12 September 2004

Pakar Gadungan Roy Suryo Kembali Beraksi

Posted under: at 01:43

Sifat yang tidak dewasa, kesimpulan prematur, tuduhan tak berdasar serta email panjang yang tidak berbobot selalu menjadi ciri khas pakar gadungan Roy Suryo. Kali ini masalahnya dipicu oleh sebuah email yang berasal dari roy.suryo@gmail.com yang mengaku sebagai Roy Suryo. Email ini berisi penawaran invitation gmail yang dikirim ke mailing list ITB. Kemudian Eko me-redirect email ke mailing list telematika dan mailing list genetika.

Perlu diketahui bahwa Eko menggunakan fungsi ‘redirect’ pada email client Eudora. Fungsi ini mirip seperti fungsi ‘forward’ tetapi dengan sedikit perbedaan, yaitu header From akan dimodifikasi menjadi sama dengan email From aslinya dengan tambahan string ‘by way of’ yang diikuti oleh nama yang melakukan redirect. Pada kasus ini, email asli memiliki header From: KRMT Roy Suryo Notodiprojo <roy.suryo@gmail.com>, setelah proses redirect, header From akan diubah menjadi From: KRMT Roy Suryo Notodiprojo (by way of N e o <pau -mikro@diva-valen.com>) <pau -mikro@diva-valen.com>.

Seperti biasa, pakar gadungan yang memiliki nama lengkap KRMT Roy Suryo Notodiprojo ini kembali salah pengertian. Dia berpikiran bahwa Neo (nickname dari Eko) melakukan pengatasnamaan dirinya dalam email yang dikirim oleh Neo. Dari posting-posting Roy Suryo berikutnya dapat dilihat bahwa dia bahkan berpendapat bahwa Eko-lah yang memiliki alamat email roy.suryo@gmail.com. Hal ini sudah diingatkan oleh beberapa penghuni mailing list (termasuk penulis), tetapi sepertinya kembali tidak dibaca oleh Roy Suryo. Roy Suryo memang rajin mengirim posting ke mailing list namun ia terkenal tidak memiliki kemampuan menghargai orang lain untuk dapat berdiskusi yang baik.

Hal ini tidak berhenti di sini saja. Roy Suryo kemudian mengirimkan posting ke mailing list. Seperti biasa email ini panjang, namun intinya cuma satu yaitu meminta pengakuan Neo (Eko). Pengakuan apa saya tidak mengerti, tetapi sepertinya Roy Suryo meminta pengakuan dari Eko bahwa dialah yang memiliki account roy.suryo@gmail.com dan mencoba untuk mengatasnamakan dirinya ketika melakukan posting ke mailing list.

Sepertinya Eko dan Roy Suryo sudah pernah bertukar SMS beberapa kali. Hal ini diketahui dari posting Eko ke beberapa mailing list yang berisi teks SMS yang ia kirim dan ia terima. Dari SMS-SMS terlihat bahwa secara implisit Roy Suryo mencoba untuk melakukan intimidasi, misalnya dengan menyebutkan bahwa ia kenal baik dengan CEO dari PSN, tempat kerja dari Eko. Dalam SMS-SMS-nya Roy Suryo juga berpendapat bahwa komunikasi SMS lebih jelas dasar hukumnya dibandingkan komunikasi dengan email. Jawaban yang menurut saya sangat tidak masuk akal karena nomor SMS bisa didapat dengan harga yang sangat murah, dan juga sulit untuk mengetahui pemilik nomor jika pemilik nomor tidak ingin memberitahukannya. Selain itu pihak-pihak yang memiliki akses ke SMSC juga dapat melakukan spoofing nomor SMS. Beberapa penyedia layangan SMSC di luar negeri bahkan juga dapat melakukannya. Sedangkan email jauh lebih accountable, karena memiliki header email yang berisi informasi jalur-jalur yang telah dilewati oleh email, jika ada keperluan hukum, maka pengadilan dapat dengan mudah mendapatkan log file untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Saya sama sekali tidak melihat bukti bahwa Roy Suryo mengerti apa yang ia bicarakan.

Yang menarik dari kejadian ini adalah bahwa Roy Suryo pernah menjadi konsultan fotografi pada acara perkawinan Eko. Roy Suryo juga adalah teman baik dari mertua Eko (koreksi dari Ananda).

Dari pembicaraan yang saya ketahui, ada gelagat bahwa Roy Suryo berniat untuk menggugat Eko ke pengadilan. Atas dasar apa saya tidak tau. Tetapi yang jelas Roy Suryo tidak memiliki bukti-bukti yang jelas. Ia terlalu cepat membuat kesimpulan dan asumsinya sudah salah sejak awal.

Terus terang saya tidak mengerti mengapa pakar gadungan ini selalu menjadi narasumber media massa. Dari ucapan-ucapannya dia tidak terlihat menguasai hal-hal yang berhubungan dengan teknologi informasi. Sebagai pelaku pada bidang teknologi informasi, saya sebenarnya tidak ingin proses disinformasi publik yang dilakukan oleh Roy Suryo terus berlangsung. Mudah-mudahan kejadian ini bisa menjadi hal yang dibutuhkan untuk menyadarkan publik dan media massa untuk tidak mudah percaya pada pakar gadungan ini.

222 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!