6 August 2007

Kiat Sukses Menjadi ‘Penemu’ Versi Asli Lagu ‘Indonesia Raya’

Posted under: at 21:58

Langkah pertama yang harus dilakukan tentunya adalah mendapatkan bahan berita. Cara yang paling baik adalah dengan mendekati orang yang memiliki banyak berkas-berkas yang menarik. Telaahlah isi harddisk-nya dan salinlah sebanyak mungkin isinya. Dari sekian banyak isinya tentunya ada beberapa berkas yang dapat anda ‘orbitkan’. Dalam kasus ini anggaplah berkas yang menarik adalah video lagu ‘Indonesia Raya’ 3 stanza. Oh ya, lebih baik lagi jika orang yang dimaksud adalah anggota sebuah yayasan yang populer, hal ini akan berguna pada langkah-langkah berikutnya.

Saat ini anda sudah mendapatkan bahan, lalu bagaimana anda mengolah bahan ini for fun and profit?

Tentunya tujuan anda selanjutnya adalah mengundang wartawan untuk melakukan konferensi pers. Tetapi sebelum itu anda harus terlebih dahulu mengolah bahan yang anda miliki supaya layak untuk di-‘konferensi pers’-kan.

Jika anda menyalin sebuah berkas video lagu Indonesia Raya versi asli dari harddisk orang lain dan kemudian langsung melakukan pengumuman, tentunya konferensi pers tidak akan begitu bermakna. Tentunya anda perlu melakukan lebih dari itu. Akan lebih meyakinkan jika sumber tersebut anda katakan berasal dari pita seluloid. Tapi jangan berhenti sampai di situ saja, katakan pula jika berkas tersebut anda peroleh dari Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Dan terakhir, jangan lupakan yayasan tempat orang yang anda dekati bekerja. Anda bisa gunakan nama yayasan ini sebagai pendukung cerita anda, walaupun kita sama-sama tahu jika teman ini berhubungan dengan kapasitasnya sebagai pribadi dan bukan mengatasnamakan yayasan.

Sekarang skenario yang anda inginkan sudah lengkap: “Saya bersama tim dari Yayasan Air Putih menemukan pita seluloid video lagu Indonesia Raya versi asli dari perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Lirik versi asli ini terdiri dari tiga stanza, berbeda daripada versi Indonesia Raya yang biasa kita dengar.”

Jika skenario sudah selesai, anda bisa mulai mengundang wartawan untuk konferensi pers. Yang paling penting di sini adalah kesan, sedangkan fakta yang sesungguhnya tidaklah terlalu penting. Tidak perlu terlalu serius memikirkan fakta bahwa sebenarnya naskah tersebut sudah tercetak dalam buku-buku pelajaran SD sejak beberapa dasawarsa yang lalu, tertulis di monumen WR Supratman Surabaya, tercatat di Arsip Nasional dan juga di Wikipedia. Dan tentunya tidak perlu memikirkan bahwa sudah ada yang telah mengunggah video tersebut di Youtube sejak satu tahun yang lalu. Yang perlu anda ingat adalah bahwa andalah penemunya! Titik!

Jika semua berjalan sesuai rencana, tidak akan banyak orang yang tahu kenyataan sebenarnya, termasuk di antaranya sejarawan, keluarga dari W.R. Supratman dan bahkan wakil presiden, ketua MPR serta Menkominfo. 68% masyarakat tidak akan ingat apa yang mereka pelajari dulu di sekolah. Setelah anda sodori ‘penemuan’ ini tentunya mereka akan terpesona.

Memang sebagian besar masyarakat yang tidak ingat sejarah akan terpesona dengan kehebatan anda mencari arsip kuno di perpustakaan lama bagaikan Robert Langdon pada novel Da Vinci Code. Tetapi bagaimana cara anda menangani 32% (100%-68%=32%) masyarakat yang masih ingat sejarah lagu Indonesia Raya atau bahkan memiliki naskahnya?

Tidak perlu takut, orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok 32% itu patut anda curigai memiliki kepentingan ekonomi tertentu dengan menyimpan naskah tersebut. Seharusnya kan orang-orang ini segera menyerahkannya ke negara. Bukan salah anda jika yang menjadi ‘penemu’ adalah anda, dan bukan mereka. Jika mereka menyangkal pernyataan anda, balaslah dengan mengatakan mereka sebagai pahlawan kesiangan. Jika mereka sudah tahu sejak dulu, mengapa baru dikatakan sekarang?

Masalah lain yang mungkin terjadi adalah jika yayasan teman anda tadi melakukan klarifikasi jika usaha ini bukanlah prakarsa yayasan dan tentunya bukan berasal dari pita seluloid di sebuah perpustakaan di Belanda. Bagaimana cara penanganannya jika hal ini terjadi?

Tidak menjadi masalah, toh masyarakat sudah terlanjur tahu bahwa anda adalah ketua yayasan tersebut. Jika ada orang yang membocorkan kejadian yang sebenarnya, buatlah pernyataan bahwa mereka bukanlah orang yang tepat untuk mengatasnamakan yayasan, atau dengan kata lain mereka hanyalah tukang kebun, walaupun pada kenyataannya yang berbicara sebenarnya adalah pimpinan tertinggi dari yayasan tersebut. Sekali lagi, kesan adalah segalanya, fakta tidaklah penting.

Semoga rencana ini berhasil dan masyarakat akan mengenang jasa anda sebagai ‘penemu’ lagu Indonesia Raya versi asli. Dan semoga semua ini tidak lantas menjadi sebuah lelucon konyol belaka.

358 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!