Memindahkan Ibukota dari Jakarta?
Kalau kita perhatikan semuanya ada di Jakarta, mulai dari ibukota negara, kantor-kantor pemerintahan, kantor-kantor pusat BUMN, pusat perdagangan, konsentrasi populasi, pusat perindustrian dan lain-lain. Kondisi ini tentu tidak ideal, fungsi yang satu seringkali menghambat fungsi yang lain. Idealnya, beberapa fungsi tersebut perlu dipindahkan ke kota lain. Memindahkan aktivitas perekonomian akan sangat sulit, tapi bukan tidak mungkin fungsi sebagai ibukota dipindahkan ke kota lain.
Memindahkan ibukota bukan hal baru. Indonesia pernah terpaksa memindahkan ibukotanya ke Yogyakarta dan Bukittinggi akibat perang kemerdekaan. Rencana untuk memindahkan ibukota juga bukan tidak ada. Pemerintah Hindia Belanda pernah mempersiapkan Bandung sebagai ibukota negara untuk menggantikan Batavia, tetapi rencana ini gagal akibat Perang Dunia II. Mantan Presiden Soekarno juga pernah merencanakan Palangkaraya sebagai ibukota negara, tetapi belum sempat terealisasi.
Kalau memang ada niat untuk memindahkan ibukota, maka ada dua pilihan: memanfaatkan kota yang sudah ada, atau merancang daerah khusus ibukota sejak awal. Wikipedia mencatat ada beberapa ibukota negara yang dirancang khusus sebagai daerah ibukota, misalnya Brasilia, New Delhi, Canberra dan Washington, DC. Kelebihan kota-kota ini adalah bahwa kota-kota ini didesain khusus dari awal sebagai daerah ibukota, tidak seperti Jakarta yang terbentuk akibat urbanisasi.
Selain itu, beberapa negara memiliki lebih dari satu ibukota. Sebagai contoh Malaysia memiliki dua kota yang berfungsi sebagai ibukota: Kuala Lumpur dan Putrajaya, atau Belanda yang memiliki Amsterdam dan Den Haag. Bahkan Afrika Selatan memiliki tiga buah ibukota sekaligus: Pretoria, Cape Town dan Bloemfontein.
Kemudian ada pilihan untuk menggunakan lahan di dekat ibukota lama, atau memakai lahan di tempat yang sama sekali baru yang posisinya berada lebih di tengah Indonesia. Pilihan pertama memiliki kelebihan dapat memanfaatkan prasarana yang sudah ada di ibukota yang lama. Yang diperlukan hanyalah transportasi yang memadai dari ibukota lama ke ibukota yang baru. Sedangkan pilihan kedua jauh lebih mahal karena semua infrastruktur harus dibuat dari awal, tetapi lebih baik secara politis karena letaknya berada di tengah-tengah negara.
Pilihan pertama dilakukan oleh Malaysia yang sedikit demi sedikit memindahkan fungsi ibukota dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Selain itu Filipina juga melakukannya untuk Quezon City. Sementara itu Brazil memilih pilihan kedua dengan membuat kota Brasilia di tengah-tengah negara. Kabarnya, pilihan Brazil ini sempat melilit negara ini ke dalam jeratan hutang. Tetapi saat ini Brasilia adalah salah satu kota terbaik di Brazil, dan pembangunan Brazil menjadi lebih merata.
Usulan pemindahan ibukota Indonesia kini mulai terdengar lagi. Berdasarkan pencarian di Internet, kandidat-kandidatnya adalah: Jonggol, Palangkaraya, Batulicin, Subang, dan Sukabumi. Kandidatnya memang sudah ada, tapi rasanya realisasinya masih lama sekali.
the 1st
wajar, dengan kondisi indonesia yang memiliki luas yang lumayan. seperti yang dilakukan di salah satu provinsi di indonesia yaitu lampung, dengan di pindahkannya pusat pemerintahannya ke luar kota bandar lampung.




dan saya rasa hal seperti itu bisa dilakukan, misalnya pusat ekonomi indonesia di kota a, pusat pemerintahan di kota b, dan pusat militer di kota c, sedangkan untuk pendidikan harus di kuatkan di setiap kota yang ada di setiap pulau
the 3rd
pasti emang sulit mindahin ibukota… kayaknya 20 thn lagi juga gak akan jadi…
# kandidat-kandidatnya adalah: Jonggol, Palangkaraya, Batulicin, Subang, dan Sukabumi. Kandidatnya memang sudah ada, tapi rasanya realisasinya masih lama sekali.
>>> wah sukabumi kayaknya cocok tuh, (kota kelahiran he… he.. )


>>> padahal kabupaten itu mo dipecah jadi 3 kabupaten, or mo jadi daerah khusus ibukota juga boleh
Yupe, pindahkan ke kota Padang .. kan bisa makan enak hehe
sateeee padaaanggg … nyam3x
peace yo
Iyaa.. pindahin aja ibukota.. jd gak sumpek..
Kalau mau pindahkan ibukota belajar game simcity dulu
Jangan hanya ibu kota yang dipindahkan, tapi pusat-pusat sebaiknya disebar. Seperti di Jerman, ibukota (pusat pemerintahan) di Berlin, pelabuhan besar Hamburg/Bremen, pusat ekonomi (perbankan) di Frankfurt, dsb.
Sehingga pusat kegiatan akan tersebar. Itung-itung bagi-bagi rezeki. Begitu juga dengan kampus, jangan hanya dipusatkan di kota besar. Kampus adalah salah satu hal yang menarik pendatang.
Semoga
, mudah-mudahan
, masih sempat merasakan
ibukota yang baru tersebut
… Dimana saja 
setuju!
Ibukota itu seharusnya seperti Washington DC, kotanya hanya berisi pusat pemerintahan, museum dan taman-taman kota. Bukan pusat bisnis.
Seperti juga Den Haag, Jay: ada festival North Sea Jazz.
kenapa gak ke bukittinggi aja, kan sebelumnya disitu. daerahnya gak kalah lho ama bandung ato bogor, yang pasti duingin and bikin betah.
Satu hal mengenai ibukota (di dunia) pada umumnya, tak pernah terlalu ramai seperti kota kosmopolitan.
Salah satu contoh bagus mengenai pemilihan ibukota tanpa meninggalkan kota lainnya adalah Amerika Serikat.
New York, Los Angeles, Chicago, lebih ramai daripada Washington.
8# setujuh dg pendapat anda
*pasang topi hitam*
kota-kota baru dengan desain khusus biasanya kehilangan tekstur, budaya dan karakteristik dibanding dengan kota-kota yang tumbuh secara natural dalam tempo beratus (atau bahkan beribu) tahun, apakah itu karena letak geografis atau sebab lain
tapi tentu ada pertimbangan lain dan kebutuhan khusus jika memang dilakukan pemindahan kota atau perancangan kota baru
*lepas topi hitam* hehe
Pindah ke Aceh aja. Kalo Aceh tidak di bantu Aceh negara ini gak bakalan berdiri.
Mengingat jasa Aceh dan apa balasan pemerintah terhadap Aceh di masa lalu, sangat bagus di pindahkan ke Aceh.
Alih-alih untuk mengobati kekecewaan rakyat Aceh.
Duhh… bangun subway aja ceritanya dah berabad-abad, jangankan mau pindah ibukota lagi. Endonesia, No Action Talk Only deh!
Jika Jakarta mengalami padam listrik total 1 jam saja… berapa Miliar kerugian yang akan kita (seluruh Indonesia) alami?… ngeri juga, blom lagi masalah keamanan
.
Lumayan… 20 besar!
Bagus juga jika di Indo dibikin seperti negara2 lain yang punya pusat pemerintahan, pusat perekonomian, pusat pendidikan nya sendiri2. Jadi ga terlalu rumit.
Seperti di Kanada, pusat administrasi ada di Ottawa, tapi pusat bisnis di toronto, pusat festifal di Montreal
Ide seperti ini pantas dipertimbangkan kembali, regardless mau berapa tahun realisasinya.
dipindah ke jogja aja biar jadi kesultanan indonesia!


mungkin perlu ditanya lagi:
mengapa sebuah negara perlu ibukota?
Tambahan:
Apakah perlu ada pemerintah pusat yang berkedudukan di ibukota?
“In politics a capital (also called capital city or political capital — although the latter phrase has an alternative meaning based on an alternative meaning of “capital”) is the principal city or town associated with its government. It is almost always the city which physically encompasses the offices and meeting places of the seat of government and fixed by law. …”
en.wikipedia.org/wiki/Capital
pindah ke Tegal aja deh, biar tiap sore pak presiden bisa moci di warung bareng rakyat-nya (kalo mau)
kalau dilihat, wacana memindahkan ibukota negara lebih disebabkan karena konsep pemerataan pembangunan tidak berjalan dengan baik. konsentrasi pembangunan (baca: pengembangan) lebih dititik beratkan pada Jakarta (yang kebetulan adalah ibukota negara) - sehingga paradigma yang terbentuk adalah “pembangunan akan lebih maju jika kota kita menjadi ibukota negara”.
konsep desentralisasi kekuasaan (dan tentu saja pembangunan) melalui otonomi daerah sebenarnya bertujuan untuk mencoba me-meratakan dan mempercepat pembangunan di seluruh penjuru pelosok negara ini.
secara prinsip, ibukota negara bisa tetap di Jakarta, namun konsentrasi sentra bisnis, sentra industri, dan sentra pendidikan yang perlu disebar - seiring dengan desentralisasi kekuasaan tersebut.
pertanyaan yang paling penting adalah:
“Apakah Jakarta siap dengan kondisi ini?”
Perlu diingat bahwa Jakarta adalah kota yang miskin dengan sumber daya alam (bisnis dan industri perlu sumber daya alam) namun kaya dengan sumber daya manusia.
Sayangnya sangat tidak mungkin memindahkan sumber daya alam mendekati sumber daya manusia, yang terjadi justru sebaliknya. Saat ini Jakarta masih bertahan sebab aliran sumber daya alam yang telah terkonversi menjadi pajak, royalti, dan bentuk lainnya masih mengalir ke Jakarta, untuk menopang sentra bisnisnya.
Apakah anda bisa membayangkan jika aliran tersebut dihentikan?
Bagaimana kalo ibukotanya dipindah ke pulau selain jawa, kalimantan atau papua aja, sekalian pemerataan pembangunan, bakal gak ada lagi daerah terpencil
Dipindahin di Pondok Cabe aja Mas Pri, bilang ama Pejabat Negara. DI Pondok Cabe enak lho lokasinya, bebas macet, tapi klo lewat udara…..
Kalo menurut gw sih lebih baik ibukotanya dipindahin ke papua aja, biar maju itu propinsi
dulu sempet denger pusat pemerintahan bakal dipindah ke jonggol….. sampai2 harga tanah disana naik berlipat2… dan Ciputra juga menyiapkan komplek perumahan mewah Citra Indah disana…. tapi kayaknya nggak jadi deh…. udah adem ayem lagi dan yang paling terpukul ya spekulan tanah…….
kalo mau dipindahin sih sekalian diluar Jawa aja kalo perlu indonesia timur biar lebih merata pembangunannya…
Pindah Jogja ! Pasti !
Asal jangan ke Sidoarjo….


pindahin ke palangkaraya saja supaya pembangunan lebih merata. huh, pembangunan. orde baru banged, ya?
Dimana aja deh
Gini aja… pindah semua pemerintahan termasuk OKNUMnya yang KORUP, di LENGSEREN dan dibuatkan NEGARA NEGARAAN suruh atur sendiri biar di KORUPSI atau KOLUSI lah… +))
Trus REAL INDONESIA di TATA ULANG…. di PENCAR PUSAT PUSATnya nantinya akan jadi baik deh Indonesia
Tapi kapan?
Ingat dengan konsepnya Bang Yos (Gubernur DKI Sutiyoso)tentang MEGAPOLITAN. Ya, lokasi baru untuk IBUKOTA juga bisa terakomodasi dalam konsep MEGAPOLITAN.
Ngawi aja, di pusat pulau jawa, tapi gak bakal punya pelabuhan
Jangan di Bandung. Jangaaaaaaan. Hanya orang sinting dan orang Belanda yang bisa punya ide naroh ibukota di Bandung. (100% becanda — sorry)
mmm.. mungkin lebih baik dibagi menjadi sentral, paling tidak, ada pemisahan kota sentra industri/komersil dengan sentra pemerintahan. Biar para pemegang amanat pemerintahan juga adem mikirnya, ga terlalu sumpek. Dan sepertinya benar kalau pertimbangan ibu kota (dlm hal ini mungkin sentra pemerintahan) diletakkan di kota2 yang jadi kandidat tersebut..
.
klo kotanya masih baru (belum berjubel)..penataan kotanya juga makin mudah… mungkin lama terealisasi.. but not giving up hope for it.
Apakah merancang daerah khusus ibukota yang baru sejak awal tidak khawatir justru akan menjadikan ibukota seperti yang sekarang ini (lagi) ?!?! Bumi Serpong Damai sebagai kota mandiri (katanya), sekarang sudah terlalu mandiri dengan pembangunan yang aji gileee…
ribet, semrawut, ganti…
macet, padat, ganti…
Rekomendasi buat Gubernur DKI :
Setuju………….kayaknya memang harus ada satu upaya untuk menata kembali IBUKOTA JAKARTA, Contoh:
Pemerintahan tetap di Jakarta, pendidikan pindah semua ke Jogjakarta, Industri wilayah barat di MEDAN dan palembang, Industri wilayah Timur di makassar, Sentral informatika dan Kesehatan di Semarang, ………
Hidup Mas PRI!!!!

Mungkin sudah tepat dulu di Jogja, seperti di USA ibu kota di Washington bukan di New York atau di Los Angeles…
ibukota, penduduknya khusus pegawai pemerintahan…nanti ada pegawai negeri yang banyak rangkap jabatan…rangkap menjabat penjual bakso, tukang koran, pemulung dsb lah. toh pegawai negeri katanya beban kerjanya dikit
Boro2 ibu kota.
Relokasi kompleks industri aja belum jelas.
PERTAMA!
pindahin aja ke kalimantan atau sumatra.
sebaiknya ibukota dipindahkan jangan di pulau jawa
biar ga semuanya terpusat di pulau jawa
di zip, terus di attach via email…
pasti pindah
denger denger depok juga dinominasikan… Ibukota bergilir ajah, sperti piala 17an biar pembangunan merata.
==> atha(make opera ga tau #nya): emang cuma org aceh yg berjasa buat indo?? kalo sumbangan harta dinilai jauh lbh tinggi dr darah, nyawa & “sedikit” (benarkah?) harta pejuang didaerah lain yg ada ntar ngrasa kayak suku bangsa Arya deh==> stop ngrasa suku plg penting!!!
asal jgn di jawa lagi deh…dah sumpek dimana2, rawan bencana pula. kayaknya kalimantan lumayan aman deh, trserah mo taruh mana, eits jgn taro kaltim ding!! kaltim kan dah daerah industri. tapi kalo di xmantan pk sby dr cikeas bakal bikin macet bandara dunx
kabur****ada paspanpres
Pindah ke Sidorajo aja kaleee. Ada pelabuhan baru tuh. Namanya Pelabuhan Lapindo
Salam,
Yang ideal ya Bogor.
Seperti Washington DC, bukan pusat bisnis, buat pemerintahan saja.
Lagipula, akses mudah dari Jakarta.Lewat tol.
Hawa sejuk, jadi pejabat pemerintah, lebih relax dalam mengurus pemerintahan. Habis makan siang, pasti pada ngantuk, dan tidur-tiduran di kantor. Atau pulang jam 2, tidur siang di rumah…
Kalo nggak setuju Bogor, ya Bandung.

Akses tol sudah ada juga dari Jakarta.
Tapi Bandung sudah sumpek euy.
Macet wae euy. Lieur euy……
Kotor euy, loba sampahna……
But, I still love Bandung.
Paris van Java…..(katanya…)
Peace
kalo ada bocoran saya mau beli tanahnya dulu biar bisa dijual ke pemda
mau berkorban gak menanggung resiko terjerat utang untuk memindahkan ibukota.
mending pindah ke sebuah pulau di sekitar kalimantan. disono isinya pejabat pemerintahan semua.
kalau nggak.. sekalian aja bikin pulau pemerintahan sendiri.. laut-nya ditimbun.. terus disiapin infrasturktur yang menunjang pemerintahan.. perumahan diminimalisir.. jari pegawai yang mau kerja diibukota dilaju pakai kapal or pesawat dari daerah terdekat…
dengan gitu kan kotanya bisa konsen ke pemerintahan…
hehehehe
*ide yang susah and muahal realisasinya*
Yup, sudah sejak lama sih kepikiran tentang ide ini. Supaya pusat kegiatan dan pemerataan penduduk lebih baik, tidak tumplek d satu kota kayak sekarang.
So, para pejabat pemerintah, kumaha yeuh??
Ibukota TIDAK lagi di Jakarta? Setuju sekali!