Jawaban dari Leiden University Library
Ini mungkin berita sangat basbang karena sekarang kita semua sudah tahu cerita sebenarnya dibalik ribut-ribut lagu Indonesia Raya. Pada saat dimulai ribut-ribut tentang kasus lagu Indonesia Raya yang disinyalir berasal dari Perpustakaan Leiden, saya mencoba mengirim email kepada mereka untuk mengkonfirmasi apakah pihak Perpustakaan Leiden memang terlibat di dalamnya.
Greetings,
A few days ago, Mr. Roy Suryo -a popular figure in Indonesia- held a widely reported press conference in which he claimed that he had obtained a celluloid video tape (or a copy thereof) of the original version of ‘Indonesia Raya’ (national anthem of Indonesia) from Leiden University Library archives. Mr. Suryo himself claimed that the event should have happened about 2-3 months ago if I’m not mistaken.
The version of ‘Indonesia Raya’ that Mr. Suryo aired is about three times longer than the version we used to recognize. The press conference has stirred quite a controversy in Indonesia that some believe that we should replace the current anthem with the longer version Mr. Suryo has presented.
I would like to have your confirmation that Leiden University Library has formally given the said celluloid video tape (or a copy thereof) to Mr. Suryo about 2-3 months ago. I would also like to have more detail of that event, how Leiden University Library had assisted Mr. Suryo in search of the video, and any other background information would certainly be appreciated.
Thank you for your attention.
Email tersebut tidak dibalas berhari-hari dan saya pikir sama sekali tidak akan pernah dibalas. Namun pada hari ini saya cek email saya dan menemukan balasan email dari mereka:
Dear Sir,
Thank you for your message. I regret to inform you that the video tape of ‘Indonesian Raya’ was not supplied by Leiden University Library.
Yours sincerely,
Silvia Compaan-Vermetten Special Collections
Leiden University Library Postbus 9501 NL-2300 RA Leiden The Netherlands
Perlu diketahui bahwa Leiden University Library merupakan perpustakaan paling terkenal di Leiden, Belanda. Tetapi selain itu masih ada beberapa perpustakaan lainnya di Leiden. Jika saya mengirim email konfirmasi ke perpustakaan yang salah, mungkin yang bersangkutan bisa menunjukkan perpustakaan Leiden mana yang dimaksud. Tetapi rasanya kita semua tidak perlu berharap terlalu banyak.
Pertanyaannya: dari sekian banyak media massa yang meliput ‘penemuan’ ini saya pikir di antara mereka ada yang mencoba melakukan konfirmasi kepada Perpustakaan Leiden seperti yang saya lakukan. Melalui email memang mungkin terlampau lama untuk dijawab seperti pengalaman saya ini, tetapi media massa harusnya punya sumber daya untuk menelepon atau bahkan telah memiliki koresponden khusus yang bertugas di Belanda. Jika memang ada, apa ada yang tahu media mana yang melakukannya? Atau mungkin dugaan saya salah dan sebagian besar media massa yang meliput hanya menelan mentah-mentah pernyataan yang bersangkutan?
Pertamax. Roy Suryo tukang tepuuuuuuuuuuuuuuuuuu
Iya ya. Kenapa kok gak ada media yang melakukan konfirmasi ke perpustakaan Leiden. Apakah karena menggunakan embel2 luar negeri segalanya dianggap sudah valid, tidak perlu dicek lagi?
Kan ada kedutaan disana. Juga ada banyak mahasiswa yang belajar disana.
Oooo gitu tho. Yah, buat pelajaran kita biar gaklangsung percaya ma Orang. Meski sudah berlabel “pakar”
Emang para wartawan dan editor di Indonesia itu males ngecek fakta. Saya nggak lihat ada media massa di Indonesia yang kredibilitasnya tinggi. Semua nggak lebih baik dari blog.
iya.. ya gitu aja koq mau dibilang pakar telematika
kirim ke media massa dong, Pri…biar rakyat tahu
Keenakan nih RS membodohi rakyat.
Wah jadi sudah bisa ditarik kesimpulan dong kalau Roy hanya asal-nyebut-suatu-badan-yang-terkenal agar pernyataannya terlihat lebih wah? Duh duh duh.
Yang jelas sih, jamsoy (jambul asoy) nya Roy makin mumbul aja yah terakhir saya lihat di acara Metro TV nya.
satu hal yang perlu dicontoh oleh kita semua, yakni: konfirmasi sebelum memastikan berita itu benar atau salah.
salut buat Oom Pri. Tetap Semangat. Teruslah Menulis
Hit the spot men!! gw rasa ga canggih aja klo di buka ke media masa. gw sebenernya suka ma dia awalnya gw kira pinter tp kok kebelakang2nya gw kok ga dpt ilmu apa2 dr dia, pas sadar cuman asbun gw jd ga suka abis… tp akhirnya gw mesti akuin dia seorang oportunis sejati, ga byk org yg sperti dia, sayangnya ya jgn ngebokis ajah
setuju.., apakah priyadi sudah mengirim hal ini ke medi massa seperti koran..? karena kalau cuma di blog.., ya jadinya nanti seperti ini: http://eepinside.com/?p=478
Saya malah menikmati show nya ROY SURYO itung itung komedi siang bolong …….
mbokm ya biar aja mas pri …. supay adae yang di tertawakan itung itung buat hiburan …
Kasian si Roy, sudah jatuh ketimpa tangga pula, diserempet becak nyemplung ke sungai and terakhir dimakan ikan….. ck..ck..ck
Salut .. ! Ga usah diberikan ke media, pasti lambat laun nyampe juga ke media ..
Terkait 17-an … (mumpung masih bulan Agustus) .. sebetulnya menyebutkan/menulis Dirgahayu yang benar bagaimana ?
Saya pernah baca bahwa Dirgahayu artinya semacam Selamat / Semoga berjaya selalu. Jadi kalau dilanjutkan dengan Dirgahayu ke … rasanya janggal. Saya berpendapatan kalau mau sebutnya : Dirgahayu Indonesia .. pada peringatan HUT RI ke …
Tolong dong risetnya lagi …
Salut buat Om Oy.. dah bikin media massa percaya..
”
Hihihi..
Halo mas Pri, gimana tangan kanannya sudah sembuh?
Kayaknya memang pers di negri kita ini lebih sering bikin heboh duluan baru kroscek kebenarannya belakangan. Lihat aja acara2 infotainment, kabar burung digembar-gemborkan sedangkan kabar sesungguhnya baru dicek belakangan, semua demi mengejar popularitas media/acaranya sendiri tanpa mempertimbangkan pemirsa yang kadang dibodohi.
Salut untuk mas Pri!!
berarti mas roy suryo ini bisa dibilang melakukan kebohongan publik dan tidak mencantumkan narasumber yang benar, jika terbukti salah dalam so-called research nya itu..?
Saya jadi tersenyum membaca, “Mr. Roy Suryo -a popular figure in Indonesia”. Kalau memakai e-mail bisa memakan waktu selama itu, bagaimana dengan surat menyurat?
#10:
kenapa gak tebar press release ke media? karena:
1. di leiden ada banyak perpustakaan. perpustakaan universitas leiden itu yang paling terkenal dan legendaris, jadi kalau ada yang nyebut ‘perpustakaan leiden’, 68% pasti orang mikirnya ke perpustakaan universitas leiden. tapi, tetep aja bukan cuma satu2nya perpustakaan di leiden. artinya email ini masih mentah, kalau mau dimuat sebagai berita yang mateng masih harus tanya ke RS apa benar perpustakaan ini yang dimaksud.
2. fakta kalo RS asbun sudah dibuktikan berdasarkan saksi lainnya, dan ini udah banyak diberitakan.
3. kenapa gak ente aja yang tebar press release and see what happens
. daripada dorong2 orang untuk tebar press release
. kalo saya sih udah cape & terlanjur apatis
. lagipula urusan RS ini bukan rocket science, gak butuh pakar segala, modalnya cuma bisa search google doang 
4. ini masih susah payah ngetik pake tangan kiri
Konfirmasinya berhari-hari, ya? Mungkin wartawannya diburu-buru harus terbit besoknya jadi nggak mau konfirmasi karena terlalu lama. Kalau koran (harian) memang polanya begitu. Konfirmasi dimuat pada terbitan berikutnya, begitu sambung menyambung.
Sudah dicek metadata e-mailnya belum? Jangan2 e-mail itu dipalsu sama Oom Pri demi motif-motif ekonomi
kebanyakan media pan maunya yang gampang aja, apa yang nyembur dari “pakar” langsung ditelan mentah-mentah, ribet kalo pake cek-n-ricek ke berbagai sumber
Mau Hoax ato Ngibulin, kalo udah “mengatasnamakan pakar”.. Media mah percaya aja …
Nah hal seperti ini kudunya di publikasikan juga ke media massa .. ayo para wartawan, silakan baca blog ini, silakan wawancarai Priyadi, dan siapa pun yang memiliki bukti bahwa RS adalah pembohong. Setelah itu, silakan tulis di media Anda sebagai bukti bahwa media Anda tidak hanya mendengar satu narasumber saja.
salut buat mas pri
kan sekarang jadi tau sapa yang paling bo’ong heheheh, roy oh roy..tanyak kenapa?
heheh
Roy Suryo???? hoax dehhhhh
bener2 ngga abis pikir, kalo emang bener, nekat banget si roy, video dari youtube, dapet sedot dari hardisk orang, ngaku2 dapet dari arsip perpustakaan leiden. bikin heboh di tv pula lagi.
hard to believe
mas pri walau neeh email masih mentah, tapi kalo di beritakan dimedia kali aja tuh orang media masih ada yang punya rasa ingin tahu yang jadi mereka juga melakukan hal yang sama atau mungkin lebih dari yang mas pri lakukan.
berharap aja ada media yang bener-bener ingin cari kebenarannya dengan bertanya ke smua perputakaan leiden yang ada di belanda.
aku juga udah gerah neeh dengan makin banyaknya pembertitaan yang selalu membodohi orang banyak
Salut dengan Om Priyadi yang mau meng-cross-check ke Leiden University Library. Memang media massa itu harusnya melakukan cross-check terhadap kebenaran berita yang ada, sekalipun berita yang didapat dikeluarkan oleh seorang pakar, pelopor, bapak, etc. Tidak asal tulis saja. Apabila tidak, yang ada hasilnya malah pembodohan terhadap masyarakat demi kepentingan publikasi pihak-pihak tertentu seperti kasus Indonesia Raya 3-stanza barusan.
Salut atas cross-check-nya Om!
Kenyataannya memang begitu. Pri, kenapa nggak dimasukkan ke surat pembaca aja? Just my $0.02
duh, kesian um roy…
boroknya makin keliatan…
hihihi…
Sebenarnya versi lagu Indo-Raya ini pernah dulunya saya denger waktu masih SD/SMP (ini serius). Waktu itu ibu guru saya bilang kalo versi lagu Indo-Raya tuh banyak. Soal W.R. Suprataman sih katanya waktu zaman perjuangan dulu hanya bertindak sebagai dirigent/konduktor, emang yg paling mahir saat itu katanya sih si doski, tp entah napa koq malah dia yg dibilangin nyiptain tuh Indo-Raya
Siapa yang menguasai media, dia lah yang menguasai dunia dan “kebenaran” .. coba aja liat .. media yang mendukung dia adalah media tempat dia juga mengasuh acara di media itu.
Memprihatinkan.
Menurut saya standar prosedur jurnalistiknya memang harus seperti itu. Tapi ga tahu ya,…mungkin sensasi yang ingin lebih ditonjolkan. Kejar tayang kali Mas…
Perpus belanda juga mungkin jarang liat email, atau mungkin banyak bener email yang masuk nanyain hal yang sama
jadi lama balesnya…
Hi Roy!™
yah namanya juga media massa
konflik itulah yang di cari
kalo dunia ini adem ayem gak laku dia
Ya yaaa…
Apabila RS benar2 terbukti telah membuat kebohongan publik, apakah tindakannya ini bisa menyeret dia ke meja hijau ?
kirim aja bos ke kolom pembaca di koran2.. saya dukung!! biar tu orang mingkem!
baca sambil batuk batuk

aduh.. om.. budaya kita emg jauh lebih percaya ama orang yang “pakar”.. dan lebih males lagi kl melakukan konfirmasi, kecuali kl acara infotaiment
.
Medianya yg salah, bukan Roy Suryo. Media tidak melakukan both cover side alias penyelidikan dua arah. ini hanya opini 2 cents.
emailnya Perpustakaan Leiden apa pak?
bongkar terus !!!
bisa-bisanya boongin rakyat
Menurut saya usaha konfirmasi ke perpustakaan Leiden memang perlu, tapi tidak terlalu perlu andai saja wartawan/media massa mengetahui sedikit sejarah.
Bisa cek ulang ke pakar sejarah dulu kan?
Tapi ya sudahlah. Toh kita semua sudah tahu asal-usul yang sebenarnya (dan Roy sendiri sudah menjelaskannya di Gatra).
Om pri jadi wartawan tulen… walau gak dibayar masih mau repot repot kirim crosscek by email… hebat-hebat… sayang om roy sudah terlanjur terkenal…
media butuh berita juga butuh uang… info mentah pun bisa jadi pengisi sarapan… tunggu sepak terjangnya mas roy kumis
wah, spt janji ak yg basbang di milis, cuma ngucapin: Hi Roy!™
wakakkakaka…Roy KATROK..!!!!!
tukang tipu2..wakakakkak
*taruh tangan di jidad*
cabe deeyyyyyyyyyyyyyyy :”>
hua hua hua
jangan menghina orang yg sdh terhina
Ayo Mas Pri….aku mendukungmu
Did you know?
Sudah sering dibilang kalo si RS satu ini punya “power” di mass media..
#1 Salut buat Mas Pri atas effort-nya tuk mengontak Leiden University Library
#2 Aduh a popular figure in Indonesia ternyata belum bisa jd contoh yang baik, paling gak seperti Roy Suryo harusnya tidak bohong hanya untuk terkenal, malu sendiri khan akhirnya sekarang (itu kalo dia masih punya malu-melihat track recordnya kayaknya ga’ tau dech
/ )
Adukan ke media!
/ 
Roy Suryo for Hoaxman
/
Biasa lah si Roy…. pingin ngetop padahal kosong
hahahah, dasar om roy… kalo dia mah bukan pakar telematika, tapi tukang cek metadata
ha ha ha
:”> om roy, om pri, bentar lagi ramadhan loh! hehehe
“
om oy pinter banget ya klo ngibul
masalahnya negeri kita ini kok seneng banget ditipu. hehe.. coba perhatikan saja berita yang ada, mana yang benar-benar melakukan cross-check. sayangnya, media yang kita percayapun kok ya bego saja ngadepin roy satu ini.
Ya sudahlah, biarkanlah Mas RS. Coba bayangin kita yang jadi RS, dicemooh oleh puluh jutaan rakyat, wele…wele… gimana ya rasanya?
kayak tuhan aja si roy suryo. yang denger pasti nganggap dia paling bener. padahal kan ?!? wakakaka.

-IT-
#61, Tapi RS pernah gak bayangi perasaan publik yg dibodohi olehnya? Setidaknya RS punya perasaaa (bahkan pikiran) untuk membuat statement yang tidak memancing cemooh orang banyak?
Saya tidak kasihan sama Roy Suryo.
Saya lebih kasihan pada Kompas, Republika, Media Indonesia, SCTV, Metro TV, RCTI, kok bisa ya media sekaliber itu percaya mentah-mentah ke pernyataan Roy Suryo yang sebenarnya masih bisa diklarifikasi dan diinvestigasi dulu kebenarannya. Saatnya media-media di Indonesia memperbaiki mutu wartawannya.
Iya beneeeeeeeeeer
Kenapa ya mass media di Indonesia sepertinya terlihat tidak cekenricek dulu . Mass pri nggak gitu khan?
boleh tau emailnya perpustakaannya mas?
#66: http://ub.leidenuniv.nl/index.php3?m=&c=156&garb=0.3557117685469388&session=
Kan ada internet
waks! kok jadi polemik ya…bingung sayah!, salam kenal dari bali Pak.
Alaah… Blog ini juga banyak isinya yang ngawur kok. heheheh….
Pri sama Roy sebenernya setipe.
Gue curiga Pri Jealous sama Roy karena doi lebih berhasil.
#70: kalo ngawur bagian mana yang ngawur hayoo
. jangan ikut2an asbun kaya roy suryo ah
. kalo saya bisa nunjukkin bukti kalo RS asbun, kalo anda? hehehe, asbun 
Weleh-weleh… si om suryo ini makin gak tau malu aja yah… Kayaknya cara ngedownload dari Youtube aja dia nggak tau deh…
Yuk qta bikin aksi nyata buat ngebungkam mulutnya mas roy…
Itu nomer 70 kayanya si Roy Suryo deh… wahahha…
#72 You hit the nail in the head. Jangan jangan si Roy Kuyo itu bikin-bikin alasan “dari uni Leiden” dan pakai “link dari server ini ke server itu” itu hanya semata mata gak tahu cara download movie FLV dari YouTube, karena dia gak tahu cara pasang plug-in buat web browsernya…. wakakakakak
Abubakar ba’asyir juga bilang begitu saat media menelan mentah-mentah pernyataan-pernyataan yang menyudutkan beliau soal terorisme.
Tapi waktu saya cari tulisan tentang itu di blog ini kayaknya nggak ada ya

Kalau soal roy suryo banyak banget
#75: ya, soalnya saya gak ngikutin kalo soal abu bakar baasyir sih
. tapi gak bisa disamain sepertinya, verifikasi != investigasi. bagus kalo media bisa investigasi, kalau mampu, tapi setidaknya ada verifikasi terhadap pihak2 lain yang terkait. waktu kemarin itu media mana aja sih yang verifikasi ke yayasan air putih? paling 2-3 media aja. malahan ada yang nyebut kalo RS itu ketua air putih, hihihi.
Halo mas Pri menarik juga niy blognya. Mau ikutan comment boleh ya.
Saya pribadi gak terlalu ngikutin perkembangan RS. Tapi banyak orang bilang seperti apa yang ada di blog ini. Temen saya yang orang IT juga kayaknya alergi kalau denger nama RS.
But overall, saya lebih kasihan dan prihatin sama medianya. Kok bisa-bisanya percaya sama RS kalau memmang RS itu benar2 seperti yang dibicarakan orang.
Saya sendiri bukan pembaca koran. Saya tak pernah menemukan kenikmatan membaca koran. Saya juga jarang nonton TV, apalagi radio. Saya bukan orang audio. Kalau majalah masih saya baca, meskipun sekali-sekali atau secara kebetulan. Saya lebih suka cari info di internet. Baca blog dll, atau ngacak2 Google.
Saya percaya dengan blog ya seperti ini. Menurut saya Blog memberikan pembacanya kebebasan untuk sampai pada kesimpulannya sendiri dengan menlakukan analisa dari isi blog ataupun komentar yang ada.
Balik lagi lagi saya mengucapkan “Turut berduka cita” untuk media-media di Indonesia. (ini serius lho saya benar-benar sedih dengan pemberitaan yang ada di Indonesia lewat media yang ada.). Mungkin kita perlu pasang bendera setengah tiang.
Kalo boleh usul, seru juga kali kalau bikin forum atau blog “Media Watch”. Isinya buat kontrol pemberitaan yang ada di setiap media.
Makasih mas Pri, blognya sudah saya isi dengan komentar yang gak bermutu. Itung2 salam perenalan aja ya mas.
Untuk verifikasi seringkali perlu skill investigasi memang. Tapi kemampuan wartawan untukini luar biasa lho.
Kemarin ini saya kaget waktu ada kawan wartawan yang tahu2 nongol di layar Adium saya, mengkontak id Yahoo yang tidak saya publikasikan. Reflek, saya tanya, “lho tahu darimana id Y!M saya ini?”, yang dijawab, “lha kitakan wartawan, hehehe”
he he
Halah, refleknya saya jadi memunculkan pertanyaan bodoh
Jadi kemampuan investigasi wartawan kita saya kira bagus kok. Tinggal apakah mau mereka pakai atau tidak.
percaya RS = sesat
*ngomporin*
Wah beritanya si Roy masih kenceng nih
Hi Suryo!
Bingung dah…
Eh iya, hati-hati masuk RS lagi gara-gara ngomongin RS.
nice moves..

..always do a check-recheck-get-the-data-and-fact-first
Si om sampe segitunya
Indonesia Raya 3 stanza = Hoax of the Year
/
Roy Suryo = Hoax of the match.
Salut buat Mas Pri. Mestinya media nggak telan mentah mentah ya. konfirmasi itu penting, biar rakyat ngga terus menerus dibodohi.
btw cepat sembuh ya Mas Pri
roi … roi.
oh iya, roi udah mempublikasikan super bagong?
gak abis2 cerita tentang om yang satu ini.
namun yang menarik adalah saya sekarang menjadi duta debunking-nya mas priyadi dll, karena saya sibuk menjelaskan kepada orang2 sekitar saya bahwa ybs tsb hanyalah seorang yang pintar….. berbohong dan pintar memanfaatkan media (konvensional) sekaligus pintar membodohi media (juga konvensional)!
dan satu hal yang menarik lagi adalah ibunda saya sendiri menyangka bahwa ybs memang jago..
Wah Om roy gak dimana gak dimana selalu rame, ikut, ikut, ikut,….
heheh..nice Bang Priyadi, jangan salah loo..si Do’i “katanya” mau ngebongkar SuperSemar yang aseli..wkakwkawka..yaa paling dapet foto kopian dari buku sejarah doang…hehehe
hajar Terus…perang Opini yang Objektif itu sangat sangat sangat perlu , buat membuka cakrawala para pembacanya, jadi tau mana yang Boong, dan mana yang Betul..
btw.. bang Pri sama Om Loi ini udah berapa Bapak “fightnya” ? sampe lupa aku..heheheh
Makanya kalo tidak punya dalil yang jelas, jangan asal komentar dan jangan ikut”an.
#74 kalo mo download video indonesia raja gag perlu masang2 plugin ohm
gag tau ohm KeRMiT tau caranya ato belum
besok ganti aja habit nya….
jangan bac