19 June 2008

Mobil Bertenaga Air dari Genepax

Posted under: at 03:42

Pada saat kita semua berulang kali dibuat frustasi akibat dagelan Blue Energy yang tak kunjung menampakkan tanda-tanda selesai, sebuah perusahaan dari Jepang bernama Genepax mengumumkan produk mobil yang diklaim bertenaga air. Jika dalam kasus ‘Blue Energy’ yang pertama kali menyebarkan ‘temuan’ tersebut adalah koran Jawa Pos, maka dalam kasus Genepax yang bertanggung jawab adalah Reuters India.

Genepax unveiled the car in the western city of Osaka on Thursday, saying that a liter (2.1 pints) of any kind of water—rain, river or sea—was all you needed to get the engine going for about an hour at a speed of 80 km (50 miles).

“The car will continue to run as long as you have a bottle of water to top up from time to time,” Genepax CEO Kiyoshi Hirasawa told local broadcaster TV Tokyo. “It does not require you to build up an infrastructure to recharge your batteries, which is usually the case for most electric cars,” he added.

Beberapa orang menganggap ‘keberhasilan’ ini adalah salah satu ‘bukti’ bahwa ‘Blue Energy’ bukanlah proyek yang mustahil. Tetapi tentunya hukum kekekalan energi tetap berlaku.

Menurut FuelCell Today:

Though the company did not reveal any more detail the company president said that they had “succeeded in adopting a well-known process to produce hydrogen from water to the MEA”, similar to the mechanism that produces hydrogen by a reaction of metal hydride and water. However the company claims that compared with the existing method, the new process produces hydrogen from water for a longer time.

Paragraf di atas sedikit banyak menjelaskan bahwa yang menjadi bahan bakar sebenarnya bukanlah air. Entah apa tujuan Genepax memasarkan produk ini dengan slogan seperti ‘H20 Power’ dan semacamnya. Air memang bisa beraksi dengan hidrida untuk membentuk hidrogen. Tetapi dengan demikian yang menjadi sumber energi adalah hidrida tersebut, bukan air.

Sekadar berspekulasi, bisa saja mobil tersebut mereaksikan Aluminium dengan air untuk mendapatkan hidrogen dan limbah berupa Aluminium oksida. Cepat atau lambat aluminium tersebut akan habis dan perlu diganti. Proses ini kita sebut sebagai ‘pengisian bahan bakar’. Sedangkan untuk memroduksi bahan bakar Aluminium ini juga memerlukan energi yang tidak gratis. Dan tentunya perlu juga kita pertanyakan darimana asal energi tersebut.

Singkatnya, air bukanlah bahan bakar.

Bacaan lainnya

231 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!