Tinjauan Kritis Terhadap Alat Penghemat BBM
Naiknya harga BBM menyebabkan semakin banyaknya permintaan terhadap alat-alat penghemat BBM. Yang menjadi masalah apakah memang ada penghematan seperti yang diklaim para produsen alat-alat ini?
Selama bertahun-tahun, EPA –sebuah lembaga yang salah satu fungsinya adalah melakukan pengetesan efisiensi bahan bakar produk-produk mobil yang dijual di Amerika Serikat– mencoba untuk mengevaluasi produk-produk yang diklaim dapat menghemat penggunaan bahan bakar. Kesimpulan dari hasil evaluasi ini dapat dilihat pada halaman “Gas-Saving” Products: Fact or Fuelishness? pada situs web FTC, sebuah lembaga yang bertujuan untuk melindungi konsumen di Amerika Serikat.
Dasar Tinjauan
“Jika alat penghemat BBM memang dapat menghemat BBM sampai puluhan persen dengan harga yang hanya beberapa ratus ribu rupiah, lalu mengapa produsen mobil yang harganya sampai ratusan juta rupiah tidak melengkapi produk-produk kendaraannya dengan alat tersebut?”
Jenis-jenis Alat Penghemat BBM
Berikut adalah berbagai jenis alat penghemat BBM berdasarkan cara bekerjanya, dan kesimpulannya menurut FTC dan EPA di Amerika Serikat.
Perangkat yang memaksa udara masuk ke dalam karburator. Dari 22 alat yang dicek, hanya ada satu yang memberikan penghematan.
Perangkat yang memaksa udara masuk ke karburator melalui larutan anti beku. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
Perangkat yang menambah cairan ke saluran masuk udara/BBM. Hanya satu dari dua alat yang menunjukkan penghematan.
Pemanas atau pendingin BBM. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
Magnet yang disimpan pada saluran BBM. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
Logam yang disimpan pada saluran BBM. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
Perangkat yang memperbaiki campuran udara dan BBM. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
Modifikasi mesin. Seluruh produk yang dites dapat menunjukkan penghematan BBM..
Perangkat yang mengurangi daya ke asesoris. Seluruh produk yang dites dapat menunjukkan penghematan BBM.
Aditif BBM. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
Oli atau Aditif oli. Tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan.
Perangkat yang menotifikasi pengendara untuk mengganti gigi. Dari empat produk, ada dua yang menunjukkan penghematan.
Lain-lain. Hanya ada satu dari 9 produk yang menunjukkan penghematan.
Di Indonesia, produk yang banyak dijual termasuk dalam kategori Aditif BBM, Magnet yang disimpan pada saluran BBM, dan mungkin Logam yang disimpan pada saluran BBM. Menurut EPA, dari ketiga kategori produk tersebut tidak ada satupun produk yang menunjukkan penghematan BBM.
Magnet yang disimpan pada saluran BBM
Hampir semua produk penghemat BBM yang beredar di Indonesia adalah jenis magnet, mungkin karena harganya yang murah, pemasangannya yang mudah dan tidak membutuhkan perawatan. Oleh karena itu saya akan menitikberatkan bahasan saya pada jenis penghemat BBM yang ini.
Aplikasi magnet untuk penghematan BBM juga telah mendapatkan sedikitnya enam paten Amerika Serikat:
- Magnetic Fuel Line Device, paten nomor 4,572,145
- Electromagnetic device for the magnetic treatment of fuel, paten nomor 5,829,420
- Fuel activation apparatus using magnetic body, paten nomor 5,671,719
- Fuel combustion and magnetizing apparatus used therefor, paten nomor 4,188,296
- Permanent magnetic power cell system for treating fuel lines for more efficient combustion and less pollution, paten nomor 5,124,045
- Fuel treating device, paten nomor 4,461,262
Paten yang tertua dibuat pada tahun 1978, sedangkan yang termuda tahun 1996. Tetapi apakah pendaftaran paten berarti produk-produk tersebut sesuai dengan klaim yang diberikan? Ternyata tidak, banyak paten-paten palsu yang dibuat asal dengan bahasa yang meyakinkan tetapi ternyata tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Contohnya dapat dengan mudah dilihat pada situs-situs seperti Patently Silly, Patently Absurd, dan IP Funny.
Klaim magnet dapat menghemat BBM juga termasuk salah satu di antaranya. Kasus terbaru di Amerika Serikat adalah Super FUELMAX pada tahun 2005. Menurut EPA, FUELMAX mengklaim penghematan BBM sebesar 27%.
The Super FUELMAX is described by the manufacturer as a set of two magnets made with “a neodymium blending”. The Super FUELMAX is intended to be installed in either cars, trucks or boats; either gasoline or diesel-powered. The device is fitted around the fuel-delivery pipe to the engine. The manufacturer claims that …”this results in more complete burn [sic], thereby saving fuel and reducing emissions.” Instructions accompanying the device claim an increase of fuel- mileage up to 27%.
Dari kata-katanya, produk ini mirip dengan sebagian besar produk magnet penghemat BBM yang beredar di Indonesia. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh EPA berkesimpulan bahwa
The EPA concludes the following from the testing conducted on these two vehicles: the Super FUELMAX device has no effect on fuel economy or exhaust emissions.
Akhirnya, FTC menuntut produsen FUELMAX dengan tuduhan membohongi konsumen. FUELMAX pun akhirnya mengakui bahwa memang klaim-klaimnya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Sayangnya, di Indonesia bisa dibilang tidak ada lembaga yang dapat secara efektif mengontrol penipuan-penipuan seperti ini.
Laporan lengkap hasil penelitian dari produk-produk lainnya dapat dilihat pada situs web EPA pada halaman Gas Saving and Emission Reduction Devices Evaluation.
Penjelasan Ilmiah Magnet Penghemat BBM
Tony Cains –seorang insinyur yang berkutat pada bidang fuel economy selama bertahun-tahun– membuat situs web FuelSaving.info yang berisi penjelasan mengenai penipuan alat penghematan BBM. Menurutnya, magnet hanya secara signifikan mempengaruhi benda yang menghantar listrik.
People have been claiming miraculous effects from magnets for hundreds of years. When considering these claims, bear in mind a simple physical fact: magnets only significantly affect things that conduct electricity. So magnets can affect metals, water and even the human body. But the only effect on a hydrocarbon fuel is the massively weaker “diamagnetic” influence. This would cause an extremely slight tendency of the fuel to move away from a magnet, but is highly unlikely to have any effect at the molecular level.
Some devices claim to “align the fuel molecules”. But the molecules are vibrating at high speed all the time, just as in any liquid. So even if they were aligned in the magnetic field, they would “unalign” straight away when they passed the magnet, and so would be back to normal when they reached the engine. And where are the experimental results which show that the molecules are “aligned”? How can the makers claim their device works in a particular way, without any evidence to show that this is really happening?
Some magnet devices don’t actually admit that they use magnets, because there has been so much negative evidence against them. But if a device clamps round the fuel line, doesn’t have any electrical connection to anything, and claims to “align the fuel molecules” (or something along those lines), it is almost certainly a magnet. Devices made of neodymium, Samarium Cobalt or other “rare earth” materials are also almost certainly magnets.
Lebih lengkapnya silakan lihat di halaman Magnets round the fuel line or in the air flow.
Penelitian di Indonesia
Walaupun demikian, ada beberapa penelitian di Indonesia yang berkesimpulan bahwa produk-produk penghemat BBM memang seperti yang diklaim:
- Magic Jet Power Up System
- XPower oleh Departemen Kelautan dan Perikanan
- XPower oleh Astra International Daihatsu
- Tes Penghemat Bensin oleh MotorPlus
- Penghemat BBM Motor oleh Majalah Otomotif.
Secara umum, percobaan-percobaan tidak mencantumkan metoda perhitungannya, dan hanya mencantumkan hasil akhirnya saja. Saya sendiri tidak begitu yakin percobaan-percobaan tersebut dilakukan secara ilmiah, dapat dipertanggungjawabkan secara statistik dan dengan demikian membuktikan klaim yang diberikan. Alasan-alasannya:
- Konsumsi BBM tidak konstan dan tergantung dari sangat banyak faktor. Misalnya cara mengemudi, kemacetan, kualitas BBM, cuaca dan bahkan arah angin pun turut menentukan konsumsi BBM.
- Percobaan dilakukan pada satu kendaraan saja, sedangkan kondisi sebelum dan sesudah alat penghematan BBM berbeda, misalnya temperatur mesin, daya pelumasan oli dan temperatur lingkungan.
- Adanya deviasi pada perhitungan konsumsi BBM, sedangkan percobaan dilakukan hanya beberapa kali dan dalam jarak atau waktu yang sangat pendek.
- Bisa jadi bukan percobaan blind. Mungkin ada kasus “Lho, kenapa setelah dipasang alat penghemat BBM justru semakin boros? Pasti ada yang salah dengan percobaan kita, mari kita ulangi lagi!”, mirip dengan percobaan di sekolah dimana sebelumnya siswa sudah mengetahui hasil yang seharusnya didapatkan.
Saran Untuk Produsen Alat Penghemat BBM
Tony Cains mengatakan ada beberapa syarat untuk membuktikan klaim penghematan BBM:
- Pengujian sesuai dengan standar drive cycle. Amerika Serikat mewajibkan produsen kendaraan untuk melakukan uji FTP75 untuk menentukan kadar polutan dan konsumsi BBM. Sedangkan Uni Eropa memberlakukan uji ECE+EUDC untuk menguji hal yang serupa.
- Kendaraan uji coba yang relatif baru dalam kondisi yang baik.
- Paling tidak dua kali uji coba dalam kondisi standar, diikuti dengan paling tidak dua kali uji coba dengan penambahan alat penghematan BBM.
- Idealnya, uji coba akhir dengan alat penghemat BBM dilepas.
Klaim baru terbukti jika ternyata ada penghematan BBM setelah dilakukan uji coba dengan metoda di atas.
Jika produsen penghemat BBM tidak memiliki peralatan yang memadai, mereka bisa menggunakan jasa dari EPA sebesar $27000, harga yang relatif murah dibandingkan keuntungan yang didapat jika memang alat-alat ini bekerja sesuai yang diklaim. Sayangnya saya tidak tahu apa ada lembaga pemerintah di Indonesia yang dapat melakukan uji coba sesuai standar-standar drive cycle untuk keperluan publik.
Selanjutnya, Tony Cains memberi beberapa saran yang baik para produsen atau calon produsen alat-alat penghemat BBM. Sebagian besar orang-orang yang mengaku menemukan alat penghemat BBM menjualnya ke pasar modifikasi, yaitu menawarkan pemilik mobil untuk meng-upgrade mobilnya. Tetapi akan jauh lebih menguntungkan jika para penemu tersebut menjual teknologinya ke produsen mobil. Jika anda membuat alat penghemat BBM yang benar-benar berfungsi, dan dapat membuktikannya ke industri, maka anda bisa menjual jutaan unit setiap tahunnya.
Saran Bagi Konsumen dan Calon Konsumen
Pasti ada alasannya mengapa alat-alat penghemat BBM selalu dijual dalam bentuk modifikasi. Mungkin karena mereka tidak dapat membuktikan klaimnya pada produsen kendaraan?
Produsen alat penghemat BBM yang benar-benar berfungsi akan menjualnya langsung ke produsen kendaraan dan tidak akan berlelah-lelah untuk membangun jaringan distribusi dan menjualnya satu per satu ke konsumen. Tidak masuk akal jika hanya dengan beberapa ratus ribu rupiah per unit dan pemasangannya yang amat sangat mudah, produsen kendaraan akan menolak untuk membeli alat tersebut jika memang benar-benar berfungsi seperti yang diklaim.
Dengan fakta-fakta tersebut di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa hampir semua alat penghemat BBM yang dijual dipasaran adalah penipuan, yang entah disadari atau tidak. Menurut EPA, hanya ada satu jenis kategori alat penghemat BBM yang secara konsisten memang menghemat BBM, yaitu modifikasi mesin.
Tidak ada cara yang praktis bagi pengendara mobil biasa (dan juga termasuk para jurnalis media massa otomotif) untuk membuktikan klaim penghematan BBM oleh alat-alat tersebut. Tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh konsumen jika ingin mencoba alat-alat penghemat BBM ini:
- Tanyakan mengapa alat ini dapat menghemat BBM. Jangan terpengaruh oleh istilah-istilah yang terkesan canggih karena belum tentu ada artinya
. - Jangan mudah terpengaruh oleh testimonial, uji coba ‘independen’ dan kata-kata mutiara lainnya. Intinya, jangan mudah percaya dengan yang dikatakan oleh penjual.
- Yang paling penting: mintalah garansi uang kembali 100% yang cukup, misalnya selama satu tahun. Garansi 30 hari tidak cukup untuk menentukan apakah produk yang dimaksud benar-benar menghemat BBM.
Tapi rasanya kita tidak usah berharap terlalu banyak.
Informasi lebih banyak mengenai alat-alat penghemat BBM dapat dilihat pada situs FuelSaving.info.
sby…jk
susah bensin ya…jalan kaki
halah…
nomer brapa neh…?
um pri, tema IT nya mana..?
perasaan sekarang lebih banyak yang ‘beginian’ deh
#2: tema IT butuh banyak bandwidth yang sekarang lagi cekak
/* hore! top 5! ..
kadang saya mikir… om pri bisa dapet bahan tulisan darimana yak?.. ck ck ck.. hebat eui..
apa ya yg gak ‘kelewat’ oleh pak Pri..
Um Pri sekarang nambah propesi jadi Pengamat Alat Penghemat ya??
PROTES MULU LU KERJAANNYE, AMPASS !! SUCH A BORING BLOG INDEED
Hebat euy Om Pri ! Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu..
Artikelnya keren2 semua.
#3 FAKIR BANDWIDTH ?
Berita baru neh…
*summon deden*
heh? juragan isp lagi fakir benwit?
Pri, gw ada usul, seandainya artikel2mu itu disubmit dulu ke koran nasional, lalu setelah dimuat di koran baru dipasang diblog untuk mendapatkan komentar/tanggapan, manfaat ganda bisa didapat.
wele… sempet ketipu juga dong aku… tapi dulu baca artikel ini pengin mbuat juga magnet di selang bensin…
untung nggak jadi…
#3, om pri, emang kalau tema beginian nggak butuh bandwidth banyak yah? (perlu meguru ilmu cari artikelnya nih…
)
#7 Waduh, daripada informasi berguna dikonsumsi sendiri kan lebih baik dibagi ke orang lain. Siapa tahu berguna. Kalau tidak ada yang protes/mengkritik, bagaimana suatu sistem bisa maju?
Sebentar… nanti dibilang, “Berbuat sesuatu dong! Jangan protes mulu”, gitu? Lah ini namanya blog. Kalau berbuat sesuatu lalu dipublikasikan itu lebih pas di jurnal penelitian atau di koran
Lho, udah ada kan? Priyadi.net
BBM itu bukannya nama republik yah?
Mendingan bikin wiki.priyadi.net aja deh, lebih gampang cari dan ngelink-nya. Serius loh.
Mungkin maksudnya BBM yach..??
untung ngga punya mobil
tapi pasti pas udah mampu beli mobil, bahan bakar mobil udah pake aer. (kapan tuh??)
untung gue ga pernah pake yg namanya alat penghemat bbm lah, listrik lah, dan penghemat2 lainnya. buat gue, semua itu emang bullshit. seperti kata priyadi, kalo emang itu alat2 bisa menghemat bbm, perusahaan mobil pasti udah pada pake. yaa notabene nya, paling ngga bisa buat nambah laku pemasaran mobil/motor mereka karena bisa dijadikan sebagai nilai tambah untuk konsumen. in this case, konsumen pasti bakal suka dong dengan kendaraan yang memang bisa hemat sekali.
#17, “priyadi juga manusia”™ !
#7: you are free to read another blog
#11: hmmm, dipertimbangkan
, masalahnya, media mana ya 
#16: hmmm, gimana yah. kayanya lebih sreg nulis di blog
#17: fixed!
itu FDA = food & drugs administration? apa hubungannya dengan bahan bakar?
#21: saalh keitk™, harusnya EPA
Yah gitu deh orang Indo biar uang udah punya banyak sampai berlebihan sekalipun, gampang ditipu dengan hal-hal baru (sebenarnya gak baru2 amat kan). mereka pikir “money talk”. Ya udah deh ditipu terus.
Mau iri, ya jalan kaki saja
Kemarin juga ditawarin alat penghemat bensin yg dijual via MLM Revell.
Hmmmm….
Mas Pri, kalau yang semacam kapsul buat campuran bensin tuh masuk kategori yang mana yah?
Tulisan yang bagus !!!
jadi inget kapur barus yang di masukin ke tengki bengsin, itu bagus nggak yah?
54 queries. 14.364 seconds.
bos, anda fakir cpu cycle juga yah?
hehehehehek
Saya sendiri belum pernah make gituan
halah.. pasti nih gara2 comment saya kmarin kan mas pri
BUTUL..!!
terlalu banyak kasus ‘penipuan’ kepada konsumen kayak gini, (spt yang dibahas yang sudah2, dari alat kesehatan, penghemat listrik ampe BBM)
Kan sudah ada lembaga Perlindungan KOnsumen
kira2 mereka bertindak gak ya?
Yak, karena di artikel sudah disinggung2x masalah magnet yang cuman berpengaruh pada benda yang menghantarkan listrik, maka sepertinya selanjutnya akan dibahas klaim bantal magnetik untuk kesehatan, gelang magnetik untuk kesehatan, dll…
Yes, seru!
bahas juga dong efektivitas masker yg suka dipake pengendara motor utk menangkal polusi ….
berikutnya food suplement yah eh atau udah ada..?
Kalau dikatakan bikin irit alias hemat BBM sich.. saya tdk seberapa yakin karena itu dipengaruhi oleh banyak faktor. Antara lain; cara masing2 org mengemudi yg berbeda-beda, kualitas BBM (misalnya premium) itu sendiri di tiap SPBU itu pasti berbeda, kuantitas BBM di tiap SPBU belum tentu literannya pas, pemakaian kendaraan yg relatif konstan (perjalanan luar kota) atau dlm kota yg relatif banyak macet & traffic light-nya, serta kondisi mesin kendaraan itu sendiri apakah msh dlm keadaan tokcer atau sdh mulai penyakitan.
Akan tetapi kalau dikatakan magnet tersebut untuk mempengaruhi kandungan Carbon dan Hydrogen yg ada di dlm bensin (yg kemudian akan dikabutkan dgn Oxygen) sehingga bisa memaksimalkan proses pembakaran menjadi lebih sempurna serta mengurangi kandungan CO2 & CO yg ada dlm gas buang.. saya yakin.
Selebihnya.. kalau telah tercapai proses pembakaran yg lebih sempurna (konsumsi BBM menjadi lebih efisien), otomatis akan meningkatkan performa mesin (tenaga & torsi mesin akan meningkat), kerja mesin menjadi lebih enteng berarti konsumsi BBM relatif akan berkurang. Namun sedikit atau banyaknya pengurangan konsumsi BBM itu semua tdk lepas dari faktor2 diatas tadi.
Anda yakin atau tidak, anda ingin mencoba sendiri atau tidak.. terserah pemikiran dan analisa anda sendiri. Tetapi yg pasti saya yakin setiap org yg mencoba pasti akan menemukan hasil akhir yg berbeda-beda. Kecuali anda tdk pernah mencoba karena hasil akhirnya pasti anda tdk akan pernah tahu.
Hallo. semua.
Salam kenal dari saya utk om pri dan lainnya.
Saya baru saja mau beli alat semacam ini, jadi browsing dulu, wah kemungkinan batal 99.999 % setelah baca artikelnya om Pri.
Kita mah maunya enak aja tinggal beli alat hemat bbm tanpa merubah cara kita mengemudi, jadinya gampang ditipu , apalagi yang seharusnya “melindungi” konsumen indonesia belum ok.Kalo ada kumpul2, saya mau gabung dong. Ok kan. tq.
padahal mau beli selusin tuh….
tapi untuk dalam kota kayaknya sama aja tuh!
-Proses Oksidasi
-Pertumbuhan mikroorganisme
Pada awalnya, bahan bakar yang terdegradasi tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Dengan masa penyimpanan yang lama dan pengaruh lingkungan, bahan bakar akan berubah menjadi semacam pernis yang mengental. Bahan bakar yang mengalami penurunan kualitas ini menimbulkan masalah antara lain:
-Meningkatnya jumlah karbon atau kerak-kerak yang menempel pada saluran.
-Membutuhkan pemanasan yang lama
-Asap berlebih dan mengeluarkan emisi yang berbahaya bagi lingkungan
-Bahan bakar tersebut kehilangan kemampuannya untuk membakar dengan efisien dan optimal.
Dengan demikian, pada saat bahan bakar sampai ke tangan konsumen, bahan bakar tersebut telah mengalami penurunan energi pada unsur-unsur pokok bahan bakar yang mudah terbakar. Padahal mesin-mesin industri seperti Boiler, dryer, Genset dan lain-lain dirancang dengan menggunakan bahan bakar yang dihasilkan langsung dari kilang minyak (refinery) dimana kualitasnya masih murni dan belum terkontaminasi. Mesin-mesin tersebut tidak bisa bekerja dengan efisien dan optimal jika memakai bahan bakar yang telah mengalami penurunan kualitas tersebut.
Katalisator Bahan Bakar Fitch bekerja pada unsur-unsur pokok bahan bakar yang terdegradasi, meminimalkannya dan dapat meningkatkan konsentrasi molekul berenergi tinggi dari bahan bakar, sehingga dapat dihasilkan pembakaran yang jauh lebih baik, mesin-mesin akan lebih mudah dihidupkan, pemanasan dan asap berkurang dan komponen saluran bahan bakar tetap lebih bersih, baik pada mesin yang berkarburator maupun sistem injeksi. Bahan bakar yang segar akan menjaga injektor, karburator dan busi tetap bekerja pada kapasitas yang optimal.
Katalisator Bahan Bakar Fitch bekerja untuk menstabilkan kualitas bahan bakar, mengurangi oksidasi dan meminimalkan pertumbukan mikroorganisme untuk menghasikan tenaga dan kerja yang lebih baik.
Katalisator Bahan bakar Fitch juga memberikan keuntungan sebagai berikut:
-Tidak memiliki efek samping yang negatif dan tidak menyebabkan gangguan atau menimbulkan kerusakan pada mesin.
-Mengurangi biaya perawatan
-Dapat bertahan hingga 400.000km
-Meningkatkan penghematan bahan bakar hingga 30%
-Mengurangi asap, menurunkan emisi gas buang HC, CO, NOx
-Meningkatkan tenaga kuda dan kecepatan putaran (akselerasi)
-Meningkatkan kualitas bahan bakar
Tidak seperti zat aditif bahan bakar, katalisator Bahan Bakar fitch tidak menambahkan apapun kedalam bahan bakar. Sesuai dengan pengertian katalisator, Fitch tidak larut dan juga tidak diserap oleh bahan bakar. Fitch tidak berubah. Fitch secara sederhana hanya menciptakan reaksi molekuler pada bahan bakar sehingga memberikan peningkatan tenaga dan kerja yang tetap sama (stabil) pada setiap tangki bahan bakar.
Katalisator Bahan Bakar Fitch mengubah atau memperbaiki bahan bakar yang digunakan dalam proses pembakaran sebelum memasuki ruang pembakaran dengan melalui suatu proses yang disebut proses de-crack.
Katalisator bereaksi terhadap bahan bakar yang tidak murni tersebut dan mengubahnya menjadi molekul-molekul kecil yang sangat aktif yang menyebabkan proses pemutusan semua rantai parafin panjang menjadi Alkana jenuh yang memiliki berat molekul yang lebih ringan. Hal ini mengakibatkan bahan bakar terbakar lebih bersih, lebih lengkap dan memperbaiki proses pembakaran. Proses ini mirip dengan proses pemutusan rantai karbon yang digunakan diindustri minyak (petroleum industry) untuk membuat bahan bakar dengan oktan lebih tinggi.
Material bahan bakar yang sebenarnya memiliki berat tertentu tetapi dalam kenyataannya tercampur dengan material-material lain yang lebih ringan dan lebih berat yang dapat menimbulkan masalah dalam proses pengapian (ignition).
Campuran material yang lebih ringan tersebut tersebut terbakar lebih cepat menyebabkan pengapian awal (pre-ignition).
Sedangkan campuran material yang lebih berat tersebut terbakar lebih lambat menyebabkan timbulnya asap dan gas emisi.
Dengan reaksi elekto kimia, Katalisator Bahan Bakar Fitch mengubah atau memperbaiki material bahan bakar yang lebih ringan dan lebih berat tersebut menjadi suatu sumber energi yang bermanfaat.
Ini saya ambil dari web-nya. Mereka juga telah mendapat sertifikat dari EPA.
Coba aja buka di http://www.fitch-indonesia.com
Anda bisa menyimpulkan sendiri.
#41:
* ini sudah di-debunk di http://www.fuelsaving.info/catalysts.htm
* hasil uji dyno, kesimpulan:I couldn’t detect one iota of difference in the power with or without the Fitch device.
* thread di forum biodiesel
* catat ujicoba misalnya di pengujian bapedal: “Selain dilakukan pemasangan alat FITCH perlu pula dilakukan perawatan
terhadap mesin kendaraan untuk mendapatkan nilai emisi gas buang kendaraan yang optimal.”
* sertifikasi EPA yang dimaksud artinya adalah “alat ini tidak akan menambah kadar polutan”, bukan “alat ini akan memberikan penghematan BBM”
jadi, buyers beware!
Alat ini bekerja dengan merawat bahan bakar. Menghilangkan dari bakteri, ragi dan jamur. Dengan dihilangkan hal tersebut maka bensin akan menjadi bersih seperti yang baru dari kilang minyak. Dengan menggunakan bahan bakar yang ‘fresh’ maka masalah yang ada pada mesin juga dihilangkan. Seperti adanya kerak pada tangki, busi yang cepat aus, emisi (gas buang) yang tinggi, knocking, susah distater. Sehingga kita juga menghemat biaya perawatan untuk mesin. Mesin tidak cepat rusak. Dengan memakai BBM yang bersih itu pula, maka kerja mesin juga menjadi lebih optimal, proses penyalaannya juga lebih sempurna,sehingga konsumsi BBM semakin efisien (semakin hemat). Banyak cara yang dapat digunakan untuk menghemat BBM. Dan saya rasa tidak semuanya penipuan. Saya juga coba buka web ini yang diAmerika dan Australia. Mungkin lebih lengkap keterangannya dibanding yang di Indonesia.
http://www.fitchfuelcatalyst.com (Amerika) dan http://www.fitchcatalyst.com.au
Saya juga sudah coba pakai dimobil Opel Blazer saya. Hasilnya cukup lumayan dan kalau mobil jalan di jalan yang menanjak tidak perlu pindah kegigi yang rendah. Dan suaranya juga jadi halus seperti baru.
Kalau anda rasa produk ini penipuan kenapa anda mencantumkan referensi yang membenarkan tentang keunggulan produk ini. Seperti di:
http://www.otomotif-online.com/art_cetak_detail.asp?edisi=152&cat1=01&cat2=03&cat3=15&cat4=00&seriid=6053&artid=4449
Saya memakai aplikasi alat pengehmat BBM tsb untuk water treatment, krn saya buat mesin mesin air RO (dldalam box besi), maka saya coba merangkai mesin air ro dengan magnet/penghemat bbm, dan terahir stage pake pipa kapiler bentuk vortex dengan magnet, …secara ilmiah sih penjelasan ttg magnet masuk akal,.. tapi kalau buat penghematan bbm entahlah.
Cinta Air
Menurut pendapat saya mengenai XPower, disitu dijelaskan XPower adalah Ionizer (bukan penghemat BBM/BBG). Seperti pendapat Danche :
Jadi bisa dikatakan bahwa penghematan, akselerasi, getaran lebih halus, temperatur lebih stabil, menurunkan emisi gas buang, dsb itu adalah akibat dari proses ionisasi tersebut. Jadi tidak bisa kita mengatakan bahwa itu adalah “alat penghemat BBM”, “alat untuk meningkatkan akselerasi”, “alat untuk menurunkan gas buang” karena yang paling pas menurut saya adalah itu merupakan “alat ionizer”.
Menanggapi besar kecilnya “efek penghematan” yang terjadi setelah dipasang alat (XPower), saya sudah memasangnya dan penghematan itu tidak seketika itu juga bisa saya rasakan. Mungkin karena faktor sepeda motor saya yang sudah tua (2000). Pertama saya pakai alat ini cuma bisa menambah 1 hari dari 1 minggu full tank (rutin tiap hari cuma dari kos ke kantor, sabtu-minggu pulang kampung). Setelah tiga minggu berlalu penghematan itu bisa mencapai 4 hari. Hal ini dialami pula oleh rekan-rekan saya yang memakai XPower (Penghematan itu tidak spontan). Kemudian kalo kita membandingkan dengan pengujian yang nota bene dilakukan “hanya saat itu” apakah itu bisa mewakili dimana alat ini baru bisa mencapai kondisi optimum setelah beberapa lama pemakaian. Belum lagi kita masih harus melakukan penyetelan komposisi “BBM dan angin” dimana pada pengujian itu tidak dilakukan.
Mengenai banyaknya faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pengaruh penghematan saya setuju :
Mungkin hal diatas sangat tepat kalau itu untuk kendaraan bermotor. Namun untuk mesin produksi saya kira hal diatas tidaklah tepat. Coba anda lihat hasil penghematan untuk mesin produksi berikut (pabrik pupuk - pabrik obat nyamuk). Penghematan yang dicapai disinipun juga diawali dari kecil kemudian meningkat (menurut pemilik perusahaan (pabrik pupuk) yang saya hubungi per telepon dikatakan bahwa penghematan awal tidak sampai 10%, tapi terus meningkat dan pada saat saya telepon penghematan itu kurang lebih 25%).
Yang perlu pula digarisbawahi disini bahwa penghematan itu tidak hanya diukur dari banyak sedikitnya pemakaian BBM, tapi juga dilihat dari hasilnya
).
Bagaimana anda menjelaskan dalam kasus diatas bahwa penggunaan itu bukan pada mesin dengan bahan bakar bensin, tapi pada mesin dengan bahan bakar LPG.
Bukan membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, tapi mencari tahu mana yang paling benar karena kita hanya manusia, yang terbenar hanyalah “Tuhan”.
“Overloads”.
#46:
bagaimanapun cara kerjanya, alat ini dipasarkan sebagai alat penghemat BBM. pelanggan biasanya tidak ambil pusing dengan faktor2 lain selain penghematan BBM.
sama saja. konsumsi BBM juga dipengaruhi oleh beban yang berbeda2.
LPG dan bensin sama-sama hidrokarbon. keduanya sama2 relatif tidak sensitif terhadap medan magnet.
untuk ‘penghemat BBM’ jenis magnet ini saya sangat yakin kalau ini tidak benar2 menghemat BBM.
Memang benar, tapi untuk mesin produksi relatif lebih stabil dibanding kendaraan bermotor. Tancap gas lalu mengerem mendadak, Penumpang satu dan penuh, memakai AC dan tidak, jalan tanjakan, dalam kota dan luar kota, dsb. Sehingga hasil yang diperoleh lebih mendekati kenyataan sebenarnya dibanding penggunaan pada kendaraan bermotor.
Menurut dosen ahli di ITB penghematan yang bisa dicapai dengan menggunakan magnet ini secara teori hanya sekitar 3%-5% (berdasarkan rumus dan perhitungan-nya) atau efeknya akan lebih kecil dibanding pada bensin. Namun kenyataan dilapangan penghematan itu bisa mencapai diatas itu bahkan lebih.
Bukan membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, tapi mencari tahu mana yang paling benar karena kita hanya manusia, yang terbenar hanyalah “Tuhan”.
“Overloads”.
kalo yg saya baca di web http://fulesaving.info rata2 alat tersebut di uji coba di mesin2 modern yg artinya emang konsumsi bahan bakar mesin2 tersebut sudah di optimize sedemikian rupa, kalo dicoba dimesin2 yg lama dg teknologi karburator+platina dan bukan injeksi+cdi+ecu menurut saya sih kerasa banget bedanya efisiensi yg di dapat walaupun dgn driving style yg gimanapun efisiensi tetap didapat, lah wong makanya ada mesin2 modern dgn injeksi+ecu gunanya kan buat efisiensi bbm kl enggak dr dulu sampe skrg teknologinya tetep karburator+platina betul gak yah belom pernah coba juga sih alat2 ini
Kalo mau hemat BBM, motornya dituntun aja. Disamping menghemat BBM, juga menjaga kesehatan (Tapi klo nuntunnya dari jakarta sampai bandung, jadinya seperti apa ya? GEMPOR!!!!).
Aku udah nyobain alat magnet tuh, tapi bikinan sendiri, dari magnet lentur yg seperti karet. Motor aku fiz r 2003, konsumsi bbm sama ajah tuh, kalo jalan stabil. Emang motor jadi lebih enak tarikannya, suara jadi garing. Tapi, cenderungnya malah lebih boros, kenapa, karena motor jadi enak suara ama tarikannya, jadinya pengen narik terus…hehhehehe…..kesimpulannya, gak ngaruh buat ngemat bbm…..tiap hari tetep aja keluar 12 rebong buat beli bbm di pom.
Seperti halnya penghemat BBM Fitch, kalau motor dijalankan pada kecepatan ekonomis (60 km/jam), akan terlihat penghematannya. Tetapi kalau dijalankan dengan cara mengebut, maka manfaat yang terlihat yaitu power dan tarikannya. Saya beli 1 buah, kebetulan rumah saya di kerobokan kuta dan kantor saya di sanur, untuk pengisian Rp 13.000 baru habis selama 4-5 hari (dengan kecepatan ekonomis). Lumayanlah ngirit pengeluaran.
gak usah pusing2 mikirin penghemat BBM, kan lebih hemat jalan kaki.sehat lagi………..ya tho……
untung…untung guys,tdnya aku tertarik pake penghemat BeBeeM ini,yah sekarang gitu deh.thanks mas pri
Salut buat Pak Pri. Artikel-artikel anda tajam dan didukung data yang valid. BTW, ada 1 alat yang kayaknya belum di review, EFT-nya LIPI. Boleh donk direview… Saya sudah kirim email yg lebih detil ke bapak. Pls review yah… thanks.
Aduhh…sory bgt ya aku ga baca semuanya he..he..


tp ada kutipan yg harus di ingat bahwa Pak Pri mang haruzzz di kasih jempol

bis artikelnya bgs bgt dari mana aja tuh semuanya ???? 


saran saya lebih banyak lg artikelnya biar bnyak yg dukung 


klo perlu yg lucu2 jg boleh tuh biar saingan ma mas tukullll Arwana ha..ha..



sory becanda keceplosan 
















Lam knal dr si cantik Asmiranda MH
Thanx atas infonya mas pri ttg penghemat bbm…ini sgt berguna bagi gue
Ada baiknya juga membaca penelitian disini :
http://io.ppi-jepang.org/article.php?id=145
Perlu di informasikan sejak tahun 90 han, kita sudah coba aditif bbm tuk pembangkit listrik. Uji coba kita lakukan berbagai variasi dosis, lamanya uji coba dsb. Bahkan sampai saat ini masih dilakukan berbagai merek. Termasuk FTG Fitch kita akan coba bulan depan di Pembangkit Listrik di Makasar. Kita tidak pro dan kontra, tidak menuduh itu penipuan atau tidak…positif tingking gitu lho. Yang penting uji coba dilakukan. Hasilnya positif dan negatif. Pak Pri boleh saja memandang dari satu sudut, alangkah baiknya dari beberapa sudut Tks.
1. Teori …. bahan bakar tersebut mengalami perubahan yaitu penurunan (degradasi) kualitas dan kehilangan energi potensialnya, yang disebabkan oleh:
-Proses Oksidasi
-Pertumbuhan mikroorganisme
dst. ….. dapat dari literatur mana? Mohon dijelaskan.
2. Juga untuk saudara yang menulis … magnet tersebut mempengaruhi kandungan Carbon dan Hydrogen yg ada di dlm bensin (yg kemudian akan dikabutkan dgn Oxygen) … , mohon menjelaskan dengan benar melalui rumus kimia - bagaimana mungkin jumlah/kandungan karbon dan hidrogen pada suatu kuantitas BBM tertentu bisa berubah dengan pengaruh maknit !!
3. Bagi bung Ferry, kemauan Anda untuk mencoba tentu kita hargai. Namun sebaik-baiknya cari dulu atau pakai dulu landasan pengetahuan/teori yang benar dan memadai, baru coba, apalagi untuk skala sebesar pembangkit. Cara ini akan sangat membantu untuk menentukan apakah langkah kita benar dan efisien.
Yah memang masa ini adalah masa yang sangat tepat untuk memunculkan inovasi efisiensi energi.
Salam untuk semua.
Sekarang bukannya pengrit bbm yang pakai magnet, tetapi ada tren baru alat kesehatan juga memakai magnet nama gelang amega, iridium brekelet dan dsb, apa pendapat bang Pri tolong diberi ulasan apa ada pengaruh thd kesehatan manusia yang mengklaim bisa menyembuhkan berbakai penyakit, kecuali nyawa manusia terima kasih.
Penghemat bensin di pasaran kebanyakan memanfaakan kinerja magnet. Kok bisa bikin irit? Jawabannya lihat komentar Dr Ir H Djoko Sungkono Kawano MEngSc. Beliau kepala
laboratorium Motor Pembakaran Dalam dan Pencemaran Udara, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember Surabaya, Jurusan Teknik Mesin.
http://www.motorplus-online.com/articles.asp?id=6020 - Penghemat bensin di pasaran kebanyakan memanfaakan kinerja magnet. Atau
biasa disebut besi sembrani. Kok bisa bikin irit? Jawabannya lihat
komentar DR Ir H Djoko Sungkono Kawano MEngSc. Beliau Kepala
Laboratorium Motor Pembakaran Dalam dan Pencemaran Udara, Institut Teknologi Sepuluh
Nopember Surabaya, Jurusan Teknik Mesin.
Unsur kimia bensin yaitu iso oktan (C8H18) dan n-pentana (C5H12). “Medan magnet mempengaruhi kandungan karbon (C) dan hidrogen (H) dalam bensin. Hingga bisa memaksimalkan proses pembakaran dan mengurangi kadar CO2,” jelas DR. Ir. H. Djoko Sungkono Kawano M. Eng. Sc.
Tapi, “Perlu diperhatikan juga cara pasangnya,” ingat Djoko. Ada beberapa syarat yang harus dilakukan supaya medan magnet berpengaruh terhadap aliran bahan bakar di slang bensin. Pertama, slang bahan bakar harus terbuat dari bahan non metal.
Selanjutnya posisi pemasangan juga harus diperhatikan. Jangan dipasang melintang. Bisa ditempatkan di luar slang. “Abaikan kedua kutubnya, atur magnet secara sejajar dengan slang bahan bakar,” ujar Djoko lagi. Terakhir, supaya tetap bisa bekerja mempengaruhi senyawa bensin. Jauhkan dari benda lain yang juga mengandung magnet.
Bagaimana sih ceritanya kok medan magnet berpengaruh buat pembakaran mesin? Dengar nih penjelasannya. Pria berusia 60 tahun mengibaratkan sekumpulan orang di depan loket mau beli tiket. “Bila antri secara rapi tentu pakaian tidak lusuh, badan tidak berkeringat dan cepat memperoleh layanan,” jelas Djoko memberi contoh.
Begitu juga dengan bahan bakar yang mengalir. Unsur karbon dan hidrogen akan tertata saat melintasi medan magnet yang kita ciptakan. Hingga kedua unsur tidak lagi tercampur.
Dan, “Secara teratur bergantian mengalami proses pembakaran. Keadaan ini yang bisa membuat kandungan zat berbahaya CO2 atau CO,” jelas Djoko Sungkono panjang-lebar.
#62:
bullshit
. silakan baca ini: http://fuelsaving.info/magnets.htm
ikutlah gerakan bike to work, sehat, bebas polusi, non bbm….
/
membaca tulisan di atas, memberikan kesimpulan dasar keilmuan yang diutarakan oleh Pak Priyadi masih kurang (mungkin karena Pak Pri ini bukan berlatar belakang engineering
). banyak2 baca lagi deh Pak. terutama masalah reaksi kimia dari combustion, Specific Fuel Consumption dari engine, dan Fuel system. jangan terlalu banyak ngutip dari satu sumber saja. baca baik2 comment dari mas hadi yang memberi referensi http://io.ppi-jepang.org/article.php?id=145 dan artikel-artikel ilmiah lain.
oia, apakah Pak Pri sudah mencoba sendiri atau pernah melakukan penelitian seperti Pak DR. Ir. H. Djoko Sungkono Kawano M. Eng. Sc, atau Pak Agung Sudrajad dan Pak Kartika Hendratna?
#65: maaf, saya cuma mengandalkan informasi dari internet. tentunya ada yang pro dan ada yang kontra. tapi akal sehat saya mengatakan argumen yang kontra jauh lebih masuk akal. saya sendiri memang bukan engineer.
selain itu, produsen alat2 ini sudah jadi langganan dituntut oleh FTC di amerika serikat.
kalau boleh saya tahu, bisa saya tahu hasil peer review dari hasil penelitian djoko sungkono atau agung sudrajad? apa sudah berhasil direplikasikan oleh peneliti lain? hasil penelitian yang di inovasi online menurut saya masih belum sempurna:
* tidak mencantumkan angka2 untuk membuktikan statistical significance.
* tidak melakukan A-B-A test.
setelah membaca sih, mengefektifkan bbm yg sudah kayaknya gak seberapa efektif. tapi kalau konversi energi memungkinkan, misalkan dari suatu bahan tertentu gak harus air ya, dielektrolisa atau dijadikan plasma kali, terus dimasukkan ke ruang bakar….ada sih yg percobaan konversi energi dari air di elektrolisa lihat artikel “Joe Cell”, tapi juga belum efektif….saat ini yg paling efektif untuk energi