20 December 2006

‘Buku Harian Nayla’ dan Plagiarisme

Posted under: at 23:54

Beberapa tahun yang lalu, saya makan di sebuah food court. Di meja seberang kebetulan ada sekelompok orang asing yang juga sedang makan. Di saat yang sama, layar televisi yang ada di food court tersebut menayangkan sinetron ‘Hari Potret’ yang jelas-jelas sama sekali tidak berusaha untuk menyembunyikan fakta bahwa sinetron tersebut memplagiat film kenamaan Harry Potter. Entah mengapa saya merasa malu sinetron tersebut ditonton oleh sekelompok orang asing tersebut. Saya tidak bisa membayangkan jika mereka kenal dengan saya dan menanyakan pendapat saya tentang sinetron tersebut.

Pihak-pihak yang memproduksi sinetron tersebut mungkin sudah tidak lagi memiliki rasa malu, apalagi mereka meraup keuntungan yang banyak dari penyiaran sinetron tersebut. Tapi harusnya mereka bisa sedikit melihat bahwa tidak semua orang Indonesia seperti mereka. Masih banyak orang Indonesia yang masih memiliki rasa malu.

Kasus-kasus plagiarisme seperti ini memang sudah tak terhitung lagi banyaknya. Yang paling baru adalah kasus ‘Buku Harian Nayla’ yang disinyalir memplagiat drama Jepang ‘Ichi Rittoru no Namida’ atau ‘1 Litre of Tears’. Saya sendiri belum pernah menonton film ini, baik versi aslinya, maupun hasil plagiatnya di Indonesia, tetapi sepertinya sudah sangat ramai dibicarakan di Internet, mengingat saya mendapat tak kurang dari empat email yang meminta saya untuk membahas kasus ini.

Sinetron ‘Buku Harian Nayla’ disiarkan setiap hari pukul 21.00 di RCTI. Sinetron ini dipersiapkan untuk menyongsong Hari Natal dan disiarkan mulai tanggal 11 Desember sampai Hari Natal tanggal 25 Desember nanti.

Yang lebih parah adalah sinetron ini mengklaim bahwa ‘cerita ini hanyalah fiktif belaka’. Padahal ‘Ichi Rittoru no Namida’ bersumber dari sebuah kisah nyata tentang seorang wanita bernama Aya Kito yang didiagnosa terkena penyakit Spinocerebellar ataxia pada umur 15 tahun, dan kemudian meninggal dunia 10 tahun kemudian.

Dari beberapa forum di Internet saya mengetahui bahwa sudah banyak pihak yang melaporkan plagiarisme ini, baik ke Sinemart –produsen sinetron tersebut–, RCTI –pemegang hak siar– serta Fuji TV yang merupakan pemegang hak siar untuk drama aslinya. Walaupun demikian, saya masih tidak melihat ada realisasi dari pihak-pihak yang terlibat, sinetron jiplakan ini masih ditayangkan RCTI.

Mudah-mudahan dengan adanya insiden ‘Buku Harian Nayla’ ini, produsen sinetron di Indonesia bisa berpikir 1000 kali sebelum melakukan aksi plagiarisme. Dan semoga kita tidak perlu lagi melihat sinetron seperti ‘Hari Potret’ atau ‘Buku Harian Nayla’ ditayangkan oleh saluran televisi Indonesia di masa yang akan datang.

171 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!