat si Windows XP Home..sisanya download yang freeware.. kalo ngak ambil yang Campus Agrement US$ 42 + US$ 18 -> dapet vista man…. wowss..
    Cuman kalo dalam konteks nya virtualisasi itu, emang microsoft keterlaluan. bayangkan aja, kalo buat perusahaan , harus beli OEM + Open Licensed.. terus kalo komputer nya rusaka harus beli lagi licensed OEM nya.. duh…
    :((

  26. sambil ngetes ini, numpang lewat…
    yang jelas windows pangsanya sebagaian sudah diambil open source dari beraneka distro, khan lumayan, masak monopoli terus :d

  27. Aaaah buat aku mah…aseli apa bajakan nda ada bedanya…
    wong aku ndak pernah pake yang aseli……:d hidup pembajak

  28. Kalo saya install Microsoft Windows XP di atas Mac OS X pake Parallels Desktop, itu legal kan?

    tapi kalo macnoto install Vista single-boot di MacBook, legal juga kan? kan bukan emulasi :D

  29. pak priyadi… post nya udah mulai membusuk nih.. :-w udah kelamaan.. ayo dong pak nulis lagi.. kutungu tulisan bapak yang selanjutnya.. ( maaf kalau kurang sopan ). Salam

  30. umay : “kok yang komentar baru segini, Lie?”
    ollie : “gak tau,kak… mungkin yang laennya lagi nonton INSERT INVESTIGASI ‘kali.”
    umay : “pak Bill udah respon?”
    ollie : “kayaknya belom…”

  31. #88, #90 … Niat gw ngunjungi blog ini (lagi) cuman pengen liat reaksi blogger seleb ini hehehe … tapi kayak seleb beneran, dengan tanpa postingan baru = bilang “no comment” hehehe … Nice trick ;)

    Dari komen 40an (tgl 12 sejak bermulanya isu blog seleb), sampai komen ke 90an ini yang oot soal salep-salepan cuman satu #88 … Selebihnya tetap fokus ke isi tulisan priyadi … salut deh ;)

  32. ie4linux ada..legal gak yaa..
    yg penting2 aja dibikin emulasinya (kl bole) yg baik..
    kasian wine..

    eh ini blog seleb ya..
    yah dah terlanjur komen nih..
    :d

  33. Emang jago bgt tuh Mikocok jualannya. Dan jangan lupa prestasi terbesarnya adalah memaksa pemerintah Indonesia memakai produknya melalui kesepakatan dagang rahasia.

    Jadi ingin liat dolumen yang menyandingkan garuda dengan logo mikocok :-?

  34. Mari kita pakai apa saja, semua saja sesuai kebutuhan situasi dan kondisi. Windows sudah merajalela di mana-mana, dari kantor-kantor sampai sudut kamar kost mahasiswa cerdas dan goblok ada Ms.Windows. Linux di tempat orang pinter, yg gede idealisme. Membajak Windows ? ngga’ masalah, mereka VOC gaya baru, kita rakyat Indonesia jaman penjajahan baru. Mereka menjarah lewat Freeport dan konco2nya, memeras lewat lisensi sepihak dan menekan, rakus serakus-rakusnya. Maka dari itu, jika masih mungkin membajak, bajaklah. Tidak ada Haki buat penjajah, Haki hanya buat anak negeri. :)>-

  35. #98

    Pake LinuX bukan berarti orang pinter.
    Gw pake windows karena smua kbutuhan ada di Windows. Tujuan pertama adanya Komputer adl utk membantu pekerjaan manusia,bukan mempersulit!

    Harusnya Gampang dibikin Susah!!!
    Klo bisa beli asli knp harus Bajak?

  36. barusan upgrade ke 6.10 edgy eft tapi pas restart ada yang salah. sudahlah, ganti lagi ke 6.06 dapper drake. yang penting ubuntu \:d/

  37. Pake Original Vista Beta 2 dah diaktivitasi sampai Juni 1, 2007. Lumayan….Dari pada beli Full Version bajakan isinya Trojan PSW.Win32.LdPinch.aze
    Lagian Vista Beta 2 itu Vista Ultimate Edition, cuman harus mati setelah 1 Juni 2007. Boleh juga tuh di rewind BIOS Date nya.

    Btw, Vista itu artinya Tomorrow yah? Besok besok aja deh…
    Yg keren tuh DirectX 10. Buat visual keren….

  38. kalau pake vmware agak lambat dan os tamunya musti donlot lagi, sekarang saya pake ms virtual pc 2004 os tamunya bisa install langsung dari cd atau langsung dari file iso lumayan barang gratis dari microsoft

  39. Rame juga ya, aku sendiri sampai sat ini masih menggunakan MS Produk. Dan saya kira sampai beberapa tahun ke depan MS Produk masih merajai, terutama buat end user.

    Ada open source yang saat ini rame, ada juga share source. Yang ini dari MS, hehe

  40. Microsoft masih yg terbaik (menurutku lho), product lain……… kalau ekor pasti dibelakang

  41. Hidup ga usah dibikin susah… mending pake Microsoft yang udah pasti banyak yang $upport.

    Gaya-gaya pake Linux bikin susah… apa2 ga support, ga detect… kerjaan terlantar, musti cari sana sini driver, install program aja susah pake ketik sana sini… kebanyakan gaya maen ketak-ketik di console… padahal mo install ym… wakkak..

    yang pasti2 aja deh…… Microsoft is the best all the time….

  42. Emang susah ngajak orang untuk menjadi produktif. :-? Kalo memang dari sononya mental konsumtif, pengennya yang enak-enak saja. Cepat , Instan, Mudah dan gak perlu mikir. Istilahnya, mo makan dah ada yang nyediain, mo pake baju dah ada yang nyiapin, dll. Lain dengan orang yang biasa ngerjain sendiri & mau mencari solusi jika ada masalah (bukannya malah lariii!!), pasti otak ini orang terasah banget, bisa jadi decission maker yang handal, gak panik kalo ada trouble, bisa jadi leader yang berwibawa buat bawahanya.:x

  43. Buat kantor ya pake yang aseli, tapi kalo buat home walah sudah aadri dulunya sudah bajakan ya mau gimana lagi. Mosok mau beli aseli, ngiri ma temen yang beli cuman 15ribu dong.

  44. klo menurut gw sih, linux ok. windows juga lumayan harga nya. skarang ini VGA di terminal server gw rusak, trus aku ganti eh…… minta re-aktivation hardware

Leave a Reply to Herman Saksono Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *