11 June 2006

Piala Dunia 2006, SCTV dan Televisi Kabel/Satelit

Posted under: at 16:22

Walaupun sejak beberapa bulan yang lalu SCTV telah mengumumkan bahwa acara Piala Dunia 2006 hanya bisa ditangkap melalui sinyal televisi terestrial, ternyata tidak sedikit pelanggan TV kabel dan satelit yang belum mengetahuinya. Pelanggan TV melalui jasa DBS seperti Indovision, Telkomvision dan Astro; televisi kabel seperti Kabelvision maupun penonton melalui antena parabola tidak dapat menikmati siaran Piala Dunia.

Saya tidak tahu persis mengapa SCTV tidak memperbolehkan relayer-relayer tersebut untuk menayangkan acara Piala Dunia 2006, tetapi yang jelas pasti ada hubungannya dengan bisnis. Beberapa pertanyaan yang ada di benak saya:

  • Para relayer memperluas jangkauan siaran, dan efeknya semakin banyak penonton di Indonesia yang dapat menonton siaran SCTV. Hal ini adalah nilai tambah bagi pemasang iklan di SCTV dan dengan demikian harga pemasangan iklan bisa lebih tinggi. Pertanyaan satu milyarnya adalah: mengapa SCTV yang pendapatannya murni dari iklan menolak untuk memberi nilai tambah bagi pemasang iklan?

  • Bagaimana hubungan antara SCTV dan para relayer? Siapa yang membayar siapa? Siapa yang lebih diuntungkan? Menurut saya, SCTV lebih diuntungkan karena pelanggan relayer bisa mengganti saluran ke SCTV dengan mudah. Sedangkan dari sisi relayer, tayangan SCTV hanya sedikit bernilai lebih karena hampir semua pangsa pasar relayer sudah bisa menonton SCTV tanpa perlu berlangganan ke relayer.

  • Salah satu alasan yang umum saya dengar adalah bahwa SCTV sebagai pemegang hak siar harus berusaha sebisa mungkin supaya siaran Piala Dunia 2006 tidak dapat ditangkap di luar Indonesia. Saya bisa mengerti mengapa mereka mengacak sinyal satelit supaya tidak dapat disaksikan di luar Indonesia. Tetapi bukankah para relayer ini hanya memasarkan jasanya di Indonesia?

  • Satu alasan lagi yang sering saya dengar adalah bahwa SCTV adalah pemegang hak siar tunggal siaran Piala Dunia 2006 di Indonesia. Artinya sesuai aturan dari pihak penyelenggara, tidak boleh ada pihak lain yang menayangkan siaran Piala Dunia 2006 di Indonesia. Tetapi apakah dengan demikian SCTV tidak diperkenankan untuk meng-outsource pemancaran sinyal ke pihak ketiga? Jika boleh, apa bedanya pemancar siaran televisi terestrial dan relayer seperti Indovision?

Ingin teori konspirasi? Jakartass memilikinya.

Pokoknya kalau mau nonton Piala Dunia harus pakai antena luar! Titik!

105 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!