4 July 2005

Mencari Legitimasi Penggunaan Software Bajakan

Posted under: at 14:29

Semenjak terjadinya sweeping yang dilakukan aparat kepolisian terhadap warnet-warnet di Indonesia, sepertinya sekarang sedang musim mencari pembenaran atas penggunaan perangkat lunak bajakan.

Yang pertama saya lihat adalah artikel di harian Kompas yang berjudul Pencuri Hak Intelektual, artikel yang membawa diskusi mengenai HAKI ini sampai jauh di luar konteksnya. Artikel ini sudah mendapat jawaban yang lugas oleh Ikhlasul Amal pada posting blognya yang berjudul Memutihkan Persoalan Hak Intelektual lewat Dalih Sejarah.

Yang kedua adalah posting dari Alpha Bagus Sunggono di berbagai mailing list. Posting tersebut beserta respon dari berbagai milis dapat kita lihat di blog milik Alpha. Kali ini yang menjadi dalih adalah isu matinya industri perangkat lunak dalam negeri.

Yang ketiga adalah surat pembaca di majalah Tempo yang berjudul ‘Razia Warnet’. Surat pembaca ini menyarankan untuk merevisi UU No. 19/2002 tentang hak kekayaan intelektual. Alasannya? Karena sistem operasi Microsoft Windows sudah mendarah daging di masyarakat.

Forum Masyarakat Pengguna Komputer Surakarta menggelar unjuk rasa untuk memprotes tindakan polisi yang merazia secara sepihak warnet dan penyewaan komputer di Solo, pekan lalu.

Ini dapat dijadikan momentum untuk mencermati pasal-pasal dari UU Hak Kekayaan Intelektual No 19/2002. Sebab, penggunaan sistem operasi Microsoft Windows memang sudah mendarah daging dalam segala aspek komputerisasi di Indonesia.

Ironisnya, pemerintah sendiri sama sekali tidak mampu mengakomodasi/menyediakan fasilitas yang memadai untuk kepentingan masyarakat berpenghasilan kecil dalam mencari wahana luar melalui Internet.

Yang tidak disadari oleh ketiga penulis tersebut adalah bahwa ada alternatif yang baik, legal dan murah daripada perangkat-perangkat lunak dari Microsoft yang begitu membudaya. Alternatif ini adalah perangkat lunak Open Source. Jika tidak mampu mengapa harus mengambil resiko menggunakan aplikasi Microsoft bajakan? Tidak perlu melegitimasi pembajakan perangkat lunak jika kita memiliki alternatif yang mudah dan kualitasnya kurang lebih sama.

Menurut saya yang menjadi ganjalan utama hanyalah faktor kebiasaan. Tetapi masalah kebiasaan ini sudah pernah kita hadapi beberapa kali. Jika kita pernah bermigrasi dari MS-DOS ke Windows 3.1, dari Windows 3.1 ke Windows 95, dan dari Windows 98 ke Windows XP, maka secara teori kita akan dapat dengan mudah bermigrasi dari Windows XP ke Linux dengan tingkat kesulitan kurang lebih sama dengan proses migrasi yang dilakukan sebelumnya.

Tetapi ternyata nyatanya tidak sesederhana itu. Orang lebih memilih melegitimasi pembajakan perangkat lunak ketimbang beralih ke perangkat lunak Open Source yang baik, murah dan legal. Mungkin masalahnya ada pada mindset? Orang berpendapat bahwa Microsoft Windows adalah ‘The Operating System’ yang terbaik. Mindset ini yang perlu kita buang jauh-jauh.

70 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!