Roy Suryo di Edisi Perdana bz!
Pada edisi perdananya, bz! –sebuah e-zine dari komunitas Blogfam– mencoba untuk mewawancarai Roy Suryo. Berikut adalah beberapa cuplikan beserta komentar dari saya
:
Quote of the day:
“Ada kecenderungan bahwa kalau tidak membuat blog yang menjelek-jelekkan orang lain, maka itu bukan blog,” katanya.
Hah? ![]()
Bisa mirip blog atau beda sama sekali. Blog ini kan sama saja dengan personal website, tapi kemudian bentuknya berkembang dan dianggap sebagai sesuatu yang sama sekali baru. Menurut saya tidak! Itu yang saya sebut dengan sesaat. Jadi artinya satu trend itu akan berkembang dari satu saat ke saat lain dan dia akan terus termodifikasi, akan terus berubah.
Dengan definisi tersebut, artinya praktis hampir semua hal adalah tren sesaat™. Bandingkan dengan ucapan aslinya: “Tanpa bermaksud menghalangi rekan-rekan yang masih saja mau percaya kepada tren sesaat tersebut, saya hanya ingin tidak ada lagi yang menjadi korban penipuan.” Dalam wawancara yang sama Roy juga secara implisit mengatakan bahwa surat, SMS, faksimili, homepage, email juga adalah tren sesaat yang seharusnya tidak dipercayai begitu saja
.
Ingin merevisi ucapan anda tetapi tidak ingin terkesan menelan ludah sendiri? Maka ubahlah definisi dari kata-kata yang telah anda ucapkan tersebut.
Tambahan: bagi yang belum mengetahui asal mula istilah ‘tren sesaat’, silakan baca artikel Friendster dan Blog Palsu di Rangkuman Roy Suryo Watch.
Coba masuk ke IDGMAIL. Itu di sana ada alamat yang panjang sekali. Misalnya priaberkupluk@gmail, ada priayangbersahaja atau akutidakinginhidupsusah@gmail dan lain sebagainya sehingga satu orang punya dua, tiga, empat, lima alamat email yang berbeda dan orang tidak menganggap identitas pribadi itu sebagai hal yang penting. Ini yang sekarang berjalan dan terjadi di Indonesia.
Ah, ternyata selama ini dia masih saja mempermasalahkan identitas email yang tidak sama dengan nama aslinya. Masih untung dia tidak membahas aspek ‘gratisannya’. Roy Suryo pun ikut milis ID-Gmail, tetapi rasanya tidak menggunakan email aslinya. Mungkin Roy harus subscribe ulang dengan email roy@indo.net.id? ![]()
Itu yang menyebabkan kami -artinya tidak hanya saya ya, karena ada teman-teman dari ICT Watch seperti Mas Doni Budi Utoyo, Mas Heru Nugroho dan beberapa kawan lain yang tidak ingin generasi muda kita kemudian ikut dengan hal semacam ini.
Wah wah… lagi-lagi mencatut nama orang lain
.
Yang saya lihat, fenomena blog di Indonesia, kalau mereka meng-quote pendapat dan tidak seragam, itu kemudian menyebabkan dia di asingkan. Itu saya lihat di beberapa blog. Misalnya, sebut saja tokoh-tokoh blog di Indonesia, apakah itu Enda, Priyadi, Jay atau yang lainnya, itu kalau ada suatu pendapat tidak di quote dengan pendapat dia dan tidak mengquote juga pendapat yang lain dia kemudian dikatakan basbang atau basi banget lah atau istilahnya akan di basbang kan atau diasingkan, maka yang terjadi adalah orang jadi takut ke situ. Akhirnya orang mau nggak mau masuk ke situ harus menghujat. Padahal lucunya mereka tidak mau menutupi kebohongan yang sempat terjadi.
Hah? ![]()
![]()
Kapan saya menyuruh menghujat?
Basbang (basi banget) itu kalau ada yang mengirim berita yang hampir semua anggota milis sudah tahu beritanya. Kalau ada yang mengirim berita “Eh, sudah tau ngga kalau Roy Suryo itu suka asal ngomong”, nah! itu baru Basbang.
Contohnya lagi di blognya Jay. Di postingnya terakhir dia menulis awal tahun ini dia pakai Sony Erickson P900. Mungkin bagi sebagian orang itu dianggap kuno karena itu sudah dua tahun lalu. Tapi itu kan hak dia untuk menulis dan tidak mengenai orang lain. Kecuali misalnya dia menjelekkan Sony Erickson atau lainnya, itu pertanggung jawaban pribadi dia karena sudah menyentuh hal di luar diri dia pribadi.
Terjemahan: menjelek-jelekkan pihak lain di blog itu tidak boleh, tetapi menjelek-jelekkan pihak lain di media massa seperti yang beberapa kali Roy lakukan itu diperbolehkan.
Terjemahan kedua: punya ponsel keluaran dua tahun yang lalu adalah kuno, tetapi punya mobil keluaran puluhan tahun yang lalu itu tidak kuno
.
Jadi anonym atau tidak itu menurut saya juga tergantung kepada apa inti yang dia kemukakan. Kalau inti yang dia kemukakan itu sesuatu yang sifatnya positif, saya kira orang bisa berlindung di balik anonimitas.Atau dia misalnya tidak ingin informasi itu kemudian menjerat diri dia pribadi, itu boleh.
Terjemahan: RoySuryoWatch itu tidak boleh karena sifatnya ‘negatif’, tetapi eks RoySuryoWatchWatch itu diperbolehkan karena sifatnya yang ‘positif’
.
Dulu saya juga punya personal website. Tapi sekarang saya pikir untuk Indonesia dengan penduduk 220 juta jiwa dan pengakses internet sampai sekarang menurut data dari APJII hanya mencapai 11,5 juta, saya mungkin memilih menggunakan media yang lain. Itu cara saya mengedukasi - maaf kalau kesannya terlalu tinggi - atau cara saya cerita suatu teknologi kepada masyarakat, misalnya melalui media massa. Cara saya seperti itu.
Menurut saya alasannya bukan itu. Roy ketakutan setengah mati dengan peer review yang berlangsung secara instan dan terus menerus sejak sebuah informasi dipublikasikan. Usaha-usaha untuk mengoreksi informasi tak berdasar dari Roy Suryo sudah berlangsung sejak dulu di berbagai media. Tetapi hanya melalui media Internet –dan blog pada khususnya– usaha ini baru membuahkan hasil.
Tulisan lengkap dari wawancara ini dapat dibaca di situs bz!. Salam sukses untuk tim bz!
wah, paranoid ini mah namanya nih.
atau mengidap blogophobia kali ya si rs?
selfdefence! look whos talking know!

hidup roy suryo !!!…
Ngga ngerti sama Om Roy ah.. sekali omdo pasti tetap omdo.. ngga pernah berhenti..
Terimakasih Om Pri udah mengulas arti BASBANG..

Woy.. roy..
walah walah…
makin bikin malu almamater aja nih om Roy…
Kutip kata-kata gue ini penuh wisdom dan kebijaksanaan: Hidup ini hanya trend sesaat!
kwkwkwkw lagi” mas roy, basbus bgt mas (kikikiki)
YA SAYA?
Hi Roy!™
Si Om basbang™ ih
Setuju ama Om Enda, hidup ini trend sesaat™
Sisi positifnya. Ni orang punya prinsip dan nggak mudah digoyahkan. [entah bener po nggak prinsipnya]
jrit… gw ngakak!
Yang penting masyarakat
Dari transkrip wawancara yang terpajang di blogfam, ada beberapa hal yang mengganjal saya. Salah satunya adalah adanya standar ganda atau bahkan standar yang kabur, yakni soal anonimitas. Hanay saja di sini kemungkinan saya agak kurang bisa menyampaika…
Hidup ohm KeRMiT™
hidup emang trend sesaat™
nongol di media juga trend sesaat™
jadi pakar juga trend sesaat™
mencerdaskan masyarakat
Dengan dunia cyber yang makin majemuk, wajar kok kalau sumber info makin terdiversifikasi, dan juga wajar kalau website berubah jadi weblog. So, tolong ganti alamat weblogku yach, dari kun.co.ro/catatan ke kun.co.ro saja.
baru tau gw artinya basbang…tadi gw pikir salah tulis dari bangbas
yang ngetop itu 
Hihihi, Roy bikin daftar nominasi tokoh blog ya? Sebenarnya arti quote yang dipahami oleh Roy itu apa sih? Quote dan Basbang itu tidak terkait satu sama lain. Quote adalah sebuah bentuk penghargaan terhadap kata/kalimat yang diucapkan/dituliskan oleh orang lain, sedangkan basbang adalah menebar informasi lawas di sebuah komunitas yang progresif menerima informasi mutakhir.
ah, ayuk berhenti ngeblog yuk

Asik euy bahas si Om lagi…
Makin seru dech…
Hi Woy…
Eeeh… hmmm… haa… hummm….
Tampaknya memang blog itu tren sesaat.
Tahun lalu baru jadi tren, sekarang udah status quo.
Sebenernya bakal asik kalau roy punya website jadi kalau lagi nulis tentang dia bisa langsung nge link ke situs dia. tapi nggak mengedukasi masyarakat ya?

salah ora salah, pokoke ngene… ngono kan roy?
seharian bad mood di kantor, malem ini mbaca cerita tentang roy suryo lagi, aaahhhhh… bener2 refreshing, bisa senyam senyum lagi hihihi
hehehh seandainya beliau mau coba profesi baru: pelawak, mungkin bisa cepet kaya kali ya?
PERTAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
(Dasar gelo siah)
Ry Hoy!™ Yuck Fou!™
Qoute itu…….
Basbang itu…..
Asbun(asal bunyi) itu lebih kejam dari cokbun….
kalo punya website pribadi yang sering di update pastilah untuk menghapus /merevisi karena semua yang ditulis si OM hanya trend sesaat(TM)
merevisi -> kena polisi EYD gak yah
Jay: mungkin om RS ketlisut antara quote dan equal? atau mungkin yang ada di pikirannya adalah ‘mengamini’ atau ’setuju’?
udah pernah di giniin blm si om Roy?
pernah merhatiin ga???
klo dia lagi bawain e-lifestyle suka dilalerin
Hi Roy! ™

Ternyata membahas ID-GMAIL juga
Mungkin dia gag tahu kalau istilah-istilah di ID-gmail itu berbeda jika dipergunakan di luar kampung gajah.
*kembali ke kampung*
Enaknya.., nambah rame sekali lagi ah!
. Kanrepottt…. (kategori basi ngga sih ?, ngga kan?
). Ah balada si Roy.. *dadah..*
Bicara basbang….
Ada blog dari kolumnis yang pernah mangkal di republika, tempo, koran tempo dll, sekarang asyik ikutan juga ngeblog, tepatnya di wwwpenaorg. Seepertinya masnya ini kurang nyaman dengan yang di sini wwwpenajuga. Cuman sayang, ngasih komennya kudu login
om pri ngomentarinnya yg beda pendapat aja ya? kok sanggahan mulu komentarnya? ayolah.. jangan dari satu sisi aja.
terlepas dari om roy ngeles ato ngga, tp banyak poin2 menarik yang baik tuk diperhatikan. misalnya tentang tanggung jawab dan makna dari sebuah kebebasan.
haiyah, salah tulis..
:s/tp banyak/ada/
#34: mungkin, tapi kalau soal tanggung jawab dan kebebasan kan sudah dibahas habis2an waktu itu. lagi pula intinya ‘obvious’, gak banyak yang bisa dibahas lagi di situ.
rasanya garis besarnya semua pasti setuju kalau ngeblog itu bebas tapi harus bertanggung jawab. tapi detilnya jelas gak seperti yang roy katakan. masa komplain tentang sonyericsson di blog aja gak boleh
.
10 seconds of
, but he’s so
that I become 
hi oy!
#36 sebenarnya “dia” sedang mendefinisikan “basbang”, kali
kok kampong homo yg slalu bilang nunggeng gak disebut yah
hi kang Roy
Apa definisi “sesaat” ?
Apakah blog akan terus populer sepanjang segala masa ?
Mungkin di tahun 2100, munjul media jenis baru. Pada “saat” itu orang akan bilang “Tuh kan! Apa yang Roy Suryo bilang, blog itu cuma trend sesaat! Sekarang sudah bukan zamannya blog!”
Atau hal ini tidak bakal terjadi ?
#40: kalau 100 tahun itu ’sesaat’ berarti hidup kita juga ’sesaat’. kalau memang itu yang dimaksud roy dengan sesaat, artinya dia bicara bukan dengan bahasa indonesia yang saya kenal
.
Pindah Blog dan Lagi² Roy Suryo
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…
Setelah melalui perjuangan yang berat, penantian panjang, dan harap-harap cemas akibat malas, akhirnya…
TARA!!!!!
Aku berhasil mindahin blogku! Bye-bye blog gratisan™
…
#41 Makanya saya tanya apa artinya “sesaat” ?
100 tahun di atas cuma contoh. Bisa saja 1 tahun ? 5 tahun ? 10 tahun ?
Memang benar bahwa sesaat bisa diartikan sebagai sebentar (tidak lama, dalam hitungan waktu). Tapi, berapa lama dalam konteks sebuah “trend” ?
Atau mungkin sesaat di sini tidak diartikan sebagai satuan waktu ? Tapi diartikan “tidak selamanya” ?
Siapa tahu si Roy ini sedang berpuisi
PS: Hidup kita juga cuma “sesaat”, yang bisa berupa arti kiasan bahwa kita tidak hidup selamanya
kalo dia bisa tau ttg priaberkupluk… berarti dia masuk IDGMail juga kan?
#43 Yakin ?
ya
huaa…ha…ha…ha Ryo..Ryo
…sesaat…uuuh
Kemarin baca sekilas kayaknya roy udah banyak belajar dari kejadian2 di masa lalu. Aku pikir, 4-5 tahun lagi komunitas IT bisa bekerja sama dengan RSuntuk menyebarluaskan IT ke masyarakat. Mengingat RS memang pinter ngomong (walaupun kadang2 masih ngaco), memiliki banyak waktu luang, dan suka tampil di media.
Tapi sepertinya, perjalanan beliau masih cukup panjang sebelum bisa berdamai dengan komunitas blog.
Bagaimanapun, ini adalah usaha yang bagus dari Blogfam untuk berdialog dengan RS.
Homok2 ID_GMAIL, kapan kita bisa berdialog dengan RS tanpa ‘memandang rendah’, tapi lebih melihat RS sebagai aset IT untuk mengkomunikasikan ke masyarakat.
Ah, tapi 4-5 tahun lagi? kayaknya kurang deh
Speachless™
#jay : Kayaknya quote yang dimaksudkan RS adalah SKRINSYUT
(TAO ID-GMAIL no 7 :Tanpa Skrinsyut adalah Basbang)
soal dia dilalerin di tv, memang bau busuk tidak bisa ditutup-tutupi.
soal memandang rendah dia, lha itu kan sesuatu yang timbal balik. lihat hasil wawancara dia, masih juga merendahkan orang lain. gimana caranya menghormati orang yang falsafah hidupnya seperti itu?
aneh, untuk seseorang yg mengatakan blog adalah trend sesaat, dia jelas cukup (sangat) mengikuti trend sesaat tsb dari waktu ke waktu ya..
ato baru2 ini aja, biar gak dibilang ketinggalan trend?
ROY SURYO IS THE VILLAIN OF THIS STORY

Hi Roy!™
heru nugroho yang dicatut itu, sosiolog aliran posmodern bukan? baru tau kalo dia nguruus ICT..*eneg sama kermit*
ngomong-ngomong, Om Roy udah numgging belom di ID-Gmail



DBU = Doni Budi Utoyo ?
Wah, memangnya kenapa klo trend sesaat bukankah internet mulai ada 1989, dan kata Buckminster fuller bahwa trend sesaat itu yang menguntungkan, bisa dikatakan idola masa itu, bisa dikatakan perkembangan internet berasal dari rangkaian trend sesaat, yang terus hidup tapi jadi biasa saja tidak ngetrend lagi. misalnya email dulu ngetrend sekali mungkin sekarang masih nantinya juga biasa saja, tapi karna dibutuhkan ya hidup walaupun tidak ngetrend.
ya, saya?
eh, gw kan bukan anonim…!!!
sering kopdar malah! (dulu)
sekarang mah, jadi jarang kopdar…!
hihihi…
hi roy!
#36: ya emang itu sesuatu yang umum dan seharusnya orang tau. tapi kayanya ngga semua orang menyadari.
berhubung blog om pri ini populer, knp gak ngingetin lagi.. itu maksud gw..
kalau gw jd roy,, “egp (emang gw pikirin) cuih2″ dengan komentar2 kalian…
btw blogger lg down ya…
…and the war continue…
ah… lagi-lagi si bapak itu…
bosen ahhh….
ROY NONGGENG LUUU…. *gajah style*
btw, tonggengan roy itu isinya kan tren sesaat semua
Asiiiikk!!
Jujur terharu ngutip tulisan Enda “Hidup ini hanya trend sesaat” justru karena sesaat itulah harus diisi sesuatu yang manfaat Insya Allah .. so kalau Blog hanya trend sesaat ayoo ngeblog sebanyak mungkin agar manfaat bagi orang lain !!! sigh !!! new come sih gue
nambah aja ah….
males baca,

ngisi komen aja
Ini comment-nya gak bisa pake acara kupi paste ya ??
Pri !!!! benerin atuh !
*gak ngumpet*
Eh tapi gw ada setujunya juga dengan (salah satu) poin dia. Anonimitas! Kalau mau menjelek - jelekan orang, ya harus dengan identitas yang jelas
Maaf kalau saya tidak terlalu membaca secara mendalam seluruh quote dari mas Roy dan komentar dari mas Pri, cuman saya bisa kasih komentar sbb:
Quote 1: Saya rasa beliau sedikit kesal dan tidak bermaksud memvonis secara tegas. Mungkin menjelek-jelekkan orang lain dalam blog itu suatu
trend sesaat, mudah-mudahan bisa berubah (yea, karena kita kan orang terpelajar dan santun).
Quote 2: Definisi trend sesaat menurut saya sangat bias. Okelah saya rasa beliau ada benarnya, meski saya masih bingung dari sisi mana beliau menganggap blog adalah tren sesaat, tapi komentar 2 dari mas pri
saya rasa juga benar. Mari kita tanyakan ke ahlinya yang kompeten dalam bidang bahasa. Blog adalah trend, menjelekan orang lain atau batasan dan cakupan isi/materi dari blog itulah menurut saya yang disebut trend sesaat. Saya pikir disinalah gap itu terjadi dimana blog melahirkan sesuatu yang tidak harmoni dan tidak enak dilihat (he..he.. seperti melihat perumahan kumuh). Ada mispemahaman istilah trend sesaat.
Quote 3: Saya memahami maksud beliau mengatakannya. Jika terdapat pembelaan menurut saya biar saja. Tapi perkataannya dapat dimaklumi (secara simpel jangan lihat orangnya atau motifnya, tetapi dengarkan ucapannya). Saya sendiri menggunakan name id palsu he..he.., tapi ini sesuatu (name id palsu) yang kadang perlu koq karena sifat manusia yang mudah curiga padahal (gentle atau tidak (meski kurang etis), tidak perlu dipermasalahkan, apa yang kita perbuat akan balik ke kita sendiri).
Komentar 4: Mencatut nama ini seperti testimonial-lah sifatnya. Anggapan dari beberapa orang kadang tak bisa dihindari sebagai sebuah bentuk pernyataan pribadi sekelompok orang lain tentang suatu hal sehingga orang tidak berpikiran bahwa dia sendiri yang aneh.
Quote 5: Ya, betul, tapi sebagian aja dari komunitas yang demikian. Biasalah, kadang orang tua itu maksudnya baik tapi penyampaiannya kurang tepat.
Saya juga sering kesal dengan situasi ini.
Komentar 5.1: Ya, mudah-mudahan ada kesadaran dari berbagai pihak.
Komentar 6: Sesuatu yang negatif aku pikir memang seharusnya tidak dikerjakan, apapun alasannya (he..he..my talking is cheap). Kalau esensinya positif seharusnya bungkusnya juga positif (independent). Artinya free thinking is not absolut in the should be, but in the fact talk is cheap like me, he..he..
Quote 7: Saya rasa beliau kurang sreg dengan trend negatif di internet sehingga mengalihkan perhatian ketempat yang mungkin lebih cocok dalam pandangan beliau.
Komentar 7: Repot juga nih, moga beliau semakin ada kesadaran atau isu itu memang tidak benar. Memang mengcounter peer review kadang membutuhkan tenaga ekstra. Dan saya merasa beliau bukan jenis orang
yang tepat untuk melakukan hal itu. Ya, semoga semuanya berakhir dengan kebijaksanaan. Yang penting paddle pop kita aman..
Tapi ada juga sih omongannya yang bener tuh..
#72: coba jangan terjebak dengan permainan definisi ‘tren sesaat’, mana yang ‘tren sesaat’ dan mana yang bukan dsb, tapi lihat konteksnya. silakan baca asal mula ‘tren sesaat’ dulu. kemudian baca kembali hasil wawancara itu.
sisanya? nanti aja, tapi terkesan ini adalah positive thinking yang terlalu berlebihan
#73: pasti yang soal anonymous ya
Syukurlah Si Om Uyo masih menyebutkannya sebagai “tren sesaat”. Yang jelas sih Si Om Uyo itu sendiri yang membuat “tren sesat”.
Kalau Om Uyo nggak suka dengan “anonymous”, mungkin perlu kita ubah menjadi “onanimous”. Pasti dia setuju banget.
* Kabuuuuuur *
huehehehe.. lagi lagi wong edan kalau diwawancarai yo tetep wae edan.
hebat yang laen mengedukasi lewat website Yang Terhormat Narasumber mengedukasi lewat media masa.
#74,
Kesan saya setelah membaca rangkuman roy suryo, mr. roy ini kurang konsisten dalam berbicara cuman maksudnya mungkin bener (mencari popularitas? assume he is clear but hope he don’t have mental problem). Jadi dalam konteks berpikirnya mr. roy, dia memang faktanya pernah bergabung dengan friendster, membuat homepage, blog dan email gratisan. Tetapi dengan berjalannya waktu ia menyadari ada ketidaksinambungan/ketidaksimetrisan/kekosongan (atau hanya sekedar kecurigaan) bahwa media-media seperti itu tak lebih dari manipulasi-2 bisnis orang-2 barat sehingga ia mengklaim bahwa hal-hal seperti itu hanya hoax dan tidak bermutu (terutama dalam pembelajaran dunia internet yang sebenarnya menurut beliau dari sudut pandang kacamata yang saya baca). Lumrah dalam pandangan komunitas internet, menjadi sesuatu yang semu dalam pandangan mr. roy. Sayang (dan ini cukup fatal) mr. roy terlalu cepat dan berani berbicara pedas bahwa hal-hal tsb adalah tren sesaat dan terlalu antusias sampai lupa (atau berusaha melupakan dengan kalimat yang meyakinkan publik) dengan hal-2 yang pernah dilakukannya sehingga ia mendapat banyak kecaman dari komunitas yang tidak mengerti cara berpikir mr. roy. Aku pikir mr. roy lebih pas jadi budayawan daripada konsultan IT misalnya. Ok, maapin segala kesalahan beliau yang lain juga yang telah lalu dan ingatkan baik-2 beliau dan komunikasikan selalu dengannya (ceilee..) tetapi tetap waspadalah..waspadalah..waspadalah..kejahatan bukanlah (ah basbang, plagiat lagi) Inga..inga (jadi inga bunda Dorce)
cuma mau kasih tau, kalo kemaren weekend aku ke depok bermaksud untuk menjadi warga depok setelah perhelatan akbar nanti. tapi tau deh…
*menghilangkan fokus*
Karena sudah banyak yg comment, terpaksa…
Permisi, numpang lewat…

Hi…, ah sudahlah….
Pernyataan2 yg sangat bias menurut saya…..
Om Oy Uyo maunya “mengedukasi” teknologi kepada masyarakat tanpa melalui “teknologi”. Maunya lewat media konvensional gitu.
Rasanya kok ada yang aneh ya?
*** Njegleg ***
Hahaha! Generalisasi terhadap apapun bisa sangat menyesatkan. Dan yang pasti salah paham bisa lebih menyesatkan
@Enda: Hidup ini hanya trend sesaat! - wow
gimana kalau om roy suryo diajak KOPDAR di kampung?? mau gak ya?
Menarik benang merah fenomena Roy Suryo versi saya..
Santai ajalah aku berpikir, hidup ini sesaat tapi bukan trend. Tapi ada yang mengeneralisasi hidup adalah tren sesaat.
Akhirnya saya ada asumsi terhadap diri saya sendiri (tanpa bermaksud mengeneralisasi masalah atau menyesatkan. Kesimpulan di tangan komunitas, ini hanya subyektifitas pemikiran dari saya saja). Dalam pandangan versi kesatu adalah benar apa yang selama ini diketahui komunitas internet tentang beliau.
Versi kedua: selain tambahan versi kesatu sesungguhnya beliau sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di dunia internet (seperti prihatinnya mas X (maaf saya tidak menyebut yang bersangkutan) tentang fenomena Anne Ahira yang pernah mas X ulas hampir setahun lalu. Dunia internet ‘kurang mendidik’ disatu sisi yaitu penuh dengan kebohongan. Mulai dari user id untuk email yang bukan sebenarnya (meski sebenarnya untuk just for fun), nama poster di blog yang bukan nama asli sehingga terkesan poster tidak bertanggungjawab dan melarikan diri dari apa yang diucapkannya (termasuk saya juga
, jadi sadar nih). Rasanya hal ini sangat mengganggu subyektifitas idealisme dan visi dari RS untuk ‘mencerdaskan dan menyehatkan bangsa’. Dapat dilihat dalam komentar2x RS tentang kepalsuan dan kebohongan (rasanya kata2x ini sering disebut oleh beliau). Saya tidak bermaksud mengklaim kebenaran pemikiran saya karena mungkin saya salah dan tidak bermaksud menyebar fitnah tapi hanya menyajikan asumsi saya yang mungkin memang salah.
(eh kalau ada yang baca ini jangan tegang ya, saya santai aja koq)
. Ok, rekan-rekan saya ini tidak bermaksud mendominasi kelompok atau apa (Something like that is nonsense and b**shit for me. I do don’t need that activity. If i can, i want to help the others without any motif or reward or any interest, but except on my business of course