7 September 2006

Manusia Mencari Mukjizat

Posted under: at 00:23

Jaman dahulu, manusia menjadi pengikut sebuah agama karena menyaksikan Mukjizat yang diperagakan para Rasul. Tetapi sekarang sebagian umat manusia merasa tidak pernah menyaksikan mukjizat-mukjizat tersebut.

Rasanya sangat logis bila manusia mendambakan mukjizat. Naluri manusia mengatakan bahwa mereka ingin beriman, tetapi bagi sebagian dari mereka, untuk beriman mereka membutuhkan mukjizat walaupun mungkin mukjizat tersebut tanpa disadari ada di depan mata mereka. Kebutuhan inilah yang dimanfaatkan segelintir manusia. Orang-orang membutuhkan mukjizat, jadi mereka mencoba untuk memberikan ‘mukjizat’. Mungkin bukan mukjizat dalam arti yang sebenarnya, tetapi bagi mereka, yang terpenting adalah orang-orang percaya jika hal tersebut adalah mukjizat.

Tahun lalu, di Internet beredar rekaman suara-suara yang katanya adalah suara jeritan dari dalam tanah. Email-email berantai tersebut mengklaim jika manusia telah menemukan lokasi penyiksaan alam kubur. Saya sempat menuliskannya pada blog ini dengan judul Hoax Mengenai Suara-Suara Dari Dalam Tanah. Singkatnya, berita tersebut adalah berita bohong. Bukan cuma berita bohong, berita tersebut sudah ada sejak satu dasawarsa yang lalu dan juga pernah dijadikan bahan bakar dakwah bagi agama yang lain. Yang terjadi kemudian, berita ini terlanjur menjadi bahan dakwah pada beberapa acara keagamaan.

Beberapa orang percaya terhadap berita tersebut dan bahkan menolak habis-habisan jika diberitahu bahwa berita tersebut berita bohong. Seakan-akan kabar bohong tersebut telah menjadi bagian dari iman mereka. Jika ada yang memberitahu bahwa itu hanyalah kabar bohong, maka mereka akan membela habis-habisan seperti halnya jika ada orang yang menghina agama mereka.

Yang terakhir adalah isu The True Power of Hexagonal Water. Ternyata kenyataannya jauh lebih parah daripada yang saya kira: MQ Publishing bahkan telah menerbitkan buku tentang ini yang berjudul The True Power of Water – Hikmah Air Dalam Olah Jiwa :O.

Sama seperti kasus jeritan yang terdahulu, saya melihat tidak sedikit orang yang percaya begitu saja terhadap ‘penelitian’ ini dan menganggapnya sebagai bagian dari keimanan mereka. Apalagi yang mensponsori pendapat ini adalah tokoh dengan reputasi yang sangat baik. Orang-orang yang percaya berdasarkan keyakinan ini akan mudah sekali tersinggung jika ada yang mencoba untuk mengoreksi. Tentunya ini kondisi yang berbahaya dan sama sekali tidak kita inginkan.

Ada baiknya sebelum menganggap sesuatu sebagai mukjizat, kita verifikasi terlebih dahulu apakah hal itu benar-benar suatu mukjizat, terutama jika kita adalah seorang public figure yang memiliki pengikut yang banyak.

Mukjizat adalah suatu kebutuhan. Dapat dipastikan akan ada orang-orang yang berusaha untuk ‘memenuhi’ kebutuhan tersebut. Bisa jadi hanya dengan niat iseng menyebarkan email berantai di Internet, ataupun dengan niat untuk mencari keuntungan pribadi. Waspadalah!

**Tambahan: **

Banyak teman-teman muslim yang mengingatkan bahwa Al-Quran termasuk mukjizat, dan mukjizat itu masih bisa disaksikan kita semua. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di blog Fahmi Side A. Tulisan di atas sedikit diperbaharui sesuai dengan fakta ini. DDKTD.

119 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!