22 May 2007

Bukan Lagi Pecandu (nar)-Kopi

Posted under: at 11:28

Tulisan ini terinspirasi kopdar hari sabtu kemarin bersama Koen, Enggar, Jay dan Mira di Bandung. Lokasi kopdar adalah Excelso Plaza Dago, tempat yang dipilih Jay, mungkin karena ada HotSpot gratisan dan colokan listrik yang mudah dijangkau.

Ketika Koen dan nyonya datang, saya langsung menuduh mereka pasti akan memesan kopi berhubung Koen adalah pecandu narkopi kelas berat. Sedangkan saya langsung bercerita bahwa saya dulunya juga penggemar kopi tapi sekarang tidak lagi.

Dulu saya juga pecandu kopi, terutama sekitar 10-12 tahun yang lalu. Waktu itu belum ada Starbucks, Excelso dan yang lain-lainnya. Juga belum ada hotspot sehingga tidak bisa nongkrong minum kopi sambil chatting di atas sofa yang nyaman. Waktu itu saya cuma bisa begadang Internetan di kantor. Daripada keluar uang ratusan ribu rupiah per bulan untuk mengakses Internet dari rumah, lebih baik pakai akses gratisan di kantor dan pulang lewat tengah malam. Kalau mau kopi cukup teriak ke office lady, “Buuuu, bikiniinnn koopiiiii!!”, tak lama kemudian datanglah satu baki kopi yang cukup untuk orang seruangan, gratis.

Nyaris setiap hari seperti itu, lambung saya tidak kuat juga. Suatu ketika saya mendadak muntah-muntah dan harus bolak balik ke kamar mandi setiap satu jam. Dokter bilang saya terkena nyeri lambung parah dan harus istirahat selama sekitar 10 hari dengan beberapa pantangan makan, salah satunya tentunya adalah kopi. Bukan hanya itu, saya tidak dapat lagi minum kopi tanpa merasa tidak enak di bagian perut, bahkan bertahun-tahun setelah itu.

Waktu kopdar kemarin, Enggar bercerita bahwa dia juga memiliki penyakit yang sama. “Wah, pasangan yang bertolak belakang,” pikir saya. “Yang satu minum kopi seperti minum air. Yang satu lagi senasib seperti saya.” Obrolan langsung beralih ke pantangan-pantangan lainnya:

  • Mayones. Tidak seperti Enggar, saya tidak punya banyak masalah dengan mayones. Saya bisa melahap salad pakai mayones, asalkan bukan makan mayones pakai salad :).
  • Makanan pedas. Untuk makanan pedas, bisa dibilang saya sama sekali tidak memiliki masalah.
  • Teh. Sebaliknya untuk saya, minum teh panas justru melegakan nyeri lambung. Enggar bilang teh mengandung lebih banyak kafein daripada kopi. Walaupun demikian Wikipedia mengatakan bahwa satu gelas teh mengandung 50 mg kafein, sedangkan segelas kopi mengandung 100-135 mg kafein.
  • Kopi decaf. Saya mengalami masalah dengan kopi, termasuk kopi decaf, walaupun jumlah kafeinnya hanya sekitar 5 mg. Mungkin ada zat lain di kopi selain kafein yang juga mempengaruhi lambung saya.

Bisa dibilang pantangan saya saat ini cuma kopi.

Pada tahun 2005, hadiah Nobel diserahkan kepada Robin Warren dan Barry Marshall atas usaha mereka menemukan bahwa penyebab utama nyeri lambung adalah bakteri Helicobacter pylori yang berkoloni di lambung. Untuk membuktikan teorinya ini, Marshall bahkan menginfeksi dirinya dengan H. pylori. Menurut Wikipedia, kombinasi terbaik untuk mengatasi bakteri ini adalah amoxicillin + metronidazole + pantropazole.

Catatan lainnya, sebelum menikah, istri saya belum pernah merasakan nyeri lambung. Tetapi setelah menikah, istri saya beberapa kali mengalami nyeri lambung yang lebih parah daripada yang saya alami. Mungkin karena tertular saya?

Jadi sebenarnya mungkin masih ada harapan bagi saya untuk bisa menenggak kopi jika saya dapat mengenyahkan H. pylori di lambung saya. Selama ini, jika nongkrong di kafe, saya hanya dapat memesan minuman-minuman seperti juice, coklat atau teh panas sambil menyaksikan rekan-rekan lain menenggak kopi mereka.

78 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!