Pentingnya Memiliki Rekening US Dollar

US Dollar

Saya perhatikan akhir-akhir ini semakin banyak orang Indonesia yang mendapatkan penghasilan utama maupun sampingan dalam nominal US Dollar, tetapi yang bersangkutan tetap tinggal di dalam Indonesia dan berbelanja dengan menggunakan mata uang Rupiah. Walaupun demikian, saya lihat kebanyakan tetap menerima penghasilan US Dollar tersebut melalui rekening Rupiah.

Sebenarnya akan lebih menguntungkan jika mereka menerima penghasilan tersebut melalui rekening US Dollar.

**Pertama**, dengan menggunakan rekening Rupiah, bank akan melakukan konversi dari US Dollar ke Rupiah setiap kali yang bersangkutan menerima penghasilan. Konversi ini akan tetap dilakukan walaupun kurs tukar sedang tidak menguntungkan. Jika nilai tukar USD-IDR berubah dari 9500 menjadi 9000, misalnya, seseorang yang berpenghasilan US Dollar tetapi belanja dengan Rupiah akan secara efektif kehilangan penghasilan sebesar sekitar 5%. Di luar hal tersebut, beberapa bank akan mengenakan biaya tambahan jika sebuah transaksi melibatkan konversi mata uang. Dengan memisahkan rekening US Dolar dan Rupiah, kita bisa bebas melakukan konversi pada saat yang lebih menguntungkan.

**Kedua**, selisih kurs jual beli di bank biasanya lebih lebar daripada jika kita menggunakan jasa *money changer*. Sebagai perbandingan, selisih kurs jual-beli pada sebuah bank lokal mencapai 300 *point*, sedangkan di *money changer* bisa mencapai 50 *point* atau bahkan lebih kecil lagi. Dengan menggunakan rekening US Dollar untuk menerima penghasilan, kita memiliki pilihan untuk menarik US Dollar dalam tunai dan menukarkannya ke Rupiah di *money changer*. Jika diinginkan melakukan penukaran sesuai dengan kurs bank (misalnya dengan alasan kepraktisan), hal tersebut juga dapat dengan mudah dilakukan.

**Ketiga**, beberapa barang seperti komputer dijual di dalam negeri dalam mata uang dolar. Dengan menerima penghasilan US Dollar di rekening Rupiah, jika kita membeli komputer, maka kita terkena dua kali konversi mata uang: dari US Dollar ke Rupiah pada saat menerima penghasilan, dan kembali lagi dari Rupiah ke US Dollar ketika membeli barang yang dijual dalam mata uang US Dollar. Dengan menerima penghasilan dalam rekening US Dollar, kita bisa terhindar dari biaya berganda ini. Caranya adalah dengan melakukan pembayaran langsung dengan uang tunai US Dollar untuk membeli barang-barang yang dijual dalam nominal US Dollar. Lebih daripada itu, untuk menutupi resiko kerugian akibat fluktuasi nilai tukar, penjual komputer biasanya memperlebar selisih kurs jual-beli sebesar kurang lebih 50 *point* dari kurs tukar bank.

137 comments

  1. Kalau hanya beberapa ratus dollar masih belum terasa boss. Kalau ada pemasukan 4 digit baru deh mikir buat pakai US$.

    BTW, buat jaga-jaga sih perlu juga ya, soalnya si US$ lebih stabil daripada IDR :x

  2. mas pri, seingat saya dulu Gus Dur pernah mengharuskan bahwa setiap transaksi di Indonesia harus memakai rupiah. adakah itu bisa mengangkat nilai rupiah dengan mata uang asing ?
    *jawabannya posting dong dengan topik yang berbeda*

  3. wah gak pernah mikir sampai sejauh ini. tapi gimana caranya ya? maksudnya,
    selama ini sih terima duit dari paypal, terus di tarik ke CC HSBC.
    jadi mana yang musti kita “setting”? apakah paypalnya? atau HSBC-nya?
    thanks

  4. Tapi masalahnya hari gini kalau ingin membuka rekening dollar, yang bersangkutan harus memiliki NPWP dulu.
    Kan kata pepatah orang bijak, “Jangan pernah memiliki NPWP, kalau bisa dihindari sebaiknya dihindari, karena seumur hidup akan dikejar tukang p*j*k”.

  5. cukup kantor aja lah yg punya rekening$, harusnya gajian jg make $ tapi yahh kerepotan buka account and convert ke rupiah membuat qt milih rupiah ajah. biar org finance ofcr aja yg repot:)>-

  6. Berbahagialah saya.. karena foto saya di dollar, adalah foto yg paling digemari diseluruh dunia….wkwkwkwk :)):))**==

  7. pri, pernah coba belanja komputer/parts komputer pakai dolar? nomer 1 yang mereka perhatikan adalah, kondisi uang kertas dolarnya harus mint condition, gak boleh lecek, kalau terlipat udah deh mereka bakalan seenak udel melakukan korting nilai dolar-nya.

  8. Ini hasil search saya pada hari & jam ini
    BCA 9425 9325
    BNI 9450 9370
    HSBC 9720 9120

    AYU 9370 9340
    Dari situ keliatannya ga begitu jauh selisihnya. Jika misal penghasilan USD3000 di BCA dirupiahkan akan dapat 3000×9325 = IDR27.975.000, Jika yang USD3000 dirupiahkan saja di AYU maka akan dapat 3000×9340 = IDR28.020.000, atau ada selisih IDR45.000. Sepertinya perlu dihitung lagi berapa BEP jika dibanding biaya ribet ngurus USD kali yaaa….
    Bener ga itungannya??

  9. Mas Pri, mendingan punya rekening dollar Aus. Kata pengalamat ekonom di Aus, kira2 3-4 bulan kedepan dollar Aus bakalan sama dengan dollar US. Katanya sih karena ekonomi US lagi panas-dingin.

  10. saya juga udah baca e-booknya mas supriyadi tentang gimana cara nya membuat rekening di bank US, ntar kalo udah punya uang saya pasti buka rekening di us bank

  11. Wah… Mas Pri dapet banyak proyek yang dibayar dollar yeh.. :P

    Untuk rekening Dollar ada beberapa teman saya yang ngerekomendasikan bank NISP.

    Beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam pembukaan rekening Dollar adalah berapa limit penarikan dalam 1 hari, dan apakah harus memberitahukan satu hari sebelumnya. Kebanyakan Bank kalo tidak salah ngeset limit ke 5000$ per hari, dan harus pemberitahuan sehari sebelumnya.

  12. mas pri…
    analisa yg ini koq simple banget…. cah cilik juga ngerti kalo cuman beda kurs yg dibahas.. yg njlimet dikit donk kayak waktu analisa unitlink…

    sori ya mas cuman kasih masukan aja..

  13. Setuju pisan mas. Dulu pernah terima kirim duit dari luar ke BCA, dikasih kurs 9000 kurang – padahal harga spot pasar pada waktu itu 9150 lebih. Sakit hati :P

    Akhirnya buka juga tabungan dollar di Mandiri hehehe.

  14. #1:

    Buka rekening dollar yang biaya administrasinya paling rendah dimana yah?
    Kalo loe buka dimana?

    belum punya. sementara ini nebenk dulu karena pendapatan dolar besarnya gak tentu.

    #9:

    wah gak pernah mikir sampai sejauh ini. tapi gimana caranya ya? maksudnya, selama ini sih terima duit dari paypal, terus di tarik ke CC HSBC. jadi mana yang musti kita “setting”? apakah paypalnya? atau HSBC-nya? thanks

    kalau terima uang lewat kartu kredit, artinya kartu kreditnya harus bermata uang dolar. nah ini gak tahu apa bisa buat kartu kredit dolar di indonesia atau tidak.

    #20:

    pri, pernah coba belanja komputer/parts komputer pakai dolar? nomer 1 yang mereka perhatikan adalah, kondisi uang kertas dolarnya harus mint condition, gak boleh lecek, kalau terlipat udah deh mereka bakalan seenak udel melakukan korting nilai dolar-nya.

    gak cuma penjual komputer kok. bank & money changer juga gitu. jangankan lecek, beda nomer seri aja bisa beda harganya :)

    #23:

    Dari situ keliatannya ga begitu jauh selisihnya. Jika misal penghasilan USD3000 di BCA dirupiahkan akan dapat 3000×9325 = IDR27.975.000, Jika yang USD3000 dirupiahkan saja di AYU maka akan dapat 3000×9340 = IDR28.020.000, atau ada selisih IDR45.000. Sepertinya perlu dihitung lagi berapa BEP jika dibanding biaya ribet ngurus USD kali yaaa…. Bener ga itungannya??

    kemarin di niaga spreadnya 300 point, sedangkan di GMC cuma 10 point. dengan asumsi kurs tengah sama, selisih beli/jual mungkin sekitar 145 point. kalau transaksinya $3000, maka bedanya bisa sampai Rp 435 ribu. apalagi bank asing yang punya ATM dolar biasanya spreadnya lebih lebar lagi.

    #24:

    Mas Pri, mendingan punya rekening dollar Aus. Kata pengalamat ekonom di Aus, kira2 3-4 bulan kedepan dollar Aus bakalan sama dengan dollar US. Katanya sih karena ekonomi US lagi panas-dingin.

    bahasan kali ini gak ada urusannya dengan investasi :), tapi gimana baiknya kalau kita terima pendapatan dengan dolar tapi tetap belanja dengan rupiah. kalau buka rekening AUD, bukannya justru kena biaya kurs tambahan lagi?

    #28:

    analisa yg ini koq simple banget…. cah cilik juga ngerti kalo cuman beda kurs yg dibahas.. yg njlimet dikit donk kayak waktu analisa unitlink…

    kalau anda mengerti saya ucapkan selamat. tapi ada kok yang belum menyadari hal seperti ini.

  15. ryosaeba : Bukan cuma toko komputer, bank juga tempat penukaran uang, memberlakukan hal yang sama.

    Kalau uangnya lecek, mereka akan seenaknya memotong.

  16. Biasanya di Jakarta tuker USD yang rate-nya lumayan, di VIP Cikini. Mereka ambil 25 poin. Dan kalo uangnya seri H (dulu F) tambah 1 poin. Serta kalo nomor serinya berurutan tambah 15 poin. Jadi total penambahan 16 poin.
    Yang jelas kondisinya harus mulus, gak pake lecek atau terlipat.
    Jadi kalau pengen tuker/beli dalam jumlah besar, gue saranin ke VIP aja.
    Tapi kalo ga besar, yah di money changer biasa aja deh.

    ex. kondisi normal mereka jual 9145, mereka beli 9120. maka kita bisa jual sama mereka sampe dengan 9136.

    Kalo di bank emang seperti ‘pembunuh berdarah dingin’. Nyekik banget.

  17. Dollar? Basih! Euro aja Boss…

    Emang makin banyak orang yang digaji dalam dollar? Saya baru tahu.. siapa tuh mereka? Aneh… setahu saya uang lokal kan Rupiah, bukan dollar. Kenapa harus pakai mengagumkan dollar yang notabene makin buruk nilainya.

    Satu lagi bukti kalau banyak orang Indonesia punya mentalitas budak terhadap amerika dan tidak punya harga diri serta tidak mencintai negeri sendiri. Siap jual hati dan batin demi untung ya Boss? Memalukan… cintai Rupiah dong…

  18. Setuju dengan Pri. Mungkin US Dollar disini tidak mutlak. Karena ada yang digaji dalam SGD tentu lebih baik buka SGD. Apalagi di Batam kan SGD lebih diterima daripada USD. Lecek juga tidak apa-apa. Kalo USD kan apa-apa. Kalau penjaga konter HP bilang “Harganya 300 dollar” artinya ya SGD 300 bukan USD 300. Kalo di Jakarta tentu USD 300.

  19. #28 dan #30

    Setuju lagi dengan Pri. Sebarkan ilmu walau 1 ayat. Apa yang #28 paham betul, belum tentu dipahami oleh yang lain (apalagi cah cilik). Yakin lo cah cilik ngerti? Sedangkan yang nyur-senyur (insinyur) saja belum tentu ngerti kok. Kebanyakan ngerti sih.

  20. Kalau UKM, yang penting untuk usaha aja enak gak kuatir masalah memperdagangkan uang, dan uang kan alat tukar bukan komoditi.

    Kalau di Indonesia ada SBI itu kan akal-akalan BI untuk memperkaya diri dan kroni, lalu sebagai UKM hanya bisa ngelus dada sambil berfikir kapan Indonesia mau menegakkan tiang Negara heee UKM.

    Salam,
    Cak Arif

  21. kalau mau tuker duit, mending pas sekalian jalan-jalan, misal nyebrang ke negri sebrang, kaya singapura, meski duit lecek, kucel, nomer seri aneh, tetep diterima kok :)

  22. iya saya juga termasuk yang ndak tau yang beginian, bahasan pak priyadi sangat informatif, penting buat wong cuilik yang gak ngerti kurs-kursan kek saya :d :)>-

  23. #34:

    Emang makin banyak orang yang digaji dalam dollar? Saya baru tahu.. siapa tuh mereka? Aneh… setahu saya uang lokal kan Rupiah, bukan dollar. Kenapa harus pakai mengagumkan dollar yang notabene makin buruk nilainya.

    anda gak tahu bukannya gak ada yang terima uang pake dolar. banyak kok contohnya. yang kerja di industri perminyakan banyak yang digaji dolar. di telco juga lumayan banyak. pengrajin yang saya kenal juga dibayar pake dolar oleh eksportirnya. konsultan IT yang punya client di luar juga dibayar dolar. jualan barang di ebay/amazon pake dolar. google adsense dan semacamnya pake dolar.

    Satu lagi bukti kalau banyak orang Indonesia punya mentalitas budak terhadap amerika dan tidak punya harga diri serta tidak mencintai negeri sendiri. Siap jual hati dan batin demi untung ya Boss? Memalukan… cintai Rupiah dong…

    satu lagi bukti kalau ada orang indonesia yang gak ngerti apa yang saya tulis :))

    Dollar? Basih! Euro aja Boss…

    lho kok jadi euro? dimana rasa nasionalismenya? :)

  24. Hmm… susah juga yah kalo perhitungan banget soal kurs. Menurut saya sih, mending Dollar-nya ditahan dulu. Lumayan buat simpanan hari tua atau maen Forex. :-?

    Btw, saya link blog mas Priyadi.

  25. Pernah punya tabungan dolar, setelah rekening dolarnya berpindah-pindah dari citibank->BII->bank Niaga akhirnya ditutup juga. IMO, kalau jumlahnya kecil lebih baik dengan rupiah saja. Beberapa kelemahan rekening dolar:
    1)Bunga sangat kecil sampai-sampai biaya administrasinya dapat lebih besar, alias tabungan kita nilainya akan berkurang terus. Minimal butuh sekitar 1500 USD supaya aman tidak berkurang. Jangan tertipu dengan info nilai minimum tabungan dari bank.
    2)Kualitas fisik uang bener-bener dilihat. Saya pernah dapat dolar yang ada satu titik noda bolpen, jadi ribut dipermasalahkan. Walaupun bisa ambil dolar, ujung-ujungnya tetep rugi. Ambil dalam bentuk dolar bisa juga kena charge (lain bank, lain aturan).
    3)Nutup rekening kena potong besar.

    Keuntungannya: rekening dolar cocok untuk tabungan jangka panjang, soalnya males untuk dipake hehe.

  26. Menurut saya, jika kita jarang bertransaksi dengan dollar (walaupun berpenghasilan dollar) sebaiknya tidak perlu memiliki rekening dollar. Tapi jika memang sering transaksi juga travelling ke luar negeri, mungkin perlu juga ada simpanan dollar.

  27. Kalo duit dollarnya banyak sih ngga masalah punya rekening Dollar. Kalo ngga ya rugi dong biaya admin lebih gede daripada pendapatan bunga, duit kita malah ngurang. Tapi harus liat kepentingannya juga sih kalo kita memang sering belanja pake dollar memang tak ada salahnya punya rekening dollar, kalo ngga ngapain..

  28. OKe2 berarti pemanfaatan Dollar di negeri kita kurang, dunk.. karena memang basisnya Rupiah .. itupun yang punya RUpiah … Mengangkat Nama BAngsa melalui Ekonomi sangat diperlukan saat Ini …

    TaPI mari sama2 mengingat, masih banyak saudara2 kita yang kekurangan .. saatnya Berbagai jangan ngumpulin duit aja …

    Semakin cepat berpikir .. dan beramal karena lamanya hidup semakin lambat/:)

  29. @ #53

    wah the govermen kita ajah saya yakin masih ga’ serius tuh mengangkat nama bangsa melalui ekonomi, yang terjadi malah mengangkat dan menambah utang bangsa :-p

    …piisss dech pliiisss :D

  30. atu lagi bukti kalau banyak orang Indonesia punya mentalitas budak terhadap amerika dan tidak punya harga diri serta tidak mencintai negeri sendiri. Siap jual hati dan batin demi untung ya Boss? Memalukan… cintai Rupiah dong…

    satu lagi bukti kalau ada orang indonesia yang gak ngerti apa yang saya tulis :))

    Dollar? Basih! Euro aja Boss…

    lho kok jadi euro? dimana rasa nasionalismenya? :)

    huekk(cinta Rp)…nasionalisme buta untuk menutupi kebodohan dan kemunafikan…
    (Euro…)tuh kan…senjata makan tuan deh…huahahahaha
    Baru menulis 1 komen…tidak bisa konsisten dan pegang kata..gimana kalo jadi pemimpin yaaaa???? sorry…..dehhhhh o_0

  31. Banyak yang komen kalo dollarnya banyak buka rekening kalo dollarnya dikit gak usah. Ini tentu saja bener adanya. Saya setuju.

    Kalo yang saya tangkap, pesan Priyadi adalah:

    semakin banyak orang Indonesia yang mendapatkan penghasilan utama maupun sampingan dalam nominal US Dollar, tetapi yang bersangkutan tetap tinggal di dalam Indonesia dan berbelanja dengan menggunakan mata uang Rupiah.

    Buat orang-orang di atas itulah pentingnya buka rekening dollar. Di Oil&Gas, sudah biasa seorang ‘tentara bayaran’ digaji US$200-US300/day. Jadi dalam 1 bulan (25 working day), dia bisa terima US$ 5000-US$ 7500. Padahal dengan status single, di sini paling banyak dia cuma perlu 5jt/bulan (kalo berhemat, 2jt udah cukup).

    Nah…5jt kan cuma ~ US$ 550. Berarti masih ada sisa banyak.

    Menurut Priyadi, cukup diambil seperlunya dari rekening dollar. Jadi gaji gak usah dikonversikan ke rupiah sekaligus secara otomatis.

    Yang gak setuju ya silahkan disampaikan argumennya.

    Ini gak ada hubungannya dengan investasi. Hanya mencoba mengoptimalkan uang yang kita dapat.

    Waktu masih digaji dollar, beda kurs 50 pun dikejar. Lah kalo duitnya 20rb kan jadi 1jt. Lumayan kan? :d

  32. #56 Kalo menurut saya sih negara gak ada masalah kita menyimpannya dalam dollar atau ditukar ke rupiah. Sama saja.

    Yang jelas, untuk pemilik rekening hal ini lebih efektif. Dia cukup menukarkan ke rupiah seperlunya. Kalau dia perlu dollar cukup diambil saja seperlunya.

    Ini sama dengan kalo gaji kita rupiah. Seperti yang dibilang Kwik Kian Gie, gak perlu kita tukarkan ke USD kecuali kita memang memerlukannya. Kita perlu rupiah ya ambil. Kita perlu USD ya tukar. Gak perlu spekulasi.

  33. #64:

    kalo punya rekenening dollar, bisa ndak uangnya diambil di ATM ?, atau di ATM langsung otomatis di convert ke Rupiah ?

    kalau ATMnya rupiah ya langsung diconvert ke rupiah. kalau mau tarik dolar ya harus pakai ATM dolar. biasanya cuma bank asing yang punya ATM dolar di indonesia (HSBC, commonwealth)

  34. Waduh kalau dollar dari gaji masih susah menurut saya. Untuk investasi kecil-kecilan masih lebih memilih emas batangan :)

    Dollar Irak? no way… :-\”

  35. kok ga euro sekalian? artis2 hollywood aja skr lg pada demen dibayar pake euro. lebih stabil gt! kalo aku pribadi sih..masih cinta IDR..

  36. pri, ada point dari tulisan pri yang bisa membahayakan perekonomian nasional lo…termasuk sektor moneter. apalagi kalo dilakukan banyak orang.

    yang harus diingat, mata uang kita adalah rupiah, jadi alat tukar yang berlaku di negara ini adalah rupiah bukan dolar. jual beli komputer dengan dolar (dolar ke dolar, tanpa konversi), akan membuat rupiah melemah dan sehingga akhirnya secara moneter kita lebih terjajah lagi oleh mata uang asing (selama ini sudah terjajah).

    Oleh karena itu, rekening individu dalam mata uang asing agak dipersulit oleh aturan dari pemegang otoritas moneter. Dengan jenis simpanan giro (tidak boleh ada tabungandalam mata uang asing), nasabah diharuskan melengkapi persyaratan yang lebih banyak dibandingkan jika membuka tabungan, misalnya dengan penambahan NPWP.
    Media penarikan giro dolar pun, tidak bisa dijadikan alat pembayaran giral dan diikutsertakan dalam kliring antar bank. Semua ini dilakukan untuk melindungi alat tukar negeri sendiri.

    Saran saya, bagi yang memiliki rekening dolar untuk mempermudah payroll, simpanlah dalam bentuk dolar hanya seperlunya saja (misalnya karena sering melakukan perjalanan ke luar negeri). konversikan ke rekening lain dalam rupiah untuk keperluan sehari2.
    Sedangkan untuk keperluan menabung, sisihkan diawal pay roll dan simpan tidak dalam bentuk dolar maupun rupiah.

    Saya menyarankan menyimpan dalam bentuk emas batangan, fine gold 99.99% dari PT ANTAM. karena emas sangat stabil. Ini bukan untuk spekulasi, tapi untuk melindungi nilai aset kita sendiri agar tetap utuh. Berapa sih, return tabungan/deposito dalam dolar dan rupiah jika dibandingkan dengan inflasi?
    Secara nominal, simpanankita bertambah, tapi nilai riilnya berkurang. SEdangkan emas relatif selamat dari inflasi.

    Emas sangat likuid, saat kita membutuhkan, dapat dijual di toko emas, antar temen atau ke pegadaian. Dan emas adalah mata uang yang berlaku di seluruh belahan bumi. alhamdulillah sampai sekarang, saya menyisihkan penghasilan saya untuk membeli emas murni untuk keperluan anak2 sekolah nanti.

    Dolar dan rupiah adalah fiat money. cuma kertas. kalau saja hari ini para pemimpin negara yang menerbitkan uang kertas ini mengatakan besok dolar dan rupiah tak berlaku, habislah aset kita.

    Saya sedang menyiapkan tulisan mengenai hedging aset individu dengan media emas batangan. nanti kalau sudah siap, saya kabari.

  37. #74:

    yang harus diingat, mata uang kita adalah rupiah, jadi alat tukar yang berlaku di negara ini adalah rupiah bukan dolar. jual beli komputer dengan dolar (dolar ke dolar, tanpa konversi), akan membuat rupiah melemah dan sehingga akhirnya secara moneter kita lebih terjajah lagi oleh mata uang asing (selama ini sudah terjajah).

    kalau ini jangan salahkan yang beli, salahkan yang jual :).

    Saran saya, bagi yang memiliki rekening dolar untuk mempermudah payroll, simpanlah dalam bentuk dolar hanya seperlunya saja (misalnya karena sering melakukan perjalanan ke luar negeri). konversikan ke rekening lain dalam rupiah untuk keperluan sehari2. Sedangkan untuk keperluan menabung, sisihkan diawal pay roll dan simpan tidak dalam bentuk dolar maupun rupiah.

    betul. ini saya setuju. intinya kurang lebih sama dengan perkataan anda: “simpanlah dalam bentuk dolar hanya seperlunya saja (misalnya karena sering melakukan perjalanan ke luar negeri)”, bedanya contoh keperluan saya di sini adalah beli komputer :).

    Saya menyarankan menyimpan dalam bentuk emas batangan, fine gold 99.99% dari PT ANTAM. karena emas sangat stabil. Ini bukan untuk spekulasi, tapi untuk melindungi nilai aset kita sendiri agar tetap utuh. Berapa sih, return tabungan/deposito dalam dolar dan rupiah jika dibandingkan dengan inflasi?

    setuju. sudah pernah saya bahas sebelumnya, walaupun secara implisit.

  38. Salam knal,
    Posting ini, seperti penyegaran lagi :)
    Btw Mas Pri,
    kalau misalnya banyak warga Indonesia yang memiliki rekening dolar, apakah ada dampaknya ke penurunan nilai tukar Rupiah ?

    rgrds.

  39. kok saya jadi ingin ngirim buku “satanic finance” buat priyadi ya? :)

    kalau belum pernah baca/mendengar, dan berminat untuk membaca, dengan senang hati akan saya kirimkan. GRATIS.

    tapi kemana ya?

  40. Dulu saya pernah buka rekening dollar. Dapat kartu VISA elektron. Cuma ternyata untuk transaksi barang harga dollar, harganya di konversi ke rupiah dulu, baru dikonversi ke dollar. Jadi selisihnya besar. Tapi maksud Mas Pri di sini, rekening dollar untuk menerima penghasilan dalam dollar, saya pikir masuk akal.

  41. #79:

    kalau misalnya banyak warga Indonesia yang memiliki rekening dolar, apakah ada dampaknya ke penurunan nilai tukar Rupiah ?

    yang jelas, kalau tukar rupiah ke dolar, maka dolar naik rupiah turun. kalau tukar dolar ke rupiah, rupiah naik dolar turun. sesuai hukum penawaran dan permintaan. kalau terima gaji dalam dolar tapi belanja dengan rupiah, mau tidak mau harus tukar dolar ke rupiah. hanya saja kalau terima gaji dolar dalam rekening rupiah, kita gak bisa mengontrol kapan konversi tersebut dilakukan.

  42. #80:

    kok saya jadi ingin ngirim buku “satanic finance” buat priyadi ya? :)

    kalau belum pernah baca/mendengar, dan berminat untuk membaca, dengan senang hati akan saya kirimkan. GRATIS.

    saya sudah baca ringkasannya dari search di internet, dan rasanya saya setuju 100% dengan buku itu. hanya saja rasanya gak nyambung dengan bahasan saya kali ini :). coba dibaca lagi pelan2 tulisan saya, jangan cuma baca judulnya saja :). dan jangan emosional.

    di sini saya gak pernah menganjurkan MENYIMPAN uang dalam dolar. saya cuma menganjurkan jika menerima gaji dengan dolar, sebaiknya diterima dalam rekening dolar. kalau tidak nanti kita kena rugi cukup banyak dari selisih nilai tukar yang tidak menguntungkan.

  43. #81:

    kalo dari sisi syariat islam, seperti itu (jual-beli uang) haram ngga hukumna?

    mengkonversi uang dari satu mata uang ke mata uang lainnya itu boleh2 aja. yang haram itu mengambil keuntungan dari fluktuasi harga nilai tukar mata uang. kalau terima uang dolar ke rekening rupiah, maka disadari atau tidak akan dilakukan konversi. tapi kalau terima uang dolar ke rekening dolar, kita bisa mengontrol kapan konversi tersebut dilakukan.

  44. di sini saya gak pernah menganjurkan MENYIMPAN uang dalam dolar. saya cuma menganjurkan jika menerima gaji dengan dolar, sebaiknya diterima dalam rekening dolar. kalau tidak nanti kita kena rugi cukup banyak dari selisih nilai tukar yang tidak menguntungkan.

    Setuju banget dengan inti tulisan ini. Priyadi tidak mengajak spekulasi dengan membeli dan menyimpan USD, tapi menghindari kerugian dari konversi langsung gaji USD ke rekening IDR melalui mekanisme yang ditetapkan oleh bank.

    Saya punya 2 orang kawan yang bergaji USD, yang 1 punya rekening USD dan menerima gaji via transfer USD to USD sementara yang 1 lagi hanya punya rekening IDR sehingga gaji dia akan otomatis di-kurs-kan oleh bank (dalam hal ini Mandiri) dengan kurs beli bank Mandiri saat itu juga (fluktuatif).

    Padahal, bisa jadi akan lebih menguntungkan bila ditukarkan ke BCA atau Money Changer misalnya. Selisih 50-100/dollar bisa saja didapatkan. Untuk 7500 dollar, selisih 100 rupiah berarti 750rb. Sedikit atau banyak 750rb ini ya terserah yang punya uang.

    Jadi bukan untuk investasi (menurut saya). Kalo mau investasi, lebih menguntungkan USD itu dikurs-kan ke IDR dengan kurs terbaik dan dibelikan RDS yang kinerjanya paling bagus. Gain minimal 30% per tahun tidaklah sulit didapatkan. Ini menurut saya jauh lebih daripada bunga deposito USD plus fluktuasi kurs IDR-USD (dengan asumsi kondisi negara normal).

  45. wah…sorry kalo sampai dinilai emosional.
    bahasa tulisan memang berbeda dengan bahasa lisan. ada keterbatasan karena penulis dan pembaca saling tidak mendengar intonasi dan mimik wajah masing2.

    Mungkin jadi terasa ga nyambung karena priyadi melihat dari sudut pandang pengguna jasa dan saya melihat sisi lain sebagai pembuat produk jasa yang harus mengkaji dari sisi syar’i dan mendiskusikannya dengan para pembuat fatwa, kemudian harus mematuhi regulasi yang diberikan BI dan memahami alasannya, disertai ‘sedikit’ nasionalisme.

    ya…bolehlah…kalo nasinalisme dibilang emosional….:D

  46. #90:

    Mungkin jadi terasa ga nyambung karena priyadi melihat dari sudut pandang pengguna jasa dan saya melihat sisi lain sebagai pembuat produk jasa yang harus mengkaji dari sisi syar’i dan mendiskusikannya dengan para pembuat fatwa, kemudian harus mematuhi regulasi yang diberikan BI dan memahami alasannya, disertai ’sedikit’ nasionalisme.

    bagian mana dari tulisan saya yang tidak sesuai syariah, yang tidak sesuai peraturan dari regulator dan yang tidak nasionalis?

    bagian menerima gaji dalam bentuk dolar barangkali? :)

  47. Makasih, Oom Pri infonya…:)
    Jadi gak nyesel buka Mega Dollar…Gak ada potongan ini itu macam Mandiri…Buset dah….

  48. #89:

    Padahal, bisa jadi akan lebih menguntungkan bila ditukarkan ke BCA atau Money Changer misalnya. Selisih 50-100/dollar bisa saja didapatkan. Untuk 7500 dollar, selisih 100 rupiah berarti 750rb. Sedikit atau banyak 750rb ini ya terserah yang punya uang.

    kemarin baru lihat kursnya HSBC, ternyata spreadnya 600! *GLEK*

  49. “bagian mana dari tulisan saya yang tidak sesuai syariah, yang tidak sesuai peraturan dari regulator dan yang tidak nasionalis?

    bagian menerima gaji dalam bentuk dolar barangkali? ”

    waduuuuhhh…salah terima lagi….

    Terus terang…saya jadi senyum2 sendiri bales2an seperti ini.

    walau sudut pandang yang berbeda, bukan berarti saya menilai tulisan diatas seperti yang dipikirkan oleh priyadi.

    walau ada perbedaan pandangan, saya mengerti kesenjangannya ada dimana. Supaya tak salah tafsir lagi, saya akan belajar menggunakan bahasa yg tepat.

    Thanks ya, pri :) :)>-

  50. #94:

    walau sudut pandang yang berbeda, bukan berarti saya menilai tulisan diatas seperti yang dipikirkan oleh priyadi.

    nah lho, kalau gitu keberatan anda terhadap tulisan saya ada di bagian mana? coba kutip tulisan yang saya tulis di atas yang anda anggap bermasalah. dan sebutkan alasan anda kenapa bisa bermasalah.

  51. Wah bener juga tuh, perlu rekening dolar… hem tapi kapan ya punya uang dolar yang banyak, sayang kalau cuma beberapa puluh dolar aja… /:):o:-w

  52. Bener juga saya pernah punya pengalaman pulang dari tugas perusahaan ada sisa dollar ngga seberapa waktu itu kalau ditukar rupiah. Terus saya deposiokan sistem roll over ndak pernah diotak atik, bunga deposito, masuk kerekening tabungan, pokoke tetap. Tibalah jaman krismon kurs dollar thd rupiah guedenya pol-polan. Tak cairke depositoku tak iyo, bisa dapat suzuki vitara bekas. Sak iki gak gablek meneh duit dollar.

  53. Saya sudah menerapkannya. Pengasilan saya dalam bentuk USD tetap disimpan dalam bentuk USD sampai nanti suatu saat kalau saya perlu baru akan ditarik. Penarikannya pun saya lakukan secara tunai USD untuk kemudian ditukarkan di money changer non-bank.

    Ternyata cara ini “cukup” menguntugkan ditengah pergerakan nilai rupiah yang tidak stabil (mungkin pengaruh dari pergerakan harga minyak global).

  54. kemarin baru lihat kursnya HSBC, ternyata spreadnya 600! *GLEK*

    Busyet dah…kirain yang selisih kurs-nya setinggi itu cuma di hotel dan kawan2nya saja. Mustinya bank dan money changer cuma ambil max. +/- 100. Ini menurut saya sih.

    Dulu ada kawan yang selalu menukar gaji dia yang MYR ke SGD. Di Indonesia, SGD ini baru ditukar ke IDR untuk dimasukkan ke reksadana.

    Sekilas dia rugi kurs (MYR-SGD-IDR) ternyata hasilnya masih sedikit di atas tukar langsung (MYR-IDR). Gak ngerti kenapanya, tapi kelebihan 25-50 itu bisa didapat dengan muter2 via SGD.

    Mungkin karena SGD lebih laku daripada MYR sehingga dengan kurs 6000-an, selisih jual/beli bisa cuma 50-75 aja (untuk nominal banyak yah). Sementara yang MYR dengan kurs 2600-an selisih jual/beli bisa 100 (kalo nominal banyak pun paling bagus 75). Ntahlah…

  55. #94 Mbak Resti,
    Dalam diskusi, sudah biasa berbeda pendapat baik karena beda sudut pandang maupun dasar yang dimiliki (hujah). Tidak ada masalah. Bisa jadi keduanya malah melengkapi bukannya kontradiksi.

    Seperti yang Priyadi sampaikan, sebutkan saja bagian mana dari postingnya yang dari sudut pandang Mbak Resti tidak sesuai. Jadi Priyadi dan yang lain kan bisa menanggapi. Wawasan pembaca lainnya seperti saya kan bisa bertambah.

    Priyadi juga tidak marah tuh kalo ada yang tidak setuju dengan tulisannya (menurut saya sih). Apalagi kalo ketidaksetujuannya dilengkapi dengan alasan yang bisa diterima.

    Saya juga jadi tertarik dengan beberapa statemen Mbak Resti (maaf lho bukannya saya menyalahkan cuma klarifikasi):

    Oleh karena itu, rekening individu dalam mata uang asing agak dipersulit oleh aturan dari pemegang otoritas moneter. Dengan jenis simpanan giro (tidak boleh ada tabungandalam mata uang asing), nasabah diharuskan melengkapi persyaratan yang lebih banyak dibandingkan jika membuka tabungan, misalnya dengan penambahan NPWP.

    Waktu masih punya dollar, saya buka tabungan dollar (bukan giro) dan ada buku tabungannya. Saat itu saya tidak punya NPWP (dan tidak diminta memberikan fotocopy NPWP). Bahkan saya juga buka deposito dalam dollar dan boleh. Cukup fotocopy KTP saja.

    Gimana kalo Mbak Resti mengirimkan buku ‘satanic finance’ ke saya saja? Priyadi kan udah baca. Ntar alamatnya saya kasih tau di multiply Mbak. Gimana?
    :d

  56. dulu sih pernah punya rekening USD di BII, enak tuh … setor USD tarik USD juga, sementara yg lain2 setor USD tarik IDR.

    Kalo gak salah sih BII dulu juga ada rekening SGD dan AUD

    (ini bukan promo ya!)

  57. US dollar sangat tidak stabil dan cendrung spekulatif oleh beberapa pemimpin dunia dan dalam beberapa literatur dianggap sebagai kertas tak bernilai.

    Kalau mau menyimpan USD juga dalam jangka panjang porsinya harus kecil. Secepatnya konversi ke Euro atau Emas, walaupun conversion cost nya ada tapi dalam jangka panjang nilainya cukup meyakinkan dibandingkan US dollar, kecuali bila kita tipe penjudi yang menunggu uang naik.

    Untuk memiliki rekening US dollar tanpa batasan waktu (dalam jangka panjang), sangat membahayakan ketahanan ekonomi dan menambah ketergantungan terhadap imperialis ekonomi. Untuk yang berpenghasilan besar dalam dollar, biaya margin atau konversi ke Euro dan Emas seharusnya relatif gak masalah. Kecuali kalau masih dikit nge-pas dan takut kurang.

  58. #105:

    Kalau mau menyimpan USD juga dalam jangka panjang porsinya harus kecil

    saya tidak pernah menyarankan untuk menyimpan uang dalam bentuk USD. tujuan saya di tulisan ini hanya untuk memperkecil kerugian akibat konversi mata uang.

  59. # 102
    Dulu ada kawan yang selalu menukar gaji dia yang MYR ke SGD. Di Indonesia, SGD ini baru ditukar ke IDR

    Ini sudah saya praktekkan sejak pertama terima gaji dalam MYR. Cukup menguntungkan meski tak banyak (sekitar IDR25000 untuk setiap MYR1000 yang diputar dulu ke SGD). Kalau jago menawar rate MYR ke SGD dan menukar dalam jumlah banyak, lebih besar lagi dapatnya ketika SGD itu dikonversikan ke IDR.

    Kalau diputar lebih jauh (MYR-SGD-…-IDR) bisa lebih baik ngga’? Ada yang tahu?

  60. Cuman di Indonesia aja yang uang kertas dollar bener2 di cerewetin… aneh…

    Di negara laen, mao dimasukin dompet ampe kelipet2 juga, tetep aja 100 dolar ya 100 dolar :d

  61. rekening dolar masih belum booming.. nunggu saatnya mesti booming nih…mungkin karena mata uang dollar masih blum stabil, masih sring gonjang ganjing.. msh pd mikir2 kali kalo mau bikin rekening dolar…

    :d

  62. Memang benar, sebaiknya punya rekening rupiah dan us d, sehingga mana yang menguntungkan itu dipake untuk transaksi, menghindari kalah dalam selisih kurs.

  63. Punya rekening rupiah aja udah alhamdulillah banget,…bisa nyisain gaji walaupun dikit…pengen punya yg dollar tapi entar deh bertahap aja…

  64. Tapi kan dengan di convert langsung ke rupiah, kita bisa membantu pemerintah menyumbang devisa… :d/:d/

  65. #113:

    Tapi kan dengan di convert langsung ke rupiah, kita bisa membantu pemerintah menyumbang devisa…

    gak juga. terima gaji pakai dolar atau rupiah tetap kena pajak kok.

  66. #115:

    Blum Punya rekening dollar sich,… Cara bukax di US Bank Gimana,..?

    gak perlu di us bank. di bank lokal juga bisa.

    #116:

    Kalau penghasilannya dengan kurs rupiah gimana dong? menguntungkan nggak kalau kita punya “tabungan” dengan kurs asing.

    rugi dong. kecuali mungkin kalau pengeluaran pake kurs asing. misalnya kalau tinggal di singapore tapi terima gaji pake rupiah.

  67. bukannya transaksi internasional semacam paypal itu duitnya dikonvert terlebih dahulu ke rupiah baru kemudian dijadikan dollar.
    setau saya, misal kita punya duit 100 USD di paypal kemudian kita tarik melalui bank niaga. maka proses yang dilakukan adalah, 100 USD -> IDR terlebih dahulu (home currency IDR) -> terus kemudian jika account yg dipunya dollar maka duitnya akan dikonvert menjadi dollar. hal ini untuk memberikan keuntungan pihak bank karena ada selisih antara USD to IDR dapat keuntungan dan IDR to USD lagi ada keuntungan lagi (CMIIW)

  68. postingan saya diatas, menurut saya ga ada untungnya yang diceritakan mas pri kalo kita punya duit dollar. karena akan dirupiahkan dulu dan kena charge. atau mas pri sudah membuktikannya atau cuman angan2 saja? kalo memang benar, saya punya beberapa dollar yang belum saya cairkan dipaypal. biasanya pake rekening rupiah soalnya, dan paypal sekarang kan punya konversi sendiri dan otomatis duitnya dikonversi ke rupiah tanpa kena charge euy :D

  69. #124-125: kalau paypal sih begitu, harus dikonversi ke IDR. justru rugi kalau disimpan di rekening dolar karena jadi double charge USD-IDR-USD. saat ini paypal belum bisa transfer langsung ke USD. lewat kartu kredit juga gak bisa karena gak ada kartu kredit USD di indonesia. kalau paypal memang mendingan pakai rekening IDR.

  70. Mas pri,pertanyaan saya sedikit melenceng dr pembahasan.amankah jika saya mendepositokan uang dlm mata uang dolar di bank asing yg ada di luar negri contoh US,dgn status sy sbg WNI.atau lebih mudah jika saya cukup mendepositokannya di bank asing yg ada di Indonesia,krn takut kejadian spt Century trjadi lg.terima kasih sebelumnya mas

  71. kalo misalnya, aku punya US$ 100 aja, kira2 nabung dollar dimana ya?
    aku cuma punya itu. itu aja dikasih.
    tapi daripada disimpan sendiri, mending ditabung. nah masalahanya kalo ditabung di bank, ga diisi terus, juga sama aja ya?!? Huft!!

    gimana ya? habis, sayang juga kalo disimpan sendiri … ga enak.

    ga ada bunganya :(

    ada saran ga????

  72. nabung usd saat rugi kalo saldo di bawah usd 12000,soalnya bunganya cuma 0.1 persen/tahun.dengan saldo segitu belum impas karena kena pajak bunga.pengalaman saya saya belikan reksadana dollar mandiri (IDAMAN).18 bulan reksadana saya yg awalnya usd 500 menjadi usd 544.angka yang cukup lumayan.

  73. kalo dapat kiriman dari luar , misal 10 juta dolar.padahal rekening kita dengan rupih. Bisa nggak ya,klo bisa trus nilainya jadi berapa ?

  74. kalo dapat kiriman dari luar , misal 10 juta dolar.padahal rekening kita dengan rupiah. Bisa nggak ya,klo bisa trus nilainya jadi berapa ?

  75. mas pri saya mau tanya..
    kalo setor uangnya rupiah ke rekening dollar,
    pake kurs jual atau beli ya?
    soalnya terakhir kali saya isi rekening dollar pake rupiah dikenakan kurs jual. padahal uang saya rupiah..
    bukannya kurs beli ya?
    mohon nasehatnya buat saya..

    thanks

Leave a Reply to Zka Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *