Pentingnya Memiliki Rekening US Dollar

Saya perhatikan akhir-akhir ini semakin banyak orang Indonesia yang mendapatkan penghasilan utama maupun sampingan dalam nominal US Dollar, tetapi yang bersangkutan tetap tinggal di dalam Indonesia dan berbelanja dengan menggunakan mata uang Rupiah. Walaupun demikian, saya lihat kebanyakan tetap menerima penghasilan US Dollar tersebut melalui rekening Rupiah.
Sebenarnya akan lebih menguntungkan jika mereka menerima penghasilan tersebut melalui rekening US Dollar.
Pertama, dengan menggunakan rekening Rupiah, bank akan melakukan konversi dari US Dollar ke Rupiah setiap kali yang bersangkutan menerima penghasilan. Konversi ini akan tetap dilakukan walaupun kurs tukar sedang tidak menguntungkan. Jika nilai tukar USD-IDR berubah dari 9500 menjadi 9000, misalnya, seseorang yang berpenghasilan US Dollar tetapi belanja dengan Rupiah akan secara efektif kehilangan penghasilan sebesar sekitar 5%. Di luar hal tersebut, beberapa bank akan mengenakan biaya tambahan jika sebuah transaksi melibatkan konversi mata uang. Dengan memisahkan rekening US Dolar dan Rupiah, kita bisa bebas melakukan konversi pada saat yang lebih menguntungkan.
Kedua, selisih kurs jual beli di bank biasanya lebih lebar daripada jika kita menggunakan jasa money changer. Sebagai perbandingan, selisih kurs jual-beli pada sebuah bank lokal mencapai 300 point, sedangkan di money changer bisa mencapai 50 point atau bahkan lebih kecil lagi. Dengan menggunakan rekening US Dollar untuk menerima penghasilan, kita memiliki pilihan untuk menarik US Dollar dalam tunai dan menukarkannya ke Rupiah di money changer. Jika diinginkan melakukan penukaran sesuai dengan kurs bank (misalnya dengan alasan kepraktisan), hal tersebut juga dapat dengan mudah dilakukan.
Ketiga, beberapa barang seperti komputer dijual di dalam negeri dalam mata uang dolar. Dengan menerima penghasilan US Dollar di rekening Rupiah, jika kita membeli komputer, maka kita terkena dua kali konversi mata uang: dari US Dollar ke Rupiah pada saat menerima penghasilan, dan kembali lagi dari Rupiah ke US Dollar ketika membeli barang yang dijual dalam mata uang US Dollar. Dengan menerima penghasilan dalam rekening US Dollar, kita bisa terhindar dari biaya berganda ini. Caranya adalah dengan melakukan pembayaran langsung dengan uang tunai US Dollar untuk membeli barang-barang yang dijual dalam nominal US Dollar. Lebih daripada itu, untuk menutupi resiko kerugian akibat fluktuasi nilai tukar, penjual komputer biasanya memperlebar selisih kurs jual-beli sebesar kurang lebih 50 point dari kurs tukar bank.
Buka rekening dollar yang biaya administrasinya paling rendah dimana yah?
Kalo loe buka dimana?
refresh lagi
wah no. 1 euy
Jadi buka rekening dollar dimana yang biaya administrasi bulannya murah? secara mungkin hanya mampu 100 dollar doang.
masuk lima besar lumayanlah…
punya rekening rupiah aja jarang diurus…
*ga punya duit buat ditabung, apalagi dollar*
Kalau hanya beberapa ratus dollar masih belum terasa boss. Kalau ada pemasukan 4 digit baru deh mikir buat pakai US$.
BTW, buat jaga-jaga sih perlu juga ya, soalnya si US$ lebih stabil daripada IDR
mas pri, seingat saya dulu Gus Dur pernah mengharuskan bahwa setiap transaksi di Indonesia harus memakai rupiah. adakah itu bisa mengangkat nilai rupiah dengan mata uang asing ?
*jawabannya posting dong dengan topik yang berbeda*
gue punya di mandiri, dan biayanya gak begitu besar untuk biaya bulanan.
setoran awal minimal kalo gak salah, USD100.
Gimana sih supaya bisa dapet dollar?
wah gak pernah mikir sampai sejauh ini. tapi gimana caranya ya? maksudnya,
selama ini sih terima duit dari paypal, terus di tarik ke CC HSBC.
jadi mana yang musti kita “setting”? apakah paypalnya? atau HSBC-nya?
thanks
Tapi masalahnya hari gini kalau ingin membuka rekening dollar, yang bersangkutan harus memiliki NPWP dulu.
Kan kata pepatah orang bijak, “Jangan pernah memiliki NPWP, kalau bisa dihindari sebaiknya dihindari, karena seumur hidup akan dikejar tukang p*j*k”.
Daftar ah.:”>
hmm, blm punya rekening dolar euy…
Tapi yang LEBIH PENTING lagi, punya uang dollar nya.
dulu ibu sempat mo buat rekening dolar, tapi karena banyak potongan, terpaksa niat itu diurungkan
Rekening EURO aje!
doh.. duit ditransfer pake rupiah dg kurs tetap pula T_T
cukup kantor aja lah yg punya rekening$, harusnya gajian jg make $ tapi yahh kerepotan buka account and convert ke rupiah membuat qt milih rupiah ajah. biar org finance ofcr aja yg repot
Berbahagialah saya.. karena foto saya di dollar, adalah foto yg paling digemari diseluruh dunia….wkwkwkwk


Mencerahkan kang mas, trims
wooo gitu ya.
* punya henpon asal bisa miskol ama esemes dah matur nuwun *
pri, pernah coba belanja komputer/parts komputer pakai dolar? nomer 1 yang mereka perhatikan adalah, kondisi uang kertas dolarnya harus mint condition, gak boleh lecek, kalau terlipat udah deh mereka bakalan seenak udel melakukan korting nilai dolar-nya.
BElum pernah megang USD

Gimana rasanya ya?
saya cinta rupiah….
, (alasan untuk mengatakan EMANG GAK PUNYA DOLLAR)
Ini hasil search saya pada hari & jam ini
BCA 9425 9325
BNI 9450 9370
HSBC 9720 9120
AYU 9370 9340
Dari situ keliatannya ga begitu jauh selisihnya. Jika misal penghasilan USD3000 di BCA dirupiahkan akan dapat 3000×9325 = IDR27.975.000, Jika yang USD3000 dirupiahkan saja di AYU maka akan dapat 3000×9340 = IDR28.020.000, atau ada selisih IDR45.000. Sepertinya perlu dihitung lagi berapa BEP jika dibanding biaya ribet ngurus USD kali yaaa….
Bener ga itungannya??
Mas Pri, mendingan punya rekening dollar Aus. Kata pengalamat ekonom di Aus, kira2 3-4 bulan kedepan dollar Aus bakalan sama dengan dollar US. Katanya sih karena ekonomi US lagi panas-dingin.
Saya Dinar aja deh…
Regards,
http://www.bolanova.com
saya juga udah baca e-booknya mas supriyadi tentang gimana cara nya membuat rekening di bank US, ntar kalo udah punya uang saya pasti buka rekening di us bank
Wah… Mas Pri dapet banyak proyek yang dibayar dollar yeh..
Untuk rekening Dollar ada beberapa teman saya yang ngerekomendasikan bank NISP.
Beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam pembukaan rekening Dollar adalah berapa limit penarikan dalam 1 hari, dan apakah harus memberitahukan satu hari sebelumnya. Kebanyakan Bank kalo tidak salah ngeset limit ke 5000$ per hari, dan harus pemberitahuan sehari sebelumnya.
mas pri…
analisa yg ini koq simple banget…. cah cilik juga ngerti kalo cuman beda kurs yg dibahas.. yg njlimet dikit donk kayak waktu analisa unitlink…
sori ya mas cuman kasih masukan aja..
Setuju pisan mas. Dulu pernah terima kirim duit dari luar ke BCA, dikasih kurs 9000 kurang - padahal harga spot pasar pada waktu itu 9150 lebih. Sakit hati
Akhirnya buka juga tabungan dollar di Mandiri hehehe.
#1:
belum punya. sementara ini nebenk dulu karena pendapatan dolar besarnya gak tentu.
#9:
kalau terima uang lewat kartu kredit, artinya kartu kreditnya harus bermata uang dolar. nah ini gak tahu apa bisa buat kartu kredit dolar di indonesia atau tidak.
#20:
gak cuma penjual komputer kok. bank & money changer juga gitu. jangankan lecek, beda nomer seri aja bisa beda harganya
#23:
kemarin di niaga spreadnya 300 point, sedangkan di GMC cuma 10 point. dengan asumsi kurs tengah sama, selisih beli/jual mungkin sekitar 145 point. kalau transaksinya $3000, maka bedanya bisa sampai Rp 435 ribu. apalagi bank asing yang punya ATM dolar biasanya spreadnya lebih lebar lagi.
#24:
bahasan kali ini gak ada urusannya dengan investasi
, tapi gimana baiknya kalau kita terima pendapatan dengan dolar tapi tetap belanja dengan rupiah. kalau buka rekening AUD, bukannya justru kena biaya kurs tambahan lagi?
#28:
kalau anda mengerti saya ucapkan selamat. tapi ada kok yang belum menyadari hal seperti ini.
ryosaeba : Bukan cuma toko komputer, bank juga tempat penukaran uang, memberlakukan hal yang sama.
Kalau uangnya lecek, mereka akan seenaknya memotong.
Biasanya di Jakarta tuker USD yang rate-nya lumayan, di VIP Cikini. Mereka ambil 25 poin. Dan kalo uangnya seri H (dulu F) tambah 1 poin. Serta kalo nomor serinya berurutan tambah 15 poin. Jadi total penambahan 16 poin.
Yang jelas kondisinya harus mulus, gak pake lecek atau terlipat.
Jadi kalau pengen tuker/beli dalam jumlah besar, gue saranin ke VIP aja.
Tapi kalo ga besar, yah di money changer biasa aja deh.
ex. kondisi normal mereka jual 9145, mereka beli 9120. maka kita bisa jual sama mereka sampe dengan 9136.
Kalo di bank emang seperti ‘pembunuh berdarah dingin’. Nyekik banget.
walah mas… gaji saya dipabrik masih pake IDR… ntar saja kalau saya dikirim kerja ke luar baru saya buka rekening USD
Dollar? Basih! Euro aja Boss…
Emang makin banyak orang yang digaji dalam dollar? Saya baru tahu.. siapa tuh mereka? Aneh… setahu saya uang lokal kan Rupiah, bukan dollar. Kenapa harus pakai mengagumkan dollar yang notabene makin buruk nilainya.
Satu lagi bukti kalau banyak orang Indonesia punya mentalitas budak terhadap amerika dan tidak punya harga diri serta tidak mencintai negeri sendiri. Siap jual hati dan batin demi untung ya Boss? Memalukan… cintai Rupiah dong…
Setuju dengan Pri. Mungkin US Dollar disini tidak mutlak. Karena ada yang digaji dalam SGD tentu lebih baik buka SGD. Apalagi di Batam kan SGD lebih diterima daripada USD. Lecek juga tidak apa-apa. Kalo USD kan apa-apa. Kalau penjaga konter HP bilang “Harganya 300 dollar” artinya ya SGD 300 bukan USD 300. Kalo di Jakarta tentu USD 300.
#28 dan #30
Setuju lagi dengan Pri. Sebarkan ilmu walau 1 ayat. Apa yang #28 paham betul, belum tentu dipahami oleh yang lain (apalagi cah cilik). Yakin lo cah cilik ngerti? Sedangkan yang nyur-senyur (insinyur) saja belum tentu ngerti kok. Kebanyakan ngerti sih.
Kalau UKM, yang penting untuk usaha aja enak gak kuatir masalah memperdagangkan uang, dan uang kan alat tukar bukan komoditi.
Kalau di Indonesia ada SBI itu kan akal-akalan BI untuk memperkaya diri dan kroni, lalu sebagai UKM hanya bisa ngelus dada sambil berfikir kapan Indonesia mau menegakkan tiang Negara heee UKM.
Salam,
Cak Arif
Trus Rekomenandasinya apa BANK yang cucok untuk buka Rekening Dolllar om?
kalau mau tuker duit, mending pas sekalian jalan-jalan, misal nyebrang ke negri sebrang, kaya singapura, meski duit lecek, kucel, nomer seri aneh, tetep diterima kok
iya saya juga termasuk yang ndak tau yang beginian, bahasan pak priyadi sangat informatif, penting buat wong cuilik yang gak ngerti kurs-kursan kek saya

#34:
anda gak tahu bukannya gak ada yang terima uang pake dolar. banyak kok contohnya. yang kerja di industri perminyakan banyak yang digaji dolar. di telco juga lumayan banyak. pengrajin yang saya kenal juga dibayar pake dolar oleh eksportirnya. konsultan IT yang punya client di luar juga dibayar dolar. jualan barang di ebay/amazon pake dolar. google adsense dan semacamnya pake dolar.
satu lagi bukti kalau ada orang indonesia yang gak ngerti apa yang saya tulis
lho kok jadi euro? dimana rasa nasionalismenya?
Saya cuma punya 1 dollar, disimpen di rumah, itupun “oleh-oleh”
“
kalo $ ku baru 0.09$ itu pun cuma di adsense
, g tau itu kapan bs diambil …nasibbbb
cuma punya 50 dollar di adsense
Hmm… susah juga yah kalo perhitungan banget soal kurs. Menurut saya sih, mending Dollar-nya ditahan dulu. Lumayan buat simpanan hari tua atau maen Forex.
Btw, saya link blog mas Priyadi.
Pernah punya tabungan dolar, setelah rekening dolarnya berpindah-pindah dari citibank->BII->bank Niaga akhirnya ditutup juga. IMO, kalau jumlahnya kecil lebih baik dengan rupiah saja. Beberapa kelemahan rekening dolar:
1)Bunga sangat kecil sampai-sampai biaya administrasinya dapat lebih besar, alias tabungan kita nilainya akan berkurang terus. Minimal butuh sekitar 1500 USD supaya aman tidak berkurang. Jangan tertipu dengan info nilai minimum tabungan dari bank.
2)Kualitas fisik uang bener-bener dilihat. Saya pernah dapat dolar yang ada satu titik noda bolpen, jadi ribut dipermasalahkan. Walaupun bisa ambil dolar, ujung-ujungnya tetep rugi. Ambil dalam bentuk dolar bisa juga kena charge (lain bank, lain aturan).
3)Nutup rekening kena potong besar.
Keuntungannya: rekening dolar cocok untuk tabungan jangka panjang, soalnya males untuk dipake hehe.
punya dolar cuma 1, itupun divinyl untuk dijadikan koleksi..
Menurut saya, jika kita jarang bertransaksi dengan dollar (walaupun berpenghasilan dollar) sebaiknya tidak perlu memiliki rekening dollar. Tapi jika memang sering transaksi juga travelling ke luar negeri, mungkin perlu juga ada simpanan dollar.
suwe aku ra megang $.
biyen wektu isih ning Bali sering megang $.
krn skg lg di kota kecil, ya makin jauh dari $.
Kalo duit dollarnya banyak sih ngga masalah punya rekening Dollar. Kalo ngga ya rugi dong biaya admin lebih gede daripada pendapatan bunga, duit kita malah ngurang. Tapi harus liat kepentingannya juga sih kalo kita memang sering belanja pake dollar memang tak ada salahnya punya rekening dollar, kalo ngga ngapain..
kalo saat ini sih belum penting punya rekening dollar, blum ada yg buat ngisinya sih.. hehe2x
ugh.. euro makin naek aja.. *menunggu surat kontrak*
OKe2 berarti pemanfaatan Dollar di negeri kita kurang, dunk.. karena memang basisnya Rupiah .. itupun yang punya RUpiah … Mengangkat Nama BAngsa melalui Ekonomi sangat diperlukan saat Ini …
TaPI mari sama2 mengingat, masih banyak saudara2 kita yang kekurangan .. saatnya Berbagai jangan ngumpulin duit aja …
Semakin cepat berpikir .. dan beramal karena lamanya hidup semakin lambat
@ #53
wah the govermen kita ajah saya yakin masih ga’ serius tuh mengangkat nama bangsa melalui ekonomi, yang terjadi malah mengangkat dan menambah utang bangsa
…piisss dech pliiisss
atu lagi bukti kalau banyak orang Indonesia punya mentalitas budak terhadap amerika dan tidak punya harga diri serta tidak mencintai negeri sendiri. Siap jual hati dan batin demi untung ya Boss? Memalukan… cintai Rupiah dong…
satu lagi bukti kalau ada orang indonesia yang gak ngerti apa yang saya tulis
Dollar? Basih! Euro aja Boss…
lho kok jadi euro? dimana rasa nasionalismenya?
huekk(cinta Rp)…nasionalisme buta untuk menutupi kebodohan dan kemunafikan…
(Euro…)tuh kan…senjata makan tuan deh…huahahahaha
Baru menulis 1 komen…tidak bisa konsisten dan pegang kata..gimana kalo jadi pemimpin yaaaa???? sorry…..dehhhhh o_0
Banyak yang komen kalo dollarnya banyak buka rekening kalo dollarnya dikit gak usah. Ini tentu saja bener adanya. Saya setuju.
Kalo yang saya tangkap, pesan Priyadi adalah:
Buat orang-orang di atas itulah pentingnya buka rekening dollar. Di Oil&Gas, sudah biasa seorang ‘tentara bayaran’ digaji US$200-US300/day. Jadi dalam 1 bulan (25 working day), dia bisa terima US$ 5000-US$ 7500. Padahal dengan status single, di sini paling banyak dia cuma perlu 5jt/bulan (kalo berhemat, 2jt udah cukup).
Nah…5jt kan cuma ~ US$ 550. Berarti masih ada sisa banyak.
Menurut Priyadi, cukup diambil seperlunya dari rekening dollar. Jadi gaji gak usah dikonversikan ke rupiah sekaligus secara otomatis.
Yang gak setuju ya silahkan disampaikan argumennya.
Ini gak ada hubungannya dengan investasi. Hanya mencoba mengoptimalkan uang yang kita dapat.
Waktu masih digaji dollar, beda kurs 50 pun dikejar. Lah kalo duitnya 20rb kan jadi 1jt. Lumayan kan?
kira-kira yang paling menguntungkan buat negara yang mana ya.
1. menyimpan dollar di bank.
2. menukar dollar ke rupiah.
sebaik nya emang iya se, tapi bagi kami pendapatan sampingan terebut sangat-sangat-sangat kecil bangat tuh misal nya dari adsese
#56 Kalo menurut saya sih negara gak ada masalah kita menyimpannya dalam dollar atau ditukar ke rupiah. Sama saja.
Yang jelas, untuk pemilik rekening hal ini lebih efektif. Dia cukup menukarkan ke rupiah seperlunya. Kalau dia perlu dollar cukup diambil saja seperlunya.
Ini sama dengan kalo gaji kita rupiah. Seperti yang dibilang Kwik Kian Gie, gak perlu kita tukarkan ke USD kecuali kita memang memerlukannya. Kita perlu rupiah ya ambil. Kita perlu USD ya tukar. Gak perlu spekulasi.
#34: yg gajinya/pemasukannya in $$ banyak kali, ga usah ngiri hehe. Justru mereka2 itu masukin devisa negara
wah saya pikir 2x buat bikin rekening US Dollar…
nanti deh kalo dah gabung sama perusahaan asing
sapa tau bisa bermanfaat
Pengen, tp lum ada doku nya
*ngiler.com*
We Are Love You Indonesia … menjadi baiklah pemimpin dan rakyatnya … JIHAD >>>>> MAJU >>>


apa hub.nya ama jihad???
kalo punya rekenening dollar, bisa ndak uangnya diambil di ATM ?, atau di ATM langsung otomatis di convert ke Rupiah ?
#64:
kalau ATMnya rupiah ya langsung diconvert ke rupiah. kalau mau tarik dolar ya harus pakai ATM dolar. biasanya cuma bank asing yang punya ATM dolar di indonesia (HSBC, commonwealth)
wah ini tepat banget bagi adsenser2 indonesia yg saban bulan nerima duid dari om google.. top dah
Penginnya sih nabung Euro saja… nanjak terus euy..
penghasilanku juga euro soalnya.
Wah, ke-68?
Setuju simpan dolar mas.
Waduh kalau dollar dari gaji masih susah menurut saya. Untuk investasi kecil-kecilan masih lebih memilih emas batangan
Dollar Irak? no way…
“
Ngomongin rekening, apa karena dekat dengan mantan mentri?
kok ga euro sekalian? artis2 hollywood aja skr lg pada demen dibayar pake euro. lebih stabil gt! kalo aku pribadi sih..masih cinta IDR..
mau dollar, mau rupiah, sama2 gak punya T_T
dinar kayaknya lebih mantep stabilnya….
pri, ada point dari tulisan pri yang bisa membahayakan perekonomian nasional lo…termasuk sektor moneter. apalagi kalo dilakukan banyak orang.
yang harus diingat, mata uang kita adalah rupiah, jadi alat tukar yang berlaku di negara ini adalah rupiah bukan dolar. jual beli komputer dengan dolar (dolar ke dolar, tanpa konversi), akan membuat rupiah melemah dan sehingga akhirnya secara moneter kita lebih terjajah lagi oleh mata uang asing (selama ini sudah terjajah).
Oleh karena itu, rekening individu dalam mata uang asing agak dipersulit oleh aturan dari pemegang otoritas moneter. Dengan jenis simpanan giro (tidak boleh ada tabungandalam mata uang asing), nasabah diharuskan melengkapi persyaratan yang lebih banyak dibandingkan jika membuka tabungan, misalnya dengan penambahan NPWP.
Media penarikan giro dolar pun, tidak bisa dijadikan alat pembayaran giral dan diikutsertakan dalam kliring antar bank. Semua ini dilakukan untuk melindungi alat tukar negeri sendiri.
Saran saya, bagi yang memiliki rekening dolar untuk mempermudah payroll, simpanlah dalam bentuk dolar hanya seperlunya saja (misalnya karena sering melakukan perjalanan ke luar negeri). konversikan ke rekening lain dalam rupiah untuk keperluan sehari2.
Sedangkan untuk keperluan menabung, sisihkan diawal pay roll dan simpan tidak dalam bentuk dolar maupun rupiah.
Saya menyarankan menyimpan dalam bentuk emas batangan, fine gold 99.99% dari PT ANTAM. karena emas sangat stabil. Ini bukan untuk spekulasi, tapi untuk melindungi nilai aset kita sendiri agar tetap utuh. Berapa sih, return tabungan/deposito dalam dolar dan rupiah jika dibandingkan dengan inflasi?
Secara nominal, simpanankita bertambah, tapi nilai riilnya berkurang. SEdangkan emas relatif selamat dari inflasi.
Emas sangat likuid, saat kita membutuhkan, dapat dijual di toko emas, antar temen atau ke pegadaian. Dan emas adalah mata uang yang berlaku di seluruh belahan bumi. alhamdulillah sampai sekarang, saya menyisihkan penghasilan saya untuk membeli emas murni untuk keperluan anak2 sekolah nanti.
Dolar dan rupiah adalah fiat money. cuma kertas. kalau saja hari ini para pemimpin negara yang menerbitkan uang kertas ini mengatakan besok dolar dan rupiah tak berlaku, habislah aset kita.
Saya sedang menyiapkan tulisan mengenai hedging aset individu dengan media emas batangan. nanti kalau sudah siap, saya kabari.
#74:
kalau ini jangan salahkan yang beli, salahkan yang jual
.
betul. ini saya setuju. intinya kurang lebih sama dengan perkataan anda: “simpanlah dalam bentuk dolar hanya seperlunya saja (misalnya karena sering melakukan perjalanan ke luar negeri)”, bedanya contoh keperluan saya di sini adalah beli komputer
.
setuju. sudah pernah saya bahas sebelumnya, walaupun secara implisit.
#75: oh ya, btw, menyimpan aset atau bertransaksi dalam dolar maupun dalam emas sama saja efeknya terhadap perekonomian nasional
bertentangan dengan program pemerintah “Aku Cinta Rupiah”
pengen sih punya dolar.. tapi blom kesampaian
Salam knal,
Posting ini, seperti penyegaran lagi
Btw Mas Pri,
kalau misalnya banyak warga Indonesia yang memiliki rekening dolar, apakah ada dampaknya ke penurunan nilai tukar Rupiah ?
rgrds.
kok saya jadi ingin ngirim buku “satanic finance” buat priyadi ya?
kalau belum pernah baca/mendengar, dan berminat untuk membaca, dengan senang hati akan saya kirimkan. GRATIS.
tapi kemana ya?
kalo dari sisi syariat islam, seperti itu (jual-beli uang) haram ngga hukumna?
Kapan Indonesia pake Dinar yak?
wahh enak lagi selain punya rekening dolar punya duit dolarnya juga om
Dulu saya pernah buka rekening dollar. Dapat kartu VISA elektron. Cuma ternyata untuk transaksi barang harga dollar, harganya di konversi ke rupiah dulu, baru dikonversi ke dollar. Jadi selisihnya besar. Tapi maksud Mas Pri di sini, rekening dollar untuk menerima penghasilan dalam dollar, saya pikir masuk akal.
#79:
yang jelas, kalau tukar rupiah ke dolar, maka dolar naik rupiah turun. kalau tukar dolar ke rupiah, rupiah naik dolar turun. sesuai hukum penawaran dan permintaan. kalau terima gaji dalam dolar tapi belanja dengan rupiah, mau tidak mau harus tukar dolar ke rupiah. hanya saja kalau terima gaji dolar dalam rekening rupiah, kita gak bisa mengontrol kapan konversi tersebut dilakukan.
#80:
saya sudah baca ringkasannya dari search di internet, dan rasanya saya setuju 100% dengan buku itu. hanya saja rasanya gak nyambung dengan bahasan saya kali ini
. coba dibaca lagi pelan2 tulisan saya, jangan cuma baca judulnya saja
. dan jangan emosional.
di sini saya gak pernah menganjurkan MENYIMPAN uang dalam dolar. saya cuma menganjurkan jika menerima gaji dengan dolar, sebaiknya diterima dalam rekening dolar. kalau tidak nanti kita kena rugi cukup banyak dari selisih nilai tukar yang tidak menguntungkan.
#81:
mengkonversi uang dari satu mata uang ke mata uang lainnya itu boleh2 aja. yang haram itu mengambil keuntungan dari fluktuasi harga nilai tukar mata uang. kalau terima uang dolar ke rekening rupiah, maka disadari atau tidak akan dilakukan konversi. tapi kalau terima uang dolar ke rekening dolar, kita bisa mengontrol kapan konversi tersebut dilakukan.