25 January 2006

Ubuntu Linux, Bea Cukai, dan Kantor Pos

Posted under: at 01:45

Ubuntu Linux adalah sebuah distribusi Linux yang sangat populer akhir-akhir ini. Selain karena mudah digunakan dibandingkan distribusi-distribusi lainnya, Ubuntu menjadi populer juga karena mereka membagi-bagikan CD dengan gratis ke seluruh dunia, termasuk juga ke Indonesia.

Untuk mendapatkan CD Ubuntu dengan gratis, kita hanya perlu mendaftar ke situs shipit.ubuntu.com. Setelah itu pihak Ubuntu akan mengirimkannya ke tempat anda. Masalah biasanya timbul ketika harus mengklaim CD tersebut di kantor pos. Terkadang kantor pos tidak mau melepas CD tersebut, memungut biaya tambahan baik resmi maupun tidak resmi, meminta penjelasan dan sebagainya. Walaupun tentunya ada juga yang dapat memperoleh CD tersebut tanpa harus memberi ‘sajen’ kepada petugas kantor pos. Yang jelas, reaksi petugas kantor pos sangatlah bervariasi! Mungkin tergantung pada karisma, faktor muka, persepsi usia, penampilan, ‘kedalaman’ kocek, pasang surut air laut atau posisi bulan dan bintang pada saat itu.

Berikut adalah ringkasan pengalaman rekan-rekan lain dalam mengklaim CD Ubuntu hasil pencarian di Internet:

Muhammad Rendra: Petugas pos menagih Rp 66 ribu, jika tidak dibayar maka paket akan dikembalikan. Rendra juga menyediakan berkas audio MP3 hasil percakapan dengan petugas kantor pos ;).

Kurnia Ramadhan: Tidak ada masalah. Bahkan Kurnia tidak perlu repot-repot mengambil ke kantor pos, petugas pos yang mengantarkan paket tersebut sampai ke rumah Kurnia.

Maseko: Kantor pos mengenakan biaya Rp 7000.

KodokHunt: Kantor pos mengenakan biaya Rp 231.705 + Rp 7.000. Karena terlalu mahal, paket ini tidak ditebusnya.

Ech: Pertama kali kantor pos mengantar sampai ke rumah. Tetapi yang kedua kali, paket harus diambil ke kantor pos dengan biaya Rp 45 ribu.

Awan: Paket diambil dari kantor pos dengan biaya Rp 50.860. Yang menarik, di kantor pos yang sama ada juga paket CD dari Belanda yang biaya penebusannya Rp 900 ribu lebih, entah apa itu CD Ubuntu atau bukan.

Jay: Paket harus diambil ke bea cukai dengan pajak Rp 200 ribu. Uniknya, Jay ditawari ‘transaksi’ di bawah tangan oleh petugas bea cukai dan pos yang korup.

Obot: Tadinya disuruh membayar Rp 50 ribu+, tetapi setelah perjuangan yang berat dan melelahkan di dalam kantor yang penuh suasana korup, Obot berhasil mendapatkan paketnya tanpa biaya.

Ricky: Tak ada masalah, paket dikirim langsung ke rumah.

RMS46 memiliki intisari beberapa pengalaman rekan-rekan dalam mengklaim CD Ubuntu.

Jaya: Diantar dan cuma membayar Rp 7000. Tetapi temannya tidak bernasib lebih baik. Dalam kuitansi yang harus dibayar adalah Rp 7000 tetapi petugas pos tak segan-segan meminta Rp 1 juta lebih.

Okto: hanya perlu membayar Rp 7000.

Benny Chandra: Paket diambil di kantor pos dan dikenai bea Rp 7000.

Amal: Paket dikirim oleh petugas pos langsung ke pintu kantor. Biaya yang harus dibayarkan adalah Rp 7500.

Dudi Gurnadi: Paket dikirim oleh petugas pos dan sama sekali tidak ada biaya tambahan yang harus dibayarkan.

Aveo: Paket ditahan oleh bea cukai atau kantor pos sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan RI no. 05/M-DAG/PER/4/2005. Uniknya, petugas mengatakan bahwa ini akibat kesepakatan Deperindag dengan Microsoft.

Asli: Diharuskan membayar Rp 125 ribu karena petugas bea cukai memperkirakan harga CD tersebut Rp 500 ribu.

Aboen: Oleh kantor pos diharuskan membayar Rp 900 ribu lebih. Akhirnya paket ditolak dan dikembalikan ke pengirim oleh kantor pos. Sedangkan pada kesempatan kedua, Aboen hanya perlu membayar Rp 3000.

Ada yang punya pengalaman lain dalam mengklaim CD Ubuntu?

133 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!