23 April 2005

Pengalaman Ber-Podcast

Posted under: at 00:32

Pada posting terakhir saya melakukan percobaan untuk membuat Podcast. Podcast ini adalah posting blog yang isinya berbentuk audio. Topik yang saya angkat pertama kali untuk Podcasting ini adalah pemilihan produk prosesor dan Gigahertz.

Untuk merekam Podcast, saya menggunakan aplikasi Sound Recorder pada PDA-phone SonyEricsson P900. Aplikasi ini membuat file audio WAV dengan algoritma kompresi GSM. Algoritma ini memiliki sampling rate 8KHz dan hanya baik digunakan untuk suara manusia. Rekaman suara saya selama 10 menit menghasilkan file audio sebesar 467 KB.

Setelah itu saya transfer file ini ke komputer saya dengan menggunakan IrDA. Selanjutnya saya konversi file tersebut ke dalam bentuk WAV tanpa kompresi dengan menggunakan perintah mplayer -ao pcm Sound\ recording.wav, perintah ini akan membuat file audiodump.wav pada direktori kerja.

Atas anjuran Boy, kemudian saya normalisasi file tersebut, perintah yang saya gunakan adalah normalize -g -3dB audiodump.wav. Langkah terakhir adalah mengkonversi file tersebut ke dalam format MP3 dengan menggunakan lame: lame -m m -q 0 -h -v -b 8 -B 32 --lowpass 3 --resample 12 audiodump.wav. Perintah ini akan membuat file audiodump.wav.mp3 dengan format MP3 VBR dengan bitrate antara 8-32 Kbps. Opsi lainnya yang penting adalah penggunaan low pass filter dengan frekuensi cut-off 3KHz dan pengubahan sampling rate dari 8 KHz menjadi 12 KHz. Pengubahan sampling rate ini penting karena sepertinya lame mengalami kesulitan untuk membuat MP3 berkualitas baik pada audio dengan sampling rate lebih rendah.

File MP3 yang dihasilkan berukuran 703 KB. Lebih besar daripada file WAV hasil rekaman pertama kali, tetapi MP3 jauh lebih universal dibandingkan WAV GSM. Selain itu MP3 adalah format audio umum, sedangkan GSM dikhususkan untuk suara manusia.

Saya sengaja berusaha untuk membuat file MP3 akhir sekecil mungkin berhubung kondisi koneksi Internet saya tidak begitu baik. Karena Podcast saya kali ini berbentuk 100% suara saya tanpa musik latar atau lainnya, maka file MP3 bisa sekecil ini. Untuk Podcast dengan iringan musik, mungkin cara parameter pembuatan file MP3 harus sedikit dimodifikasi supaya tidak banyak detil suara yang hilang.

Boy menganjurkan untuk melakukan penyuntingan dengan menggunakan program interaktif Audacity, tetapi saya lebih menyukai utilitas non-interaktif karena dengan demikian pembuatan Podcast akan dapat diotomatisasi.

Untuk membuat tag enclosure pada RSS feed di WordPress, saya hanya perlu untuk membuat sebuah tautan absolut ke file MP3 yang sudah saya upload. WordPress akan menangani pembuatan tag enclosure ini. Tetapi saya mendapatkan masalah jika saya menggunakan spasi dalam menamai berkas MP3 yang saya upload, untuk itu sebaiknya hindari penggunaan spasi pada nama berkas.

Salah satu visi masa depan saya untuk Podcasting adalah: Podcasting dapat dilakukan kapan dan dimana saja dengan menggunakan telepon selular. Audio ditransfer langsung ke server melalui teknologi selular. Setelah itu server akan memroses masukan audio menjadi format yang populer seperti halnya MP3 atau Ogg Vorbis.

Beberapa tautan Podcasting:

13 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!