5 September 2005

‘Khasiat’ Air Heksagonal

Posted under: at 00:06

Harry Sufehmi menyatakan skeptismenya terhadap khasiat air heksagonal dan air beroksigen. Saya sudah melihat demonstrasi tentang air heksagonal ini di beberapa mall. Demonstrasi ini dilakukan oleh orang-orang yang mengenakan jas berwarna putih seperti selayaknya seorang dokter atau peneliti. Sedangkan yang didemokan adalah alat yang katanya bisa mengubah air biasa menjadi air heksagonal. Sebenarnya saya ingin mengetahui kebenaran khasiat air heksagonal tersebut, yang katanya bisa memperlambat penuaan, menyembuhkan berbagai macam penyakit dan lain-lain. Tetapi selalu lupa melakukannya ketika berada di depan komputer.

Air heksagonal pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Mu shik Jhon, seorang peneliti yang tulisannya sering dipublikasikan jurnal-jurnal ilmiah. Jhon mengklaim bahwa air mengandung kluster air dengan enam sisi (heksagonal). Air heksagonal ini stabil dan lebih berguna untuk tubuh manusia dibandingkan bentuk-bentuk kluster air lainnya. Sayangnya, Dr. Jhon sendiri telah meninggal tahun lalu sehingga kita tidak dapat melakukan verifikasi teori ini dengan beliau secara langsung.

Dr. Paul Shin, seorang peneliti dari California State University Northridge melakukan penelitian terhadap air heksagonal dengan menggunakan eksperimen NMR. Hasilnya ternyata tidak mendukung teori Dr. Jhon.

As can be easily seen, the ultrapure (distilled & de-ionized or DDI) water has a 17O-NMR linewidth nearly identical to that for Hexagonal Water and similar to that of M-Water (another “hexagonal water” product). Figure 1 shows an example of actual 17O-NMR data. I conducted additional experiments comparing Hexagonal Water against ultrapure water and found no differences. Regardless of whether I added table salt or vitamin C or if I even diluted these samples of water with tap water, I saw no differences! I will leave it up to you to evaluate the data for yourself, but it is of interest to note that even a urine sample gives a 17O-NMR linewidth nearly identical to that for the Hexagonal Water.

These results do not support Dr Jhon’s conclusions about the unique nature of his Hexagonal Water and this therefore casts a less than credible light on his claims of the therapeutic effects of Hexagonal Water.

Dr dr Septelia Inawati Wanandi dari Universitas Indonesia juga menyatakan skeptismenya terhadap khasiat air heksagonal dari sisi kesehatan.

Septelia secara halus mencoba menjawabnya dari logika ilmiah dasar. Air beroksigen susunan molekul tetap berbeda dengan air heksagonal. Kesamaan keduanya adalah sama- sama mencoba menyuguhkan air dengan kandungan oksigen lebih banyak dari air biasa.

“Namun, pada kedua macam air itu kelarutan oksigen tambahan di dalamnya tetap mudah terlepas. Ada toleransi suhu tertentu, setidaknya sampai di atas suhu ruangan, oksigen terlarut mudah lepas. Kalau lepas, ya lalu menjadi air biasa kembali,” kata Septelia. Padahal, dalam keterangan iklannya, air heksagonal, misalnya, direkomendasikan untuk membuat dari susu bayi, minuman hangat hingga memasak.

“Air heksagonal dan air beroksigen kalau dipanaskan ya pasti oksigen terlarutnya terlepas,” tandas Septelia.

Kalau toh air beroksigen atau heksagonal itu dalam suhu normal diminum, potensi oksigen terlepas tetap besar. Suhu tubuh normal manusia, sekitar 37 derajat Celsius, disebutkan Septelia, memungkinkan oksigen terlarut dalam air terlepaskan ketika memasuki tubuh. Hal ini mirip dengan jika kita sendawa setelah minum air berkarbonat.

Jika diandaikan kandungan oksigen terlarut itu mampu sampai di usus, tetap akan menimbulkan pertanyaan. “Apakah kapiler pada mukosa usus bisa menyerap oksigennya? Apakah daya serapnya lebih hebat dari alveoli pada paru-paru? Setahu saya, sampai sekarang organ yang didesain Tuhan untuk menyerap oksigen hanya paru-paru,” tutur Septelia.

Dari artikel yang sama, Prof dr Waluyo S Soerjodibroto, MSc, PhD, SpG(K) berpendapat lebih ekstrim lagi.

Alih-alih menjadi sehat, produksi radikal bebas berlebih malah berpotensi destruktif pada tubuh. Radikal bebas merupakan molekul oksigen yang kesepian, sebab atom pada orbit terluarnya terdapat elektron yang tidak punya pasangan.

Hal itu membuat si molekul menjadi liar, lalu secara radikal mencari pasangan dengan merampok elektron molekul lain dari berbagai sel-sel tubuh. Sebab itulah ia disebut radikal bebas. Keradikalan berantai terjadi ketika molekul yang terampok ikut-ikutan brutal merampas elektron molekul lain. Kondisi inilah yang lalu membuat sel-sel tubuh rusak.

“Manfaat air beroksigen dan juga air heksagonal, sejauh ini belum terbukti secara ilmiah ataupun secara klinis. Paling hanya testimonial saja,” ujar Waluyo.

Sedangkan skeptisme beberapa staf Kalbe Farma yang mengikuti sebuah seminar tentang air heksagonal juga kurang lebih sama:

Masih sulit untuk memastikan apakah fungsi air hexagonal jauh berbeda dengan air pentagonal, bahkan dalam beberapa hal justru diperkirakan memiliki efek samping. Seperti pembicara mengatakan bahwa untuk mendapatkan air hexagonal dibutuhkan alat untuk memutar air tersebut selama 7 menit, 14 menit, bahkan bisa sampai 21 menit. Makin lama proses pemutarannya makin kecil ukuran molekulnya, dan makin tinggi kadar mineral yang dapat diikat. Yang menjadi pertanyaan apakah benar pemutaran air yang lebih lama akan mengikat mineral yang lebih banyak ?

Produsen air mineral terkemuka, Aqua, juga menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan tentang air heksagonal ini, tentunya secara diplomatis:

Dengan tehnologi magnetik, aerasi dan ozonisasi kandungan oksigen dalam air pun dapat meningkat dan memberikan kesegaran rasa air, tetapi karena perubahan itu tidak stabil maka kesegaran hanya sementara saja.

Technology magnetic dalam proses pemurnian air belum diadopsi dalam keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No.705/MPP/Kep/II/2003 tentang persyaratan Teknis Industri Air Minum Dalam Kemasan dan Perdagangannya.

Sebuah publikasi berjudul “Drinking Water and Water Treatment Scams” dari Auburn University Alabama mencoba untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang penipuan yang berhubungan dengan air minum. Dari sekian penipuan yang dimaksud, di antaranya adalah air heksagonal.

There is a scam that you can treat water with far- infrared light, which will cause special vibrations and energize the water, mimicking what happens when natural springs splash over rocks and natural magnetic fields. This special form of water, sometimes referred to as hexagonal water, is purported to be living water that resonates with the energetic vibrations of your body to amplify your life force.

Water produced by some machines is supposed to have a hexagonal structure and energy memoryâ„¢, which is advertised as being good for all living organisms. Special magnetic filters can supposedly produce water that is eight times as effective as most un- structured water in terms of health benefits. If you cannot afford a magnetizing machine, you can purchase a magnetic drinking mug or magnetic stirring rod that will do the trick.

Selain itu, Stephen Lower –mantan staf dari Simon Fraser University, Vancouver, Canada– juga memiliki daftar penipuan yang berhubungan dengan air minum. Air heksagonal juga termasuk dalam daftar ini.

It turns out that M-S Jhon (who died in 2004) was a for-real scientist and author of numerous research papers having to do with water- and none (that I have seen) containing any of this hokum. It’s hard to believe that a reputable scientist would risk his reputation as a shill for junk science, and I wonder if the poor guy was even aware of this use being made of his name.

Walaupun demikian, ada juga yang mendukung teori air heksagonal ini. Misalnya dr. Yayat Hadiyat dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo:

Sementara itu, dokter dari Bagian Rehabilitasi Medis RS Ciptomangunkusumo Jakarta, Yayat Hadiyat, menyebutkan, konsumsi air heksagonal sebenarnya sudah sangat diperlukan, bagi mereka yang ingin memurnikan bagian dalam tubunya. Pasalnya, bagian dalam tubuh manusia, kini semakin menjadi asam, di samping kebiasaan manusia mengonsumsi makanan berlemak, asap rokok, sayuran berbahan kimia, dll.

“Ini mengakibatkan kandungan air heksagonal yang sejak lahir sudah ada dalam tubuh manusia, kemudian menjadi semakin berkurang. Jika presentasenya sudah mencapai 50 persen, maka secara teori manusia bersangkutan akan meninggal,” katanya

Sedangkan, Zeily Nurachman dari Jurusan Kimia ITB menegaskan pentingnya air heksagonal hanya bagi penderita penyakit.

Jadi, pemberian air minum beroksigen tinggi pada orang berpenyakit atau mengalami gejala penyakit, merupakan langkah berguna. Sebaliknya, pada kasus orang sehat, pasokan oksigen dapat mencapai jaringan yang terjauh sehingga memakai air beroksigen tinggi adalah mubazir.

Saya sendiri bukan ahli atau peneliti air. Tetapi pencarian saya di Internet mengatakan bahwa khasiat dari air heksagonal atau air beroksigen diragukan kebenarannya. Kemungkinan besar khasiat yang dimaksud hanyalah berasal dari efek placebo. Sedangkan hampir semua pendapat yang mengatakan sebaliknya berasal dari orang-orang yang ‘ingin menjual sesuatu’.

Tambahan:

176 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!