12 January 2011

Blackberry dan Tuntutan Pemerintah Yang Mengada-ngada

Posted under: at 15:56

Beberapa hari ini, media massa sibuk memberitakan soal ancaman pemerintah terhadap RIM. Pemerintah mengancam untuk menutup layanan Blackberry di Indonesia jika RIM tidak menjalankan tuntutan dari pemerintah. Salah satu tuntutan pemerintah tersebut seperti yang dikutip oleh detikcom adalah:

Kita minta RIM agar bangun server/repeater di Indonesia, agar aparat hukum dapat melakukan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan tmsk koruptor.

Yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan, maka RIM perlu membangun server di Indonesia?

Layanan Blackberry merupakan layanan yang bisa dibilang unik. Berbeda dengan perangkat lainnya, Blackberry menggunakan BIS (Blackberry Internet Services) yang merupakan perantara antara perangakat Blackberry dan Internet. Perangkat Blackberry berbicara kepada BIS dengan menggunakan protokol khusus yang dienkripsi. Sedangkan BIS berbicara kepada Internet dengan menggunakan protokol standar TCP/IP.

Argumen pemerintah adalah bahwa BIS ini terletak di Kanada, bukan di Indonesia, sehingga menyulitkan penyidikan terhadap pelaku kejahatan. Dengan memindahkan server Blackberry ini ke dalam Indonesia, maka penyidikan terhadap kejahatan yang menggunakan Internet akan dapat dengan mudah dilakukan.

Sayangnya, argumen tersebut tidaklah realistis lantaran bahwa nyaris seluruh Internet juga tidak terletak di dalam negeri. Hanya sedikit bagian dari Internet yang terletak di dalam negeri. Apakah dengan alasan penyidikan hukum, maka pemerintah akan menuntut seluruh penyedia layanan di Internet agar memindahkan layananannya ke Indonesia? Tuntutan ini jelas sama sekali tidak realistis.

Lalu lintas data Blackberry dienkripsi dan ini menyulitkan penyidikan? Lalu kenapa? Sejak saya menggunakan Internet di tahun 1995, enkripsi di Internet sudah lazim digunakan. SSL atau TLS adalah salah satu protokol enkripsi yang umum digunakan. Saat ini semua situs perbankan dan toko online menggunakan SSL/TLS untuk mengamankan komunikasi data. Selain itu, layanan email berbasis web juga banyak yang menggunakan SSL/TLS, termasuk di antaranya penyedia layanan email populer GMail dan Yahoo Mail. Tidak ada yang dapat pemerintah lakukan untuk dapat menyadap komunikasi data tersebut.

Jadi mengapa baru sekarang pemerintah ribut-ribut soal enkripsi? Jika pemerintah memang menginginkan perlakuan yang sama terhadap seluruh pelaku komunikasi, maka saat ini mereka justru telah bertindak tidak adil terhadap RIM.

Jika pemerintah memang berniat untuk dapat melakukan penyidikan hukum terhadap pelaku kejahatan yang menggunakan perangkat Blackberry, hal ini dapat dengan mudah dilakukan melalui kerjasama dengan pihak RIM. Data-data komunikasi tersangka kejahatan bisa dapat dengan mudah dikirim melalui jaringan Internet. Ini seandainya kalau pemerintah ingin tidak terlihat mengada-ngada dan terlalu mencari-cari alasan.

65 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!