7 February 2011

Ancaman New7Wonders Ternyata Hanya Gertak Sambal

Posted under: at 22:28

Sebelumnya, pihak New7Wonders memberi ancaman untuk mendiskualifikasi Pulau Komodo sebagai salah satu kandidat ‘New 7 Wonders of Nature’. Alasannya karena Pemerintah Indonesia menolak untuk menyelenggarakan acara ini karena merasa keberatan dengan biaya yang diajukan oleh New7Wonders dan konsorsium swasta yang akan menyelenggarakan acara ini. New7Wonders memberi waktu sampai 7 Februari untuk menunggu ‘niat baik’ dari pemerintah.

Sampai hari ini ternyata pemerintah tetap dalam keputusannya, dan dalam beberapa kesempatan bahkan menegaskan posisinya. Akhirnya, hari ini, pihak New7Wonders mau tidak mau harus mengeluarkan pernyataan. Bunyinya adalah bahwa New7Wonders tetap mengikutsertakan Komodo sebagai kontestan, namun ‘memecat’ Pemerintah Indonesia sebagai partner resmi dari New7Wonders.

Ini tentunya sangat bertolak belakang dari apa yang mereka ancam sebelumnya. Alasan mereka melakukan hal ini adalah bahwa mereka menerima sangat banyak dukungan dari masyarakat dan tokoh-tokoh untuk mendukung Komodo:

“Fortunately, in the past days we have received many encouraging and supporting requests from the public and leading individuals to allow Komodo to continue as a Finalist in the Official New7Wonders of Nature, As New7Wonders is the world’s first and largest global voting platform, these voices are important to us.”

Tentu saja itu cuma bahasa public relations yang sangat menggelikan. Alasan sebenarnya tentunya adalah faktor uang.

Tanpa masuknya Pulau Komodo sebagai kontestan, maka mereka akan kehilangan banyak potensi penghasilan yang berasal dari Indonesia. Tanpa Komodo mereka tidak akan bisa membangun jalur SMS dan telepon premium di Indonesia untuk meraup keuntungan. Mereka tentunya juga memperhitungkan fakta-fakta berikut ini:

  • Indonesia adalah negara dengan jumlah populasi 238 juta jiwa, peringkat empat dunia.
  • Rakyat Indonesia sangatlah nasionalis, jauh di atas rata-rata negara lain.
  • Di Indonesia, ada sekitar 168 juta ponsel yang aktif dipakai, peringkat enam dunia.

Semua fakta tersebut menunjukkan potensi keuntungan yang besar jika mereka tetap mempertahankan Komodo sebagai kontestan.

Segala ancaman dan jungkir balik publisitas yang mereka lakukan sejak akhir Januari lalu hanyalah ‘iseng-iseng berhadiah’. Bagus jika pemerintah mau bayar, jika tidak, masih ada pemasukan dari pos lainnya. Segala ancaman yang sebelumnya dilakukan bisa dengan mudah diputarbalikkan dengan bahasa public relations. Saya pun tidak akan terkejut bila pada akhirnya mereka menelan ludah mereka sendiri, dan acara puncak New7Wonders tetap dilangsungkan di Indonesia.

Jika ada ‘keajaiban dunia baru’ yang betul-betul mencengangkan, maka itu adalah kenyataan bahwa pihak New7Wonders menyamakan acara puncak New7Wonders dengan Olimpiade dan Piala Dunia! Aneh tapi nyata:

In my view, with this behaviour, the Ministry has also reduced the chances for Indonesia to host other major global events that create goodwill in the world, such as the Olympics or the World Cup.

Keajaiban dunia yang lebih besar tentunya adalah bahwa negara-negara yang berdaulat ini mau saja ‘diadu domba’ oleh perusahaan swasta asal Swiss yang bahkan belum berusia 10 tahun.

Bacaan lainnya:

48 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!