20 September 2004

Perjalanan Di SMA 3 Bandung

Posted under: at 20:03

Hari Sabtu kemarin, setelah mengunjungi kampus Unpas, saya bersama Dicky, Nugi, Jay, Ananda dan beberapa rekan dari Unpas pergi ke SMA 3 Bandung untuk menawarkan mereka untuk aktif dalam keorganisasian Klub Linux Bandung. Saya dan Nugi lulus dari SMA 3 tahun 95, Dicky tahun 96, sedangkan Jay tahun 91. Kesan pertama SMA 3 dari luar jauh lebih bagus dan lebih bersih daripada waktu jaman kami sekolah.

Setelah sampai di SMA 3, kami berniat untuk menghubungi OSIS. Hanya saja setelah kami kunjungi, mereka sedang sibuk rapat. Kami urungkan niat untuk mengganggu mereka dan memutuskan untuk mencari beberapa guru yang kami kenal baik. Kami coba untuk mencari Pak Vittry, Pak Roy (bukan Roy yang itu! hi Roy!), atau pak Yoyok. Setelah masuk ke ruang guru, kami tanya ke Pak Raekan (guru olahraga), Pak Raekan kemudian mengalihkan kami ke Pak Sunaryo (guru fisika), Bu Sundari (guru PMP), serta satu guru lagi yang tidak saya kenal. Dari mereka dapat kabar kalau Pak Vittry tidak ada di tempat. Dari Pak Sunaryo, kami juga mendapatkan kabar bahwa Pak Yoyok ternyata juga sedang berkumpul dengan anak-anak OSIS.

Tidak ingin mengganggu pihak-pihak yang sedang sibuk, kami meneruskan pencarian dengan menanyakan ke siswa secara random. Kebetulan sekali, anak yang ditanya ini ternyata adalah anggota KIT (Komputer Ilmiah Terpadu). Saya sendiri pernah menjadi ketua KIT pada sekitar tahun 1994 sedangkan Nugi juga adalah anggota KIT pada tahun yang sama. Sebelumnya saya sebenarnya sempat harap-harap cemas, “Apakah KIT saat ini masih ada? Jangan-jangan sudah tidak ada.” Mendengar jawaban siswa tadi perasaan saya langsung lega “Ternyata KIT masih ada dan punya kegiatan rutin”.

Siswa tadi (maaf saya lupa namanya) kemudian mengarahkan kami semua ke kelas 1-1 tempat pertemuan KIT yang juga kebetulan sedang berlangsung. Kelas itu pun kebetulan juga secara fisik adalah kelas saya 1-5 waktu saya kelas satu. Kondisi kelas jauh lebih baik daripada ketika saya masih sering di kelas itu. Single blackboard kini diganti dengan double whiteboard. Tidak ada lagi debu bekas kapur tulis yang sangat mengganggu pernafasan. Selain itu jendela juga dilengkapi dengan teralis. Biasanya teralis berfungsi untuk mencegah orang masuk, tapi sepertinya teralis ini berfungsi untuk mencegah orang keluar :). Kelas 1-5 saya dulu terkenal dengan lokasinya yang sangat strategis: siswa dapat dengan mudah kabur dengan loncat dari jendela.

Setelah sampai di kelas, saya diminta untuk maju ke depan mimbar. Saya yang belum siap apa-apa bercerita ala kadarnya. Saya bercerita kondisi KIT waktu jaman saya menjabat sebagai ketua, KIT adalah salah satu organisasi yang paling banyak peminatnya waktu itu. Saya juga menceritakan kondisi KIT yang sangat kekurangan komputer. Saya selingi juga dengan jauhnya perbedaan teknologi komputer waktu dulu dengan sekarang. Dicky kemudian membantu saya dengan menjelaskan apa itu Linux sesuai dengan misi semula kami datang.

Dari mereka saya ketahui bahwa KIT sempat vakum tahun sebelumnya. Anggota KIT kelas dua yang saat ini aktif cuma empat orang: satu ketua dan tiga wakil ketua. Sedangkan saya berbicara di depan sekitar 20 orang anggota KIT baru. Saya bersyukur dengan anggota yang sangat terbatas ini mereka masih punya niat untuk mengadakan regenerasi dan kegiatan rutin. Kegiatan rutin mereka langsungkan setiap hari Sabtu. Kegiatan dilakukan dengan cara pemberian materi dan kemudian pindah tempat ke laboratorium komputer untuk praktek. Berita buruknya adalah karena tahun lalu sempat vakum, maka markas KIT kini didiami oleh PMR. Mereka kini sedang mengajukan proposal untuk meminta tempat baru ke manajemen sekolah.

Setelah dari KIT, kami berniat untuk makan di kantin. Kondisi kantin sudah jauh berbeda dengan situasi kami dulu. Kini sudah jauh lebih bersih dengan lantai dan atap baru. Di kantin kami bertemu dengan tukang-tukang yang ternyata masih mengenal kami, padahal sudah hampir 10 tahun kami lulus dari tempat ini. Mang Aep bubur ayam bahkan masih mengenal saya dan gang 1-5 seperti Nano, Raka, Cooya, Ragil, Iman, Fanny dan tentu saja almarhum Zaki. Mang Aep bercerita bahwa kantin baru ini belum diresmikan dan baru akan diresmikan bulan depan. Mang Aep kemudian meneruskan bahwa sekolah menarik biaya ke tukang-tukang ini sebesar 2.5 juta rupiah, yang tidak bayar tidak diperkenankan untuk berjualan di kantin SMA 3. Mang Aep sendiri yang telah berjualan di SMA 3 sejak tahun 1978 mengaku tidak punya dana sebesar itu dan dia masih berada di lingkungan SMA 3 atas bantuan dari siswa-siswi SMA 3 sendiri.

Setelah sedikit banyak mengisi perut, saya mencoba untuk mencari Pak Yoyok, tapi ternyata beliau sepertinya sudah tidak ada di tempat. Mudah-mudahan lain kali saya bisa bertemu salah satu guru untuk mengenang masa lalu. Yang saya sayangkan dari suasana SMA 3 saat ini adalah bahwa kami sepertinya tidak dapat menemukan adanya alumni SMA 3 yang ‘berkeliaran’ di almamaternya. Padahal waktu jaman kami, sangat mudah menemukan alumni SMA 3 yang berkeliaran di lingkungan SMA 3, baik yang ada urusan dengan ekstrakurikuler, cuma nongkrong atau yang cari-cari ‘pemandangan’ :). Tetapi masih seperti jaman saya sekolah, kegiatan siswa tetap banyak. Hanya dengan berjalan dari depan sekolah sampai ke ruang OSIS yang saat ini ada di belakang, saya dapat melihat banyaknya aktivitas di lingkungan sekolah. Anak SMA 3 ternyata masih aktif dan kreatif seperti dahulu.

ps. Agenda lengkap kegiatan kami pada hari itu ditulis oleh Jay pada jurnalnya yang berjudul Lobbying Akhir Pekan.

23 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!