Detik Effect!
Ini masih berhubungan dengan hiruk pikuk sHa, tetapi kali ini saya tidak ingin membicarakan polemik tentang sHa.
Hari Jumat kemarin seusai shalat Jumat seperti biasa saya mengecek beberapa hal di Internet, salah satunya adalah blog ini. Namun karena sesuatu hal blog ini tidak bisa diakses. Setelah login ke server, saya mengetahui ternyata beban server sangatlah tinggi.
06:16:12 up 30 days, 12:35, 4 users, load average: 164.90, 150.41, 106.87
Setelah melakukan login ke IM, saya diberitahu bahwa situs web saya masuk halaman depan Detikcom! Pantas saja beban server jauh lebih tinggi daripada biasanya. Artikel Detikcom tersebut membahas mengenai tulisan saya mengenai kontroversi sHa.
Kejadian seperti ini populer di kalangan techie sebagai Slashdot effect. Slashdot effect adalah efek yang ditimbulkan akibat sebuah situs yang sangat populer (biasanya situs Slashdot.org) membuat taut ke situs lain yang tidak populer. Taut tersebut akan mengirimkan sangat banyak pengunjung ke situs yang tidak populer tersebut. Karena biasanya situs yang tidak populer tidak mempersiapkan dirinya untuk menerima banyak hit, maka situs tersebut akan menjadi sangat sulit untuk diakses. Istilah Slashdot effect pertama kali dipopulerkan oleh situs Slashdot.org.
Sebelumnya saya pernah beberapa kali menyaksikan Slashdot effect ini berlangsung. Yaitu ketika hasil wawancara Hans Reiser oleh Steven Haryanto dimuat Slashdot. Selain itu juga sewaktu Slashdot memuat artikel yang membahas SkyOS paling tidak sebanyak dua kali (1, 2). Artikel Steven tersebut tidak sempat membuat server saya kewalahan karena hanya terdiri dari satu lembar halaman HTML. Sedangkan taut ke SkyOS.org membuat server kewalahan karena situs SkyOS.org dinamis dan penuh dengan tangkapan layar (screenshot).
Karena kali ini situs Detikcom yang menyebabkan pengunjung berbondong-bondong menuju situs web saya, beberapa teman menamai fenomena ini Detik effect.
Karena Detik effect ini, situs web saya tidak dapat diakses selama kurang lebih satu jam. Untuk mengatasinya saya terpaksa memasang berkas index.html untuk ‘menyapa’ pengunjung dengan pesan:
Maaf, saya sedang dipijat karena kecapean melayani pengunjung dari detikcom. Silakan kembali lagi dalam 3 jam setelah saya segar bugar.
![]()
Tertanda, server priyadi.net
‘Pesan’ ini akan terlihat jika pengunjung masuk langsung ke halaman utama blog saya. Sedangkan pengunjung yang masuk ke artikel dari mesin pencari atau pelanggan RSS feed akan tetap dapat membaca tulisan-tulisan saya. Saya terpaksa melakukan hal ini karena pada server yang sama juga terdapat situs-situs lain, termasuk situs kantor saya.
Baru pada sore hari saya dapat menemukan penyebab utama mengapa server saya tidak dapat menangani Detik effect. Penyebabnya adalah plugin IP to Country buatan saya. Plugin ini berfungsi untuk mendeteksi asal negara pembuat komentar. Masalahnya plugin ini bekerja dengan mengeksekusi query SQL tanpa menggunakan indeks, dan itu dikerjakan pada setiap komentar. Sedangkan tulisan saya tersebut sudah memiliki puluhan komentar dan meningkat tajam sampai lebih dari 200 komentar. Setelah menonaktifkan plugin ini, server saya dapat dengan mudah menangani Detik effect yang sudah melewati puncaknya pada siang hari.
Berdasarkan pengamatan saya, Detik effect tidak sedahsyat Slashdot effect. Penyebab utamanya mungkin adalah bahwa pengunjung Slashdot memang jauh lebih banyak daripada Detikcom.

Selain itu Detikcom tidak membuat taut ke situs web saya sehingga pengunjung tidak dapat langsung mengklik untuk menuju situs web saya. Sebagian besar pengunjung juga tidak dapat melakukan copy-paste URL karena Detikcom mematikan fungsi tersebut melalui Javascript. Pengunjung hanya dapat mengetikkan URL priyadi.net pada browser-nya atau mencari topik tersebut melalui mesin pencari seperti Google.
Pada puncaknya, Detik effect yang saya alami hanya mengakibatkan hit meningkat sebanyak 4-5 kali lipat daripada biasanya. Sedangkan Slashdot effect yang pernah saya alami mengakibatkan hit meningkat sampai kurang lebih 20 kali lipat. Variabel yang meningkat tajam hanyalah beban server yang meningkat sampai 40 kali lipat biasanya dan mengakibatkan server menjadi tidak responsif. Ini disebabkan oleh query SQL yang tidak optimal pada plugin IP to Country. Untuk memperbaiki plugin ini, saya harus mengimplementasikan sistem caching dengan menggunakan indeks untuk meringankan beban server.
Sebagai informasi, spesifikasi server adalah:
- Prosesor Intel® Celeron® 2400 (cache 128 KB, Bogomips 4800-an)
- Memori 1 GB dengan swap 2 GB
- Harddisk 2×40GB
- Sistem operasi RedHat Enterprise Linux 3, kernel 2.4.21
Di bawah ini adalah grafik dari beberapa variabel server. Perhatikan peningkatan pada hari Jumat.









oo pantes gambar benderanya di ilangin
.
Jadi plugin IP to Country mau di benerin nih
spek servernya dong? Katanya celeron yah? trus osnya pake apa?. Keterangan servernya deh…
thanks
#1: keterangan servernya udah ditambahin
Bravo-bravo

Ayo siapa lagi yg mau kena detikeffect
Nah tuh, dari kemarin gue juga bilang plugin elo bikin lambat kasih comment
kirain fans #1, ternyata#2
Walaupun celeron tapi memorynya 1gb hebat…
#5: pluginnya beda boss, btw sekarang masih lambat gak?
Pengunjung /. jauh lebih banyak dari Detik.com jadi dampak badai yang ditimbulkan lebih besar.
Nah sekarang jika Priyadi.net menyebut taut Detik.com, apakah cukup untuk menimbulkan “Efek Priyadi.net” di sana?
Ada DetikEffect… terus nanti ada Priyadi Effect juga, ya?
#8 kita tunggu saja tanggal maennya
Klo dari sisi browser yg gue alamin, buka komentar yg banyak itu fungsi scratch(?) dari setiap komentar, it tuh, jadi komentar yg lebar akan muncul slide bar, klo 50an komentar masih lancar, giliran 200 lebih komen, mengganggu juga ternyata
btw, jadi ada alasan tuh buat naekin spek processor
hehehe, saya sudah kebagian SPMB Effect di awal bulan lalu *gara-gara fajri*. tapi tak separah Detik Effect, apalagi /. Effect.
Hm…pantesan, saat saya mau kasih liat permalink tentang keberadaan Sha ke calon istri saya, mendadak browser macet ditengah jalan dan tidak bisa meload page tsb. Saya pikir, tumben…apakah karena terlalu banyak comment? Rasanya nggak juga…ternyata
Eh gw pernah tu iseng2 mengoptimasi struktur db yg ip-to-country ini. Entah masih ada ato ngga, soalnya gw tinggal di database di server kampus. Kalo inget n masih ada n kalo mau gw kasih deh..
bang… harusnya dapet award juga tuh dari detik!
Tanya pak! Apakah detik effect ada hubungannya dengan butterfly effect
Jadi ngebayangin kalo web AA kena detik efect, fans nya kira-kira mencak mencak gak yah

#15: entah ini sarkasme atau bukan. tapi saya pribadi sudah menghentikan penyelidikan tentang ini. bukan salah saya kalau detik mengekspos situs saya. posting ini cuma observasi terhadap sesuatu yang menarik perhatian saya dan gak berhubungan langsung dengan sHa.
#7, sekarang OK, enakan ini
Seperti yang diberitahu komentar no 200 di fakta mengenai natasha dipermasalahkan, di Firefox (di test di Linux dan windows), penulisan komentar menjadi lambat gara-2 comment preview. Kalo di IE, tidak ada hambatan sama sekali. spec P4 1,6, memory 128, VGA 64MB NVidia GForce2 MX400. comment preview masih mending lebih cepet dibandingkan plugin preview post. Tapi kalo komentar jumlah pemberi komentar sedikit, hambatannya ndak kerasa (kecuali kalo akhirnya nanti isi komentar dari satu pemberi komentar menjadi sangat banyak, yang kemungkinan jarang sekali).
Untung bukan the Axe Affect …
#14: kayanya hampir gak mungkin mengoptimisasi querynya, soalnya pasti tanpa index. paling2 cuma bisa di-cache, kecuali kalau mau bikin database semua IP yang ada
#20: hmmm, harusnya sih gak ada hubungannya antara banyak komentar dan lambatnya comment preview.
nah, kalau banyaknya komentar berhubungan dengan lambatnya loading page, terutama kalau ada plugin IP to country.
Nah kalo ketika gw buka blog-nya mas pri pake si rubah geni (FF) trus ada flicker itu knp ? Gw dah konfirm ke bbrp temen mrk juga ngalamin hal yg sama.
Dan beberapa kali isi comment dari beberapa komentator hilang.. biasanya comment awal sampe tengah.
Mohon pencerahan..
#24 iya mas betul, sering ngeflick gitu,biasanya pas awal mbuka, flickernya tulisan header paling atas sendiri itu (text : priyadi)
kalo komen disini, kena priyadi effect gak ya?
Skrg halaman webnya jadi lebih ringan –ikaln adsensenya jadi gak flicker lagi.. Ngetiknya juga gak lag lagi
.
#22 Stelah diinget2 lg, tnyata gw kayanya cm membuat lbh compact aja deng. Hehe..
Ttg comment preview, emang kayanya suka kedapkedip n jd lambat kalo buka page nya
jadi plugin-nya belum diperbaiki nih?
[…] Have you ever heard Slashdot Effect? Wikipedia says that Slashdot effect is a particular example of how a popular website can cause a smaller site to slow down or even temporarily close after causing a great increase in the number of visitors going to the smaller site. But have you ever heard Detik Effect? Maybe for this time, Detik Effect still couldn’t have bigger effect than Slashdot Effect, but it’s still worth to watch out! […]
#26: heran ini flicker dari mana ya. mungkin karena prosesor saya termasuk kencang jadi flickernya gak terlalu kelihatan?
#28: belum sempet
hmm.. sekarang udah beneran stabil kok Om! Gag ada komen yg ngilang!
Hehe..
udah makin terkenal mas, saatnya upgrade server ^^, atau tuningnya ditingkatkan lagi ^^, sapa tau ada sHa berikutnya
Sudah coba WP-Cache 2.0 mungkin berguna?
wah.. top banget yah priyadi.net
#33: dulu pernah nyobain staticize reloaded tapi gak jalan dan males ngopreknya. ntar nyobain wp-cache ah, thx infonya.
Mengomentari soal flicker di Google Adsense, sepertinya tidak terjadi di blog ini saja. Beberapa kali saya pernah melihat kasus yang sama di situs lain.
tik….. tik…. tik…. detik demi detik berlalu…
#30 kalo gw make pentium3 733 ram 128 agak lemot nulis komennya..
untung blog saya(server33) ndak satu pc dgn blog juragan pri, kalau ndak bisa kena imbasnya juga, tapi keknya IG oke2-oke aja tuh, kita tunggu effect-effect selanjutnya…
masih detik.. sebentar lagi jam.. awas.. apgret kang..
heheheheehehe, tambah femus pri.
Makan-makan!™
Setuju tuh sama er… nomer berapa tadi? Ya pokoknya memang sudah waktunya ganti server. Celeron sudah jauh ketinggalan zaman tuch (gara - gara cache-nya yang memang kecil dan ga bisa memfasilitasi request dalam jumlah besar).
Mending ganti sama AMD64, masih murah meriah bo!
#42: hehe itu server cuma nampung gak lebih dari 2 lusin web. kalo pake AMD64 kan sayang
#41. Makan-makan™
#43: Hnah… ini justru engga wajar… masa sih satu server isinya cuma 24 situs…? Minimal buat BEP tuh butuh minimal 50-an situs (ini juga tergantung sih bayarnya berapa dan gede situsnya) Huehehehe
Kayak situsnya mas Pri ini harusnya sudah pake paging di comentnya. Karena kalau sudah ratusan, berat juga dibuka.
Btw gara-gara comment di sini dapet juga priyadi effect
meski cuman 4 hit.
#45: ah, ini kan server bukan buat jualan, isinya situs kita2 semua
#47 kita2x? berarti bisa numpang barangnya fahmi dong
domino effect?
wah ketinggalan deh
Tul tul tul… berarti situsnya juga bisa numpang
#48 howto.pdf ?????
[…] Sebelumnya, Detik Effect pernah meruntuhkan blog saya ini. Walaupun penyebab utamanya bukanlah Detik Effect itu sendiri, melainkan masalah efisiensi perangkat lunak yang digunakan untuk memotori blog ini. […]
Terkenal™ Dehh…
[…] Agustus Kematian Natasha Anya - Begitu menghebohkannya kematian seorang blogger yang dikenal sebagai Sha. Namun beberapa waktu berikutnya, sosok Sha ini dipertanyakan, tentu ada bantahan dan ada yang mengambil jalan tengah. Dan berita kematian ini juga memunculkan istilah baru, detik effect. […]
sukses selalu deh,,,