‘Buku Harian Nayla’ dan Plagiarisme
Beberapa tahun yang lalu, saya makan di sebuah food court. Di meja seberang kebetulan ada sekelompok orang asing yang juga sedang makan. Di saat yang sama, layar televisi yang ada di food court tersebut menayangkan sinetron ‘Hari Potret’ yang jelas-jelas sama sekali tidak berusaha untuk menyembunyikan fakta bahwa sinetron tersebut memplagiat film kenamaan Harry Potter. Entah mengapa saya merasa malu sinetron tersebut ditonton oleh sekelompok orang asing tersebut. Saya tidak bisa membayangkan jika mereka kenal dengan saya dan menanyakan pendapat saya tentang sinetron tersebut.
Pihak-pihak yang memproduksi sinetron tersebut mungkin sudah tidak lagi memiliki rasa malu, apalagi mereka meraup keuntungan yang banyak dari penyiaran sinetron tersebut. Tapi harusnya mereka bisa sedikit melihat bahwa tidak semua orang Indonesia seperti mereka. Masih banyak orang Indonesia yang masih memiliki rasa malu.
Kasus-kasus plagiarisme seperti ini memang sudah tak terhitung lagi banyaknya. Yang paling baru adalah kasus ‘Buku Harian Nayla’ yang disinyalir memplagiat drama Jepang ‘Ichi Rittoru no Namida’ atau ‘1 Litre of Tears’. Saya sendiri belum pernah menonton film ini, baik versi aslinya, maupun hasil plagiatnya di Indonesia, tetapi sepertinya sudah sangat ramai dibicarakan di Internet, mengingat saya mendapat tak kurang dari empat email yang meminta saya untuk membahas kasus ini.
Sinetron ‘Buku Harian Nayla’ disiarkan setiap hari pukul 21.00 di RCTI. Sinetron ini dipersiapkan untuk menyongsong Hari Natal dan disiarkan mulai tanggal 11 Desember sampai Hari Natal tanggal 25 Desember nanti.
Yang lebih parah adalah sinetron ini mengklaim bahwa ‘cerita ini hanyalah fiktif belaka’. Padahal ‘Ichi Rittoru no Namida’ bersumber dari sebuah kisah nyata tentang seorang wanita bernama Aya Kito yang didiagnosa terkena penyakit Spinocerebellar ataxia pada umur 15 tahun, dan kemudian meninggal dunia 10 tahun kemudian.
Dari beberapa forum di Internet saya mengetahui bahwa sudah banyak pihak yang melaporkan plagiarisme ini, baik ke Sinemart –produsen sinetron tersebut–, RCTI –pemegang hak siar– serta Fuji TV yang merupakan pemegang hak siar untuk drama aslinya. Walaupun demikian, saya masih tidak melihat ada realisasi dari pihak-pihak yang terlibat, sinetron jiplakan ini masih ditayangkan RCTI.
Mudah-mudahan dengan adanya insiden ‘Buku Harian Nayla’ ini, produsen sinetron di Indonesia bisa berpikir 1000 kali sebelum melakukan aksi plagiarisme. Dan semoga kita tidak perlu lagi melihat sinetron seperti ‘Hari Potret’ atau ‘Buku Harian Nayla’ ditayangkan oleh saluran televisi Indonesia di masa yang akan datang.
- Buku Harian Nayla di Technorati.
Mas pri, paling nanti cuma ditambahin “Diadapotasi dari film XXX”, sialnya sering ditaro diakhir film
menarik juga…
tapi fenomena ini sepertinya sudah sering terjadi sejak dulu kala dan tidak ada habis-habisnya. bahkan bukan hanya acara tv, tapi juga lagu, buku, bahkan karya ilmiah.
Indonesia merupakan surga bagi plagiator, tak heran Punjabi
SucksGroup begitu menggurita disini. Penonton Indonesia pun banyak yang menelan sampah seperti itu dengan senang hati.Sekali lagi, HAPUS SINETRON!!!
Duh, nggak nonton tipi.
Yang lebih ga tau malu itu RCTI nya.
Plagiat itu juga bagian strategi. Teknologi jepang dulu juga nyontek trus menyempurnakannya kan ?Ga murni jepang.
Penerapan busway juga plagiat.
Dan masih banyak lagi.
BTW, Priyadi.net ga penting amat skrg bahasannya. Ngebahas Sinetron.
. Bahas dong masalah microsoft. Di
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/20/time/104429/idnews/722266/idkanal/399
hehe
wew, pertama kali coment masuk 5 besar… ahhh kalo masalah plagiat aku dah muak liat sinetron indo kek gitu semuanya. sudah mulai terbiasa, untungnya dah hampir nggak pernah nonton… mereka itu ratanya cuma memikirkan profit-profit dan profit…
ah namanya juga Indonesia, plagiat mah biasa atuh kang.
Selesaikan tayangannya, Dapet duit dari sponsor/iklan, baru Bayar Royaltinya.
ehkm udah kita itu memang gak punya malu..
Saya juga pernah melakukan plagiat, dan sekarang terasa begitu memalukan kalau mengingatnya, apalagi kalau masih ada yang membaca karya saduran itu
. Mudah-mudahan sentilan seperti ini dapat mengurangi plagiarisme 
#6:
kalo gak penting ya gak usah dibaca
15 besar…
konon ide adalah sebuah gabungan dari dua buah ide yang telah ada..
so here is what those sinetron makers think:
“We’ve watched this one beautifully scripted japanese dorama and We have this language called bahasa indonesia..”
sim salabim abrakedabra
kabooom!!
jadilah Buku Harian Nayla
yes it’s as simple as that i’m afraid :
(
wah telat deh. baru mau saya posting soal itu di blog saya. padahal udah kepikiran dari minggu lalu. gini nih kalo males ngapdet blog!
minggu depan mo nulis soal pengemis ah. di manado gak ada pengemis lho. 
wah telat lagi. ternyata sdh banyak pengemis di manado.
komen gw di delete. ZALIM
eh nggak deng!!! maap BOSSS…. maap!!
Dimana ada gula,disitu ada semut..
Tonton deh film yg aslinya.. ntar laporin berapa liter yang keluar.. hihihi..
Dosen mikirin profit, doktor mikirin profit, media juga mikirin profit. Sampai gak malu memplagiat dan mengorbankan orang (Sukma Ayu, Pak Yaya dan selingkuhannya dll). Ya begitu deh. Sudah 10 tahun saya gak nonton sinetron Indonesia. Racun!
Saya tahu kebanyakan penyanyi Indonesia memplagiat karya yg tak terkenal di sini. Biasanya dicuri dari negara yg lagunya tidak masuk Indonesia.
Penyanyi Chrysie misalnya memplagiat banyak lagu. Misalnya karya Silvie Vartan dari Perancis. Ada lagu yang persissss sama. Tapi hanya orang Perancis yang bisa tahu.
Indonesia memang negeri plagiat.
Mas Pri, emangnya sinetron ini mirip sampai ke serial-serialnya?
Tolong cariin pengertian Plagiat dong mas Pri, soalnya setahu aku dinamakan plagiat apabila itu merujuk pada ilmu pengetahuan…jadi binun ni
yg penting kan rating naek…nggak peduli kalo content acara-nya hasil contekan…itulah TV Indonesia…
Indonesia dalam sinetron memang sudah payah pak….
Kalo Sinetron Wulan… yang ditayangkan pada Senin - Jum’at pukul 22.00 WIB.. itu ngikutin drama jepang gak ya? soalnya ceritanya tragis banget… cewe nya di tinggalkan begitu saja.. malah udah pregnant… huhuhuhuhuhu.. cowo nya kejem tuh…
Numpang nambahin mas.
http://wiki.d-addicts.com/Ichi_Ritoru_no_Namida
*ga pernah nonton sinetron Indonesia*
harusnya para produser sering2 ngadain sayembara atau workspot workshop untuk menulis skenario, tapi sayangnya ketika ada yang ingin ngadain acara itu, pembicaranya sok sibuk (jadi pada ngga bisa hadir).
para produser itu (termasuk pembuat film) maunya yang instan, ongkos dikit untung banyak
btw thx buat pak dedi mizwar yang udah bisa hadir beberapa bulan lalu di kampus saya. moga banyak orang yang ngga-sok-sibuk seperti bapak..
Ternyata sinetron yg itu contekan juga toh, tapi emang sih sekarang ini banyak sinetron yg emang terang2an mengadopsi cerita dari luar.
SG2I = Sinetron Goes to Internet
memang sengaja dan mungkin bukan insiden buat para produsen sinetron itu… ngga yakin kalau terus bakal berhenti ngejiplak
*kok hopeless begini yah…
Sebenarnya meniru atau menjiplak suatu karya tidak menjadi masalah selama ada “restu” dari sang pembuat karya (asli) tersebut. Yang jadi masalah yaitu ketika kita meniru atau menjiplak sautu karya tanpa ada “restu” dari sang pembuat karya (ini semua masalah hak cipta!!)
…halah..keneh2 kehed
Mengenai tiru meniru, jiplak menjiplak, plagiat (apapun namanya) dalam sinetron….hmm, selama masyarakat kita gemar menkonsumsi sinetron (yang akan menaikan rating sinetron), hal ini akan terus terjadi (mungkin pembuat sinetron kita kehabisan ide saking banyaknya sinetron yang dibuat)
Aah…mending nonton dvd….nyari dvd bajakan aaah
dari dulu banyak banget yang diplagiat. macemnya meteor garden, magicians of love de el el deh
ckckck, padahal kalo emang niat, film indonesia juga bisa bagus kok. liat aja film-filmnya warkop atau benyamin
Mari kita budayakan jangan asal copy paste http://priyadi.net/smilies/yahoo_love.gif

Biasalah orang sini kurang ide. Contek sana sini modif dikit, jadi deh. Mungkin karena pendidikan di indonesia yang memaksa nilai tinggi membuat orang cari jalan pintas untuk sukses.
bung pri, kerjaannya apa seh loe? enak bgt tiap ari bs surfing2 doank
Kayaknya si “penerjemah” pake transtool yak?
ekonomi indonesia tumbuh dari plagiarisme
kayaknya emang bbrp sutradara sinetron indonesia keabisan ide deh, kebanyakan ikut arus utama ajah…
gw harap banyak ide2 aneh tp simpel, spt film arisan…
Kalau dari kasus Universal Pictures Co. v. Harold Lloyd Corp. (citation code: 162 F.2d 354 (9th Cir. 1947)), suatu karya film bisa dibilang melanggar hak cipta apabila ada kesamaan lebih dari 20%.
lagu SMS yang ngetop buanget itu aja katanya hasil plagiat juga…
juragan jengkol kali ya yang bener2 asli, soalnya mo plagiat jengkol dari mana juga?!?!

Pernah di warung pinggir jalan, saya denger lagu dangdut yang menjiplak Maddona. La Isla Bonita jadi Laila Bonita…gile bener
gak suka nonton sinetron om pri…
critanya terlalu di awang-awang.
udah lah ga usah nonton sinetron lagi, sampah semua ! mending baca blog aja
Wah, saya fikir plagiator film itu cuma INDIA doank. Wah, ternyata saya salah. Eh, atau jangan2 karena produsernya Rampunjadi? Kalo gag jadi yah gag papa..
*no offense*
stelah dibahas disini, jgn2 tuh sinetron ratingnya langsung naikk, krn bnyk yg nontn krn pnasaran n membuktikan.
oh ya… aq jg mo nanya, nge-clone itu plagiat juga nggak? kan sama2 niru sesuatu yg sudah ada.
Semua bermula dari sistem bung! Kalau sistemnya masih membiarkan kita untuk trus melakukan plagiat, maka jgn berharap hal ini bakal berubah…
Kembali, dibutuhkan ketegasan pimpinan negara kita!
kadang nonton, soalnya yang main Chelsea Olivia
Yang menyedihkan adalah lakon dokter dalam sinetron tersebut, yang jelas-jelas melakukan pembodohan kepada publik. Dengan gagah, si dokter mengatakan bahwa Nayla terkena ataxia. Jelas-jelas, Ataxia adalah bukan penyakit, tetapi sekumpulan gejala. Penyakitnya sendiri disebut sebagai Spinocerebral Disease, dengan salah satu gejalanya adalah ataxia.
Wahh bukan Jepang aja. Mandarin & Korea juga. Bukan sinetron doank. Versi Bioskop nya juga sempet liat.
Siapa Takut Jatuh Cinta => Meteor Garden
Benci Bilang Cinta => Princess Hours
Cowok Impian => Itazura na Kiss
Kau Masih Kekasihku => At The Doplhin Bay
Benci Jadi Cinta => My Girl
Putri Kembar => Twins
Liontin => Glass Shoes
Impian Cinderella => The Prince Who Turns into a Frog
Yang bioskop Cinta kolesterol => Love on a Diet(Andy Lau)
gw cuman nonton berita aja, jadi ngga ngeh sama sinetron
Ternyata pemerhati sinetron…..
mendingan nonton EMPAT MATA…………
kembali ke LAP………………..TOP…..

Let’s Banned Punjabi


Ah, ya salah.
Kesamaannya enggak mesti 20% tapi dari artikel yang gw baca kayak gini:
The trial court found that the defendant’s use of a nearly identical sequence to a sequence that had constituted twenty percent of the plaintiff’s film was infringement, and the Ninth Circuit affirmed. [FN9] The Ninth Circuit court concluded that, because the sequence was “intimately tied into the story” and was “integral and essential” to the plaintiff’s film, [FN10] the trial court was correct in finding that the defendant had infringed the plaintiff’s copyright.
Kalau film yang dibintangi ME dan ZY itu plagiat film yang mana yah?
Kenapa banyak sinetron yang plagiat, soalnya produsernya/production housenya sebagian besar orang India (sorry, no SARA intended), yang mungkin merujuk ke standar Bollywood. Di Bollywood sendiri, sudah umum untuk menjiplak film2 fox office keluaran Hollywood.
Dari 200jt penduduk Indonesia, masa sih tidak bisa menemukan 100 orang yang bisa menelurkan karya yang *lebih* berbobot seperti sinetron Si Doel, atau Bajay Bajuri.
ATAU MASYARAKAT KITA YANG LEBIH SUKA KARYA2 SAMPAH?
If nobody watch, none will be made.
wah nyonyaku perlu di kasih tau nih..
mudah2 semangat nonton sinetnya agak berkurang
numpang posting mas pri
Gak nonton sinetron
halaaaah, dorama kesayangan gw dijiplak di Indonesia
setiap nonton gw pasti nangis2 lho…mana yg jadi mbak Aya manis banget lagi!
Bikin prayadi.net ah.
Atau priyada.net aja?
tambahan…salah satu soundtrack-nya Only Human penyanyinya K, bisa didownload lewat internet. lagunya bagus deh…
#49 Idem Gue!

Hari gini nonton Sinetron, Gak mutu banget gitu Lhoooo!!!
Eh Dah Gak Mutu Plagiat pula
yah begitulah wajah - wajah dari negara berkembang..

jadi serba berkembang semuanya sampai plagiatnya juga.
dan kayaknya negara kita gak akan bisa lepas dari acara bajak membajak
Tumben gak ada Pertamaxx..?? Apa kena seleb blog yah..???
Oiya di Indonesia banyak kok sinetron yang memang jelas-jelas meniru/nyontek dari serial lain diluar sono, dan itu gak pernah ada masalah hingga kini, dan tetap banyak para penonton setianya, mungkin juga termasuk orang-orang terdekat kita (anak, isteri, pacar, tetangga, dll).
Dalam kasus sinetron “Buku Harian Nayla” meniru “Ichi Rittoru no Namida” dan pada sinetron “Buku Harian Nayla” dinyatakan bahwa sinetron tersebut fiktif benar menurut saya. Karena dia kan nyontek jadinya fiktif …
Sinetron gitu loh mas… semuanya sampah! Jangan cuma smackdown doang yang dihapus, sinetron juga!
kita anggap aja ini indikator: 1.kreativitas rendah pesinetron indonesia 2. tebel mukanya yg bikin 3. hukum penjiplakan? ke laut aje 4. begitulah keadaan orang indonesia (terbukti sinetron indonesia banyak penggemarnya)
Kalo gak salah ada satu lagi mirip film korea lupa judul di Indonesianya kayaknya sinetron Cinta (anak) remaja yg main si Bella kalo gak salah. Serupa dengan film aslinya “Sassy Girl”. Kadang lucu aja nontonnya, ceritanya hampir-2 sama jadi malah selalu membandingkan dengan film aslinya. Untung aja yg main si Bella jadi masih kelihatan Cute
. But tetap aja sich saya tidak mendukung plagiat, semoga saja pihak produser film tersebut sudah mendapat ijin untuk membuat film versi Indo-nya.
waduh… kaco sekali bangsa indonesia ini… gak kreatif!
Demi rating, TV di Jepang (termasuk NHK) juga suka membuat cerita rekayasa, biasanya untuk acara semacam infotainment. Misalnya mereka membayar seseorang untuk mengaku sebagai pacar seorang selebriti.
Btw, kalau sinetron dihilangkan, pembantu saya di rumah mau nonton apa?
#68 nggak usah nonton, dengerin radio 2 band aja.
sayajgnggaksukanontonsinetrontuh
sinetron sinetron jiplakan
Kalo dulu wajah persinetronan Indonesia dihiasi dengan cerita-cerita mistis, ibu tiri nyiksa anak tiri atau rebutan harta warisan (yah memang sekarang juga cerita-cerita seperti itu masih banyak), sekarang bertambah banyak sinetron-sinetron remaja dengan jalan ceritanya cukup bagus, unik dan lucu atau malah mengharukan.
Namun sayangnya, sinetron-sinetron tersebut ternyata tidak sepenuhnya hasil karya anak bangsa sendiri. Jalan ceritanya, ternyata hasil jiplakan dari produk luar. Kalau kamu juga suka menonton drama Korea, Taiwan atau Jepang, pasti tahu yang saya maksud. Mungkin kamu juga sudah hapal beberapa judul sinetron Indonesia yang kok ceritanya sama persis dengan serial drama dari luar favorit kamu.
Ini beberapa di antaranya.
Siapa Takut Jatuh Cinta (Leoni, Roger Danuarta) = Meteor Garden
Benci Bilang Cinta (Marshanda, Baim Wong) = Princess Hours
Cowok Impian (Ayudia Bing Slamet, Marcel Chandrawinata) = Itazura na Kiss
Kau Masih Kekasihku (Asmirandah, Arifin Putra) = At The Doplhin Bay
Benci Jadi Cinta (Nia Ramadhani, Jonathan Frizzy) = My Girl
Putri Kembar (Stefanie Hariadi, Richa Novisha) = Twins
Liontin (Nana Mirdad, Naysila Mirdad) = Glass Shoes
Impian Cinderella (Nadia Saphira, Indra Bruggman) = The Prince Who Turns into a Frog
Paling sebal lagi kalau yang bersangkutan tidak mengakui kalau mereka menjiplak. Kalau hanya kemiripan sedikit di sana-sini sih masih bisa dimaklumi, tapi kalau sudah sama persis scene demi scene-nya sih, jelas jiplak dong.. masa sih ada dua orang penulis cerita yang bisa membuat sama persis seperti itu..
Meskipun begitu, mungkin karena serial dari luar itu sudah banyak masuk ke Indonesia para penjiplak itu akhirnya lebih terang-terangan mengakui dengan dalih “mengadaptasi cerita”. Ya, sekarang kita sudah bisa melihat di beberapa iklan sinetron tersebut disebutkan mereka mengadaptasi dari mana. Misalnya sinetron Kau Masih Kekasihku yang ditulis “adaptasi dari serial At The Dolphin Bay” dan yang baru akan tayang Penyihir Cinta yang “mengadaptasi” dari Magicians of love.
Sebetulnya sih sinetron-sinetron tersebut cukup menghibur, apalagi jika dibandingkan dengan sinetron dengan ide cerita “original” lainnya khas Indonesia yang hanya seputar “mati dikerubuti belatung” dll, tentunya dari segi cerita, sinetron-sinetron remaja ini memang lebih baik dan layak ditonton. Tapi apa tidak malu bisanya hanya menjiplak?
Padahal, banyak juga lho sumber daya manusia yang ide-ide kreatifnya bisa dipakai. Buktinya, cerita-cerita asli buatan anak bangsa sendiri juga laris manis di toko buku dan lumayan banyak penggemarnya. Bila hasil karya tersebut divisualisasikan, mungkin hasilnya sama laris manisnya.
Atau mungkin ini juga harus menjadi bahan pecutan bagi penulis-penulis muda kita untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi dengan ide cerita yang segar dan unik tidak melulu begitu-begitu saja.
I really wish someday layar televisi kita dipenuhi hasil karya original anak bangsa, tentunya yang bisa menghibur sekaligus mendidik, tidak hanya berkutat dengan cerita mistis atau kekerasan.
Yg jadi masalah mungkin ijin sadurnya.. Kan itu diangkat dari kisah nyata yg mana keluarga Aya sendiri hingga saat ini masih hidup dan terus membantu para penderita SCD di sana.. Mana di akhir eps cuman ditulisnya fiksi belaka
kesian amat keluarganya..
Wah… thank’s banget Mas Priyadi, mau ngebahas soal plagiarisme sinetron. Contoh parahnya sinetron Indo : lihat daftar sinetron RCTI hari Jum’at. Lima sinetron di sana nyontek dari serial Korea/Jepang/Taiwan, yang kasih credit (sudah minta ijin) cuma satu, I Love U Boss. Empat lainnya? Hmm… minta ijinnya sama produser kali?
Pathethic ya.. padahal konon sineas muda Indonesia sudah menggeliat.. Ternyata emang cuman wacana ga jelas
sbenernya kan versi adaptasi (plagiarisme??) itu ga cuma terjadi di indonesia ya.
meteor garden adalah jiplakan “hana yori dango” (manga), trus “hana yori dango” (dorama) menjiplak “hana yori dango” (manga), trus meteor garden dijiplak sinetron indonesia “siapa takut jatuh cinta”. jadi tidak perlu sebel kalo “siapa takut jatuh cinta” itu produk jiplakan, lha wong “meteor garden” aja kan juga jiplakan hehehe.
film hollywood juga sama aja. “il mare” (kmovie) juga dijiplak ama “the lake house”. trus masih ada “shall we dance”, dll dll.
selama produk jiplakan itu proudly announce sbg produk jiplakan (adaptasi), ya menurutku sih gpp. di jepang juga banyak banget dorama yg jiplakan (adaptasi) dari manga. tp yg menjadi masalah adalah kalo dia ga mau mengakui mengakui bahwa karya mereka itu produk jiplakan.
jadi kalo sinetron hari potret sama sekali tidak menyembunyikan identitasnya sebagai jiplakan dari harry poter, ya… itu malah bagus.
menurutku sih membuat versi adaptasi itu wajar2 saja. di seluruh dunia juga terjadi hal gini. tapi kok ga ada yg komplain ketika film hollywood menjiplak drama asia ya hehehe.
kalau tidak salah, adaptasi itu jelas beda dengan plagiarisme ya? adaptasi itu kan .. sudah ada ijinnya. sudah ada kesepakatan dari pihak yang membuat versi orisinilnya dengan pihak yang ingin mengadaptasi ceritanya. kalau plagiarisme, nyuri!
Istri saya bilang, jangan keburu impressed kalo ngeliat sinetron Indonesia, sekalipun cerita/contentnya bagus. Karena bisa jadi (dan kemungkinan besar) adalah plagiat dari sinetron serupa di Korea, Jepang, Taiwan, dsb.
Saya sih males nonton sinetron. Juga jarang nonton televisi. Tapi yang jelas, bisnis sinetron ini benar-benar bisnis dengan perputaran duit yang lumayan gede dan terbukti menghidupi banyak orang dan mengorbitkan banyak artis.
Mengenai etika dan moral dalam berbisnis? Entahlah. Saya kurang tahu soal ini.
hualah, sinetron!
fenomena “mengadaptasi” pada prinsipnya lebih berakar pada kejenuhan pasar. mungkin bisa dipetakan dalam grafik manajemen inovasi, ketika sebuah produk sudah jenuh atau hampir menyentuh akhir life-time, digagaslah beberapa ide untuk “merombak” atau “memoles” bentuk lama agar lebih menarik sehingga lifetime-nya bisa diperpanjang.
Kalo istilah saya sih “membuat air keruh” sehingga kita bisa memancing ikan di air yang keruh.
*nyambung gak sih sama topiknya?”
Di luar sebuah karya cipta memiliki hak cipta, kejenuhan pasar sinetron (yang sudah bosan melihat ibu nyiksa anak, rebutan harta, etc) akhirnya mencoba cara baru (yang bikin malu - kata Priyadi) untuk mengembalikan konsumen sinetron.
Sekedar melayangkan surat gugatan atau melaporkan tindakan jiplak tidak akan mendatangkan efek bagi raksasa sekelas RCTI. Revenue atau rating turun, itu baru menyiksa. Jadi?
eh, mau baca buku harian aslinya gak? versi Inggris tapi..
Ya…
namanya juga indonesia gituu
banyak japlakanya
ya mo gimana lagi
emang susah
orang indonesia mungkin otaknya udah tumpul (termasuk saya)
nggak kreatif, tapi jujur aja
sebagai anggota FPBS
bagaimana kalo pak pri bikin stasiun TV “Priyadi TV”
Saya sudah menonton 1 litres of tears versi Jepang. Sangat mengharukan.
Di setiap akhir episode ditampilkan kutipan-kutipan Aya yang mencerminkan semangat hidupnya. Juga foto-foto Aya dari sejak ia masih sehat hingga saat ia berjuang melawan penyakitnya.
Catatan harian Aya juga diterbitkan menjadi sebuah buku di Jepang sana.
SINETRON BUKU HARIAN NAYLA TERANG-TERANGAN HASIL FOTOCOPY DAN MASIH MENGAKU MERUPAKAN KISAH FIKTIF BELAKA!!!???
MEMALUKAN!!!
di indonesia, apa sih yang nggak di palsu



Biasalah ini akibatnya kalo sinetron atau film di TV lebih di anggap barang dagangan dari pada karya seni. Jadi gak adalah pemikiran yg panjang soal originalitas apalagi kreativitas. Sebenarnya yg paling salah di pihak ini adalah stasiun TV yg harusnya sebagai lembaga penyebar informasi yang kredibel, (masak kalah sama blog?)patut mengecek dan mengkontrol isi tayangannya, jangan cuma memperbesar pendapatan dari iklan saja dong!
Parahnya seperti itulah kelakuan sebagian besar (kalo gak bisa dibilang seluruhnya) stasiun TV Indonesia mereka cuma pilih satu dari dua hal ini:
a. Membeli program dari PH (sinetron/kuis/variety show) dengan pembayaran di tunda/cicil. Karena yg penting boleh di utang dulu jadi kualitas nomer sekian.
b. PH sekarang membeli slot jam tayang, yang kemudian di tawarkan langsung ke pemasang iklan, pihak stasiun TV tinggal ongkang-ongkang kaki karena slot jam tayang terisi sudah terisi dan mereka gak perlu keluar duit banyak-banyak.
Jadi jangan heran kalau acara TV Indonesia jelek banget…Kalo ndak mau sakit hati mending nonton Tv satelit aja deh…tayangan TV nasional sebagian besar isinya melecehkan logika berpikir dan wawasan pemirsa.
Peniruan (plagiat) ini memang memuakkan.
Juga dulu ada sinetron James Bono (plesetan James Bond).
Sepertinya sinetron yg tidak mendidik sudah harus dihentikan oleh intervensi Pemerintah.
Kasihan anak cucu kita !!!!!
@63 karena pertamax-nya saya sudah beli. Trafiknya tinggi soalnya..
@Om Pri
Ya cuma bisa elus dada Om. Dada sendiri loh ya…
Apa mau dikata kalau stasiun TV cuma kejar profit.
Saya dulunya sangat suka serial FTV.. CUkup bagus dan bermutu dibanding sinetron.
tapi ada yang ngaku jujur loh (penyihir cinta)
SERIBUX!!!!!!
(komennya ga mutu yo ben, sing penting hepi)
kalo saya bosan dgn tulisan omPri yang seperti ini
(jangan marah dan bilang seperti di #12,ya…)
Mo nanya? yang buat skenario atu cerita itu yang flagiat atau dia di paksa produser?. Masa penulis cerita gak tahu cerita / film itu sudah ada terlebih dahulu. Jangan - jangan yang buat cerita / skenario itu adalah Script writer Kambuhan. Ada lagi ciri khas sinetron indonesia, gak pernah hambir walaupun ceritanya sudah sampai puncak cerita, turun lagi, naik lagi, kayak naik gunung aja.
Budayakan gerakan tidak menonton Setantron™

Mewakili temen2 yg laen untuk menyampaikan Uneg-Eneg lainnya tentang Buku Harian Nayla disampaikan disini
maaf linknya