12 December 2006

Virtualisasi, Hardware Profiles, Windows Activation dan Windows Vista

Posted under: at 03:43

Sewaktu Windows 95 dirilis, ada fasilitas yang sangat berguna walaupun letaknya agak tersembunyi. Fasilitas ini adalah hardware profiles. Dengan fasilitas ini kita dapat menggunakan lebih dari satu konfigurasi perangkat keras secara bergantian dengan menggunakan hanya satu instalasi Windows.

Sebagai contoh dulu semua komputer yang saya gunakan saya lengkapi dengan removable hard disk enclosure. Jika saya akan berpindah komputer, saya cukup memindahkan hard disk ke komputer tujuan, dan ketika boot saya hanya perlu untuk memilih profil perangkat keras yang bersangkutan. Dengan demikian tidak perlu lagi proses konfigurasi ulang ketika saya berpindah komputer walaupun saya menggunakan satu instalasi Windows dalam harddisk yang sama.

Fitur ini bekerja dengan lumayan baik, walaupun terkadang ada masalah-masalah kecil yang terjadi. Setelah Windows 95 dan Windows 2000, fitur ini selalu ada pada setiap rilis Windows. Dan sepanjang pengetahuan saya, tidak ada sistem operasi lain yang memiliki fitur serupa.

Masalahnya dimulai sejak Windows XP. Jika menggunakan Windows XP, fasilitas ini tidak dapat lagi digunakan seperti sebelumnya. Untuk mencegah pembajakan, Windows XP dilengkapi dengan ‘fasilitas’ Windows Activation. Setelah boot, Windows Activation akan membuat checksum berdasarkan konfigurasi perangkat keras. Jika checksum ini tidak cocok (mungkin akibat adanya perubahan konfigurasi perangkat keras), maka Windows akan menagih pengguna untuk melakukan aktivasi. Jika pengguna tidak melakukan aktivasi selama jangka waktu tertentu, maka Windows tidak dapat lagi digunakan. Akibatnya jelas, fitur hardware profiles tidak lagi dapat digunakan, karena perbedaan konfigurasi perangkat keras sekecil apapun dapat membangunkan Windows Activation.

Ini tentunya sangat disayangkan. Jaman sekarang harga komputer portabel sudah sangat terjangkau, sehingga praktik memindah-mindahkan harddisk kerja dari satu komputer ke komputer lain sudah jarang ditemukan. Tetapi ada teknologi baru yang sebenarnya sangat membutuhkan fitur semacam hardware profile, teknologi baru ini adalah virtualisasi.

Virtualisasi memungkinkan sebuah sistem operasi dijalankan di dalam sistem operasi lainnya. Sebagai contoh, dengan menggunakan VMWare Player kita dapat menjalankan Linux, lalu di dalam Linux kita kembali menjalankan Windows dan keduanya berjalan dengan bersamaan. Rasanya ini adalah solusi umum bagi yang bermigrasi ke Linux tetapi masih membutuhkan Windows dan aplikasinya.

Masalahnya, tidak semua aplikasi dapat dijalankan dalam modus virtualiasi. Dalam kasus ini, satu-satunya solusi yang memungkinkan untuk menjalankan aplikasi seperti ini adalah dual-boot dengan Windows. Jika perlu menjalankan aplikasi ini, kita boot ke Windows. Tetapi jika aplikasi yang kita perlukan dapat dijalankan dalam modus virtualisasi, kita cukup menjalankannya di dalam VMWare Player.

VMWare Player dapat menjalankan Windows langsung dari partisinya, tanpa perlu membuat sebuah harddisk virtual dan menginstal Windows di dalamnya. Kelebihan cara ini adalah bahwa kita tidak memerlukan dua lisensi Windows, satu untuk yang diinstal pada partisi fisik, dan satu lagi yang diinstal dalam modus virtualisasi. Satu salinan Windows dapat digunakan secara langsung dengan menggunakan dual booting, dan dalam modus virtualisasi dengan menggunakan VMWare Player. Dan kedua, cara ini tidak menghabiskan banyak ruang harddisk.

Tetapi sesuai dengan yang saya jelaskan di atas, Windows Activation tidak akan menyukai konfigurasi seperti ini. Jika Windows diaktifkan pada modus dual booting, maka ia akan kembali meminta aktivasi pada saat dijalankan pada modus virtualiasi, dan sebaliknya. Konfigurasi seperti ini tentunya tidak menyalahi aturan penggunaan Windows XP karena secara teknis Windows digunakan pada perangkat keras yang sama. Hanya saja, Windows melihat adanya perbedaan perangkat keras karena dijalankan di dalam modus virtualisasi sehingga Windows mengira perangkat keras yang digunakan berubah atau kita sedang melakukan pembajakan.

Untuk mengklarifikasi masalah virtualisasi ini, Microsoft secara eksplisit menyebutkan hal ini pada EULA-nya. Menurut kabar ini, Windows Vista Home Basic dan Windows Vista Home Premium tidak diperkenankan untuk diinstal di dalam modus virtualisasi. Sedangkan produk Vista yang diizinkan untuk diinstal dalam modus virtualisasi hanyalah Windows Vista Business dan Windows Vista Ultimate.

Bagi pengguna Linux yang ingin menggunakan Windows secara dual-boot dan dalam modus virtualisasi sekaligus, maka pilihan terdekat hanyalah Windows Vista Business atau menggunakan versi sangat lama Windows 2000. Solusi lain tentunya adalah dengan menggunakan dua buah salinan Windows yang berbeda (dan dua lisensi), satu untuk partisi fisik dan satu lagi dalam modus virtualisasi.

123 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!