29 November 2006

Menghindari Sakit Leher Setelah Presentasi

Posted under: at 00:13

Pada sebuah ruang presentasi, biasanya pembawa presentasi mendapatkan meja dan kursi di depan audiens dan menghadap ke arah mereka. Kemudian, layar presentasi diletakkan di belakang dan sedikit di samping pembawa presentasi. Jika pembawa presentasi menghadap ke arah audiens, maka dia akan membelakangi layar presentasi.

Kemudian, dalam menyajikan sebuah presentasi ada dua pilihan konfigurasi layar pada komputer notebook:

  • Clone: tampilan yang ada di layar monitor sama dengan yang ada di layar presentasi.
  • Dual head: tampilan yang ada di layar monitor berbeda dari yang ada di layar presentasi. Ini bisa secara independen (kedua layar terpisah, dan memiliki kontrol yang berbeda) atau tergabung menjadi satu (kedua layar digabungkan menjadi sebuah desktop yang melebar atau meninggi).

Saya pribadi lebih menyukai modus dual head. Pertama, karena bisa jadi ada hal-hal yang perlu saya lihat tetapi tidak perlu diperlihatkan ke audiens (misalnya contekan atau bahkan Yahoo Messenger :) ). Kedua, karena resolusi layar monitor notebook saya (1400×1050) terlalu tinggi untuk sebagian jenis proyektor. Terkadang proyektor mengeluarkan pesan ‘out of sync’, atau gambar di layar menjadi tidak cukup tajam, atau kadang-kadang gambar di layar menjadi terpotong. Solusinya bisa dengan memperkecil resolusi, tetapi hal ini akan membuat konfigurasi desktop saya menjadi berantakan.

Dengan modus dual head, desktop pada layar notebook saya tetap seperti semula ketika tidak melakukan presentasi, dan tentunya dapat berfungsi dengan baik untuk menyimpan contekan. Sedangkan untuk melakukan presentasi, saya cukup menjalankan OpenOffice.org Impress pada layar kedua.

Masalah timbul jika presentasi yang saya lakukan tidak cukup hanya dengan menggunakan OpenOffice.org Impress, misalnya jika saya perlu mendemokan aplikasi atau situs web pada layar presentasi. Dalam kasus ini, layar berada di samping belakang saya, tetapi input (keyboard dan touchpad) berada di depan saya. Untuk mengontrol layar presentasi, tubuh dan tangan saya perlu menghadap ke komputer notebook saya, tetapi untuk dapat melihat layar presentasi, saya harus menoleh ke samping belakang.

Berdasarkan pengalaman, dua jam melakukan presentasi seperti ini ditambah dengan dinginnya ruang presentasi sudah cukup untuk membuat sakit leher dua hari dua malam. Untuk mengatasinya, berikut adalah solusinya.

Konfigurasi dual head di Xorg

Pertama kali yang perlu dilakukan tentunya adalah mengkonfigurasi modus dual head pada X. Karena notebook saya menggunakan ATI Radeon, solusi terbaik adalah dengan menggunakan MergedFB pada driver OpenSource radeon. Dengan MergedFB, saya dapat dengan mudah mengubah clone mode ke dual head dan sebaliknya, serta mengganti resolusi layar kedua tanpa perlu keluar dari X.

Berikut adalah potongan konfigurasi /etc/X11/xorg.conf yang relevan:

Section "Device"
        Identifier  "firegl"
        Driver      "radeon"
        Option      "AGPFastWrite" "off"
        Option      "AGPMode"    "4"
        Option      "DynamicClocks"  "on"
        Option      "ColorTiling"    "on"
        Option      "XAANoOffscreenPixmaps" "true"
        Option      "ExaNoOffscreenPixmaps" "true"
        #Option     "AccelMethod"   "EXA"
        Option      "BIOSHotkeys" "on"
        Option      "DRI"     "true"
        Option      "GARTSize" "128"
        Option      "EnablePageFlip" "1"
        Option      "RenderAccel" "on"
        Option      "EnableDepthMoves" "on"
        Option      "MergedFB" "true"
        Option      "MonitorLayout" "LVDS,CRT"
        Option      "CRT2Position" "RightOf"
        Option      "CRT2Hsync" "50-75"
        Option      "CRT2VRefresh" "30-82"
        Option      "MetaModes" "1400x1050-1400x1050 1400x1050-1280x1024 1400x10
50-1024x768 1400x1050-832x624 1400x1050-800x600 1400x1050-640x480 1024x768 1400x
1050"
        Option      "MergedNonRectangular" "true"
EndSection

Section "Screen"
        Identifier "screen"
        Device     "firegl"
        Monitor    "lcd"
        DefaultDepth     24
        SubSection "Display"
                Viewport   0 0
                Virtual   2800 1050
                Depth     24
                Modes    "1400x1050"
        EndSubSection
EndSection

Dengan konfigurasi ini, untuk mengganti modus clone atau dual head serta resolusi kedua layar dapat dilakukan dengan menggunakan perintah xrandr. Atau jika menggunakan KDE, dapat pula dengan menggunakan utilitas krandrtray.

krandrtray

Di sini 2424×1050 artinya modus dual head dengan resolusi 1400×1050 pada layar notebook dan 1024×768 pada layar eksternal. Sedangkan modus standar seperti 1400×1050 artinya adalah clone mode dengan resolusi 1400×1050 pada kedua layar. Penggantian ini dapat dilakukan secara langsung tanpa harus keluar dari X.

Konfigurasi Xnest, x11vnc dan TightVNC

Pasanglah aplikasi Xnest, x11vnc dan TightVNC jika belum terpasang sebelumnya. Xnest adalah aplikasi X di dalam X. Dengan Xnest saya dapat membuat sesi X yang baru untuk saya letakkan pada layar eksternal. x11vnc adalah server VNC untuk X. Dan TightVNC adalah client VNC untuk X.

Pertama, jalankan Xnest dengan perintah Xnest :10 -geometry 1024x768. Ini akan membuka X di dalam X dengan ukuran 1024×768 dan :10 adalah nomor display X. Supaya lebih rapi, kita perlu menghilangkan border dan title bar. Pada KDE (kwin), ini dapat dilakukan dengan cara klik kanan di title bar dan memilih ‘Advanced – No Border’. Untuk memindahkan window tanpa border ini dapat dilakukan dengan cara sambil menekan tombol Alt. Sedangkan untuk menampilkan kembali border dan title bar dapat dilakukan dengan menggunakan Alt-Spasi. Pindahkanlah window Xnest ini ke layar presentasi.

Kemudian jalankan window manager di dalam Xnest ini. Misalnya dengan menggunakan Fluxbox: DISPLAY=:10 fluxbox.

Supaya kita dapat mengontrol Xnest ini dari layar utama notebook, kita perlu menjalankan server x11vnc: DISPLAY=:10 x11vnc -noshm.

Dan terakhir, jalankan vncserver untuk mengontrol layar presentasi dari monitor notebook: vncviewer localhost:0.

Dengan cara ini, kita dapat mengontrol layar presentasi pada layar utama notebook melalui sebuah window. Tentunya yang harus diperhatikan adalah bahwa resolusi layar presentasi harus lebih kecil daripada resolusi layar notebook.

Otomatisasi dengan shell script

#!/bin/sh

XNEST=:10                     # nomor display untuk server Xnest
RESOLUSI_XRANDR=2424x1050     # resolusi dual head
RESOLUSI_NOTEBOOK=1400x1050   # resolusi LCD

# ganti resolusi ke dual head
xrandr -s $RESOLUSI_XRANDR

# jalankan Xnest pada layar proyektor
NOTEBOOKX=`echo $RESOLUSI_NOTEBOOK | sed 's/x.*//'`
XNEST_X=`expr 1 + $NOTEBOOKX`
Xnest $XNEST -geometry $RESOLUSI_LAYAR+$XNEST_X+0 &

# jalankan x11vnc
DISPLAY=$XNEST x11vnc -noshm &
sleep 5

# jalankan vncviewer
vncviewer localhost:0 &

# jalankan window manager
DISPLAY=$XNEST fluxbox

67 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!