Mesjid Dian Al-Mahri
Sejak awal tahun ini, setiap saya ke Bandung pasti saja ada keluarga atau teman yang menanyakan kesan-kesan tentang ‘mesjid berkubah emas’™. Mesjid yang dimaksud tentunya adalah Mesjid Dian Al-Mahri di Limo, Depok.
Karena sering ditanya tapi tidak bisa menjawab karena memang belum pernah mengunjungi, maka sekitar dua bulan yang lalu saya beserta istri dan anak menyempatkan diri untuk mengunjungi mesjid ini. Kesan pertama saya sangat mengagetkan karena ternyata anak saya yang baru berusia satu tahun dilarang masuk, bahkan untuk ke pekarangan mesjid sekalipun. Petugas menyarankan kami untuk bergantian ke dalam. Tentunya kami menolak karena jarak antara gerbang ke mesjid cukup jauh.
Menurut petugas, anak kecil berusia di bawah 10 tahun tidak diperkenankan masuk ke lingkungan mesjid kecuali pada jam shalat Jumat. Dan ini adalah peraturan yang ditetapkan oleh pengelola mesjid. Baru pertama kali ini saya melihat anak kecil dilarang masuk mesjid. Kami hanya bisa berbalik dan pulang.
Tadi siang, saya menyempatkan diri untuk kembali ke mesjid tersebut untuk shalat Jumat. Kali ini mobil diperbolehkan parkir di dalam pada tempat parkir yang sangat luas (dalam kesempatan sebelumnya kami hanya diperkenankan parkir di luar). Di pintu mesjid disediakan minum gratis. Di dalam mesjid terasa sejuk walaupun dijubeli banyak orang. Yang jelas shalat Jumat di mesjid ini cukup nyaman. Satu-satunya hal negatif adalah jarak batas suci dan pintu masuk mesjid cukup jauh sehingga kaki saya hampir melepuh.
Seusai shalat Jumat, saya baru mengetahui ternyata banyak peserta yang merupakan wisatawan dari luar kota. Petugas keamanan berada di sekeliling mesjid bertugas salah satunya untuk mengingatkan pengunjung misalnya untuk tidak membuang sampah sembarangan atau menginjak rumput. Saya sendiri memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil beberapa foto.
Saya menyempatkan diri untuk bertanya kepada petugas apakah sekarang anak kecil masih dilarang masuk ke lingkungan mesjid. Petugas mengiyakan, tetapi kini anak kecil di bawah 10 tahun diperbolehkan untuk masuk ke kompleks mesjid. Beliau menambahkan anak kecil diperkenankan untuk masuk ke aula (bangunan beratap hijau), tetapi tetap tidak diperkenankan untuk memasuki mesjidnya sendiri.
Menurut saya seharusnya jangan sampai kita melarang anak kecil untuk masuk ke mesjid. Dan bahkan sebaliknya, justru mesjid harus menjadi lingkungan yang ramah untuk anak kecil. Beberapa mesjid lain tahu ini, misalnya dengan melengkapi mesjid dengan tempat bermain supaya si anak menjadi lebih betah di mesjid.
Beberapa foto:
mesjidnya bagus
ga ada foto didalam mesjidnya?
#2: gak boleh moto di dalam mesjid
Keren…
Semoga bisa kesana kapan2..
Monumental!
Ernnn… memang alasan gak boleh masuknya kenapa, Mas Pri? Bolak-balik baca postingannya tapi gak menemukan jawabannya… Mas Pri sudah tanya?
keren mesjidnya, mirip kyk yg di kartu lebaran
Masjidnya bagus, mewah. Tapi (mudah-mudahan) ga sampe jadi tempat yang exklusif, cuma u/ sholat.
Harusnya malah jadi pusat pendidikan.
Ehmm.. pernah liat liputannya di SCTV. Kalo ga salah dibangun atas dana seorang pengusaha wanita.
wah, mesjidnya keren….
dalemnya gag boleh di poto sih, jadinya gag keliatan kaya gimana
Sudah ada yang tahu kenapa anak kecil dibawah 10 tahun dilarang masuk?
Mengapa dilarang foto di dalam masjid?
Alangkah indahnya lagi kalau suatu saat orang kita bisa mencapai kesadaran untuk tetap tertib, dan tidak membuang sampah sembarangan, TANPA harus dijaga oleh satpam.
keerreenn abiss…
/
jadi pengen kesana.. karena umur saya masih di bawah 10 tahun
#6:
supaya tidak mengganggu ibadah, katanya.
ketika memandang gambar masjid itu hati saya kok langsung tergetar kenapa ya??
#14: mudah2an bukan karena ’skill’ motret saya
Amazing! Mesjid-nya megah sekali. Saya saja yang ber-KTP Limo Depok tidak tahu kalau ada mesjid itu di Meruyung, padahal terakhir mudik akhir tahun lalu, sering lewat Meruyung kalau mau ke Depok dari rumah orang tua saya di Cinere.
Mantap Abis Photonya, sama test Smiley udah dibenerin belum
/
om pri postingna malem banget.
saya browsingna pagi2 tapi dah banyak yg ngomentarin..
telat deh…
Kalo gak salah ada hadis yang menceritakan, ketika Rasulullah sujud waktu sholat, cucunya Rasulullah bermain2 melompati punggung Rasul. Dan Ketika sahabat ada yang akan melarang mereka, Rasulullah memberikan isyarat agar dibiarkan.
Kurang lebih isi hadisnya seperti itu, nanti saya cari dulu bunyi hadis yang aslinya. Belum hafal. Hadis tersebut sahih.
Jadi gak ada alasan melarang anak kecil ke masjid. Mereka masih kecil. Wajar kalau suka bermain
#5: maksudnya mesjid beginian hanya (cenderung) akan menjadi monumen yang dikagumi banyak orang dan kurang mampu menjadi pusat kemakmuran seperti seharusnya sebuah mesjid? saya takutnya juga begitu.
bagus sih tp berlebihan aja menurut saya, apa lg anak kecil ga boleh masuk, sayang aja, kesempatan utk mengembalikan kegiatan2 ke dalam mesjid bisa dibilang tertutup utk yg muda.
Kang Pri, bukannya lebih tepat “Beberapa pengurus mesjid lain…” *cmiiw*
buang buang duid aja…..
alangkah bagusnya klo duidnya buat bikin usaha yang bisa memperkejakan ribuan tenaga kerja
Subbahanallah, bagus banget moga suatu saat bisa mampir liat. Fotonya Mas PRi juga bagus banget
Rumah Allah koq di batasin yang masuk ?
Alhamdulillaah…semoga bisa lebih menggerakkan semangat beribadah umat muslim, bukan sekedar jadi simbol kebanggaan oge…
Jadi pengen kesana, mmhh…Depok kalo dari gazibu jauh nggak? maklum baru 4 bulan di Bdg
Tentang anak kecil, masalahnya saya pikir mesjid ini jadi mirip tempat wisata, walaupun mungkin tadinya tidak berniat seperti itu.
Pola wisata orang Indonesia kan membawa keluarga besar, membawa makanan dst. Kalau sudah seperti ini, nanti jadi kusut seperti tempat wisata indonesia pada umumnya. Dengan mencegah anak masuk, efek ini tidak terjadi.
Mungkin solusinya dengan membuat tempat wisata Islami beneran di sekitar mesjid (tapi di luar kompleks mesjid).
Setuju 100% mas! Kalau seperti itu aturannya malah seperti mempersulit kita memperkenalkan masjid kepada anak-anak kan
Menurut saya justru masjid yang baik itu yang tidak eksklusif, yang mau menampung siapa saja yang mau berteduh, belajar dan beribadah.
Ah Bang Pri telat ngangkatnya, berita itu kan sudah lama. Pernah masuk koran kalau gak salah. Tapi lupa koran apa dan tgl berapa. Lebih baik telat dari gak sama sekali sihhhh
#27 memangnya blog writer itu kudu diperlakukan seperti jurnalis. Anda mau membayar mereka per posting untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpanas?
loh kok ada aturan aneh gitu yah..?
tanya kenapa..?
bukankah malah bagus klo anak2 dari kecil udah dipupuk untuk kenal dengan pencipta-Nya..
btw kok tertulis posted from jakarta?
saya kan di Bali…
tanya kenapa?
huehuehuehueh…
Masjid sombong…
kayak yang di Bangka…
masak anak kecil gak boleh ikut…
Berarti aku gak akan mau ke sana..
Makasih informasinya..
Padahal yang di Bangka lebih ringan.. di bawah 5 tahun gak boleh masuk.
Kalau bisa memang anak-anak sebaiknya didekatkan ke Mesjid, biar terbiasa dilingkungan yg baik.
“Satu-satunya hal negatif adalah jarak batas suci dan pintu masuk mesjid cukup jauh sehingga kaki saya hampir melepuh”.
Ketauan, Priyadi nggak pernah jogging ato jalan kaki nyeker
Masjidnya memang bagus sekali, beberapa waktu yg lalu teman kantor saya pernah ke masjid ini juga
.
Saya gak suka mesjid seperti ini. Ekslusif dan arogan, cuman jadi media pamer harta dan kemegahan (walaupun bentuknya dalah rumah ibadah), serta jauh dari fungsinya sebagai pusat kegiatan ummat. Setuju dgn pendapat di atas, mending duitnya buat menciptakan lapangan kerja baru. Mesjid seperti ini gak ada gunanya buat selain kebanggaan “semu” dan pamer dunia termasuk saat beribadah. Ironis sekali.
Saya lebih suka seperti mesjid di kampung. Mesjid sederhana tapi mampu hidup dan menghidupi masyarakat sekitarnya. Anak2 begitu akrab dgn mesjid dan lingkungannya. Contoh dan teladan takmir mesjid masih hidup dalam hati kami, mantan anak2 tsb. Ah, saya jadi kangen kampung.
Bukankan Masjid adalah Baitullah (Rumah allah) Allah tidak pernah membedakan-bedakan orang untuk mendekatkan diri kepadanya. Apakah laki laki, perempuan, anak anak. Bahkan kita dianjurkan untuk mendidik anak anak kita supaya lebih dekat kepada allah, saya jadi ragu yang di kunjungi mas pri benar benar masjid, atau cuma sekedar musollah milik pribadi, yang cuma digunakan untuk ria, Asstagafirullah kok saya jadi syukzon begini …
Kalau larangan ini di tujukan bagi wanita yang lagi BERHALANGAN saya sangat setuju. tapi ini ……
semoga gak cuma mesjidnya yang bagus, tapi juga iman dan takwa nya bisa ikutan diupgrade.
Seminggu yang lalu nyokap gw, bareng ibu-ibu pengajiannya, berwisata ke sana. Kesannya sama sich, mewah dan megah.
soal anak kecil, kata petugasnya dulu suka ada ibu-ibu yang bawa anak kecil yang pake “Pampers” (diapers kali yee…)suka diganti di dalam mesji (bagian untuk wanita di bagian atas)dan bekasnya di buang begitu saja di lingkungan masjid, jadi najis kan… ntar sholatnya ga sah…
Tapi, sampe umur berapa sih anak kecil pake pampers? paling gede juga mungkin 3 taun ud ga pake gituan, kan udah bisa ngomong kalo mau pipis. Kalao anak usia 6 tahun juga ud cukup dewasa dan kemungkinan ngompol jg rendah (mungkin… ga tau gw). Jadi seharusnya jangan dibawah 10 tahun donk kan kasihan…
Gw sich secara pribadi turut senang dengan adanya rumah ibadah yang indah2, sudah kodrat kita sebagai manusia menyukai hal yang indah2 kan? walaupun belum pernah ke sana… baru liat dari foto2 yang dibawain nyokap
Gw dari Bandung… Kok disebut di jakarta
trus biar di komen-nya ada foto gimana caranya om pri? (nubie, baru kenal internet…
)Thanks yah
Wah.. Masjid kok banyak batasan-batasannya…
Aku khawatir.. kemewahan masjid ini.. hanya menjadi kemewahan dunia saja.. harusnya.. kemewahannya juga terujud dalam bagaimana masjid ini bisa turun “memewahkan” lingkungannya.. membuat orang-orang yang berkunjung di masjid ini merasa aman dan tentram..
Mungkin kalau dibilang alasan melarang anak-anak masuk Masjid nanti mengganggu ibadah itu bisa dipahami dengan akal sehat.. tapi secara nurani.. itu sangat-sangat bertentangan.. biarlah Masjid menjadi pusat berbagai kegiatan.. bahkan anak-anak dalam bermain pun akan lebih baik bermain di lingkungan masjid…
Kalau untuk menjaga kebersihan.. maksudnya.. khawatir nanti anak akan meninggalkan najis disana.. hendaknya Masjid yang mewah ini punya cukup anggaran extra untuk merawat kebersihan dari Masjid ini..
Salah satu tanada kiamat makin dekat : orang berlomba2 menghias masjid
Heran, hari gini ada yang bangun masjid begitu mewah. Gak sadar pa ya tuh orang?
Seandainya digunakan untuk PEMBERDAYAAN UMMAT kan sudah bisa mengurangi kemiskinan.
Heran deh!
Mestinya itu disebut sebagai MONUMEN KEKAYAAN saja!
#5 + #20
he’eh monumental…./= fungsional. spt pancoran..
kayaknya daripada buat bangun mesjid begitu mendingan bikin panti asuhan..
Masjid yang bagus. Pengin juga kesana…
Smoga sudah tidak ditemukan gelandangan / fakir miskin di kampung sekitar masjid “emas” tersebut.
amin!
klo msh ada, isn’t it ironic? dont you think?
Beberapa bulan yang lalu aku menyempatkan diri ke sana. Setelah ngumpet2, akhirnya bisa juga bawa saladin masuk ke masjid. Tapi begitu masuk masjid kaget juga, banyak anak kecil lari2 di dalam masjid. barangkali ini yang dikhawatirkan pengelola. cuman entah knp pas itu banyak anak kecil (3th-10th) yang lari2 di dalam masjid.
keren sih, tp konyol aja kalo anak kecil ga boleh masuk, gimana mau ngasi pelajaran ttg agama islam kalo masuk saja ga boleh, paling ga kalau anak2 melihat mesjid yg begitu indah, mereka akan lebih tertarik utk belajar. aneh. mending solat di mesjid deket rumah aja, ga ada yg larang2
Ketika manusia berlomba-lomba membuat bangunan sebanyak-banyaknya dan sebagus-bagusnya. Disitu juga ada orang yang tidak mengerti akan esensinya dalam sistem Islam.
Buat apa dibikin mewah kalau umat belum sejahtera?
yang bisa menimbulkan antipati
Buat apa dibikin aturan melarang anak kecil dibawah 10 tahun untuk masuk kedalam mesjid tersebut?
yang bisa menimbulkan rasa ketidakbiasaan untuk ke mesjid sejak usia dini.
Buat saya alasan-alasan yang diungkapkan dari penjaga mesjid tersebut sangat tidak realistis. Bisa-bisa ada dugaan bahwa mereka itu tidak mau cape dengan kehadiran anak kecil di lingkungan mesjid tersebut.
Pokoknya ya bener-bener ironi deh untuk umat Islam di Depok khususnya, dan secara umum di Indonesia.
kok terkesan ‘ekslusif’ gitu ya?
motonya pake kamera apa pak pri?
–budiw
wow.. kereeeeen… !
Share pengalaman:
Aku punya anak umur 2tahun,
dulu emang suka dilarang Ibu kalo mau ikut ke masjid,
takut ganggu yang lain katanya.
Tp aku ga pingin anakku kelak punya kenangan ‘tidak boleh pergi ke masjid!!’. Makanya aku ijinkan dia ikut, malah sering sengaja aku yang ajak.
Pertama emang susah, maunya main kemana2.
Makanya diawal2, sambil sholat aku musti perhatiin anakku, kalo dia mau main2 ke depan, apa lagi ke tempat imam atau ke mimbar khotbah.
Emang sholatku jadi terganggu sih, apalagi kalo udah mo selese sholat, tiba2 dia lari ke depan, terpaksa batalin sholat, ajak dia ke sisiku lagi, tp demi mendidik anak gpp.
Alhamdulillah sekarang dia udah tahu, udah biasa ikut gerakan sholat di sampingku, kalo udah cape, pingin maen juga jalan2nya dibelakang.
Semoga generasi penerus kita bisa menjadi lebih baik.
#42 yg mbangun masjid ini karena udah nadzar, dan alangkah bagusnnya kalo setiap muslim yg berkelebihan uang bisa membangun rumah allah (dan diramaikan jamaah)
lagian kiamat dah deket dah ga’ tayang lagi (bukan?)
keren, kaya bukan di Depok…
silahkan baca ini juga http://www.tabulas.com/~kidi_kiut/2007/01/
#13 anak kecil menganggu ibadah.. koq lucu seharusnya malah di kenalkan dengan ibadah sedari kecil
Wah keren amat mesjidnya
Saya ada dengar dari penduduk di sekitar masjid tsb katanya masjid ini milik aliran tertentu dimana mereka pada hari-hari tertentu mereka berkumpul dan tidak sembarang orang yang bisa masuk.
Masjid semacam ini bukanlah sosok masjid yang dibenarkan di dalam Islam dimana memilah-milah jama’ah tertentu dan tidak sembarang muslim yang boleh sholat disana.
Yang namanya masjid milik seluruh kaum muslimin, walaupun yang membangunnya berstatus pribadi. Masjid tidak boleh ekslusif. Masjid harus terbuka 24 jam bagi siapa pun, kita tidak tahu ada yang safar dari jauh dan butuh tempat berhenti sejenak dan lain sebagainya.
Inilah yang dikatakan bermegah-megah didalam membangun fisik masjidnya, tapi ibadah yang didirikan di dalamnya minim sekali. Nauzubillah……
pernah baca di sebuah koran tentang larangan masuk bagi anak-anak. tapi keliatannya nggak ada tanggapan dari pengelola tempat ibadah ini. mungkin karena anak kecil itu sering sembrono dalam membuang sampah, kali?
sbnernya saya termasuk yang nggak setuju anak2 masuk mesjid: KECUALI dijaga oleh orangttuanya. yang sering terjadi, anak2 menjadikan mesjid sebagai tempat bermain, mengganggu orang yang sedang solat. lagipula, anak kecil belum dibebankan kewajiban beribadah kan?
selalu ada pro dan kontra…
kalau dibangun mushala bisa jadi berapa ya..?!
Hmmm…keren nih mesjidnya…
yah jakarta lagi
Pengen kesana nih…. tapi kok rada jauh ya…
Ngambil fotonya cukup bagus
Wah tanda kiamat sebentar lagi tiba…
Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga manusia bermegah-megahan dalam membangun masjid” [Musnad Ahmad 3 : 134 dengan catatan pinggir Muntakhab Kanzul Ummal. Al-Albani berkata “Shahih”. Lihat : Shahih Al-Jami’ush Shagir 6 : 174, hadits nomor 7298]
Selengkapnya…
Mesjid yg megah.
But saya lebih suka mesjid yg “biasa” saja,
contoh istiglal.
yg penting Jamaah-nya banyak, terutama pas sholat subuh.
Menarik, seperti tidak sedang berada di Indonesia (apalagi Depok hehehe…
). Lho, Depok kan di Indonesia ya? 
Lanskap sekelilingnya kayak di oasis tengah gurun saja. Padahal tempat ini dulunya hutan rimba kan? Aneh
Depok dari jaman baheula tidak pernah lepas dari urusan Tuan tanah dan agama.
Aku mengalami juga seperti mas Priyadi. Anak aku (6 thn), alhamdulillah suka ikut sholat, dilarang masuk oleh petugas bersorban berlogat arab (padahal “inlander” banget). Niatnya kami mau sholat mensyukuri adanya masjid megah ini. Tapi yach, …gitu deh. Mau dijadiin tempat wisata kalee..
Iya bener keren, saya sering lewat daerah itu, dan cukup ramai dengan pengunjung. Denger2 punya perorangan yah tuh masjid (mksdnya dibangun oleh biaya 1 orang)
Oh iya mas, photonya apik tenan, pake kamera apa yah moto2nya..?? apa masih di retouch lagi tuh photo…??
Subhanallah.. Allahuakbar
Semoga gak hanya bangunan fisiknya saja yang megah..
Masjid megah tapi kalau hampa, buat apa?
Semoga tidak.
#74: pake kamera jaman dulu: olympus c4000. gak diretouch lagi selain diubah ukurannya.
kira2 kalo wisatawan non-muslim bole masuk gak mas-pri?
Subhanallah, indah sekali ya mas pri…
Mungkin pihak mesjid mesti rela sedikit mengeluarkan effort untuk mengatur dan mengawasi anak2 di dalam masjid, kesannya larangan itu muncul cuman karena gak mau repot ngurusin anak2 di dalam masjid….
kalo ada larangan buat anak kecil, sangat disayangkan sekali… imarotul masjidnya gmn?? jangan2 ntar jd musium lg tuh mesjid

“
“
“
minta kubahnya secuil, hehehe awasss banyak rampok, maklum Indonesia kan negara bebas hukum. ntar kubahnya ada yg mendongkel
Wow…kereeen!
Masjidnya keren untuk ukuran bangsa yang sedang dijajah seperti Indonesia
Biaya pembangunan seluruh masjid serupa saya rasa cukup untuk memakmurkan umat yang sedang terseok-seok, masih nyisa kalau untuk pengadaaan Qur’an dan membangun televisi islam
belum pernah kesana sih, baru liat2 fotonya dulu, dan dengar cerita dari ibu saya yg sudah kesana. kesimpulan saya, kok lebih tepat disebut sebagai objek wisata berupa mesjid ya?
makin ramai orang berlomba2 membangun mesjid mewah, makin serem deh
Saya punya tetangga yg pernah bekerja di Irian (MC Dermott) sekitar tahun 90an, pernah ‘nyeritain’ pengalamannya waktu shalat Isya di satu mesjid kecil diperkampungan, katanya, pada saat itu jamaah sudah hendak mulai shalat, sewaktu temen saya masuk masjid para jamaah yang berpakaian serba putih dan bersorban serentak berhenti semua dan mempersilahkan temen saya untuk shalat duluan, mereka menunggu sampai temen saya selesai shalatnya lalu melanjutkan shalat mereka sendiri. tentunya temen saya bingung (fyi, temen sayanya mu’alaf), saat menceritakan hal ini kepada saya, pertanyaan yg dilontarkan bernada pesimis (/sinis?), “emangnya islam beda-beda ya?” tanyanya, (fyi lagi, 1 thn kemudian sampai saat ini temen saya kafir lagi!). Mungkin mesjid itu khusus untuk jamaah seperti yang temen saya ceritakan pada saya, who knows?
assalamu’alaikum
masjid bagus, tapi aku lom pernah ke sana. Makasih postingannya mas pri, jadi pengen ke sana ni. Oia mengenai larangan anak kecil masuk ke dalam masjid, kalo yang saya tahu, anak kecil itu kan masih membawa najis -soalnya lom disunat
- makanya anak kecil ma akhwat yang lagi haid ga boleh masuk, soalnya membawa najis, [padahal kan najis ga boleh masuk masjid. Gitu yang saya tahu. Thanks be4 mas.
Masjidnya bagus … saya pernah lihat liputannya di TV pas masjid ini diresmikan/dipakai pertama kali. Yang punya masjid diwawancara dan jelasin kalo nama masjid ini diambil dari nama dia dan saudaranya
Bukankah dengan membiasakan anak-anak ke masjid
tentunya dengan dipandu oleh orang tuanya. akan dapat
memberi pelajaran agar anak dapat beribadah dengan baik,
belajar untuk menghargai orang lain, belajar bersosialisasi.
sama donk, di warnet saya ada pengumuman “Anak-anak dibawah 10 tahun mohon tidak masuk ke ruangan komputer” kenapa ? karena ditempat saya, warnet seperti ditempat bermain atau tempat piknik … lari sana lari sini … pencet sana pencet sini, rusak sana rusak sini
Bangunan yg bagus.. Tapi, apakah itu memang masjid? Kok sepertinya hanya tempat wisata yah..? Miris dgn kubahnya yg berlapis emas, bangunan yg serba mewah, padahal masih byk rakyak miskin di negeri ini.
Semoga menjadi mesjid yg sebenar2nya mesjid: tempat ibadah, menimba ilmu, pusat kegiatan masyarakat..
Belum ada yah mesjid yg menjadi pusat kegiatan masyarakat?
Waktu saya dan keluarga ke sana, minggu 22 April kemarin, kakak sepupu saya membawa anaknya Vio, umurnya kurang dari 1 tahun..tapi diperbolehkan masuk kok. Bahkan kedalam Mesjidnya juga boleh masuk…..
@Ananda : Iya tuh, Mesjidnya dijadikan tempat piknik http://matacahaya.blogsome.com/2007/04/24/piknik-di-masjid-kubah-emas/
#91 lho kok??!
jadi yang bener yg mana?
apa om Pri lagi sial aja… shg baby-nya ga blh masuk..
lama tak sua,,miz u Oom