6 February 2006

Roy Suryo di Edisi Perdana bz!

Posted under: at 16:40

Pada edisi perdananya, bz! –sebuah e-zine dari komunitas Blogfam– mencoba untuk mewawancarai Roy Suryo. Berikut adalah beberapa cuplikan beserta komentar dari saya ;):

Quote of the day:

“Ada kecenderungan bahwa kalau tidak membuat blog yang menjelek-jelekkan orang lain, maka itu bukan blog,” katanya.

Hah? :O

Bisa mirip blog atau beda sama sekali. Blog ini kan sama saja dengan personal website, tapi kemudian bentuknya berkembang dan dianggap sebagai sesuatu yang sama sekali baru. Menurut saya tidak! Itu yang saya sebut dengan sesaat. Jadi artinya satu trend itu akan berkembang dari satu saat ke saat lain dan dia akan terus termodifikasi, akan terus berubah.

Dengan definisi tersebut, artinya praktis hampir semua hal adalah tren sesaat™. Bandingkan dengan ucapan aslinya: “Tanpa bermaksud menghalangi rekan-rekan yang masih saja mau percaya kepada tren sesaat tersebut, saya hanya ingin tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan.” Dalam wawancara yang sama Roy juga secara implisit mengatakan bahwa surat, SMS, faksimili, homepage, email juga adalah tren sesaat yang seharusnya tidak dipercayai begitu saja :O.

Ingin merevisi ucapan anda tetapi tidak ingin terkesan menelan ludah sendiri? Maka ubahlah definisi dari kata-kata yang telah anda ucapkan tersebut.

Tambahan: bagi yang belum mengetahui asal mula istilah ‘tren sesaat’, silakan baca artikel Friendster dan Blog Palsu di Rangkuman Roy Suryo Watch.

Coba masuk ke IDGMAIL. Itu di sana ada alamat yang panjang sekali. Misalnya priaberkupluk@gmail, ada priayangbersahaja atau akutidakinginhidupsusah@gmail dan lain sebagainya sehingga satu orang punya dua, tiga, empat, lima alamat email yang berbeda dan orang tidak menganggap identitas pribadi itu sebagai hal yang penting. Ini yang sekarang berjalan dan terjadi di Indonesia.

Ah, ternyata selama ini dia masih saja mempermasalahkan identitas email yang tidak sama dengan nama aslinya. Masih untung dia tidak membahas aspek ‘gratisannya’. Roy Suryo pun ikut milis ID-Gmail, tetapi rasanya tidak menggunakan email aslinya. Mungkin Roy harus subscribe ulang dengan email roy@indo.net.id? :)

Itu yang menyebabkan kami -artinya tidak hanya saya ya, karena ada teman-teman dari ICT Watch seperti Mas Doni Budi Utoyo, Mas Heru Nugroho dan beberapa kawan lain yang tidak ingin generasi muda kita kemudian ikut dengan hal semacam ini.

Wah wah… lagi-lagi mencatut nama orang lain :(.

Yang saya lihat, fenomena blog di Indonesia, kalau mereka meng-quote pendapat dan tidak seragam, itu kemudian menyebabkan dia di asingkan. Itu saya lihat di beberapa blog. Misalnya, sebut saja tokoh-tokoh blog di Indonesia, apakah itu Enda, Priyadi, Jay atau yang lainnya, itu kalau ada suatu pendapat tidak di quote dengan pendapat dia dan tidak mengquote juga pendapat yang lain dia kemudian dikatakan basbang atau basi banget lah atau istilahnya akan di basbang kan atau diasingkan, maka yang terjadi adalah orang jadi takut ke situ. Akhirnya orang mau nggak mau masuk ke situ harus menghujat. Padahal lucunya mereka tidak mau menutupi kebohongan yang sempat terjadi.

Hah? :O:O:O Kapan saya menyuruh menghujat?

Basbang (basi banget) itu kalau ada yang mengirim berita yang hampir semua anggota milis sudah tahu beritanya. Kalau ada yang mengirim berita “Eh, sudah tau ngga kalau Roy Suryo itu suka asal ngomong”, nah! itu baru Basbang.

Contohnya lagi di blognya Jay. Di postingnya terakhir dia menulis awal tahun ini dia pakai Sony Erickson P900. Mungkin bagi sebagian orang itu dianggap kuno karena itu sudah dua tahun lalu. Tapi itu kan hak dia untuk menulis dan tidak mengenai orang lain. Kecuali misalnya dia menjelekkan Sony Erickson atau lainnya, itu pertanggung jawaban pribadi dia karena sudah menyentuh hal di luar diri dia pribadi.

Terjemahan: menjelek-jelekkan pihak lain di blog itu tidak boleh, tetapi menjelek-jelekkan pihak lain di media massa seperti yang beberapa kali Roy lakukan itu diperbolehkan.

Terjemahan kedua: punya ponsel keluaran dua tahun yang lalu adalah kuno, tetapi punya mobil keluaran puluhan tahun yang lalu itu tidak kuno :).

Jadi anonym atau tidak itu menurut saya juga tergantung kepada apa inti yang dia kemukakan. Kalau inti yang dia kemukakan itu sesuatu yang sifatnya positif, saya kira orang bisa berlindung di balik anonimitas.Atau dia misalnya tidak ingin informasi itu kemudian menjerat diri dia pribadi, itu boleh.

Terjemahan: RoySuryoWatch itu tidak boleh karena sifatnya ‘negatif’, tetapi eks RoySuryoWatchWatch itu diperbolehkan karena sifatnya yang ‘positif’ :).

Dulu saya juga punya personal website. Tapi sekarang saya pikir untuk Indonesia dengan penduduk 220 juta jiwa dan pengakses internet sampai sekarang menurut data dari APJII hanya mencapai 11,5 juta, saya mungkin memilih menggunakan media yang lain. Itu cara saya mengedukasi – maaf kalau kesannya terlalu tinggi – atau cara saya cerita suatu teknologi kepada masyarakat, misalnya melalui media massa. Cara saya seperti itu.

Menurut saya alasannya bukan itu. Roy ketakutan setengah mati dengan peer review yang berlangsung secara instan dan terus menerus sejak sebuah informasi dipublikasikan. Usaha-usaha untuk mengoreksi informasi tak berdasar dari Roy Suryo sudah berlangsung sejak dulu di berbagai media. Tetapi hanya melalui media Internet –dan blog pada khususnya– usaha ini baru membuahkan hasil.

Tulisan lengkap dari wawancara ini dapat dibaca di situs bz!. Salam sukses untuk tim bz!

121 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!