27 September 2004

Review Reviewland.com

Posted under: at 18:02

Dari beberapa milis saya menerima email hasil forward yang berasal seorang reviewer dari reviewland.com. Tetapi dari postingnya tidak terlihat bahwa yang bersangkutan adalah seorang reviewer yang netral dan tidak berat sebelah. Karena itu saya penasaran dengan situs reviewland.com.

Kesan pertama dari reviewland.com adalah disainnya yang sangat tidak profesional. Situs ini memaksakan diri menggunakan frame walaupun sebenarnya tidak dibutuhkan frame. Hyperlink hampir seluruhnya menggunakan Javascript untuk popup window baru. Singkatnya, situs ini sangat mengerikan dari sisi usabilitas.

OK, lalu bagaimana dengan isi situs ini?

Di sebelah kiri halaman utama ada logo Internet Explorer dengan tulisan “The Best Browser”. Saya tidak tahu apakah ada reviewer lain yang berpendapat sama dengan yang satu ini. Terus terang walaupun saya sendiri tidak pakai IE, saya sering berurusan dengan masalah-masalah yang ditimbulkan oleh IE. Mungkin sang reviewer tidak tahu adanya browser seperti Firefox, Konqueror atau Opera.

Di bawahnya ada logo lain bertuliskan:

Total Domination. Microsoft Windows XP. Windows Mobile Pocket PC. Full Microsoft operating system for PC/PDA/Phone

Dari sini sudah terlihat sang reviewer memang benar-benar ‘netral’ :). Di bawahnya lagi ada logo dengan tulisan:

Reviewland.com anti menggunakan memori merk lokal dan merk kacangan. Seluruh komputer kami menggunakan memori import terbaik di dunia yaitu Kingston. Reviewland.com anti menggunakan VGA kacangan, hanya ATI Radeon 9700 Pro yang kami gunakan.

Memberi label ‘kacangan’ pada hardware yang digunakan oleh pengunjungnya adalah cara yang tepat untuk melakukan penghinaan kepada pengunjung.

Dari berbagai macam halaman lainnya, saya menemukan pernyataan-pernyataan:

Secara feature & kecanggihan teknologi, PDA Phone Pocket PC jelas lebih unggul dibanding Smart Phone. SmartPhone seperti Sony Ericsson P900 pada dasarnya tetaplah telpon, hanya saja dibekali kemampuan mendekati PDA, sedangkan PDA Pocket PC seperti Thera memiliki kemampuan yg boleh dibilang sama dengan PC. Bahkan boleh dibilang bahwa PDA Pocket PC bisa menggantikan notebook, karena PDA berbasis PocketPC memiliki software-software yg sama seperti PC/notebook. Mulai dari Microsoft Word, Excel, Outlook, software presentasi seperti PocketShow dan Powerpoint, hingga game-game ala PC yaitu Quake, Doom, Age of Empires, SimCity, dan lain-lain. Software-software yg umum di PC seperti ACDSee, Photoshop, Powerpoint, Quicken, MS Money, dsb juga ada untuk PocketPC. Jadi jangan takut bila software yg ada di PC anda tidak ada di PocketPC.

Hmmm… bisa menggantikan notebook? Pada notebook saya tidak terinstall Word, Excel, Outlook. Jadi dengan demikian Pocket PC lebih unggul dibandingkan notebook saya? :)

Situasinya berbeda dgn PDA/Smartphone berbasis Symbian (Nokia, Sony, Siemens) yg miskin software. Begitu pula PDA berbasis Palm juga memiliki kualitas & jumlah software yg kalah dibanding Pocket PC. Apalagi PDA berbasis Palm boleh dikatakan sedang sekarat akibat dominasi PDA berbasis Microsoft PocketPC. Ini tak lain karena kehebatan dominasi Microsoft sang pencipta PocketPC.

Penulis artikel sepertinya hidup dalam dimensi yang berbeda. Pada dimensi yang saya tinggali, jumlah software untuk Palm jauh lebih banyak daripada software untuk PocketPC. Mengenai kualitasnya, masih banyak aplikasi Palm yang berkualitas lebih baik daripada PocketPC. Bahkan banyak reviewer lain mengatakan bahwa Microsoft Word dan Excel untuk PocketPC kalah secara kualitas dibandingkan dengan Documents To Go di Palm.

Semua PDA berbasis PocketPC juga dapat diatur resolusinya menjadi 640×480, 800×600, ataupun 1024×768 (mode landscape). Jadi masalah layar yg sempit bukan lagi alasan bila anda ingin browsing internet ataupun melihat sheet excel yg lebar.

PDA dengan layar 1024×768? Semua PDA berbasis PocketPC? Compaq iPAQ 3970 milik teman saya tidak dapat menampilkan resolusi lebih dari 320×240.

Beberapa orang menganggap ukuran Thera terlalu besar, ini karena mereka membandingkannya dengan handphone yg notabene tidak memiliki feature secanggih Thera. Perlu diingat bahwa Thera adalah device Pocket PC yg memiliki feature canggih layaknya sebuah PC. Jadi anda harus membandingkan ukurannya dengan ukuran notebook. Sebab dengan memilki Thera anda tak perlu lagi membawa-bawa notebook lagi. Apa yg dapat dilakukan notebook dapat juga dilakukan di Thera. Notebook yg paling kecil beratnya masih berkisar 1kg (1000 gram) dan besarnya masih seukuran buku tulis, sedangkan Thera beratnya cuma 198 gram dan dapat dimasukkan ke dalam saku kemeja. Bisakah anda memasukkan notebook ke saku kemeja anda????

Orang ini mengganti notebooknya dengan PDA? Mungkin bagi sedikit orang fungsi notebook dapat digantikan dengan PDA. Tetapi reviewer ini melakukan generalisir, “Apa yang dapat dilakukan notebook dapat juga dilakukan di Thera”. Mungkin sayanya yang belum tahu misalnya bagaimana caranya melakukan video editing di PDA?

Dengan memiliki PDA Phone multifungsi seperti Thera Verizon, anda jelas tak perlu repot2 lagi membawa notebook ketika bepergian. Mendengarkan MP3 atau menonton movie menggunakan notebook di dalam taxi/bus kota tentu akan merepotkan.Namun dgn PDA semua aktifitas kantor maupun multimedia dapat dgn mudah dilakukan dimanapun sekalipun di dalam toilet. Dengan notebook, bisakah anda browsing internet ataupun mengetik sambil berdiri? Bisakah anda mengetik email di notebook sambil kencing di toilet? Bisakah anda mengetik dengan notebook sambil menunggu kemacetan di belakang kemudi? Tentu tidak. Ini artinya notebook dalam hal mobilitas sama sekali tidak praktis karena tidak jauh berbeda dgn PC Desktop yg membutuhkan meja/kursi untuk mengoperasikannya.

Saya tidak akan mengomentari yang ini :).

Bila ada orang yg bilang bahwa mengetik menggunakan notebook lebih nyaman drpd menggunakan PDA, itu adalah omong kosong besar yg keluar dari mulut dari orang yg tak pernah punya PDA Pocket PC. Dengan PDA kita bisa mengetik sambil tiduran dengan merebahkan kepala di bantal, sambil bersandar di kursi malas, atau bahkan sambil menunggu kemacetan di belakang kemudi. Itu semua tak dapat anda lakukan bila anda menggunakan notebook untuk mengetik.

Untuk bisa melakukan “mengetik sambil tiduran” mungkin harus sering fitness dan weight lifting seperti yang dilakukan reviewer. Sayangnya, reviewer disini tidak menghitung biaya untuk aktivitas tersebut :). Saya pribadi tidak betah menggunakan grafiti untuk menginputkan data lebih dari satu halaman, masih jauh lebih nyaman menggunakan notebook.

Sedangkan PDA Phone PocketPC seperti Thera memiliki perbendaharaan software yg sama komplitnya dgn notebook.

Ini point yang terlalu mudah untuk disanggah. Jadi saya lewatkan saja.

Percuma saja punya Bluetooth kalau tidak bisa dial-up ke internet. Bagaimanapun juga mengecek email / browsing jauh lebih penting drpd transfer file menggunakan Bluetooth. Dan lagi tranfer data menggunakan Bluetooth sangatlah lambat, dan ujung-ujungnya anda akan lebih menyukai transfer data / sync via USB (Craddle/Card reader) yg 20X lebih cepat drpd tranfer data/sync via bluetooth.

Sepertinya reviewer tidak mengerti desain awal dari Bluetooth. Bluetooth bukan dibuat untuk keperluan transfer data berkecepatan tinggi. Apakah untuk mentransfer vCard, foto atau data lainnya yang berukuran kecil saya harus pakai kabel USB? Kalau pakai kabel USB bagaimana saya bisa transfer data ke rekan lain yang menggunakan PDA juga?

Saya yakin bahwa orang tolol sekalipun tahu bahwa Toshiba dan barang “Made in Japan” tentu merupakan jaminan kualitas. Sedangkan faktor ketololan pulalah yg membuat banyak orang mengira bahwa O2 XDA adalah PDA Phone buatan Inggris.

Tolol? Sony Clie adalah barang “Made in Japan”. Apakah reviewer juga akan tidak bias dalam mereview barang tersebut?

Dengan PocketPC anda bisa melakukan aktifitas bisnis seperti mengetik, mengirim email, dan melakukan presentasi dengan PowerPoint di mana saja, baik di lapangan golf ataupun di dalam gym. Hal tersebut jelas tak dapat dilakukan bila anda menggunakan notebook. Hanya orang tolol yg membawa-bawa notebook ke lapangan golf ataupun gym. Dari sini sudah terbukti bahwa notebook bukanlah alat yg benar-benar mobile. Alat yg “mobile” haruslah praktis dan bisa masuk kantong, dan notebook jelas tidak memenuhi syarat tersebut.

Tolol?

Jaman sekarang ini notebook semakin kehilangan fungsinya, sebab aplikasi-aplikasi masa kini cukup berat untuk dijalankan di notebook. Beberapa aplikasi terbaru bahkan mensyaratkan memory minimal 512MB, dan ada pula yg membutuhkan memory sebesar 1GB. Prosesosrnya pun dituntut sekelas P4 3.2Ghz ke atas. Game-game terbaru juga menuntut VGA sekelas Radeon X800 atau Geforce 6800. Persyaratan seperti itu jelas sulit dipenuhi sebuah notebook, jadi ujung-ujungnya fungsi PC Desktop tetap tidak dapat tergantikan oleh notebook. Selain itu notebook juga sulit diupgrade dan mahal. Hal itulah yg membuat notebook tak akan pernah bisa menggantikan PC Desktop. Bila yg diunggulkan oleh notebook adalah dalam hal mobilitas, saat ini rasanya kurang tepat. Sebab semua fungsi notebook sekarang ini dapat dilakukan oleh PocketPC, dan dalam hal mobilitas PocketPC jauh lebih unggul dibanding notebook. Bila anda menggunakan notebook hanya sekedar mengerjakan MS Office, browsing, dan mengirim email, sebaiknya singkirkan notebook anda yg merepotkan itu, sebab semua pekerjaan tsb bisa dilakukan dengan PDA Phone Pocket PC seperti Thera. Jadi intinya : bila ingin performa gunakan PC desktop, dan bila ingin mobilitas gunakan PocketPC. Fungsi sebuah notebook saat ini tidak jelas, sebab dalam hal mobilitas kalah oleh PocketPC dan dalam hal performa kalah oleh PC Desktop.

Bagaimana dengan kelebihan-kelebihan notebook dibandingkan PocketPC? Misalnya metoda input yang jauh lebih nyaman dan cepat dibandingkan dengan PocketPC. Atau processing power dari notebook yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan PocketPC. Aplikasi mana yang mensyaratkan memori minimal 512MB? Mungkin cuma aplikasi-aplikasi khusus yang jarang dipakai oleh banyak orang.

Dengan harga Thera yg cuma 2,4 juta anda tidak akan pernah rugi membelinya, karena dengan dana sebesar itu anda hanya bisa mendapatkan handphone Nokia/Sony Ericsson yg featurenya pasti tidak ada apa-apanya dibanding Thera. Sebagai informasi, harga Nokia 9210i masih diatas 4 juta, Sony Ericsson K700i masih 3 juta, dan Sony Ericcon P900 masih 5 jutaan. Dalam hal kecanggihan, ketiga Smartphone tsb tidak ada apa-apanya dibanding Thera yg notabene merupakan sebuah PDA Phone PocketPC.

Apa yang dimaksud tidak ada apa-apanya? Bias penulis kembali muncul tanpa dapat menyebutkan alasan-alasannya.

NOTE: ARTIKEL INI DIKETIK & DIUPLOAD MENGGUNAKAN PDA PHONE AUDIOVOX THERA

Selamat! Artinya tidak rugi anda sering fitness dan weightlifting :).

Tak terasa sudah sekitar 10 tahun sistem handphone GSM menjajah bumi pertiwi. Tak terasa pula sudah 10 tahun pula kantung rakyat indonesia dikuras oleh tarif pulsa GSM yg sangat mahal. Selama ini, untuk berkomunikasi dengan handphone, bangsa Indonesia diharuskan membayar tarif pulsa yg mencapai 8X hingga 20X lebih mahal drpd tarif telpon lokal. Padahal orang yg dihubungi masih berada di kota yg sama. Dengan tarif yg selangit itu, apa bedanya operator GSM dengan bangsa penjajah yg dahulu kala juga menguras harta rakyat indonesia secara brutal & serakah?? Untunglah Tuhan selalu memberikan pertolongan bagi bangsa Indonesia yg malang ini. Belum lama ini telah hadir sistem handphone CDMA yg memungkinkan kita berkomunikasi menggunakan handphone dengan tarif lokal ala telpon rumah.

Apa hubungannya harga dengan standar GSM atau CDMA? Bedakan antara standar teknis dan regulasi. Artikel tersebut juga penuh dengan omong kosong lainnya.

Memang tentu butuh waktu bagi CDMA untuk menggeser GSM dari Indonesia, terutama mengingat adanya faktor-faktor psikologis sbb: – Cukup banyak orang yg pemikirannya masih konservatif, alias malas/ragu terhadap sesuatu yg baru. – Ada orang yg menanggap tarif GSM sebesar Rp.1800/menit masih sangat murah, karena mungkin mereka dapat duit dari langit. – Di negara Indonesia lebih banyak orang bodoh dibanding orang pintar

Wah. Saya berpikiran konservatif, dapat duit dari langit dan bodoh.

Pengembangan CDMA di sisi provider juga lebih murah dibanding GSM (makanya itu pula yg membuat tarif CDMA murah, karena investasinya juga murah) Sistem CDMA2000 1X pada dasarnya dapat diimplementasikan dengan menggunakan perangkat CDMA generasi lama sekalipun (tanpa perlu penggantian hardware). Oleh karena itu secara investasi lebih murah. Kemudahan upgrade itulah yg membuat Amerika memandang sistem CDMA ini lebih berpotensi di masa depannya dibanding GSM. Bahkan Microsoft ikut mendukung langsung implementasi teknologi CDMA pada mobile device.

Wah. Mungkin itu alasannya negara maju seperti Amerika Serikat jauh tertinggal daripada negara-negara Asia seperti Jepang atau negara Eropa dalam hal teknologi selular.

GSM merupakan sistem yg sudah berusia 10 tahun lebih. Sedangkan CDMA2000 1X adalah sistem baru yg lebih cepat, lebih murah, dan lebih efisien. Mustahil sebuah teknologi kuno bisa lebih unggul dalam hal kecepatan dan efisiensi. Makanya cukup konyol bila ternyata dalam faktanya teknologi GSM yg usang itu tarifnya justru lebih mahal drpd CDMA2000 1X. Teknologi GSM telah membodohi kita, ironisnya banyak diantara kita yg lebih suka dibodohi terus menerus dengan teknologi lama yg tarifnya mahal.

speechless

Kesimpulan: Reviewland.com sangat tidak layak untuk dilihat. Desain situsnya sangat tidak profesional. Reviewnya sendiri juga sangat biased, terlalu berat sebelah ke produk Microsoft serta penuh dengan omong kosong yang tidak ada buktinya. Saya sendiri masih akan tetap membaca situs-situs review hardware yang sudah terpercaya seperti Anandtech atau ZDNet Extremetech. Untuk situs sejenis berbahasa Indonesia, Obengware, dapat menjadi pilihan yang jauh lebih baik dibandingkan sampah seperti Reviewland.com, walaupun belum dapat menyaingi kualitas review dari situs-situs luar.

85 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!