Dukung Kenaikan Harga BBM! (2)
Saat ini sedang ramai diributkan isu kenaikan BBM untuk kedua kalinya dalam tahun ini. Melanjutkan tulisan saya terdahulu, saya cuma ingin menegaskan bahwa kenaikan BBM bukanlah sesuatu yang bisa ditawar-tawar. Jika kita ingin Indonesia bangkit, maka subsidi BBM perlu dihapus! Berikut adalah beberapa pendapat saya tentang penghapusan subsidi BBM dalam bentuk tanya jawab.
Mengapa subsidi BBM perlu dihapuskan?
Alasan utamanya adalah karena BBM merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. BBM adalah hidrokarbon yang dibentuk dari proses yang berlangsung dalam skala waktu geologis. Dalam skala kehidupan manusia, BBM praktis merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Artinya, suatu saat nanti akan habis dan sebelum habis harganya akan terus meningkat. Jika BBM disubsidi dengan sistem harga retail tetap, maka besar subsidi sudah pasti akan terus membesar. Fakta ini adalah kenyataan hukum alam.
Tapi Indonesia adalah salah satu penghasil minyak terbesar di dunia?
Itu menurut buku PMP tahun 80-an
. Cadangan minyak Indonesia hanya 5 milyar barrel. Itu hanyalah 0,484% dari seluruh cadangan minyak dunia. Atau hanya 0,614% dari cadangan minyak negara-negara anggota OPEC.
Bagaimana dengan produksi minyak?
Produksi minyak Indonesia pada Agustus 2005 adalah 940 ribu barrel/hari. Ini jauh di bawah kuota OPEC yang besarnya 1,451 juta barrel/hari. Menurut data ini, produksi minyak Indonesia hanyalah 2.75% dari seluruh produksi negara-negara anggota OPEC.
Apakah produksi minyak Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri?
Menurut BP, produksi minyak Indonesia turun 4,5% menjadi 1,13 juta barrel/hari. Sedangkan konsumsi minyak meningkat 1,4% menjadi 1,15 juta barrel/hari. Artinya, Indonesia harus mengimpor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Catatan: saya tidak tahu mengapa data dari Bloomberg berbeda dengan data dari EIA. Tapi bagaimanapun datanya, faktanya tetap yaitu bahwa produksi minyak Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan dalam negerinya.
Selain itu perlu juga dipertimbangkan bahwa tidak seperti kebanyakan negara-negara penghasil minyak lainnya, Indonesia adalah negara yang banyak penduduknya. Walaupun cadangan minyak Indonesia tidak sampai 1% dari cadangan minyak negara-negara anggota OPEC, jumlah penduduk Indonesia adalah 42% dari seluruh jumlah penduduk negara-negara anggota OPEC.
Saya tidak setuju penghapusan subsidi BBM karena akan memberatkan rakyat! Dan kekayaan adalah milik negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat!™
Saya tidak setuju mempertahankan subsidi BBM karena akan memberatkan rakyat
. Subsidi BBM akan menghasilkan anggaran belanja negara yang defisit. Akhirnya akan berimbas kepada semakin banyaknya hutang negara atau nilai tukar Rupiah yang semakin melemah. Jika subsidi dipertahankan, efeknya akan jauh lebih memberatkan rakyat daripada jika subsidi dihapuskan.
Bagaimana seharusnya proses penghapusan subsidi dilakukan?
Secara bertahap dan berkesinambungan. Tidak seperti sekarang, kalau sudah terdesak, baru subsidi dikurangi. Seharusnya subsidi BBM direvisi misalnya 3 bulan sekali, ini adalah jangka waktu yang menurut saya tidak memberatkan rakyat dalam hal besar kenaikan harganya, tetapi juga cukup lama rentang waktu antara overhead administratif dalam menaikkan harga BBM.
Dan tentu saja, subsidi BBM tidak perlu ditunda hanya karena takut tidak dipilih dalam pemilu mendatang
.
Apa masalah terbesar dalam hal penghapusan subsidi ini?
Rakyat yang tidak dapat melihat sesuatu yang buruk bagi mereka, terutama untuk jangka panjang. Sebagian besar rakyat menuntut BBM disubsidi, tetapi mereka tidak mengerti bahwa subsidi BBM akan memberatkan mereka. Saya yakin para mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM memang tulus membela rakyat kecil, tetapi sepertinya mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.
Saya tidak setuju kenaikan BBM. Kalau pemerintah kekurangan dana, harusnya basmi korupsi, bukan dengan menaikkan harga BBM. Seandainya harga BBM dinaikkan, pasti akan dikorupsi juga.
Korupsi dan subsidi BBM adalah masalah besar bangsa Indonesia. Tetapi kedua-duanya bisa diselesaikan secara paralel. Seandainya besok korupsi 100% lenyap dari Indonesia, hal tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah subsidi BBM. Suatu saat nanti APBN Indonesia akan defisit juga akibat beban subsidi BBM. Dan seandainya jika subsidi tetap dipertahankan, bukan merupakan jaminan bahwa korupsi akan hilang dari Indonesia.
Untuk membasmi korupsi caranya bukan dengan mempertahankan subsidi BBM, tapi dengan menegakkan supremasi hukum. Korupsi bukanlah alasan untuk tidak memperbaiki kinerja negara di bidang yang lain.
Berapa harga BBM di negara-negara lain?
Silakan lihat ulasan Fahmi di sini. Jika anda ingin menghitung perbandingan beban negara terhadap subsidi BBM, silakan gunakan tabel konsumsi BBM atau populasi negara tersebut.
Pendapatan per kapita Indonesia di bawah negara-negara lain yang harga BBM-nya lebih tinggi. Jadi mengapa mengikuti harga BBM di negara-negara tersebut?
Karena pendapatan per kapita, GDP atau GNP bukan merupakan parameter menentukan harga sebuah produk. Parameter-parameter penentuan harga sebuah produk adalah:
- Biaya pembentukan bahan baku
- Nilai tambah terhadap bahan baku
- Transportasi dan distribusi
- Profit bagi pelaku
GDP dan GNP mungkin hanya berpengaruh secara tidak langsung terhadap biaya yang dikeluarkan untuk membayar sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pembuatan produk.
Karena itu, BBM tanpa subsidi di Indonesia kemungkinan besar akan lebih murah daripada sebagian besar negara-negara lain, karena:
- Indonesia memiliki banyak ladang minyak dan relatif dekat dengan sumber minyak lain (Australia, Timor Timur, Malaysia, Brunei), sehingga meminimalkan biaya transportasi.
- SDM Indonesia murah, sehingga meminimalkan biaya SDM.
Sedangkan profit bagi pelaku bisnis BBM hanya dapat diminimalkan jika terdapat pelaku bisnis lebih dari satu entitas dan tidak berlaku sistem kartel.
Changelog:
- Tambahkan fakta mengenai banyaknya penduduk Indonesia dibandingkan negara-negara OPEC
- Tambahkan opini tentang korupsi
- Tambahkan taut ke daftar harga BBM dari Fahmi
- Tambahkan wacana tentang GDP/GNP
gaje saa yg gak ikutan
Saya sepakat dengan argumen-argumennya, tapi saya kurang setuju kalau hanya dilihat dari sudut pandang itu saja. Apalagi setelah saya membaca berita didetik ini. Saya sudah kehabisan kata-kata…
Setuju sekali!
BBM naik dollar turun saya ikut DUKUNG

kalo BBM naik dollar naik juga mahh WADUHHHHHHHH
Memang sudah seharusnya subsidi BBM dihapus setahap demi setahap. Hanya saja, seharusnya pemerintah punya konsep yang jelas, jangan sekedar pakai konsepnya tukang tambal ban.
Dukung kenaikan GAJI SAYA
, dan kalau BBM mau naik silahkan.
Harusnya DUKUNG KENAIKAN GAJI !
Baru setelah gaji naek kita dukung kenaikan BBM.
Solve problem dulu baru upgrade
asal kompensasi ke sektor lain itu bisa dilaksanakan, sy pikir fair2 aja. tapi kalo lantas setelah bbm naik, tapi biaya pendidikan masih mahal, biaya kesehatan gak terjangkau…trus??…
secara mendasar saya setuju, apalagi kalo dana itu dialihkan ke sektor lain, pendidikan misalnya. dan yang pasti tidak dikorupsi. itu saja.
–budiw
Memang tidak mudah untuk melupakan sejenak kepentingan jangka pendek perut sendiri dan melihat kepentingan bangsa secara keseluruhan dan jangka panjang.
“Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” tinggal sekedar slogan masa perang, cuma inget kalo convenient aja, misalnya keroyokan atau mendukung tim sepak bola. Hehe.
Mengerti apa yg dijelasin Pri di atas itu baru setengah jalan aja. Dari sejak SD atau SMP sudah selalu diajarin kalo BBM itu tidak bisa diperbaharui, tapi jarang ditekankan kenapa itu penting. Mari berhenti mengeluh dan mulai berhemat penggunaan sumber daya yg tidak bisa diperbaharui dan mulai mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Mulai dr hal kecil dan mulai dr diri sendiri, kalo semua org melakukan ini pasti ada efeknya.
Katanya negara merdeka tapi kok dijajah sama BBM.
Setuju BBM naik, karena negara ini tidak kuat.
Tidak kuat uangnya
Tidak kuat untuk tidak menyelundupkan
Tidak kuat untuk tidak korupsi
Tidak kuat untuk tidak ikutan borong dollar
Hiks
Standard Gaji juga harus naek. Hidup!!!
Yang BT mah gini, skrg kalo full tank-in motor cuma 5000 perak. Ntar kalo naek, 5000 perak cuma dapet 1,5 liter saja….ugh!!!
Beli sepeda aaahh….
Saya juga dukung kenaikan harga BBM. Memang suatu perubahan itu butuh sesuatu yang menyakitkan terlebih dahulu seringkali. Mengenai mahasiswa yang ikutan protes harga BBM, besar kemungkinan mereka memang belum dapat melihat lebih jauh seperti apa yang dipaparkan oleh Mas Pri disini.
aku juga setuju banget, kemarin juga menyullis artike yang sama http://www.myraffaell.com/blog/22/09/2005/seharusnya-bbm-naik-ngga-sih/
saya juga tidak setuju kalau hanya harga bbm yang naik. efek jangka panjangnya akan tetap memberatkan rakyat tanpa kesadaran para oknum. so, hapus subsidi bbm + dukung program pemberantasan korupsi. itu baru klop.
Cari Alternatif energi lain. Nuklir misalnya.
apa nih? bbm? hm… terserah ajah.
#4, kalau dollar menguat, artinya kita lebih banyak mengimpor ketimbang meng-ekspor. dan kalau dollar menguat, seharusnya indonesia malah untung, karena nilai barang ekspor-nya menjadi lebih kompetitif.
memang harus naik
tetapi, hal ini tentunya harus diikuti dengan kenaikan gaji pegawai dan semuanya… should be fair 
*mode mendengar*
mmm… memang harus naik..
*inget2 posting di blog gw…*
16 September 2005
Adik saya yang SMP tempo hari cerita, duit SPPnya yang 27,5 mo ditabung. Katanya dapat subsidi, terus dia tanya subsidi itu apa
09 September 2005
Sopir angkot yang saya tumpangi sharing, dia senang subsidi BBM dihapus, anaknya yang SMP cuman perlu bayar uang sekolah separuh dan yang SD gratis sama sekali.
Dia juga gak khawatir masa depan, nanti tarif angkot juga naik sendiri.
@#18 kalo dollar nya menguat juga ntar sayah bayar om jay mahal donk om
Harus naik kah? Alasan utama naik itu gara - gara APBN pemerintahnya sendiri udah berat banget buat nutupin anggaran biar engga defisit. Intinya, pemerintah pengen nyari duit lebih.
BBM itu memang harus naik, tetapi bukan dengan serta merta melepaskan harga pada mekanisme pasar, melainkan dengan menyediakan alternatif lainnya. Apa kabar tenaga biogas? Apa kabar tenaga sel surya? Apa kabar tenaga angin?
Sebagian besar pengkonsumsi BBM adalah kendaraan pribadi, emang bener. Tapi ini karena pemerintah sendiri gagal untuk menyediakan fasilitas angkutan publik yang layak. DKI Jakarta saja yang merupakan ibu kota negara hanya memiliki 1 alternatif mass transportation (Trans Jakarta). KRL-nya? Amburadul dan tidak layak.
Plus, adalah sesuatu hal yang bodoh bila kita selalu membandingkan harga bensin dalam negeri dengan harga bensin wilayah lainnya. Mengapa? GDP dan GNPnya saja sudah kalah jauh. Kalau mau, silahkan bandingkan dengan proporsional, yaitu dengan negara - negara berGDP sama dengan Indonesia, baru lah adil perbandingannya.
#2: wacana tentang korupsi sudah saya tambahkan di tulisan saya. intinya, korupsi dan subsidi BBM adalah dua masalah besar negara. dan keduanya bisa diselesaikan secara paralel. korupsi juga bukan alasan untuk tidak memperbaiki kinerja negara di bidang lain.
#16: untuk menggantikan BBM mungkin sulit kalau pakai nuklir, kecuali kalau mobil2 sudah bertenaga hidrogen misalnya. untuk sekarang, energi alternatif yang baik adalah ethanol dan biodiesel, apalagi indonesia mendapat terik matahari sepanjang tahun. sedangkan nuklir tempatnya adalah untuk menggantikan penggunaan bahan bakar hidrokarbon di pembangkit listrik.
yah… kalo merunut hal tersebut, memang BBM harus naik, hanya saja mungkin cara berfikir kita yang harus kita rubah. BBM naik != menyengsarakan.
yang penting lagi bebaskan indonesia dari MAFIA-MAFIA berdasi!
Mafia go to hell™
#24:
nah, ini pemikiran yang salah. APBN itu adalah anggaran seluruh rakyat indonesia. sedangkan pemerintah hanya diberi mandat untuk mengelolanya. kalau APBN defisit, yang merasakan efeknya ya rakyat juga. jadi hentikan dikotomi antara pemerintah dan rakyat di sini, karena APBN itu duit rakyat juga.
kenapa tidak? mekanisme pasar adalah satu-satunya cara supaya harga menjadi murah. kalau ada yang jual kemahalan, pasti bisa dikontrol dengan adanya kompetitor yang harganya lebih murah. sayangnya, kalau sekarang yang main di sini cuma pertamina.
ini setuju, tapi sudah tau harga biodiesel/ethanol berapa setelah diproduksi masal? menurut perhitungan, harganya di atas Rp 4500/liter. seandainya harga BBM masih 2400/liter ya gak akan ada yang jualan biodiesel/ethanol. sedangkan sel surya/angin gak cocok untuk menggantikan BBM karena untuk mensintetis BBM dari energi lain cukup sulit dan tidak efisien.
hehehe, seandainya saja harga suatu produk ditentukan dari GDP dan GNP. mungkin saya bisa beli mobil dengan harga 10 juta, powerbook seharga 1,5 juta, rumah seharga 10 juta, digital camera seharga 200 ribu, dst
btw, GDP/GNP kita gak akan naik2 kalau tetep keukeuh mau subsidi BBM. negara lain pakai uangnya untuk membangun negaranya, tapi kita justru menghambur2kan uangnya
sampai kapanpun gak akan kompetitif dengan pembangunan di negara lain.
setuju. walaupun guru saya disekolah menolak habis-habisan akan kenaikan harga bbm, rakyat kita itu banyak yang menolak gara-gra pendidikan mereka ga’ memadai…..
menurut gue, harusnya dari dulu kita “bertahap” menghapus subsidi bbm. ini sekarang jadi heboh karena pemerintah yg dulu2 tidak melakukan ini. dengan nafas yg sama, seharusnya kita menggalakkan pengembangan energi alternatif, dan jangan tunggu di dikte sama negara lain.
setelah mati mati listrik, yg malah laku keras adalah genset dan bukannya sel surya atau tenaga angin… uh..
Rakyat sudah terlalu lama dibuai subsidi, ‘harga murah’ diidentikkan dengan ‘harga terjangkau’, lebih parah lagi subsidi dikorup. Pendidikan yang kurang juga telah membuat rakyat berpikir hanya untuk perutnya sendiri.
Banyak demonstrasi dan aksi atas kenaikan BBM, sebuah indikasi bagus atas kebebasan berbicara, tapi indikasi jelek terhadap kebebasan berpikir, karena pikiran terkungkung oleh ‘karena harga naik gue makan apa?’, tapi pikiran ‘kalo harga naik berarti gue harus menaikkan pendapatan dengan bekerja lebih giat/maksimal’ untuk diri sendiri dan untuk orang lain.
Yang menyengsarakan rakyat bukanlah karena mahalnya BBM, tapi sumber daya yang berlimpah di segala bidang dikorup.
Tuntutlah gaji naik ketika produktivitas anda meningkat, bukan hanya sekadar trend alasan biaya hidup meningkat.
Gue mah setuju kalo subsidi dikurangi, tapi “penguasa” juga harus mikirin efek domino buat rakyat kecil seperti gue kalo subsidi BBM dikurangi. juga harus ada alternatif sumber energi non BBM yang dapat diperbaharui dan dapat dipergunakan secara massal dengan mudah dan tentunya dengan harga yang sengat terjangkau oleh siapapun.
kalo gue setuju aja BBM naik, emang udah seharusnya ngga pake subsidi. Tapi yang gue sayangkan, kenapa sekarang? sekarang mau Idul Fitri dan Natal dan Tahun Baru. Tanpa kenaikan BBM, harga-harga barang pokok pasti akan naik. Gimana kalo pake BBM ikut naik? Ngga kebayang naiknya.
Menurut gue, menunda 2 atau 3 bulan ngga ada salahnya. Biar efeknya ngga terlalu terasa
Ane sih setuju saje BBM naik, asal, asal ya, asal harga beras, minyak goreng, gula bukan gula-gula ya
nggak ikut naik.
Terus atu lagi Gaji ane mesti kudu naek. Sebab dolar udah naek. Kan di perusahaan asing standart Gaji dolar boo
saya tidak setuju BBM untuk tahun ini naik lagi, apalagi dana kompensasi 100rb yang diberikan pemerintah..adalah buat saya pembodohan kepada rakyat.
lebih baik dicari cara yg lebih bijak seperti yg tertulis disini.
kl tidak bisa…silakan mundur…
-kapanrakyatbisatidurnyenyakkalobeginiterus-
Kini saatnya para akademisi bikin bahan bakar alternatif dan didukung dunia bisnis. Universitas dan politeknik di negri ini kan ada bejibun belom lagi para taukew.
misalnya semacam ini:
http://www.cnn.com/2005/WORLD/europe/09/14/germany.catfuel.reut/
Tapi sih yg kaya tambah kaya yg miskin tambah kere, mal berserakan dan ga pernah sepi. Belom lagi duit yg berputar di dunia gemerlap yg ga pernah berenti.
Saya setuju BBM naek,…selama kontrol pemerintah terhadap pasar bagus. Lihat Malaysia yang mengikat mata uangnya dan otomatis pasarnya akan terikat. Sehingga otomatis harga kebutuhan yang lain tidak ikut naik. Sekarang pertanyaannya,…seberapa sanggupkah pemerintah menjalankan program kompensasi BBM? dan bagaimana membuat solusi efek domino negatif dari kenaikan BBM? mari kita tanya sama orang2 Mafia Berkeley
Masalahnya saja sudah saling terkait dari yang korupsi, harga minyak dunia, penggunaan dana apbn n subsidi, bisnis yang tersentralisasi di Jakarta dll (tambahin sendiri deh).
Karena subsidi itu kan dari hutang negara kita ke negara22 yang katanya kaya(tapi punya utang juga), nah kalo kita ingin mengurangi utang2, maka kita harus berhenti berhutang dan mulai membayar hutang. Yang dananya di dapat dari subsidi yang dikurangin. Efeknya ke rakyat? yah pasti saja, biarpun kita terus berhutang, efeknya juga akan ke rakyat.
Penghapusan dan pembasmian koruptor (yang bagusnya di gantung di depan umum dan ditayangkan live ke seluruh Indonesia) akan mengurangi beban pemerintah dalam memberikan subsidi. Dan rencana pemerintah yang (katanya) akan mensubsidi antara lain pendidikan akan dengan mudah terpenuhi
Rakyat secara langsung akan kena dampaknya, tidak berperikemanusian kah pemerintah? coba bandingkan dengan anak cucu kita yang harus membayar hutang2 orang tuanya? apakah itu berperikemanusiaan?
Pemerintah seharusnya (mudah2an) sudah punya skenario apabila BBM naik, kalo blom punya wah saya harapkan sudah.
Saya sendiri? mulai berusaha untuk berhemat dalam pengeluaran uang, menjaga kesehatan agar tidak sakit, dan mengatur keuangan dengan ketat dan fleksibel.
loh kok jadi blog yah? lanjutin di blog gw deh
sayangnya hal macam ini empuk sekali jadi komoditas politik. padahal subsidi BBM itu pos pengeluaran di APBN. sementara APBN adalah Undang-undang, kesepakatan antara Pemerintah dan DPR, dimana semua pihak harus patuh pada hal yg disepakatinya. kalo dollar naik melebihi asumsi kurs yg dipakai pada APBN, jelas pos subsidi BBM membengkak dari yg seharusnya dong, pemerintah (dan rakyat) harus menangung beban lebih besar, berarti pelanggaran UU. biar UU tidak dilanggar, maka sah untuk menyesuaikan kembali pos beban subsidi BBM sesuai yg telah disepakati bersama dalam UU.
tapi kalo dinaikin, anggota DPR juga yg ribut2, atas nama rakyat lah pokonya (entah rakyat yg mana). makanya kalo rapat bahas UU dateng dong, trus perhatiin bener2. situ yg sepakat, sekarang situ juga yg ingkar, dianggap pahlawan lagi.
dan jangan dulu salahin korupsi. ibaratnya sih, batuk ga akan sembuh dengan minum norit.
naik lah naik lah tapi inget rakyat
aku setuju kalo dolar turun jangan bbm.
Rakyat Indonesia harus sadar bahwa irit bbm itu perlu
[…] Tulisan ini sebenarnya merupakan komentar dari pak priyadi tentang kenaikan bbm. Saya lanjutin di blog saya deh soalnya udah kepanjangan, jadi kalo pengen tahu masalahnya, baca dulu blognya pak priyadi lalu baca komentar saya di sini […]
Saya sangat setuju BBM naik
kenapa, karena bangsa indonesia pengennya apa2 murah, nah kalau murah kan berarti negara terbebani dengan anggaran karena harus mensubsidi BBM, yang nota bene di nikmati oleh 80 orang kaya, karena yang miskin ngga punya mobil.
naikan saja 100% dari harga sekarang dan konpensasinya buat mass rapid transportation untuk rakyat, jadi yang punya mobil juga mau naik bus umum atau naik metro/subway.
karena sudah terbiasa dengan BBM murah orang indonesia termasuk boros BBM, ngga menggunakan dengan wise, sedangkan cadangannya sudah hampir habis, nah nanti kalau kita sudah 100% jadi pengimpor bisa kacau balau kalau ngga siap dari sekarang.
buat mass rapid transporation di kota besar, dan sub ordinary yan terpadu di kota2 sub urban, buat technology nuklir untuk PLN, bisa bikin di Indonesia timur biar jadi lebih berkembang. naikan pajak kendaraan,
hidup memang makin sulit dan indonesia sudah tidak lagi kaya raya, kita sudah kere mere alias bangkrut.
sekarang saatnya orang indonesia merasa hidup ini mahal jadi jangan lah berfoya-foya, bayangkan kalau anda tinggal di eropa semua sudah mahal, beras 1KG aja disini 1.9€, jadi bangsa kita harus kreatif mencari solusi bukan cuman berteriak turunkan harga, berikan subsidi, karena subsidi akan secara pelan tapi pasti bikin mati bangsa ini
orang Indonesia apa2 pengennya murah?
apa iya orang indonesia saja? kayaknya dari sudut ekonomi wajar deh (sori… kalau nge-judge bangsa sendiri secepat itu rasanya nggak asyik).
BBM naik yang lain pada marah sebenarnya wajar aja. kita biasa dengan nostalgia ajaran waktu sekolah2 dulu, bahwa di tanah ini tongkat kayu dan batu jadi tanaman katanya. Bangsa yang kaya, demikianlah!
Lalu? Kalau memang kenaikan itu mutlak, tolong beri tahu rakyat donk konsekuensi dan perhitungannya yang kira2 akan membuat rakyat merasa lega dan nyaman membayangkan indonesia lebih baik paska BBM naik.
Membayangkan?
hmm…. aku nggak berani menulis kata “mengharapkan”. Kayaknya harapan lebih sering jadi pahit
no commento
#25 #2 yang berat pasti memberatkan, entah itu membawa kebaikan dalam jangka yang lebih panjang tho?
*kok jadi ngawur begini…
hari ini beban terberat adl beban psikologis, bagaimana mungkin kita dipaksa menerima realita, kita disuruh memikul seuatu yang suangat berat, sementara disi lain pihak yang menyuruh tenang2 saja, tanpa perlu merasa bahwa beban itu memang harus dipikul bersama.
oklah BBM naik, tapi para koruptor (atau yg diduga kuat korupsi) yang merusak tatanan itu di-petrus saja, tak perlu berbelit2 pake pengadilan…
Kalo subsidi dilepas dan harga bensin mengikuti pasar dunia, bisa jadi kira2 Rp 10.000 an per liter. Mahal sekali, tidak kuat rasanya. Pasti harga bahan pokok lainnya juga ikutan naik, makin tidak kuat lagi rasanya.
Kalo begitu rakyatnya dibagi dua kelompok aja: (1) yang lemah ekonominya dan tidak mampu menahan rasa sakit, (2) yang kuat ekonominya dan mampu menahan rasa sakit.
Kelompok 1 dapat “kartu tanda subsidi pembelian BBM dan bahan pokok”, kelompok 2 tidak.
VOTE PRIYADI FOR PRESIDENT!!!!!
Er… postingan yang # berapa yah…: Itu justru lebih salah lagi. Ok lah penghapusan subsidi mungkin akan mengurangi beban APBN (note: sedikit). Bagian yang terbesar dari RAPBN itu sendiri ada di mana sih? Justru ada di pembayaran hutang dan bukannya subsidi.
Percuma saja kalau pun BBM dihapuskan tetapi pemerintah tetap ngutang terus, ya tetap saja miskin negara ini. Ditambah pula, siapa bilang mekanisme pasar adalah mekanisme yang paling baik? Dan siapa pula yang bakalan menjamin kalau ada pesaing yang akan menjual lebih murah?
FYI, mulai tahun depan, pertamina mainnya engga sendirian lagi di sini tetapi juga diikuti pemain besar lainnya seperti Petronas dan Shell. Mereka bakalan jual lebih murah? Ga mungkin… ini lah perbedaan logika ekonomi makro dan ekonomi mikro. Yang satu adalah logika demi kepentingan publik dan yang satu lagi adalah logika demi kepentingan sekelompok orang.
Ah ntar saja lah saya bahas lebih panjang di blog sendiri, engga enak comment panjang - panjang di blog orang
#47:
hehe, kalau ada pesaing (selama tidak ada sistem kartel) bisa dipastikan ada kontrol harga. tentunya harganya bisa dipastikan lebih mahal daripada harga yang sekarang yang disubsidi. dan yang lebih penting lagi kinerja penyedia layanan bisa lebih efisien. percuma disubsidi tapi kinerja gak efisien.
kalau mereka jual jauh lebih mahal daripada pertamina ya gak bakalan laku dong. ini sama aja kenapa sedikit orang yang beli pertamax, walaupun kualitasnya lebih baik daripada premium.
komoditi yang lebih penting daripada minyak (beras misalnya) gak disubsidi, tapi kita bisa makan beras tiap hari
hehe, menurut saya subsidi itu BUKAN UNTUK KEPENTINGAN PUBLIK. dunia sedang menghadapi krisis energi dan indonesia masih menyubsisi BBM? kalaupun mau ada subsidi BBM, haruslah strategis, misalnya untuk memopulerkan energi alternatif. dan itupun harus dijaga supaya tidak menciptakan kondisi tergantung kepada subsidi.
coba jangan cuma dilihat dari sisi makroekonominya saja. lihat juga fakta bahwa BBM adalah sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.
#45: menurut perhitungan kompas awal bulan ini, harga bbm tanpa disubsidi sekitar Rp 5500 kalau gak salah.
misalnya gue beli telor sekilo 2000 di pasar, tadinya mau dimasak sendiri, tapi eh ternyata laku dijual di komplek perumahan tetangga seharga 4000. itu juga yang terjadi dengan BBM di indonesia, tempat premium termurah di asia tenggara. kalo dijual di negara tetangga bisa dapet untung lebih dari 100%, ya mending gue selundupin ke luar negeri donks. udah penenggak paling banyak premium itu kendaraan pribadi yang menuhin jalan raya dengan isi 1 penumpang doang, eh ditambah dengan bocornya suplai BBM diselundupin ke luar negeri, masih kurang lengkap apa penderitaan negeri ini?
Gimana kalo subsidi silang mas …!
Jika 1 mobil mewah (BMW,Mercy,Landcruiser,dll) mensubsidi 500 angkot, 1 Mobil menengah mensubsidi 50 sepeda motor .. saya rasa cukup adil.
Teknisnya gimana ?? pikirin sendiri aja .. kan sampeyan yg jadi anggota DPR ???
setuju BBM dinaikan sampai harga sebenarnya…
tapi pendidikan SD s/d SMA negeri digratisin dong
skrg ini mahal bener biaya pendidikan dibandingkan
kemampuan masyarakat…. beda banget sama thn 80-an
dimana iuran bulanan SD ane = jajan seminggu ane….
skrg iuran bulanan SD anak ane = jajan 2 bulan anak ane
sedih euy….
#27
Begini subsidi BBM dicabut, trus harga BBM sama dengan harga pasar itu bagus sekali, tapi coba anda berpikir bagaimana efeknya thd rakyat yang selama 30 tahun merasakan subsidi BBM (baca:BBM murah), bijaksanalah dalam berpikir jangan berpikir hitam putih saja.
bbm naik = nyari kerjaan sampingan yang lebih bermutu supaya ngga berasa kenaikan bbm-nya.
Ada temenku juga yang bilang, kalo kita nih negara manja. BBM harga segitu aja protes. Dia suruh liat harga-harga BBM di negara laen, paling deket malaysia deh.
Tapi dia lupa satu hal kayaknya. Pendapatan perkapita sini ama malaysia juga beda jaoohh gitu…
hoho… sebetulnya yg ngabisin bbm tu kebanyakan orang kaya.. gw waktu itu dah liat data statistiknya…
*punyanya om Faisal Basrie*
kalau orang miskin, lebih banyak mengkonsumsi minyak tanah non BBM…
*PAKAILAH SEPEDA…*
#27:
wah, bukannya APBN kita itu belun transparan mas pri? setau saya belum pernah pemerintah melakukan diseminasi tentang APBN. Yang intensif gitu, macem participatory budgeting. websitenya depkeu yg ada APBNnya aja gak bisa diakses. Mas pri udah baca?
?
Kalau APBN defisit yg merasakan ya jelas rakyat, bukan pemerintah
Jangan2 masalah kenaikan BBM ini hanya itung2an ekonomi aja
#57: sebenernya simple aja, minyak bumi itu sumber daya yang jumlahnya terbatas tapi pemakainya semakin lama justru semakin banyak. menurut hukum supply and demand, dari situ saja bisa disimpulkan kalau harga BBM akan selalu naik. kalaupun pernah turun, itu cuma tren sesaat saja.
jadi, kalau pemerintah menerapkan subsidi dengan sistem fixed price, maka jumlah subsidi otomatis juga makin lama makin tinggi. dan suatu saat dapat dipastikan kalau APBN tidak akan bisa menampung beban subsidi.
menurut saya, bagaimanapun penghapusan subsidi adalah ide yang bagus. subsidi BBM hanya bisa ditunda, tapi tidak bisa dipertahankan selamanya. ini sudah hukum alam, gak bisa diganggu gugat
. dan kalau ditunda-tunda efeknya akan lebih buruk, lebih baik penghapusan subsidi dilakukan secara berkala dan berkesinambungan, daripada seperti sekarang, dikurangi hanya ketika sudah kepepet.
satu2nya alasan yang bagus untuk menunda penghapusan subsidi BBM yang saya lihat di thread ini adalah penarikan subsidi tidak tepat dilakukan di awal bulan puasa. harusnya sih sudah dilakukan sejak awal bulan lalu. memperbaiki kerusakan ketika sedang santai jauh lebih baik ketimbang memperbaiki kerusakan ketika kita memerlukannya.
#53: di atas saya sudah kasih ide untuk menghapus subsidi secara bertahap dan berkesinambungan. anda punya ide lebih baik lagi?
tapi jangan bilang mempertahankan subsidi, karena itu alternatif paling buruk
#55: lihat #27
Lagi2, saya dukung mas Pri.
Subsidi membuat orang jadi slacker. Stop subsidi BBM. Biar pada kerja keras semuanya, alias produktif. Masalah korupsi, Tembak mati koruptor kalo perlu.
Kalau nggak bisa beli bensin, naik bus, kalau masih mahal naek speda, kalau mahal? jalan kaki. Gratis.
.
Kalau nggak bisa beli minyak tanah? beli diwarteg aja. murah meriah.
BBM naik? Gue setuju aja. Akibatnya nanti (mungkin) akan banyak orang bakalan naik angkutan umum dan pada akhirnya nanti macet akan berkurang sebab jumlah mobil pribadi yang berkeliaran berkurang. Konsekuensinya sarana angkatan umum harus lebih aman dan nyaman dong
Saya sebetulnya jauh lebih suka naik public transport atau jalan kaki daripada mobil pribadi, selama tidak mengganggu kesehatan dan keselamatan.
Penyediaan prasarana public transport di kota2 besar seperti Jakarta ini saya rasa menjadi salah satu kunci utk solusi jangka panjang beberapa masalah antara lain: macet, lingkungan dan polusi, ketergantungan terhadap BBM, dan mungkin lain2nya yg gak keliatan secara langsung dampaknya. Yg utk ketergantungan BBM itu kalo public transport udah bagus jadinya makin dikit org menggunakan mobil pribadi (pemborosan a la 1 org 1 mobil) dan BBM yg digunakan oleh public transport itu jadi dibagi bersama antar banyak penggunanya, jadi lebih efisien. Itu pun kalo public transportnya menggunakan BBM.
Begitu prasarana public transport ini udah bagus, baru naekin pajak kendaraan bermotor yg kemudian pendapatan pajak ini digunakan sebagian besarnya untuk pembangunan dan maintenance prasarana public transport ini. Ini menjadi insentif supaya org lebih prefer public transport.
Pemerintah memang udah nggak punya alternatif lain selain menaikkan BBM perlu diketahui cadangan devisa kita tinggal 31 Milyar Dollar dengan subsidi BBM cadangan devisa kita semakin menipis dan negara tinggal menunggu waktu saja untuk bangkrut
Dollar naik karena bank2 dalam negeri bermain valas karena bank2 tersebut dapat bunga SBI akibat BLBI zaman krisis, bank indonesia setiap bulan mengeluarkan 50T tunai untuk bunga tsb dan bank2 malah bermain gila dengan mempermainkannya di pasar valas
beban Hutang dalam negeri juga lebih banyak dari hutang luar negeri kita eh anggota2 DPR kita yg terhormat itu yg pendidikannya S1, S2 & S3 alias SD, SMP & SMA minta pemerintah memohon penghapusan hutang malu donk sama gajinya syarat penghapusan hutang adalah pendapatan perkapita $300 sedangkan negara kita $1200 dan yg minta hutang juga lebih keren (naik mobil volvo, jas dll) sementara yg memberi hutang mis dari jepang cuma naik sepeda emang negara gemblung
Yang menghancurkan bangsa ini sebenarnya adalah sebagian kecil masyarakat indonesia sendiri yang hanya memikirkan diri sendiri, Amerika & pihak2 lain hanya perlu bermain-main sedikit maka hancurlah bangsa ini
pengamat2 ekonomi juga cuma omdo padahal sebenarnya mereka nggak tahu kondisi finansial negara yg sebenarnya cuma tahu luarnya doang. pengamat kaya syahrir baru tahu kondisi yg sebenarnya setelah masuk birokrasi
Saya kira pemerintah sudah berada pada track yg benar dalam membangun fondasi untuk lepas dari krisis tinggal kita semua berpartisipasi mengawasi dana kompensasi BBM agar turun ke masyarakat yg berhak menerima (buruh tani, buruh nelayan, buruh pabrik
DUKUNG KENAIKAN BBM Merdeka
#57
informasi APBN di sitenya depkeu bisa diakses kok
ini bukan masalah antara pemerintah atau rakyat lagi tetapi ini masalah bangsa
Yang diperlukan sekarang saya kira adalah marketing mungkin deplu/pemerintah perlu lebih menyebarluaskan kondisi finansial bangsa ini seperti apa, yang mudah dipahami oleh semua orang. tulisan di media massa/elektronik mungkin terlalu njelimet untuk dipahami.
saya sendiri termasuk yg menentang keras kenaikan BBM maret lalu tetapi setelah kita berdialog dengan temen2 di depkeu kita jadi tahu kondisi finansial bangsa ini seperti apa. apa yg menyebabkan dolar naik?, BBM naik dll
Ini thread kedua dari Om Pri tentang kenaikan BBM! Hmm.. bukan pemikiran yg salah kalau Abe fikir! Abe gag tau harus komen apa, tapi SETUJU kenaikan harga BBM! badewe, untuk Pertamax udah naek duluan, saya mah udah ngerasa suseh duluan!
Teros, sekarang udah mau naek pon tetep ajah BBM langka? SPBU banyak yg tutup sepihak dengan tulisan besar MAAF PREMIUM HABIEZ!!! BAH? apanya ini? apa memang ada penahanan stok BBM supaya bisa untung lebih waktu terjadi kenaikan nanti? Duh, sunggh tidak bisa dimaafkan
Kenapa kalau lihat harga bbm di negara tetangga yang lebih tinggi dikaitkan dengan pendapatan perkapita ? lihat di PNG, harganya berlipat dari Papua. Berapa pendapatan perkapita PNG, Pakistan….
atau alasannya negara mereka ngga menghasilkan minyak ?
#67
masalahnya kan ntar kalo BBM naek, otomatis berimbas ke yang laen. Efek domino lah.
sori, mikirnya masi beda ama om pri nih..

kalo sampe bensin ntar harganya 5000 seliter, waduh…
agak-agak susah juga ngebayanginnya…
#68: sama aja, kalau tetap ada subsidi BBM, efeknya akan terasa juga di sektor2 yang lain. misalnya: rupiah yang fluktuatif dan cenderung melemah, tingkat inflasi yang tinggi, pembangunan yang gak jalan2, dsb.
Kemaren sempet ngobrol ama temen bab BBM ini.
Kalo tika sih, mungkin mampu-mampu aja beli bensin 10rebu seliter.
Tapi kayak Ibu Kantin kantorku nih, dia udah pusingpusing denger BBM naek tinggi banget.
BBM naek buat ngilangin subsidi buat orang kaya?
Okey, kita bisa terima.
Bakal ada bantuan buat rakyat gak mampu, sekarang lagi didata?
Okey, thats good.
Tapi kalo inget kasus JPS, raskin dll dsb, jadi apatis banget.
Ujung2nya kita sepakat, kalo bisa sih BBM nih jangan dulu naek sampe kayak shock terapy gitu. Kita lebih setuju kalo yang naek tuh pajak. Lebih tepat sasaran menurutku.
REFULUSI! REFULUS!
Selama pemerintahannya blom bersih dari KKN, kebijakan apapun yg diambil pasti hanya akan menyengsarakan rakyat kecil n mensejahterakan pejabat2 korup that’s all
#70: kalau gitu mungkin mbak tika bisa membantu ibu kantin kantor mbak tika? masalah BBM ini bukan cuma masalah pemerintah, tapi masalah jaman orde baru yang diwarisi ke kita semua. untuk mengatasinya memang gak bisa cuma pemerintah yang turun tangan.
Memang benar tidak ada pilihan selain menghapus subsidi BBM.
Gua tulis di blogs juga mengenai hal ini
Masalahnya memang oil futures sudah tidak bisa dikontrol karena higher demand dari new economy seperti India,China dan US Sendiri.
Untuk Indonesia yang punya budget devisit berjalan yang sangat terbatas,hampir tidak mungkin untuk meneruskan kebijakan oil subsidi.
Tapi gua setuju juga dengan analisa kalau negara yg mendapatkan efek terburuk dari instabilitas oil futures contract adalah Indonesia.Negara kita lemah sekali begitu menghadapi pressure ekonomi dan politik.
#73
waduh…
#75: tuh kan
