Razia Perangkat Lunak Bajakan dan Tanggapan Para Pembajak
Harian Tribun Timur memberitakan bahwa puluhan pedagang komputer di Makassar akan ramai-ramai tutup untuk memrotes aksi razia perangkat lunak bajakan yang dilakukan oleh aparat. Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan razia seperti ini, tetapi yang menarik adalah tanggapan dari para pedagang komputer.
Di sisi lain, ujar Marzuki Rauf, praktisi hukum yang juga hobi komputer ini, pemerintah tak memberi jaminan atau kemudahan untuk mendapatkan software asli. Sisi lain harus diakui bahwa masyarakat kita masih dilingkupi dengan kemiskinan.
“Nah, kebanyakan masyarakat hidup dalam kemiskinan. Ketika produk seperti komputer itu kemudian mahal, kita bakal semakin ketinggalan teknologi. Ini jelas bertentangan dengan keinginan pemerintah untuk memasyarakatkan komputer dan sejumlah IT lainnya,” ujar Marzuki.
Saya tidak suka membenarkan pencurian atas nama kemiskinan. Apa batasan kemiskinan sehingga kita diperbolehkan mencuri? Mencuri tetaplah salah apapun alasannya. Lagi pula benda yang dicuri bukanlah sesuatu yang esensial untuk dapat bertahan hidup. Dan tentunya juga ada perangkat lunak alternatif yang dapat digunakan secara legal tanpa perlu membajak.
Salah seorang pemilik toko komputer mengaku untuk satu unit komputer yang dilengkapi dengan sejumlah program atau software serba asli, harganya bisa mencapai puluhan juta. Para pedagang menghitung sejumlah software standar yang memungkinkan komputer multimedia bisa bekerja optimal. Untuk software operating system (OS) dengan aplikasi Windows XP-Pro asli, harga untuk ini saja sudah mencapai 150 dolar AS. Sedangkan untuk program pengolah data Microsoft Office senilai 268 dolar, Autocad seharga 5.000 dolar, dan Corel Draw seharga 4.400 dolar. “Kira-kira dengan satu unit komputer itu dijual seharga 70 juta,” ujar salah seorang pemilik toko komputer.
Apakah CorelDraw dan Autocad diperlukan oleh komputer multimedia supaya dapat bekerja optimal? Ah, mungkin para pedagang komputer ini harus belajar lebih banyak lagi tentang perangkat lunak yang biasa mereka install. Dan yang pasti mereka harus belajar jika ada alternatif perangkat lunak yang gratis dan sekaligus legal.
Mungkin akan lebih baik jika mereka ini berkonsentrasi pada penjualan perangkat keras dan membiarkan pengguna menginstal sendiri perangkat lunaknya. Saya yakin para pengguna ini cukup kreatif untuk dapat mendapatkan perangkat lunak, baik bajakan, orisinil, maupun FLOSS. Yang harus lebih kreatif lagi adalah para pedagang komputer ini.
Hebat Priyadi, walo pake bhs Indonesia, adsense tetap muncul. Untuk terakhir kali, email gue udah diterima belum ??
pertama?
Kayaknya yg mbajak harus cari alasan yg logis
saya beli laptop VAIO dah dilengkapin macem2 (XP pro, Adobe Element, Adobe premier, MS Works, Symantec… harganya jauh lebih murah daripada beli laptop kosongan trus beli software resmi….
Ujung2nya pasti masalah ekonomi, microsoft memang sangat gencar dalam membantu masuknya komputer pada tahun 1980an. Karena itu juga banyak aplikasi yang berjalan diatas microsoft OS, pada waktu itu pilihan sangat sedikit dan microsoft bisa menjadi no.1
Seharusnya pihak berwenang/pemerintah memberi contoh penggunaan aplikasi FLOSS.
Terimakasih atas infonya, jadi gue ga’ penasaran lagi
bung pri waktu kuliah pake software asli semua ya ? tugas akhir pake office asli ? pake excel asli gitu ?
kalau sekarang mungkin alternatifnya banyak, pake yang gratis. Zaman Dulu, ketika naulifar (baca : pusat jual cd Rp 5000 terlengkap) masih ada, apa gak pernah kesana ?
Bedanya kita ama pencuri apa ya ??
-> 3
bicara emang gampang mas, tapi kenyataan di lapangan gak seenak itu, mas sih orang berduit, bagaimana dengan yang laen2, anggap harga laptop standar 10 jt udah + Windows XP Home Edition, 10 jt gak kecil loh mas, kalo di netherland mungkin 10 hari atau kurang juga udah abis tuh duit segitu, nah kalo di Indonesia ???
Aduh, bertahun-tahun alasan yang dipake itu2 aja, bosen! emang kalo udah keenakan mbajak, ya cari2 alasan aja terus..
Emang kalau dihitung-hitung berapa sih buat beli win xp pro? Kalo windows diganti ReactOS gimana?
Kalau Software2 lain sih banyak alternatifnya
Biasa, kebiasaan kita kan pengen alat itu serbabisa

jadi yah gitu, beli komputer baru itu harus ada OS, ms office, corel, photoshop, autocad, antivirus terbaru, lagu MP3, developer (VB, Delphi) jadi wajar klo 70 jt
imho, kayaknya hal ini berimbas ke profesi IT, yg harus serba bisa, gimana enggak, klo beli komputer ajah sw nya udah lengkap ..
#6: yah, saya memang pernah pake bajakan, tapi bukan berarti ngebajak itu benar lho ya.
mmmhh……….
memang, sudah ada alternatif pengganti…
tapi tidak semua menyediakan yang terbaik…
kalo kerjaannya jadi admin server,
atau cuma ngetik2 biasa, mungkin linux bisa menghandle…
loh, aku kan bukan admin server,
dan komputer juga bukan hanya untuk ngetik2 aja…
gimp?
gimp sucks! hehehe…
loh, kok sekarang aku di australi ya???
asik asik asik….
Padahal sekarang sudah banyak komputer yang dijual kosongan atau pakai GNU/Linux, misalnya HP, yang sudah kerjasama dengan Mandriva, salah satu distro GNU/Linux dari Perancis.
ini baru software loh. belom lagi mp3, dvd, buku kuliah, dan laen2..
#4 : Presiden sudah memberikan contoh dengan situsnya
Tanpa diberi tahupun kira-kira sudah bisa nebak pakai OS apa dengan harga segitu.
#15
iya ya… pembajakan lain-lain ternyata gak kalah hebat. tapi buku2 di ebooksclub sangat menggiurkan. apalagi di gramed gak ada 
Kalo saya sih terus terang saja masih banyak menggunakan barang bajakan, khususnya GAME
ah linucks sux! *lha emang gw pake linux?*. Orang-orang kayak pedagang gitu tetep bakal nekat deh, susah diberangus.
aku barusan habis instal linux.. Nih baru aku pake. Padahal Win XP-ku bukan bajakan lho…!!!
buat input, kantor gw pas bulan ramadhan kemarin dapet “berkah” berupa tudingan pemakaian 3D Studio Max bajakan dari Autodesk M&E (dulu namanya Discreet). Akhirnya, kita pun milih jalan damai.. Kita beli 1 license.. meski agak2 puyeng juga tuh ngumpulin duitnya..
tapi ada berkahnya, akhirnya sedikit demi sedikit semua kompie di sini yg kudu emang pake WinXP ya belilah versi OEM-nya..
karena ga mampu beli photoshop, semua yg kerja “dipaksa” pake GIMP n INKSCAPE.. sampe sekarang lancar2 aja.. hehe. meski agak2 puyeng juga kalo yg di hilir (percetakan/agency) ga punya GIMP.. abis standar TIFF di GIMP/INkSCAPE beda dengan PHOTOSHOP.. tapi skrg udah ketemu caranya.
kalo office sih, pake OPEN OFFICE 2.0 udah lebih dari cukup.. bener2 ga perlu beli MS OFFICE.. (at least berdasarkan kebutuhan kita ya..)
Makanya mari kita biasakan memakai FOSS sehari-hari. Ubuntu sudah mature enough kok menurut gw untuk Windows Replacement. Yang nggak bisa diganti itu Gaming.
DOTA mana jalan di Linux. (padahal DOTA-nya aja Bajakan)
kayak robin hood aja, mencuri dengan mengatasnamakan kemiskinan….
[…] Saya tadi membaca tulisan di priyadi.net yang berjudul “Razia Perangkat Lunak Bajakan dan Tanggapan Para Pembajak“. Dari tulisan yang dikutip mengatakan bahwa membeli komputer dengan software yang seluruhnya asli, memerlukan biaya sampai puluhan juta rupiah, yang kemudian dikaitkan dengan kemampuan daya beli masyarakat dan akhirnya menjadi ketertinggalan Teknologi Informasi. […]
Setuju mencuri itu gak boleh. Tapi kalo saya alasannya bukan kemiskinan, melainkan keadaannya masih “darurat”. Untuk menghilangkan perasaan berdosa, saya selalu memimpikan disuatu saat nanti komputer saya dipenuhi software “beneran”
Mudah-mudahan dengan adanya niat baik dosa2 komputer saya bisa termaafkan…
Untuk mencegah hal tersebut menjadi menua, bidang pendidikan menengah patut dijadikan langkah awal brainstorming. Adik-adik kita berhak mendapatkan alternatif ilmu (dalam hal ini IT) seperti FLOSS.
Yang sering menjadi kendala adalah kurangnya trainer yang stand by di sekolah. Pelatihan aplikasi office di laborat sekolah misalnya, walaupun di PC (OS Windows) sudah terinstal open office namun pada kenyataannya banyak trainer yang memilih memberi materi MS Office.
IMHO, pihak DIKNAS-RI mempunyai andil cukup besar dan strategis dalam hal ini. Hapuskan kecanduan Windows!
Om pri jelasin tentang floss dong….masih bingung nih
#16, hehe presiden sih gimana yang nempel dia aja boss. hehee lah sekarang elu dan gang untung yag deketin pake floss, lah kalo gank kominfo ga yakin deh
yak setuju! orang lain ’salah’ (baca: pemerintah; yang dituding) tidak berarti kita ‘boleh’ ikutan salah minta dibenarkan.
[btw ini OS-nya masih windows.. hiks. masih belajar konfig buat kubuntu yg udah installed. mo ngajarin gak om?]
#28 lha pesennya no sponsorship alias no discount, murah dan aman
Siapapun yg ngerjain kalau masih “waras” ya pilihannya jelas. Kecuali nerjemahin murahnya itu lain lagi kekekekeke
Sejumlah pedagang yang ditemui, mengaku, CD software kebanyakan hanya sebagai bonus atas pembelian unit komputer.
“Itu bukan untuk komersil. Hanya sebagai bonus untuk membantu para pengguna komputer. Kami tidak menjualnya,” kata seorang pedagang.
ini daftar harga rata” yg dipatok pedagang” komputer di Makassar yg saya ketahui (bulan agustus 2005)
* nginstall windows + aplikasi2 bajakan Rp 50.000,-
* 1 cd OS/Software Rp 20.000,-
* 1 cd MP3 Rp 10.000,-
* 1 cd game PC,PS Rp 5.000 - 15.000
* 1 DVD film Rp 10.000 -15.000
* 1 VCD film Rp. 5.000- 10.000
kalo dah langganan harganya masih bisa nego
(g tau ini karena dulu sering jalan” nyari program n game” yg baru
bandingkan dengan harga distro” GNU/Linux (sudah termasuk OS + Program” Aplikasi + games dll) yg dijual dengan harga Rp 5.000- 10.000 /CD atau beli buku & majalah komputer yg ada bonus CD distro GNU/Linux
trus ada juga komentar pedagang yg bikin ngakak
kalau gak ada Windows bajakan dan program” bajakan, Indonesia gak bakal maju
ini sih sama aja ngomong “mahasiswa itu gak bisa lulus kalo gak nyontek” atau “PNS gak bisa kaya kalo gak KKN”
lagian emang sekarang Indonesia sudah maju ?????
sedih juga liat teman2 yang lebih menghargai para pembajak ketimbang orang” yg berusaha mengenalkan & mengembangkan FLOSS di Indonesia
g juga masih mikir cd” n komputer” yg disita dari pedagang itu diapain/dikemanakan ya sama pak Polisi
n ngomong” pak Polisi sendiri dah pada pake OS n Software legal gak yaaa 
intinya…… nge-FLOSS yuuuuuukkkkkkkkk
#31 pake M$ aja pak polisi belom tentu bisa, apalagi linux…
btw, om pri.. emailku keterima gag? aku nanya ttg linux..
wah.. mesti mulai nge FLOSS neh..
btw toko2 komputer di jogja juga sudah tidak berani nginstalin bajakan, dah ada yang kena razia soalnya hehe…
gak usah jauh2. nggak usah bersembunyi dibalik linux/ floss dsb.
kira2 di comp kita ada lagu mp3 nggak? apakah lagu yang anda miliki itu bukan hasil dari bajakan? silahkan ditanya kediri sendiri.
Hehehe namanya juga polisi kurang kerjaan, habis jatah di jalan karena dihadang banjir, menyerbu deh ke toko-toko komputer. Salah satu teman gw juga ada yang “kena”, tapi polisi yang me-”razia” itu “kurang ajar”.
Hari pertama: komputer yang ada software bajakannya disita, disuruh membayar 50 juta.
Habis ini teman gw ngira persoalan selesai, ternyata belum..
Hari kedua: polisi yang sama lagi datang, dengan alasan yang sama, disuruh membayar 20 juta lagi, berikut minta handphone (yang juga dijual ama toko itu). Handphone yang diambil bukan yang murahan, tapi mahal, sekelas communicator dan sebangsanya.
Mo nge-razia atau merampok sih???
Makanya pada banyak yang langsung tutup, daripada kena “rampokan” polisi yang me-”razia”.
Eh, komen-nya kepanjangan ya?
Razia ajalah terserah pemerintah maunya apa dan maunya kemana, susah tuk terlepas dari barang bajakan. Berdoa aja agar tercegah dari barang bajakan
Bagaimana nih, berarti pemerintah juga pencuri karena di Departemen pemerintah tempat saya kerja juga pake barang bajakan… Pemerintah nyuruh rakyat berhenti “mencuri” padahal pemerintah sendiri mencuri, bagaimana rakyat mau ngikutin
sopwer yang saya pakai hampir semuanya menggunakan sistem sewa… hanya Rp.15.000 per tahun
#30 hehehe makanya gerakan gebrak semua lapisan “sana” harus comprehensive, kalo ga nanti kubu sponsorship yang masuk bubar lagi square-one. hehehe.. anyway good jobs.
#36 Ran, emangnya ente mau jadi mahasiswa abadi pake fasilitas 15rb setaon wakakka thn depan juga udahan kan
#34
Welcome to the digital divide?
Dari semua berita di Tribun, yang saya paling sesalkan adalah komentar dari Walikota Makassar dan Ahli Hukum tersebut, kita sama sekali tidak dalam kondisi darurat sehingga membolehkan orang untuk mencuri. berita tersebut waktu saya baca langsung saya scan trus di kirimkan kebeberapa pihak terkait, sebab berita online-nya terlambat sehari. Heheheh apa gunanya dong situs itu? Rata-rata komentarnya “heran, kaget dan tertawa” kok bisa pejabat negara bikin komentar seperti itu.
#34 lagu mp3 bajakan itu bisa berarti 2 masalah :
yang pertama format MP3 itu statusnya ndak jelas makanya di beberapa distro seperti Ubuntu, Fedora Core, dan Open Suse tidak disertakan dalam CD ( kalau muter mp3 musti install sendiri plugin/codec untuk mp3 ). untuk masalah ini sudah ada alternatif format .Ogg Vorbis yang bebas digunakan karena license GPL
yang kedua masalah lagunya yg dibajak. tinggal lihat dapet lagu mp3nya darimana:
- beli kaset/cd original di toko lalu di convert ke MP3 supaya lebih mudah untuk diputer dan ukuran filenya lebih kecil sehingga tidak boros ruang Hardisk.
- beli cd mp3 bajakan yang sudah jadi
- donlot / sharing di Internet
kalau masalah lagunya yg dibajak g setuju tulisan mbak Tika soal pembajakan lagu
Yang bener, Piracy Kills Music Industry
mau music/lagu yg bebas di copy juga ada kok
http://openmusic.linuxtag.org/modules/freecontent/content/openmusic/
http://linuxaudio.org/en/music/
kalau mau permasalahkan soal bajak-membajak sih gak bakalan abiz, inti dari belajar make FLOSS, lebih spesifik belajar pake GNU/Linux itu menurut g bukan masalah legal/ilegal tetapi keinginan untuk maju dan kerja sama untuk memperoleh hasil yang lebih baik (ini gak bakal bisa kalau tetap & hanya mau memakai Windows dan software” proprietary lainnya yg kebanyakan/bisa dikatakan semua bersifat closed source).
jadi yang bersembunyi itu kira-kira siapa ya ? orang yang mau belajar mengenal & menggunakan GNU/Linux atau orang yang hanya mau, pokoknya cuma tau, dan hanya ingin pake komputer yg isinya Windows dan program2 yg biasa dipakai entah itu ilegal(pembajak) atau legal(pemboros)
pakai opensource bisa open mind, pakai closed source pikiran juga tertutup
menggunakan FLOSS bukan berarti gak bisa/gak boleh pakai yg closed source, pakai GNU/Linux pasti bisa pakai Windows, cuma tau/bisa Windows ya… sibuk ngurusin virus dkk kali ya
GNU/Linux susah ??? dulu kaleeeeeeeeee
seperti biasa CMIIW
Persuasifnya, rasanya ini akibat kultur bangsa kita ini gak jelas (CMIIW). Akhirnya imbasnya, komitmen masyarakat juga menjadi tidak jelas.
Soal membajak misalnya, alasannya adalah sama dengan mencuri kelihatannya terlalu simplistik, karena dalam hal lain kita juga gak punya komitmen seperti masalah wadamisme di media elektronik, mendahulukan penyeberang jalan, buang sampah dari mobil di jalan raya, buang sampah dan limbah disungai, bikin bedak di trotoar. Kekompakan is poor. Kerangka berpikir bisnis praktis (pragmatis) telah menjadi way of life. Tidak ada unsur ‘educate’-nya.
Ssst, tapi ini cuman omong-omong dan sebatas pemikiran aja (wacana), jangan dianggap serius…, blog kan bukan maklumat (CMIIW), tapi cuman sekedar sharing aja he..he.., Nice try from all friends for this time…
saya tanya di desktop / laptop kita apakah 100% legal software?
seperti iklan detergen’ kalau gak bajakan gak pintar’
#34 kalo nge-rip dari radio piye?
okelah walaupun kita ada software bajakan di komputer kita, harusnya kita tetap sadar kalau itu gak benar dan ilegal. yang masalah adalah kalau kita maksa hal itu bisa dibenarkan dengan berbagai macam alasan (saya miskin, pemerintah juga pake, polisi juga pake, etc). parahnya lagi, software2 itu sudah ada alternatifnya yang 100% gratis dan legal, bahkan CD-nya dikirim langsung ke rumah, bisa dicopy2 gratis, tapi kok tetap maksa pakai yang bajakan. lain ceritanya kalau software itu gak ada alternatifnya & mau beli juga gak tahu mau beli dimana.
nih,…
ngenet pake barang gratis n dijamin halal!..
Yang gratis memang enak
. Hidup pembajak microsoft 
hi ya…
warez is good, tapi kalo udah ketahuan software tersebut emang bener2 bagus beli aja..
Hixz….
Kalo cuma masalah OS ngga seberapa dech.Tapi kalo kudu beli PS,Illustrator,Freehand etc… wach dah habis berapa duit lagi tuch?
Pri… kali ini kamu sangat keterlaluan!!!! Kamu ini kayak antekl-anteknya kapitalis saja! Saya tahu bahwa mencuri hak cipta adalah terlarang…Orang Indonesia yang bodoh pun tahu soal itu. Bahkan merampok itu terlarang, tetapi kalau pemerintah tiap detik merampasi harta rakyat, membuat kemiskinan di mana-mana… apa itu bukan pencuri hak cipta ULUNG!!! tolong komentar pak pri yang lebih bisa memamhami antara kemiskinan, hak cipta dan keinginan untuk maju. Jangan mau anda jadi antek-antek amerika yang hanya akan menghancurkan Indonesia. Jangan kau lihat kemiskinan dari negerimu di Depok yang serba ada. Trimakasih, mohon maaf kalau berapi-api…
#50 ….. bingung bin nggak ngerti maksudnya….
waduh tambah jadi mumet uieeeeeyyyyy
kalo ngomongin semua ini….


kira2 bisa g ya harga2 aslinya menjadi lebih murah…


#50


komentar yg aneh…
kirain isinya apa gitu..
masih ada to orang kyk gini..??…
#50
masih gregetan sama yg satu ini..
apaan sih orang2 ko sering mengidentikan seseorang sbg antek2 amerika lah.. zionis lah.. de el el.. ketika seseorang tersebut dia “nilai” tidak mendukung “rakyat” ?.. what the H**L!!!??!.. serendah inikah cara berpikir bangsa indonesa???.. pantesan bangsa indo g maju2…
back to the topik!

pembajakan = dosa, gw pake windos bajakan = gw dosa
*i admitted!*
selama gw bisa menemukan aplikasi pengganti yang lebih murah/free dan kualitas sama/lebih baik saya pasti akan menggunakannya… alon alon rek!… paling nggak udah ada kesadaran untuk tidak menggunakan barang bajakan
#52 kok sampe segitunya ya?
yang ini ASELI , punya kantor
#52
Karena negara ini makanya disarankan gunakan FLOSS.
Para admin tempat saya memang makenya Linux (contoh), tapi mereka juga sering sambat ” user makenya windows, repot juga” dan ” ngurusin Linux juga bikin pegel linuks”. Kalau saya, jujur & ngga bangga, makenya bajakan semua. Ada xp home orsi, ngga dipake, ngga biasa. Pertimbangan saya, paling juga yang rugi Microsoft, punyanya Bill Gates. Hidup penuh pilihan manusia diberi akal untuk memilih. Milih orisinil monggo, milih mbajak ya monggo. Resiko tanggung penumpang. Caci maki saja diriku..!!

Wah….di tret ini (kalo bisa dikatakan tret) kok malah kesannya merendahkan FLOSS, misalnya :
open source = free software = gratis = freeware??
Kan lebih tepat nyebutnya kalo
open source = free software = bebas = freedom-ware
Jangan sampai FLOSS di Indonesia hanya jadi trend sesaat™, apalagi 68%™ yang komen di sini pake M$, termasuk saya
Tapi ini kan komputer kantor
CMIIW
#54. lagi-lagi komentar kayak gini. ya ngga donk mbak. sofware itu kan ngga kayak beras yang bisa disubsidi. ngomong deh sana sama developer-developernya. tanya apa mereka punya diskon khusus.
#60. yang rugi emang microsoft, tapi yang untung gila-gilaan itu pembajak. bayangin aja, mereka dapetin program-program itu gratisan kok, dari situs-situs warez paling. abis itu dijual lagi dgn harga 10-20 ribu per keping. beuhhh
sori ye, pendirian gue soal pembajakan emang masi lunak. tapi kalo soal bikin kaya keparat-keparat yang cuma mau enaknya doank, gue sih dengan tegas menolak! gue mendingan download!!!
pake macintosh aja, lebih nyaman dan stabil.
kita memang sudah *mabok* dengan barang bajakan,
absen aja dah *meskipun bingung*
#61… ah.. ndak kok, gw pake linux nih ..
#62 sebagian aku setuju, memang gag seperti subsidi beras
tapi apa selamanya mesti dibiari? nggak, kan??
aku sendiri sama, lebih milih donlod yang free… Ngapain malu kalo emang gag sanggup beli?
biarin aja microsoft/developer yang pusing…
kalo ngrasa rugi beli sesuatu yg cepet basinya..
udah tau,kalo dibajak itu rasanya sakit dan gondok…siapa yg suka hasil karya ciptanya dibajak dgn nilai rendah
tapi siapa suruh harganya selangit
cepet basi pula,taun depan udah ada ps cs 3 ,4 dan seterusnya…lagian itu emg taktiknya developer juga jualan software kaya’ sinetron gitu..taun depan udh ada versi yg baru…kita yg mau dibilang idealis harus mau dipermainkan para developer yg udah kaya itu..
yah..
untung ada pembajak….
bajakan? Fine By Me, As Long I Use It Wisely.
berkembang
#52 #67 orang yg sama ya


sepertinya anda benci banget sama yg namanya amerika tapi kok tetep maksa mau pake produk nya
pertama nyalahin pemerintah skrg nyalahin developer besok nyalahin siapa lagi ya
#60 siapa bilang Microsoft rugi gara2 ada windows bajakan ? Win bajakan tu seperti drugs, awalnya dikasih gratis tapi kalo dah ketagihan baru deh minta bayaran + bunga
untuk menghilangkan Windows bajakan dari peredaran juga gak sulit kok tapi seandainya windows bajakan itu gak ada pasti semua pada lari ke FLOSS nah kalau seperti ini baru Microsoft bisa rugi
kalau Ubuntu sekali free tetap free
Hidup penuh pilihan manusia diberi akal untuk memilih. Milih orisinil monggo, milih mbajak ya monggo. Resiko tanggung penumpang
setuju, tapi kalau kena razia jangan nyalahin polisi atau pake alesan kemiskinan dan bla..bla..bla…
#54 ada yg free kok minta nurunin harga ?
harga windows juga sebenarnya dari dulu segitu” aja, yg turun jauh itu nilai Rupiah thd dolar jadi harganya melambung tinggi
napa sih kebanyakan orang Indonesia itu cuma menilai sesuatu dari harga dan tampilan luarnya saja coba donk sekali” nilai dari sisi kualitas dan isinya
#64 masa mau mabok terus ?
mau ngetik bisa

mau ngeprint lancar
mau nge-net mantap
mau dengerin musik n nonton film ok
mau main game ada
semua dah bisa kok dengan FLOSS dan semuanya free as a freedom
kurang apa lagi tuh ???
Susah euy… jadi binun liat komentar2 diatas…
Si gue mah mikirnya logis aja. Tanya diri sendiri, kalo misalnya sebuah aplikasi buatan kita (yg bikinnya begadang n puyeng selama berbulan2) tiba2 dibajak n dipake seenaknya tanpa ada se-senpun royalti masup ke saku kita. Gimana coba rasanya? Pedih, jendral! Terus terang aja kalo gw jadi developernya MS, gw sisipin skrip yg pas ngecek (online) ndapetin S/W itu bajakan (kaya yg skrg udah mrk lakuin di windows update), gak cuma gw tolak aksesnya, sekalian ama si gue di reformat tuh PC (lho, koq marah? hak gue koq!)
Sebenernya pedagang juga gag salah2 amat, da yang berlaku buat mereka mah hukum pasar: ie selama konsumen (baca: KITA) masih demen ama yg bajakan2 itu, ya selama itu juga mereka provide. Jadi masalahnya bukan di pedagang, tapi di user (sekali lagi, baca: KITA)
Gw pake XP krn kebiasaan (gampang sih). Tp kalo emang kudu make PhotoShop, Corel, Premiere, Director, Flash de es be, ya kepaksa pake MacIntosh di kantor. Tadinya mo masang Ubuntu di laptop, tapi masih banyak kurangnya ah..
Eh, OOT, kmrn gw pesen 50 CD Ubuntu (25 utk PC n 25 utk Mac). Di sini mah gw samasekali gag harus bayar apa2 tuh… Berarti emang pak pos di Indo aja yg aneh
#69 Kurang Ngotot
yah kasus ini lagi, tapi heran ya di Indo, maling bisa ngamuk ngamuk dan protes atasnama kemiskinan dan tetek bengek nya. Biasanya orang kalau ketahuan berbuat salah adalah mengaku salah dan mohon amnesti atau sejenis nya. Kalau disini tidak, malah mengecam dan mengumpat.
tes web browser
masih tes web browser
saya = 67
dan tidak sama dengan (/=) 52 dan nggak benci amrik
(tanya aja sama ‘mas’ Pri.. Ip nya beda kok…dan gue pengagum priyadi kok..nggak akan marah2..)
hi keropixx..beberapa hari yg lalu lo ngintip friendster gue..=> that’s mee…
cuman cape aja..kenapa sih kita sering ngeributin masalah yg itu2 mulu…dan nyalah2in negara kita sendiri..
tenang…nggak kita aja kok yg bajak ngebajak …
iyah tau..ngabajak hasil karya org itu jahat …
tapi gimana lagi… ini masalahnya soal software….
*nggak nyelesein masalah ya..,tapi mungkin ntar waktu juga yg bakal nyelesein kalo rakyat indo udh cukup mampu beli software ori tanpa ngerasa mahal kali ye..*
Yes..tepat… thanks buat yg diatas gue .. berkali2 refresh halaman ini cuman nunggu2 peringkat 76..
tuink…tuinkk ….
intinya apresiasi gue thd kerja keras para developer software en kualitas hasil akhir dari software buatan mereka masih tinggi. gue anggep pembelian software itu investasi.
#67 trus kanapa kalo emang mereka (developer) kaya? bukannya software-software berkualitas (yang lo bilang mahal itu) juga bisa bikin lo kaya? sebanding donk…jangan hanya mau enaknya doank
#76 lu ngga nangkep juga ya? yang laen udah jelasin kalo ada alternatif yang program-program open source en freeware yang jelas-jelas kualitasnya ngga kalah. lah lu malah ngarep semua orang pada kaya raya dulu. mimpi aja luuuu…
kompie rentalku full Linux, anak SMP suka main game supertux. sekarang ngenet pake win os original (pc second import).
Hidup Vector Linux
Kadang orang menanggapi “kenapa nggak pakai FLOSS ?” secara sewot
lebih dikarenakan nggak mau muna. Lha gua pakai bajakan ntar ngomong sana-sini malah jadi hipokrit.
Soal pedagang yang cuma mikir untung sih nggak di Makassar nggak dimana. Kalau FLOSS sudah maju pesat, nggak dikejar-kejar juga tuh pedagang jual sendiri.
Tantangannya memang berat buat FLOSS, tapi kan gpp. Hanya saja, mengherankan kalau udah pakai bajakan malah bangga. Kalau ada rasa sedikit bersalah kan masih mending
.
Kalo ada yang bilang di FLOSS (ex : Linux) susyeh ngapa-ngapain, saya kok yakin yang bilang nggak pernah coba tuh Linux. Apalagi kalo cuma ngetik plus multimedia (Linux Home Edition
). Itu sih nggak usah utak-atik juga langsung jadi Linuxnya.
Vavai