19 August 2005

Ijasah Perguruan Tinggi Palsu

Posted under: at 00:53

Sekarang sedang marak diperbincangkan ijasah perguruan tinggi palsu. Pada tanggal 11 Agustus yang lalu, sebuah universitas fiktif bernama Institut Management Global Indonesia (IMGI) disidik oleh aparat kepolisian. Untuk memperoleh ijasah dari IMGI, seseorang hanya perlu membayar sejumlah uang tanpa perlu mengenyam pendidikan apapun.

Cara memperoleh ijazah palsu ini sangatlah mudah. Bagi yang berminat, tinggal menyetor duit sebesar Rp 10 juta (gelar S1), Rp 15 juta (gelar S2), dan Rp 25 juta (gelar S3).

Dana disetor ke kantor cabang IMGI di Ruko Rawa Sragen, Ceger, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) atau dapat juga menyerahkan dana. Jika setor ke kantor pusat IMGI lantai II kamar 203 di Century Tower, ongkosnya bisa lebih murah. Biayanya Rp 1,5 juta (S1), Rp 2,5 (S2) dan Rp 5 juta (S3).

Bahkan mantan wakil presiden Hamzah Haz dan mantan Kapolri dikabarkan juga memiliki ijasah palsu dari lembaga yang berbeda. Berita ini bahkan sempat heboh pada sekitar tahun 2001 walaupun saat itu belum terlihat tindak lanjutnya.

It doesn’t sound too big an ask of this former investment minister who puts “Dr” in front of his name. Except that the Vice-President’s doctorate is a fake, conferred by an American university that does not exist and Indonesian education officials are trying to suppress its operations.

His alma mater, the American World University, has an office in Jakarta’s main street, Jalan Sudirman, in a ramshackle low- rise compound nestled between skyscrapers. It shares the premises with several cheap outdoor restaurants as well as the American Institute of Management Studies, the Senior University and the American Global University all of whose degrees are worth less than a plate of nasi goreng.

Baca selengkapnya pada thread yang bersesuaian di Forum Centrin.

Tulisan mengenai “American World University” pada Wikipedia lebih menarik lagi.

American World University (AWU) describes itself as an “institution of post-secondary education.” It has no physical campus. It purports to offer a college education and awards college degrees, but authorities in the United States generally consider it to be a diploma mill. As of November 2004 it was offering a doctorate program for $1600 as a “holiday special.”

Founded in 1990 by Maxine Asher, AWU operated out of an Iowa City, Iowa office until 2000, when an increase in Iowa standards for post-secondary institutions forced it to relocate to Pascagoula, Mississippi. Asher herself is based in California.

American World University is not officially accredited by any institutional accrediting body recognized by the United States Department of Education. It is listed as an accredited university by the World Association of Universities and Colleges [1], an organization that is also run by Maxine Asher.

As part of its services, AWU claims to offer people the opportunity to earn college credits based on work and life experience, and to take courses at home through distance education. However, some dispute AWU’s claim that they provide legitimate academic services. John Bear, the author of Bear’s Guide to Earning Degrees through Distance Learning, said of AWU, “Academically, there’s nothing there.”

Operasi penertiban universitas palsu yang dilakukan polisi kali ini tidak menargetkan American World University, melainkan Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI) yang berafiliasi dengan North California Global University. Dari pencarian dengan menggunakan Google, saya hanya dapat menemukan situs web NCGU yang sangat tidak meyakinkan pada alamat http://www.northern-cgu.com, itu pun terletak pada halaman akhir pencarian Google tersebut. Sisanya adalah berita penertiban aparat terhadap NCGU serta profil tokoh-tokoh yang dengan bangganya memuat gelar NCGU sebagai salah satu portfolionya. Selain itu ada juga surat edaran dari Dirjen Dikti:

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga Informasi Fasilitas Indonesia (LIFI) qq. Northern California Global University adalah penipuan, karena mereka melakukan penjualan gelar yang pada akhirnya justru menyebabkan kemerosotan pendidikan nasional. Pihak Ditjen Dikti sudah melarang lembaga tersebut untuk beroperasi, bahkan pihak Ditjen Dikti telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk menertibkan lembaga semacam itu. Tindakan yang dilakukan oleh lembaga semacam LIFI jelas sangat menganggu proses pendidikan nasional dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

Maklumat tersebut dimaksudkan untuk menjawab surat pembaca di Harian Kompas tanggal 5 Mei 2002 yang berjudul Kelas Jauh dan Gelar:

Gelar kesarjanaan yang diperoleh dari hasil pendidikan tinggi khususnya diperoleh dengan mengikuti waktu perkuliahan paling cepat untuk S-1 selama 4 tahun (8-9 semester), untuk S-2 paling sedikit 2 tahun (4 semester).

Ironisnya, Lembaga Informasi Fasilitas Indonesia (LIFI) QQ Northern California Global University yang beralamat di Jalan Radar Auri No 15, Mekarsari, Cimanggis, Depok, pada tanggal 24 Maret 20002 telah mewisuda para sarjana dengan gelar profesor, doctor, master, bachelor bertempat di Bali Room Hotel Indonesia.

Hasil rekrut (panggilan wisuda dari lembaga tersebut) kepada beberapa peserta yang dipanggil beberapa hari sebelum diwisuda, termasuk saya, memperoleh surat penawaran dengan dipersilakan memilih gelar yang dimaksud. Setelah mengadakan kontak melalui telepon dengan lembaga tersebut, peserta dipungut biaya untuk ijazah, transkrip nilai, disertasi, dan toga. Untuk tingkat S-1 sebesar Rp 7.500.000, S-2 sebesar Rp 8.500.0000, dan S-3 sebesar Rp 12.500.000.

Pada tahun 2003, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) juga pernah membuat maklumat yang berisi himbauan kepada masyarakat untuk menghindari penawaran pendidikan yang tidak jelas.

Masyarakat dimohon agar mewaspadai dan berhati-hati terhadap berbagai tawaran pendidikan tinggi yang bercirikan sebagai berikut:

  1. Menawarkan berbagai macam gelar dari luar negeri, atau gelar-gelar dari lembaga yang menggunakan nama asing seperli halnya : Harvard International University, World Association of Universities and Colleges, American World University, Northern California Global University, Edtracon International Institute, Institute of Business & Management “Global”, American Management University, American Global University, American International Institute of Management and Technology, Jakarta Institute of Management Studies (JIMS), Distance Learning Institute (DLI), AIMS School of Business Law, Washington International University, American Institute of Management Studies, International Distance Learning Program (IDLP), San Pedro College of Business Administration, Kennedy Western University, University of Berkeley, Berkeley International University, American Genesco University, Chicago International University, dan lain-lain.

  2. Menawarkan berbagai macam kemudahan seperti halnya alih kredit, mahasiswa pindahan, keringanan SPP, pembebasan SPP, beasiswa, kuliah jarak jauh, program ekstensi, kuliah mandiri, jaminan wisuda, pemendekan lama studi, dan kemudahan lain yang sejenis.

  3. Menawarkan berbagai program yang berbeda dengan kaidah dan norma pendidikan tinggi sepenti halnya kelas paralel, kelas jauh, program kerjasama, kelas akhir pekan, kelas eksekutif, program yang dipadatkan/dimampatkan, ujian persamaan dan bentuk lain yang sejenis.

Untuk mencegah terjadinya kekecewaan masyarakat terhadap mutu dan legalitas pendidikan tinggi, maka anggota masyarakat diharapkan agar:

  1. Mencari informasi langsung ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan/atau Koordinator Kopertis Wilayah setempat tentang status program studi/lembaga pendidikan tinggi.

  2. Mencari informasi langsung ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tentang peringkat akreditasi program studi lembaga pendidikan tinggi.

  3. Untuk memudahkan perolehan informasi tersebut di atas, maka dapat pula dilakukan dengan membuka website http://dikti.org dan http://www.ban-pt.net

Sayangnya, domain ban-pt.net sudah kadaluwarsa dan saat ini dikuasai oleh spekulan domain. Walaupun demikian, situs web Dikti masih memuat informasi mengenai daftar perguruan tinggi yang legal tersebut.

Perkembangan berita dari detikcom:

34 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!