4 October 2006

Penggunaan Istilah ‘Difable’ atau ‘Difabel’

Posted under: at 15:54

Membaca tulisan Rendy tentang disahkannya perda pernyandang cacat mengingatkan kembali saya tentang istilah difable. Seperti banyak orang, saya pertama kali menemukan istilah ini ketika menggunakan busway dan mengira itu adalah kesalahan ejaan (saalh keitkâ„¢). Tapi ternyata makin lama makin banyak yang menggunakan istilah difable secara konsisten, termasuk di antaranya media-media massa. Jelas ini bukanlah semata-mata kesalahan pengetikan.

Menurut Cak Fu, istilah ‘difable’ ini pertama kali dipopulerkan oleh beberapa aktivis gerakan penyandang cacat pada tahun 1998. ‘Difable’ sendiri adalah singkatan dari frasa dalam Bahasa Inggris “Different Ability People”.

Sekitar tahun 1998, beberapa aktivis gerakan penyandang cacat memperkenalkan istilah baru untuk mengganti sebutan penyandang cacat. Istilah baru tersebut adalah Difable yang merupakan singkatan dari kata bahasa Inggris Different Ability People (sic, mungkin maksudnya ‘differently abled people’ -penulis’) yang artinya Orang yang Berbeda Kemampuan . Istilah Diffable didasarkan pada realita bahwa setiap manusia diciptakan berbeda. Sehingga yang ada sebenarnya hanyalah sebuah perbedaan bukan kecacatan. Kami para penyandang cacat pada dasarnya dan dalam kenyataannya dapat melakukan apa saja sebagaimana orang lain melakukan namun hanya caranya saja yang berbeda.

Dalam ilmu bahasa, ini disebut sebagai eufemisme, yaitu penggunaan kata yang memperhalus kata yang digunakan sebelumnya.

Yang menjadi masalah adalah istilah ‘difable’ tidak mengikuti kaidah ejaan Bahasa Indonesia dengan benar. Jika memang ‘difable’ adalah singkatan yang berasal dari frasa dalam Bahasa Inggris, maka setelah melalui proses penyerapan seharusnya paling tidak akan menjadi ‘difabel’. Sisi positifnya, penggunaan kata ‘difabel’ ternyata memang sudah lebih banyak daripada kata ‘difable’. Pencarian di Google mencatat ada 600 penggunaan kata ‘difabel’ dan 388 kata ‘difable’.

Masalah lainnya yang lebih serius adalah bahwa banyak orang Indonesia yang tidak menyadari bahwa ‘difable’ bukanlah sebuah kata dalam Bahasa Inggris. Istilah ‘difable’ ini dibuat oleh orang Indonesia, digunakan hanya oleh orang Indonesia, tidak ada dalam kamus Bahasa Inggris apapun dan tidak pernah digunakan oleh orang berbahasa Inggris. Ini cukup serius karena saya lihat cukup banyak literatur berbahasa Inggris buatan orang Indonesia yang menggunakan istilah ‘difable’ ini.

Tapi apa istilah yang tepat? Seperti halnya dalam Bahasa Indonesia, istilah ini dalam Bahasa Inggris juga mengalami proses eufemisme. Istilah yang pertama kali digunakan adalah lame, kemudian diperhalus berturut-turut menjadi crippled, handicapped, disabled, dan terakhir differently-abled.

Jadi, ingat-ingat: dalam Bahasa Indonesia adalah ‘difabel’, dan terjemahannya dalam Bahasa Inggris adalah ‘differently-abled’, bukan ‘difable’.

77 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!