Tuhan Sembilan Senti
Puisi bagus tentang merokok dan haramnya merokok. Biar BasBang, tapi BagBang, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali
. Sayangnya saya belum tahu sewaktu mengorganisasikan aksi yang kemarin itu.
Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
***
Informasi dari Eko Juniarto dan Harry Sufehmi.
Premium!
Saya nggak mau jadi Pertamax ah, Premium aja, seperti 234 Premium kemasan hitam.
gimana ya kalo gak ada rokok gak ada yg sponsorin liga-liga eropa
kedua kah?
Maksudnya gak ada yang sponsorin nonton liga-liga eropa buat tv indonesia secara gratis
Ketigax *komen dulu, baru dibaca. jarang2 bisa top 10*
perokok kena ga ya baca yang ginian?
ayo yang ngerokok tunjuk jari?
Sebuah dilema kehidupan… no comment… udah binun mo bilang apa kalo masalah rokok…
:
(
#6 : ya, saya??? eh, itu dulu… sekarang udah stop.
Wah rokok kok dibilang berhala ya?

Tolong dong di artikan pengertian berhala kepada orang bodoh yang menanyakan ini
membakar rokok = membakar uang !
tul gak pak pri !
eh jangan2 asap yang selama ini gw lihat menggerayangi jakarta kalo siang2, ternyata dari asap rokok !
jangan2 rokok jg yang buat kebakaran hutan yang menghebohkan dulu.
membakar rokok = membakar uang !
tul gak pak pri !
eh jangan2 asap yang selama ini gw lihat menggerayangi jakarta kalo siang2, ternyata dari asap rokok !
jangan2 rokok jg yang buat kebakaran hutan yang menghebohkan dulu.

sepuluh besar
yaah kirain gue 10 besar
orang bilang kalo gak ngerokok itu bagus, tapi menurut fakta perokok pasif justru punya resiko yang lebih besar untuk kena kanker di banding yang perokok aktif,mungkin itulah sebab nya orang berpikiran dari pada aku kena kanker tapi gak ngerokok mending sekalian aja aku ngerokok.
sutuju ama #2 kalo gak ada rokok bakal gak bisa lagi nonton liga2 erpoa
hehe susah.
saya merokok kalau lagi diluar rumah, dan ditempat yang tidak ada larangan merokok.
liat2 dulu kiri kanan, kalau sekiranya kemungkinan ada yang bakalan terganggu kalau saya merokok, ya saya batalkan niat untuk merokok. apalagi kalau jelas² ada peringatan dilarang merokok, pasti mulut saya nggak bakalan kemebul
marilah mencontoh saya, jangan mencontoh perokok.
Mohon maaf jika ada yang terganggu dengan asap rokok saya…
setubuh eh setuju dengan larangan merokok !
syukurlah, saya bukan penyembah tuhan sembilan senti ini. amit-amit jabang bayi!
gw sih emang ga suka rokok

tapi gw juga menghormati orang yang suka merokok, selama tidak mengganggu sajah
Sentilan agar rokok di-HARAM-kan.
um pri pasti nomail™
koh pahmi kan dah nulis sebulan kemaren
http://tausyiah275.blogsome.com/2006/06/08/puisi-anti-rokok/
sungguh suatu stereorip; garis keras, selalu mendekati konflik. bukan konflik itu yang mendekati mereka. jadi bisa terbilang: ‘cari penyakit’
saya pun begitu kok di beberapa konteks yang lain. makanya saya maklum saat ada mereka yang selalu ‘keras’ bicara ke saya, menganjurkan pada saya untuk berhenti merokok. karena saya juga dalam konteks lain, juga sering keras jika sedang menyampaikan apa yang saya percaya (tapi bukan masalah rokok).
iya, ini masalah apa yang kita percaya dan mengenai apa yang bisa kita buat untuk mengaplikasikannya dalam hidup kita, sehingga hidup kita terasa punya arti saat kita merasa sedang berjuang demi yang kita percaya.
bukankah hidup ini menjadi seru dengan adanya konflik-konflik seperti ini? dan bukankah itu sebenarnya yang kita cari demi membuat hidup kita tidak terasa sepi?
untuk itulah beberapa dari kita memilih untuk membuat semacam puisi, menulis buku, membuat coretan grafiti di tembok-tembok, membuat film, khotbah, ceramah, memasang bom! demi bisa menyampaikan gagasan-gagasan yang kita percaya pada orang lain, walau kita tahu apa yang kita buat bisa melahirkan konflik. tapi, sekali lagi, mungkin itu yang sebenarnya kita cari.
itu semua tidak mudah. itu semua tentang perjuanganmu. dan itu semua tentang kamu.
#6
gimana ya..
gimana lex??
*panggil alex yang sama2 smoker*
Keyen
emang semua rokok 9 centi ya?
*udah 1 taon berhenti menghisap rokok*
what a nice poem
rokok itu apa?
*yang konon bukan perokok..
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
hiks, tersinggung saya. tapi saya dari sejak awal merokok nggak suka kalau Oo sambil merokok.
jadi ceritanya, saya lagi dipanggil sama dandim(komandan kodim) yang lagi ngobrol ama danyon(komandan yonif(batalyon infanteri)) di ruangan dandim. karena saya tahu ruangannya ber ac(sejak dandim yang lama) saya sengaja nggak keluarin rokok dikantong celana. saya lagi cek laptop mereka berdua sambil mereka cerita-cerita soal mancing ama berburu. pesan kopi ginseng 3 gelas ke ajudan. selama satu jam pertama nggak ada yang merokok, nggak tahu apa segan atau gimana atau karena ruangan berAC atau mungkin nggak merokok. Saya sendiri udah nggak tahan, apalagi kalo ngobrol nggak merokok, wah pikiran pasti ke rokok aja. Sangking nggak tahannya, pura-pura saya keluarin bungkus rokok untuk ngambil sesuatu di kantong, eh secara bersamaan mereka juga ngeluarin bungkus rokoknya masing-masing, menyalakan dan menghisapnya. huh sialan kok nggak dari sejam yang lalu pikirku. itu AC nyala terus lho padahal. dan mereka kayaknya nggak goblok lho (goblok ama bodoh sama nggak ya?) soalnya bacaan mereka aja tebal-tebalnya minta ampun. buku pedoman hukum kemiliteran lah. tahu kan militer disiplin banget.
sory ya kalo cerita disini.
eh tapi ngomong-ngomong saya sudah mengurangi merokok lho sejak posting di blok waktu itu.(om pri bilang Aksi yang kemaren) teman yang laen gimana? maksudnya berkurang, dari 3 bungkus sehari jadi 3 batang sehari.
tipsnya, jangan beli rokok
tapi yang nggak bisa saya elakkan ya itu jangan jual rokok, kalo itu ya saya nggak makan nanti.
Berhenti merokok sejak enam tahun lalu
haduh, disentil kaya’ gimana juga susah berhenti merokoknya…
#22: waduh masa ada yang nyuruh berenti merokok aja kok dibilang ‘garis keras’
. mungkin mereka cuma gak mau kena kanker paru-paru?
Ada seorang kyai menanggapi larangan merokok kemarin, bilang ini :
“Maaf, kebetulan sejak dahulu saya tidak suka merokok.. saya hanya suka kretek”
ugh… kena sindir lagi
merokok itu merusak kesehatan dan iya gw ngerokok.. uh uh… gmn donk…
setuju…dijual buku stop smoking for dummies….
kalo gue nyembah tuhan dua cangkir tiap pagi. ga bisa hidup tanpa itu. untungnya ga bikin bangkrut, krn bikinnya yg versi tubruk. Ga kuat kalo kudu ke starbak setiap hari.
SETUJU! Bas bang
mendingan nyembah setan deh….
* setan = FreeBSD
Menarik..
Tapi belum bisa menggugah..
*Ngeluarin sebatang Marlboro Lights, nyalain, dan hisap…*
didalam rumah RSS
bapak-bapak goblok merokok
tak peduli disampingnya seorang anak kecil
menatapnya dengan takut……
bapak goblok merokok
disamping istrinya yang sedang menyusui bayinya..
I Hate this kind of people
apalagi yang di kamar mandi umum, menambah bau yang sudah bau
#29 Orang Pintar bukan dilihat dari tebelnya bacaan bung
tapi dari bagaimana mereka bertindak terhadap situasi di sekitar mereka
Untung gw ngerokok pake tangan kiri
Pernah dengar tidak pepatah orang yang tegar rokok. Biar putus cinta, jangan putus rokok.. Aduh…
#14. R U sure kalo perokok pasif lebih besar risikonya daripada perokok aktif ?
G berpikir sebagian besar orang punya harapan mengenai caranya dia meninggal. Bila seseorang memang ingin meninggal dengan rasa sakit (sakit paru ato kanker etc)dan menyakiti orang2 sekitarnya, silahkan merokok.
Fakta
merokok = pintu gerbang kecanduan narkoba
narkoba –> meningkatkan risiko HIV
HIV –> obatnya gak ada
kerugian negara akibat merokok >> devisa dari cukai rokok
jadi merokok

Nggak tau ngrokok
kalo gw mah, d diskotik g prna ngrokok, *ke dskotik aj lom prna*… trus kalo ek ek g prna ngrokok, kalo ngeden nanti asapnya ngebul… kalo ke puskesmas g prna ngrokok, males beli rokok euy, mnding nabung buat beli pabrik rokok, biar cepet kaya,,, hehehhehe…
trus ane dah, kalo di iklan rokok, dibawahnya ad tulisan ~Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan janin~ itu iklan atao larangan yah??? udah tau merusak tapi tetep aja dijual, bodohnya, masih ada juga yang beli dan yang paling bego, masih ada yang mau nyoba ngrokok. Mahal, mending makan di warteg udah kenyang.
ngapain udah susah2 ngeluarin duit, eh malah dibakar lagi, ngebul2 malah bikin sakit. Hebatnya, ga bikin sakit diri sendiri, tapi lebih sosialis ga pengen diri sendiri yang sakit, tetangga sebelah juga ‘diminta’ untuk sakit nyedot asep racun.
tapi jeleknya kalo semuanya ga ngrokok, pabriknya bisa ngePHK semua buruh2nya, liga indonesia, event2 musik, pameran2, siaran langsung bola, pertandingan olahraga, bisa keilangan sponsor utama. Bangkrut deh.
Pemerintah daerah jadi keilangan sumber2 pajak2 dari retribusi iklan, pajak penghasilan perusahaan rokok, pajak sini situ.
gimana dong??
#45 :
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang sekitar 120 mm (Pak Pri, dasar 9 cm dari mana? di wikipedia bilangnya segitu) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter.Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung. (dari wikipedia)
pak pri, ko comment saya yg tadi g d approve??
Ngga cuman satu dia orang yang bilang ngeroko berbahaya.. tapi ko k belom ada niat berhenti ya?
puisi yang indah. bagi yg msh merokok, jangan minder. kalo mau brenti, brentilah atas kemauan sendiri. anda harus memilih. merokok 9 senti, atau hati.
berhala?? aku juga jadi bingung dengan pengertian berhala-nya bung taufik ismail ini… amat sangat hiperbola, bung…

mungkin bung taufik ismail juga jgn main dengan kata2 saja. bisa-bisa kata-kata/sastra jadi berhala bung taufik ismail juga. bisa saja surat asy-syua’ra dihibahkan kepada bung taufik untuk berhala syair ini
anyway… imbauan utk nggak merokoknya, bagus. aku sendiri pernah mencoba utk berhenti. tapi sptnya nggak akan bisa. it’s hard
lagipula hidup di lingkungan perokok semuanya. kalo duduknya dekat dgn yg nggak merokok, ya nggak…
eh… memang Tuhan 9 sembilan senti?? ndak ngerti juga kalo udah Tuhan baru seukuran itu…
gw…kadang ngerokok, kadang nggak…

intermitten gituh…
itu juga kalo ditawarin…
udah males kalo beli sendiri…
berarti gw udah ngurangin merokok kan…
- ngurangin rokok temen maksudnya -
tapi asli, gw paling benci sama orang2 yg ngerokok di angkot/bis/kendaraan umum lainnya
kalo pengen ngerusak ya diri sendiri aja…jangan ngerusak yg lain…
Merokok tidak apa2, asal tidak merugikan orang lain, seperti yang ini
Toh rokok ad/ penyumbang pemasukan negara terbesar [masihkah?]. You smoke, you die for this country
hm … bagus juga puisinya cuma gw sih ga ngerokok di ruangan ber-ac (gw sendiri bisa keblinger deh belon lagi mata perih) …
kalo gak ada rokok:
1. gak bisa nonton piala dunia..terus siapa dong mensponsori acara GRATIS piala dunia di TV? Kantor kementrian olah raga?!
2. saya gak bisa sekolah sampai sekarang..karena cukai rokok makanya banyak sekolah dibangun
kesimpulannya…sesuai dengan kata yang diatas..orang yang merokok adalah pahlawan nasional, karena mereka rela mati demi kepentingan bangsa..

waaa…gue ngrokok nih dan masih terus merokok. nyadar sih bahayanya rokok dan udah usaha brenti ngrokok. susahnya minta ampun, apalagi pas banyak pikiran n mesti konsentrasi, otak selalu menyarankan ngrokok. jadi buatyang sukses brenti ngrokok…bagi2 dong tips nya. biar kita-kita juga bisa brenti ngrokok.
Mungkin di akherat juga masih ada rokok™ ?
Seharusnya pemerintah melarang pejualan dan penggunaan rokok di Indonesia.
*Padahal tanggal 31 Mei kemarin sudah ada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia*
Yah, topiknya basbang…
gak komen ah.
#50: hmmm, yakin rokok itu 12 cm? kok kalau dikira2 kayanya kepanjangan ya. coba yang ngerokok tolong ukur panjang rokoknya
#54: “aku ini binatang jalang” juga sangat hiperbola lho.
orang berekspresi gak perlu dibantah
#45: merokok aktif lebih berbahaya daripada pasif. perokok pasif kesannya lebih berbahaya karena kalimat “perokok pasif memiliki resiko lebih besar terkena kanker paru-paru”. resiko lebih besar dibandingkan apa? tentunya dibandingkan daripada tidak menjadi perokok pasif, tapi kadang2 terkesan kalimat itu membandingkan dengan perokok aktif
saya nggak rugi kok, saya dah jarang beli rokok, tapi kalau ada rokok disamping saya kayak gini yang ditinggal orangnya tadi, ya saya ambil,
isap satu ah, sayang daripada beli udah berapa, 8000 rupiah sebungkus sampoerna mild. mending duitnya buat beli bakso cuma 3000 udah kenyang. tapi faktanya, belum ada orang mati gara-gara keselek rokok, tapi kalo orang mati kehabisan oksigen gara-gara keselek bakso pernah ada dan bukan satu atau dua orang. coba cari di google dengan kata kunci mati keselek bakso.
di rumah sakit umum terdekat di kota saya. ada tuh datanya di ruang gawat darurat.
saya baru faham maksud #56
Perokok adalah pahlawan sejati dalam pembangunan negeri ini. gitu maksudnya ya. Pembayar bea terbesar (40%) dari setiap batang yang dihisapnya. menciptakan lapangan kerja sehingga ada petani tembakau, pembuat asbak rokok, office boy di kantor, tukang sapu, karyawan pabrik rokok, pabrik pupuk,tukang angkut tembakau, supir, sales, distributor, galon bensin, dokter, rumah sakit, tukang gali kuburan, dan LSM yang bisa mendapatkan bantuan untuk kampanye anti rokok, pemerintah sehingga ada kerjaan membuat peraturan merokok di tempat umum(ada duitnya lo sekali sidang), pabrik kertas, pabrik plastik, pabrik mobil, pabrik sepeda motor, pabrik suku cadang dan keryawan-karyawannya. pabrik semen dan bahan bangunan(kalau rumahnya kebakaran gara-gara menyalakan rokok kan harus dibangun lagi), dan semuanya menambah devisa negara. memperkaya pemilik saham perusahaan rokok. memajukan dunia olah raga dalam negeri. ah masih banyak lagi nggak terhitung.
yang perlu dipikirkan adalah, ada nggak yang bisa menggantikan rokok, sehingga cuma bagian tidak ada lagi yang merokok atau tidak ada lagi rokok tanpa mengganggu hal lain yang selama ini masih terkait dengan rokok seperti yang saya sebutkan tadi.
Ada kurang lebih 63 kata “rokok” di puisi itu, kaya’nya masih kurang atau ada batasan nda ya?
kalo ngrokok, g bakal prna tua, soalnya mati muda
merokok dan dirokok itu haram hukumnya


Faktanya adalah:
- Benar rokok memang mengganggu kesehatan
- Benar merokok adalah tindakan sia-sia, dan yang bertindak sia-sia adalah temannya setan (katanya).
- Tapi tidak benar kalau merokok membuat orang mati muda (Kakek saya dari umur 10 tahun sudah ngisep tembakau bakar ini sampai sekarang umurnya sekitar 90 thn masih juga merokok).
- Saya bersyukur karena saya tidak perokok, orang tua juga tidak perokok, dan karyawan di kantor tempat saya kerja dari 10 orang karyawan laki-laki cuma 3 yang merokok. Nggak tahu kalau karyawatinya (siapa tahu udah punya rokok sendiri di rumah)
Salut buat kampanyenya… walaupun nggak akan banyak merubah keadaan…
alhamdulillah selama idup belum pernah ngerasain jadi perokok

Tuhan Sembilan Senti
Mesikupun BASBANG….
Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawa…
Merokok: “Lebih banyak keburukannya daripada manfaatnya.”
Jadi, kita sebagai mahluk yang diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan YME, wajib memikirkan apa yang kita lakukan sekarang itu baik atau tidak…
Jikalau ingin enak terus…ya….enak terus itu tidak akan ada habisnya…
Jadi, ambil keputusan saja ok, yang terbaiklah….
=====================================##########
==========NO SMOKING!!!!!!!!=============##########
=====================================##########
Aku anti rokok !!!
Alhamdulillah ga ngrokok. dulu waktu kecil klas 1 sd pernah coba-coba niru bapak. tp cuma ngisep 2-3x udah kapok, batuk2 ga karuan.
sekarang mahasiswa dan mudah2an ga akan pernah ngerokok
merokok boleh aja tapi tahu etika gitu loh
Ada baiknya istilah “uang rokok” juga tidak dibiasakan untuk dipakai
- perlu kebijakan institusional dan enforcement yang gak tebang-pilih, cukai-nya di naikin, seperti pemda New York City, menaikkan harga cukai jadi US$5.00/bungkus 
Orang2 di Liberia mulai ketularan candu roko, seiring dengan pulihnya situasi konflik, yg sebelumnya mending beli singkong ketimbang rokok, perang saudra usai, maka penjajah barupun datang (rokok) - entah kapan merdekanya
Salam hangat dari afrika barat
Huhehe, kemaren gue berhasil berhenti beli rokok, minta ama temen iya. wekakakk.
Gue masih inget kata Almarhum kakek gue waktu dirawat, saya ngerokok jelas kena jantung. Nah, sebelah saya kena sakit jantung gara-gara kebanyakan bohong + korup ama rakyat, wekakakkakaka.
. Filosofi yang lebih harus diperhatikan.
.
Huhehe, kemaren gue berhasil berhenti beli rokok, minta ama temen iya. wekakakk.
Gue masih inget kata Almarhum kakek gue waktu dirawat:
wekakakkakaka.
. Filosofi yang lebih harus diperhatikan.
.
Alhamdulillah, saya tidak merokok. Semoga sampe kapan pun
Btw, besok2 posting ttg tips jitu berhenti merokok, dong. Biar seimbang
Kosakata Id-Gmail nambah satu lagi: BagBang. Dan ini semua berkat Kak Priyadi yang kreatif.
Aku kok ya barusan ngeblog tentang rokok and berantem ma “si dia” karena rokok.
Hua huaaaaaaaaaa
Setuju! Indonesia adalah surga bagi perokok. Kalo negara2 barat sudah dapat melarang rokok di tempat umum, kenapa Indonesia belum bisa dan belum lepas dari pendapatan dari penjualan rokok? Australia sudah mulai menerapkan larangan merokok di pubs atau bar di NSW. Bahkan bungkus rokok sudah ditempeli gambar2 yang mengerikan sebagai akibat dari roko, mulai dari gigi yang rusak (jadi image cowok cakep yg sok gaya dengan merokok bisa terhapus), kaki yang kena gangrene gara2 rokok n ada jari kaki yg putus n item2, paru2 yang rusak akibat rokok, dan otak yang dibelah n ada darah menggumpal dan mengumpul di otak akibat rokok, dsb.
Kapan Indonesia akan mulai kampanye terus terang soal rokok? Buka mata masyarakat kalo merokok itu sama saja dengan menumpuk zat kimia berbahaya dan merupakan tindakan kriminal memaksa orang lain yang bukan perokok disekitarnya menghisap secondhand smoke yang notabene resikonya lebih berbahaya drpd asap yg dihisap mereka yang perokok.