Manusia Mencari Mukjizat
Jaman dahulu, manusia menjadi pengikut sebuah agama karena menyaksikan Mukjizat yang diperagakan para Rasul. Tetapi sekarang sebagian umat manusia merasa tidak pernah menyaksikan mukjizat-mukjizat tersebut.
Rasanya sangat logis bila manusia mendambakan mukjizat. Naluri manusia mengatakan bahwa mereka ingin beriman, tetapi bagi sebagian dari mereka, untuk beriman mereka membutuhkan mukjizat walaupun mungkin mukjizat tersebut tanpa disadari ada di depan mata mereka. Kebutuhan inilah yang dimanfaatkan segelintir manusia. Orang-orang membutuhkan mukjizat, jadi mereka mencoba untuk memberikan ‘mukjizat’. Mungkin bukan mukjizat dalam arti yang sebenarnya, tetapi bagi mereka, yang terpenting adalah orang-orang percaya jika hal tersebut adalah mukjizat.
Tahun lalu, di Internet beredar rekaman suara-suara yang katanya adalah suara jeritan dari dalam tanah. Email-email berantai tersebut mengklaim jika manusia telah menemukan lokasi penyiksaan alam kubur. Saya sempat menuliskannya pada blog ini dengan judul Hoax Mengenai Suara-Suara Dari Dalam Tanah. Singkatnya, berita tersebut adalah berita bohong. Bukan cuma berita bohong, berita tersebut sudah ada sejak satu dasawarsa yang lalu dan juga pernah dijadikan bahan bakar dakwah bagi agama yang lain. Yang terjadi kemudian, berita ini terlanjur menjadi bahan dakwah pada beberapa acara keagamaan.
Beberapa orang percaya terhadap berita tersebut dan bahkan menolak habis-habisan jika diberitahu bahwa berita tersebut berita bohong. Seakan-akan kabar bohong tersebut telah menjadi bagian dari iman mereka. Jika ada yang memberitahu bahwa itu hanyalah kabar bohong, maka mereka akan membela habis-habisan seperti halnya jika ada orang yang menghina agama mereka.
Yang terakhir adalah isu The True Power of Hexagonal Water. Ternyata kenyataannya jauh lebih parah daripada yang saya kira: MQ Publishing bahkan telah menerbitkan buku tentang ini yang berjudul The True Power of Water - Hikmah Air Dalam Olah Jiwa
.
Sama seperti kasus jeritan yang terdahulu, saya melihat tidak sedikit orang yang percaya begitu saja terhadap ‘penelitian’ ini dan menganggapnya sebagai bagian dari keimanan mereka. Apalagi yang mensponsori pendapat ini adalah tokoh dengan reputasi yang sangat baik. Orang-orang yang percaya berdasarkan keyakinan ini akan mudah sekali tersinggung jika ada yang mencoba untuk mengoreksi. Tentunya ini kondisi yang berbahaya dan sama sekali tidak kita inginkan.
Ada baiknya sebelum menganggap sesuatu sebagai mukjizat, kita verifikasi terlebih dahulu apakah hal itu benar-benar suatu mukjizat, terutama jika kita adalah seorang public figure yang memiliki pengikut yang banyak.
Mukjizat adalah suatu kebutuhan. Dapat dipastikan akan ada orang-orang yang berusaha untuk ‘memenuhi’ kebutuhan tersebut. Bisa jadi hanya dengan niat iseng menyebarkan email berantai di Internet, ataupun dengan niat untuk mencari keuntungan pribadi. Waspadalah!
**Tambahan: **
Banyak teman-teman muslim yang mengingatkan bahwa Al-Quran termasuk mukjizat, dan mukjizat itu masih bisa disaksikan kita semua. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di blog Fahmi Side A. Tulisan di atas sedikit diperbaharui sesuai dengan fakta ini. DDKTD.
no 1 nih ntar di trambah yah
Kayaknye pertame neh!..
saya sepakat atas beberapa hal dari tulisan bung pri, bahwa banyak beberapa ‘oknum’ yang mempergunakan kelemahan manusia atas hal-hal seperti mukjizat itu. dan memang kita dilarang untuk taklid buta atas sesuatu yang belum jelas kebenarannya.
apalagi kita mempertahankan taklid itu karena ego kita.
namun ada beberapa yang harus dibedakan-dipisahkan, untuk mengkritisi mereka yang taklid buta memang tidak mudah, karena memang sudah termakan oleh informasi tadi. salah satu counter-nya adalah membeberkan fakta tandingan, selain itu harus ada kejujuran dari kita bahwa yang dikritisi adalah hal-hal yang kontroversial dan dapat dikategorikan berita bohong, dan tetep menerima hal-hal yang memang benar adanya walaupun sudah dicampur adukan.
misalnya pernyataan abc itu taklid buta semata dan ada berita bohong yang dicampurkan dengan kebenaran pernyataan cde, jadi cde nya tetep harus diakui benar sepanjang tidak dicampur adukan.
untuk sementara begitu dulu bung!!!
hatur nuhun ah
Enaknya pihak MQ/DT (syukur-syukur Aa Gym) bisa ikut berdiskusi di tempat ini kali yach..
oiya, betul juga tuh, harus ada klarifikasi.
karena kekurangan diskusi sepihak adalah seperti ‘onani’(maaf)
Bukankah Mukjizat itu hanya untuk para Nabi?? Setelah habisnya para nabi maka mukjizat itu tidak ada lagi. CMIIW.
ikutan aja deh…
belom bisa comment
saya benar2 setuju dengan om Pri..
saya percaya orang yang mencari mukjizat untuk percaya tuhan pasti akan menemukan mukjizat dan tuhan-nya, apapun itu bentuknya. ironisnya orang orang seperti ini sangat rentan untuk melupakan dan menyia-nyiakan mukjizat yang telah diberikan Tuhan bagi manusia, akal.
lho, bukannya yang namanya mukjizat itu memang susah utk dibuktikan secara ilmiah?
aa gym mungkin percaya itu mukjizat karena banyak juga praktek2 pengobatan yg menggunakan air yg telah diberi doa2 sebagai obatnya di lingkungan para santri atau ponpes.
waduh, termasuk nyinggung saya nih?
apa mas kira saya percaya begitu saja? tidak mas tidak.
Apalagi saya, sedangkan kalo ada yang bilang kamu baik sekali telah menolong kami, kamu bagai malaikat seperti banyak di film-film atau sinetron, saya malah benci banget tuh, pas kayak sudah pernah lihat malaikat saja, apa pernah ada bukti malaikat menolong? kan belum.
soal hubungan pesan/doa dan air hexagonal saya tidak akan percaya begitu saja.
soal mukjizat(yang baru), itu cuma jualan agama atau aliran tertentu saja. mana ada lagi mukjizat zaman sekarang ini yang ada hanya pertinggalan mukjizat itu sendiri kalau yang dibilang mukjizat yang sekarang ini itu cuma hal aneh kebetulan saja.
kalau pun ada hal yang dipercaya sebagai mukjizat, nggak usah diveryfikasi, yang jelas itu bukan mukjizat, itu hal biasa.
sangat bertentangan sekali jika orang yang percaya kepada Tuhan malah sedikit-sedikit percaya kepada suatu hal yang dianggap mukjizat.
setuju ama om Pri, yang aku liat malah sebagian orang memanfaatkan kekurangtahuan orang dalam ilmu agama untuk mendapatkan keuntungan, contohnya kayakn jeritan2 dalam kubur itu, kan orang yang (maap) pengetahuan agamanya belum terlalu baik bisa terjerumus ke jalan yang tidak baik..
aduh, kapan bisa bener ya?
Yah, beginilah kalo hidup di lingkungan yang penuh mistik, ndak cuma berita, sinetron pun penuh dengan mistik, akhirya orang lebih suka yang berbau mistik daripada yang rasional
Nulis soal tukang ramal dunk !
Om Pri, saya rasanya gak setuju dgn penggunaan istilah mukjizat ini utk manusia selain Rasul
Atau, gini saja …. secara syari’at mukjizat itu hanya utk Rasul, tapi gak tau kalo secara bahasa Arab, apakh kata mukjizat itu boleh digunakan untuk selain Rasul/Nabi ?
miracle happens everyday. even when a woman is giving birth to a child, it is a miracle.
setuju….20 besar yak?
Sebenarnya mukzizat itu terjadi setiap hari, cuma kita banyak yg ngga sadar dan menganggap itu bukan mukzizat lagi, kita bisa bangun tidur pagi2 itu adalah mukzizat, bisa berkumpul sama keluarga, ketawa hahahihi, bisa chatting, browsing, etc, sementara di banyak tempat banyak org yg ngga bisa merasakan apa yg kita rasakan spt di irak, libanon, israel, etc, the point is “Life is miracle” man, we should be grateful to God for that, peace on earth.
hiks, nama besar MQ membuat saya kemarin langsung percaya mukjizat air HODA nya mr. emoto yang memang di terbitkan MQ press.
ternyata saya belum se kritis yang saya kira
.
tengkyu um pri..
sep 20 besar
Akur ama #6 Vnuz
dan marilah kita bikin blok baru, yaitu blok yang selalu mempertanyakan informasi yang kit terima, blok yang selalu mengkritisi “mukjizat-mukjizat” baru, dan (semoga) kita selalu bisa menerima kebenaran meski ga sama dengan pendirian kita
Yah … diatas 20 besar deh …
Manusia emang kayak gitu mas …
Cuman ingat pas lagi susah aja …
Jadi mukjizat yang diingat ya yang pas susah itu aja …
Padahal kita bisa hidup buat hari esok aja udah termasuk mukjizat …
Kok komentar saya ga mau keluar ya?
Padahal udah sering kasi komentar …
Orang Islam diajarkan untuk meyakini hal ghaib, namun terlalu banyak yang salah kaprah malah memercayai syirik.
kenyataannya, hal-hal gaib, supranatural, klaim mukjizat saat itu bukanlah bukti yang kuat bagi sebuah kebenaran.
sayangnya hingga kini banyak orang mengambil jalan pintas dalam mengambil klaim mukjizat dan menganggapnya sebagai kebenaran akhir
#15, iya sepengetahuanku sih…untuk mikjizat adalah untuk Rosul/Nabi, sedangkan untuk manusia biasa dikenal dengan Karomah….
Sebenarnya ada banyak “mukjizat” di keseharian kita, namun karena saking biasanya, dianggap normal. Contohnya adalah mimpi. Mimpi seorang mukmin adalah satu dari 46 bagian kenabian. Namun ada juga hal yang sebenernya tidak aneh, namun karena “tidak biasa” dianggap mukjizat. Ibu saya memasang saklar otomatis di rumahnya yang ditinggal kosong ternyata menghebohkan tetangga kiri kanan karena lampu teras setiap hari bisa nyala dan mati sendiri (disangkanya ada Jin). Padahal teknologi saklar otomatis tidak secanggih HP yang mereka pakai sehari-hari.
masih 100 besar
Yowww howw, jangan cuma berkeluh kesah atawa sumpah serapah. Coba cari jalan keluar. Tugas kita yang sudah tahu untuk meluruskan.
Yup, ini PR buat kita.
Yah sekarang mungkin sudah jamannya mengatasnamakan agama untuk mendapatkan keuntungan material. Lihat aja film/sinetron religi di TV sekarang.. Nilai dawahnya tidak ditonjolkan malahan yang bikin aneh malah tampaknya peran kiyai atau ustad sudah beralih fungsi menjadi ‘Pemburu setan/hantu’, hanya mengedepankan rating untuk mendapatkan keuntungan.
#17 Saya sependapat. Tubuh dan jiwa kita saja sudah mukzijat. Seumur hidup otak kita tak akan pernah selesai menjelaskan kedua hal tersebut.
Bagi kita umat Islam mukjizat yang kita percayai adalah yang setiap hari kita baca dan telaah yaitu Al quran itu sendiri.
Mukjizat adalah ketika Umat Tuhan mengingat / sadar akan kebesaran beliau. dan umat tersebut akan bersungguh-sungguh melakukan apa yang beliau ajarkan.
sedangkan yang lain daripada itu adalah bisikan setan semata.
kadang sesuatu nggak bisa dijelaskan secara logika. sugesti atau keyakinan mungkin bisa jadi obat terbaik untuk sebuah penyakit.
“yen tan mudheng dhong-dhinge urip, nggugu kawruh apa olone?”
Saya sih percaya aja sama bukunya. Paling nggak sugestinya ke dalam diri itu yang bikin kita jadi ‘a better man’ (udah baca bukunya belun?)
metode terapi minum air biasa juga ada lebih dulu kan? ada juga terapi minum air kencing
stuju dengan #6, yang ada sekarang sugesti diri…lagian ngapain ngarepin mujizat sih? berusaha lebih keras lah!
no comment lah gw mah! capek2 amat mikirin orang! hehe
Saya percaya sih akan mukjijat, saya juga percaya kalo Tuhan itu maha mengetahui dan maha berkuasa. Tapi saya tidak percaya dengan air ajaib itu, yg membuat ajaib itu bukan airnya, tapi doa dari manusia itu.
Kalo kita minum air itu terus sembuh, lalu org lain minum, terus gak sembuh… itu tandanya Tuhan maha berkuasa. Ingat loh, Firman Tuhan, “umat-Ku binasa karena tidak berpengetahuan”.
Semalam aku nonton film ‘Contact’ yang di bintangi Jodie Foster. Di film tersebut diceritakan Jodie Foster adalah seorang ilmuwan, yang menurut segala sesuatu itu bisa di buktikan secara ilmiah sampai2 dia tidak mempercayai bahwa TUHAN itu ada. Sampai suatu saat dia mengalami suatu perjalanan yang menakjubkan melalui warmhole, melintasi alam semesta dan mengetahui bahwa diluar sana selain dari BUMI ternyata ada suatu kehidupan yang indah , menakjubkan yang tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata. Tetapi sekembalinya dari perjalan itu Jodie Foster harus dihadapkan dengan situasi dia harus bisa membuktikan ‘perjalanannya’. Dan dia tidak bisa. Akhirnya dia menyadari bahwa pembuktian akan sesuatu hal itu tidak selalu harus ada sekarang. Karena manusia mempunyai ilmu yang terbatas dibandingkanNYA. Tapi dia YAKIN akan keberadaan Alam Semesta yang menakjubkan tersebut, meskipun orang lain TIDAK.
—–
Di simpulkan sendiri2 deh moral storynya …
sorry kalau kagak nyambung.
yang pastinya mukjizat itu ada tapi jika ada orang yg mengatakan saya bisa melakukan ini itu yg udah mulai aneh2 bilang aja … coba mas / mba bisa dibuktikan secara langsung pernyataan anda tersebut .. beres deh
Haha… butuh mukjizat untuk menyelamatkan bangsa ini ?
“Mukjizat adalah suatu kebutuhan”
Tinggal sekarang gimana tuh mukjizat yg dimaksud. Banyak orang2 yg mengatakan hasil instan dari kesembuhan, kesuksesan dan kepintaran adl sebuah mukjizat. Ini menyesatkan saya kira. Klo sesuatu didapatkan dg teramat mudah, pastilah ada sesuatu yg salah di sana.
pri, kenapa sekarang setiap posting di akhiri dgn waspadalah!
kurang satu tuh! waspadalah…waspadalah!
Karena cuma “dua” mukjizat yg disebutkan disini maka dua itu lah yg akan di komentarin, pendek aja kok, dua mukjizat tsb tidak bisa diperbandingkan. Beda kelasnya. Suara dari dalam kubur jelas sesuatu yang gaib, tapi kristal air yang hexagonal tsb saat ini adalah kenyataan. Kalau toh hal tsb kemudian dianggap mukjizat karena sampai saat ini memang tidak dapat diterangkan dengan ilmiah.
Ilmu pengetahuan itu masih terus berkembang, dan para ilmuwan pun mengakui bahwa masih banyak peristiwa alam yang masih menjadi misteri, termasuk tubuh manusia itu sendiri.
In short, sesuatu yang tidak kita pahami harusnya menjadi cambuk untuk mempelajari, memahami, untuk kemudian mencerahkan yang lainnya, itu kalau memang kita ingin maju dan berkembang
Rie-
Banyak manusia tidak menyadari, bisa bangun tidur itu sudah mujizat lho. Renungkan aja, kalau sudah tidur lalu matanya nggak bisa melek lagi gimana? Bablas …
Teman saya ada yg menjadi “penganut” aliran air hexagonal tsb. Ketika saya tunjukan tulisan Mas Pri ttg air hexagonal tersebut, dia jadi tersinggung..
Bagi saya, mukjizat adalah jika koneksi internet tiba-tiba mengalami percepatan yang menakjubkan!
Atau jika tiba-tiba ketika saya teriak “Henshin!” saya berubah jadi cowok paling ganteng se Indonesia.
jadi laper….
#31, film ama sinetron sekarang ini bukan lagi mengedapankan cerita, tapi cuma buat adu jago-jagoan ngolah animasi dan effect doank. kalo ditanya jalan ceritanya, tuh sutradaranya aja mungkin dah lupa tuh jalan ceritanya. coba aja tanya.
tentang istilah ‘mukjizat’, dalam agama islam mukjizat memang hanya untuk rasul. tapi dalam bahasa sehari2, kita sering menggunakan istilah mukjizat untuk hal-hal yang bukan dilakukan rasul, misalnya: “mukjizat kami masih bisa selamat”.
mukjizat yang dimaksud di atas adalah hal-hal menakjubkan yang bisa memperkuat iman kita. tapi kebanyakan adalah ‘mukjizat’ dalam tanda kutip.
#47, nah tuh baru betul. saya baru akan percaya itu suatu mukjizat kalo koneksi saya yang dial up ini tiba-tiba bisa kuenceng kayak fiber optic, dan itu pun kalau seterusnya.
kalo hal-hal aneh seperti orang mengklaim bisa menyembuhkan dengan waktu singkat, orang lumpuh bisa jalan, orang buta bisa melihat, itu bukan mukjizat, malah saya mencurigai itu penipuan. karena saya juga percaya akan yang ghaib.
#45:
sebenarnya bukan karena penemunya tidak mencoba menerangkan secara ilmiah, tetapi karena percobaan tersebut tidak dapat diulangi oleh orang lain, dan metodologi yang dilakukan yang bersangkutan juga salah. permintaan peneliti lain kepada emoto juga tidak digubris.
sayangnya, umat islam terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa studi ini adalah studi yang absah. akibatnya, umat menjadi percaya terhadap studi ini hanya karena atas dasar keyakinan.
#51, stoedjuuu
#40:
kalau begitu, kita gak bisa menyalahkan orang2 itu karena tidak percaya. dalam kasus emoto, sebenarnya emoto sudah melakukan pembuktian, tetapi percobaan yang dilakukannya tidak menggunakan metodologi yang absah, dan beliau tidak mau melakukan percobaan ulang. jadi sebenarnya klaim emoto itu berdasarkan hasil percobaan.
btw, penggemar carl sagan harus membaca juga Demon Haunted World. dan percobaan emoto ini jelas tidak lolos dari baloney detection kit pada buku tersebut.
#52, umat islam yang mana mas? bukan semua kan?
wallahualam bishawab..
postingan yang berhubungan dengan agama bakal kaya gini nasibnya, ujung2nya ntar ada yang teriak “Darah priyadi halal”
hehe no hart filing ah
om priyadi yg canggih nyari info di net
mo minta tolong, kan kebetulan juga tinggal di depok
kan ya.
tolong dong cariin asal mula nama ‘MARGONDA’ yg
di depok. dan nama BBM, nama wilayah sekitar
polsek depok timur depan SPBU itu.
makasih ya?
dah googling kok gak nemu2.
Tulisannya bagus, menambah wawasan tentang Mu’jizat (yang hanya milik Rosul dan Nabi) dan “mukjizat” postingan ini …
#55 Ya. bukan semua
Pernah bilang ke teman “Pseudoscience”.. eh.. dianya tersinggung :lol:
Mas pri , gimana kalau Mukjizat itu dalam diri kita..Bentuk otak kita seperti orang bersujud…juga bentuk rupa bumi juga.. benua afrika itu spt wajah kita.. eropa itu otak kita.. dada itu asia..tangan itu di indonesia dan sekitarnya.. perut dan kemaluan di USA.. kaki di brasil dan amerika latin…Maka liat sekarang USA, pusat dari perut dan kemaluan.. Brazil terkenal sebagai jago bola.. Eropa itu pusat iptek..
Setahu saya sih ciri Mukjizat minimal dua: (1) Tidak bisa diulang dengan sengaja (karena bukan sihir), (2) Bukan atas kehendak si pelaku.
#62
Lha kalo Asia jago apa mas?
Bai the wai, Pak Gym lulusan pesantren mana ya? Ada yg tau?
pak pri…
dikabarkan bahwa ada seseorang blogger Indonesia yang telah meninggal dunia pada tanggal 5 september bernama Bunda Zidan & Syifa
informasi dari http://www.sunaryohadi.info/selamat-jalan-bunda-zidan-syifa.htm
itulah indonesia (ga semua sih), ilmu belum seberapa, tp udah banyak yg ngaku2 jadi ustadz lah, kyai lah(?), alim ulama lah. jadi mereka itu kalau didalam quran bilang, memperjualbelikan ayat2 Allah dengan harga yg murah. karena tujuan mereka itu cari uang dengan embel2 titel kyai, ustadaz, dll.
btw, td gue liat di kompas (iklan indocomtech). hari jumat 8 sept 06 besok, mas pri jadi pembicara tentang blogging. jam 10 pagi sampe jam 1 siang (ga jumatan nih?). pasti honornye gede nih
, wong fee pendaftaran aja 30rb. Makan-makaaaaaaaaaan

mukjizat itu apaan sih sebenarnya? definisinya?
apakah mukjizat haruslah sesuatu yang tidak masuk akal baru disebut sebagai mukjizat? please advise.
#66
Malah mereka (beberapa) tidak merasa menjadi Ustadz (Kyai, Ajengan, etc), tapi justru jemaah-nya lah yang menyebut mereka seperti itu yang bisa jadi jemaah tersebut belum tahu pasti definisi Ustadz sebenarnya, dan kita (sebagian) pun ikut memanggil beliau2 dengan sebutan yang sama… mungkin awalnya hanya bertujuan untuk menghormati mereka atas keluasan ilmu agamanya (???)
Seharusnya ada “forum” komunikasi antara kita (orang di luar komunitas religious) yang bisa menengahi (bertukar pikiran) masalah2 seperti ini, jadi komunikasi jadi lebih OK dan mencerahkan semua orang.
Emang skr udah jaman gendeng dan edan hehehehe
#50: ehm..ehm…mestinya jangan hiperbolik donk ah
Pri,CMIIW, bukankah Al-Quran merupakan mukjizat Rasulullah SAW, yang masih ada dan bertahan selama 1400 hingga hari ini?
Sila ditengok di blog Fahmi:
http://tausyiah275.blogsome.com/2006/09/07/apakah-mujizat-sudah-hilang/
halah…mo trekbek ke blog kok malah salah ya??
http://tausyiah275.blogsome.com/2006/09/07/apakah-mujizat-sudah-hilang/
*kupipes alamat blog, akhirnya..beuh..*
emang pri pasti bener?
emang data yg dicari pri udah pasti valid gitu?
kalo ternyata pri salah juga gimana?
internet koq dipercaya..
hauehuaheauheuahueae
eh si FHM nulis nih..
http://tausyiah275.blogsome.com/2006/09/07/apakah-mujizat-sudah-hilang/
stuju ama koh fahmi.. Al-Qur’an itu adalah mukjizat Muhammad Rasulullah dan Al-Qur’an masih ada sampai sekarang.
Bukan hanya muslim saja bahkan di orang kristen juga sering dibohongin oleh tayangan-tayangan televisi seperti contohnya salib mengusir setan, air suci, mantra-mantra dari injil. Banyak Anda temukan di film Constantine.
Tapi bicara tentang mukjizat, maaf, di dalam ajaran kristiani itu semua ada bahkan sampai sekarang. 
http://xen.sibak.org/2006/09/07/mukjizat-itu-ada/
mukjizat masih masuk 100 besar!
#66: workshop indocomtech diundur jadi sabtu
#70, #71, #72, #74: fixed!
saya setuju kalau semua perlu diselidiki, terlepas dari ilmiah-non ilmiah…mis: fatwa MUI, cap halal dsb.
- siapa yg membuat fatwa
- latar belakang mereka
- mengapa seolah2 representasi dll
- mengapa ada cap halal
- apa BPOM saja tidak cukup
- perangkat klinis/uji laboratorium bgmn yg digunakan tuk menyatakan halal dll
sory klo OOT
mukjizat milik para nabi karomah milik para wali
Baik soal hasil ‘penelitian’ atau utk urusan ajaran agama, seharusnya kita tdk perlu cepat tersinggung ketika ada yg mempertanyakannya
setahu saya mukjizat sesuai dengan #63 itu..
Apakah kita tidak menyadari dan bersyukur bahwa telah banyak mukjizat yang telah kita peroleh, dari kita mulai bangun > tidur > kemudian bangun lagi, Siapakah yang menjaga kita ?
mukjizat koq dicari, lha wong bnyk mukjizat bertebaran dimana-mana koq, spt Pak Pri singgung yaitu yg berupa Al Qur’an, koq msh nyari yg laen? aneh…
Oh ya, semoga Pak Pri sukses jd penceramah di indocomtech, syg gak bs dateng….mo liat tampang Pak Pri kyk apa, masak ngisi blog nya teruss
#47
Bukan “penganut” bro.., tapi pemuja Tuhan yang menciptakan Semesta Alam yang ikut Bertasbih
pembicaraan yang berat… apalagi kalo udah bawa-bawa agama…
Indonesia khan terkenal bangsa Klenik Bin Mistik! suka percaya tahayul dan mudah terkesima!! ironis…
Makanya kita jadi manusia harus mau belajar dan belajar terius.Ilmu harus nambah terus….
Ilmu tak ada batasnya.Supaya kita tambah cerdas
indonesia butuh mukjizat biar tetap eksis.
maap mas Pri, sepertinya ada kesalahan pemakaian kata deh. bukannya absah itu “ab” dan “sah” yang artinya tidak sah? Seperti halnya dalam pemakaian abnormal yg artinya tidak normal?
* Summon Polisi EYD *
#85: Setoedjoe! Katanya klo ngomongin Agama (Islam khususnya) harus didasarkan/dirujuk pada sumber hukum yang benar (=Al Qur’an & Hadist), harus hati-hati sekali…
pernah dengar soal Sai Baba Pri? hmm.. aku belum berniat mencari sih, tapi kemarin saya lihat bukunya di toko buku. Katanya dia Dajjal? hihihi.. entahlah.
Bicara mukjizat memang susah. Saya sendiri sebagai orang Katolik percaya Mukjizat masih ada. Di antaranya penampakan Bunda Maria di gua-gua, seperti gua di kota Lourdes Perancis, atau gua Guadalupe di Tepeyac, sebuah bukit di timur laut kota Cuautitlan (sekarang Mexico). Gua itu menjadi mukjizat karena banyak orang yang datang, minum air di sana, kemudian sembuh dari penyakitnya.
Bahkan di Ambarawa (Jawa Tengah) ada Gua Maria. Di situ Bunda Maria datang dan memberi rahmat. Banyak orang Katolik yang ngalap berkah ke sana untuk mencari kekayaan atau kesembuhan. Buktinya banyak yang manjur. Jadi, mukjizat memang ada.