Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono
Dimulai dari senda gurau yang bertajuk Foto Mayangsari Adalah Rekayasa, Herman Saksono kini harus berurusan dengan kepolisian. Pada tulisan tersebut, Herman memodifikasi wajah pada foto intim Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo menjadi tokoh-tokoh lain, yaitu Roy Suryo, SBY, Surya Paloh, Yusril Izha Mahendra, Armand Maulana dan Rhoma Irama.
Pada pukul 10.00 pagi ini saya menerima pesan melalui Yahoo! Messenger dari Herman Saksono. Beliau mengabarkan bahwa atasan beliau mendapat SMS dari tak lain dan tak bukan adalah sang Pakar Pornomatika, Roy Suryo.
Setelah itu, saya pribadi menyarankan untuk merahasiakan masalah ini untuk sementara waktu untuk mengetahui apakah Roy Suryo serius dengan ancamannya ini. Pada saat itu saya masih berpendapat bahwa 68% ini cuma gertak sambal dari sang pakar gadungan. Tetapi ternyata dugaan saya salah, pada sekitar pukul 12.30, saya mendapat pesan dari Tika –rekan kerja Herman– bahwa Herman didatangi oleh orang-orang dari kepolisian! Tika melaporkan bahwa Herman dengan susah payah menerangkan kepada aparat –yang sepertinya awam komputer dan Internet– bahwa ini hanyalah main-main belaka.
Saya sempat berpikir bahwa ini hanyalah gertak sambal karena Eko Juniarto pernah merasakan hal yang sama. Roy Suryo –yang juga masih kerabat dari Eko Juniarto– pernah mengancam atasan dan mertua Eko melalui SMS. Pada saat itu Roy Suryo mungkin ingin membalas dendam hanya karena kalah telak dalam diskusi pada beberapa mailing list. Saat itu Eko dan 68% anggota mailing list mematahkan teori Roy Suryo bahwa ‘metadata’ sebuah citra digital tidak dapat dimodifikasi. Namun sampai saat ini, ancaman Roy Suryo tersebut ternyata hanyalah sebuah gertak sambal belaka.
Tentunya ini sebuah alasan yang kekanak-kanakan, dan sama kekanak-kanakannya dengan alasan yang ia gunakan untuk menjerat Herman Saksono. Rasanya SBY adalah presiden yang tidak kampungan untuk dengan ceroboh mengusut Herman Saksono untuk alasan yang remeh temeh™ seperti ini. Lain halnya dengan tokoh lain yang turut menjadi ‘korban’ dari Herman Saksono, yaitu Roy Suryo sendiri.
Jika Herman bisa diusut hanya karena senda guraunya, lalu bagaimana dengan media massa yang saya lihat tidak jarang menampilkan karikatur presiden maupun tokoh lain dengan pesan-pesan politis yang tentunya lebih daripada sekedar sebuah senda gurau?
Mungkin sudah saatnya bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat untuk merevisi kembali keputusannya untuk lebih selektif dalam memilih kadernya. Tentunya Presiden dan Partai Demokrat tidak ingin citranya hancur lebur hanya gara-gara merekrut seorang ‘pakar’ foto porno yang hanya ingin menggunakan kekuasaannya untuk menekan pihak-pihak yang secara pribadi tidak ia sukai.
Bebaskan Herman Saksono dan kembalikan kebebasan berekspresi!
Tulisan di blog lain yang terkait:
- Support Freedom of Speech in Indonesia
- Buntut Retouch Poto Mayangsari
- Dukung Kebebasan Berpendapat
- Tribute to Momon
- Dukung Kebebasan Berekspresi
- Herman Dicokok Polisi
- 12 Desember
- Dukung Kebebasan Berpendapat…
- Beware of Blogs and “Pakar”
- Dukung Kebebasan Blogger Indonesia
- Mas Herman!!!!
- An Indonesian Blogger Investigated By Police
- Gw Lagi Tugas di KL neh
- Kasus Foto Mayangsari Bambang
- Dukung Kebebasan Berekspresi
- An Open Message to My President
- Apa Pasal?
Roy Suryo ni kayaknya nih!!!
Buntut Retouch Photo Mayangsari >> http://tikabanget.blogspot.com
Apakah ini termasyuk kategori Bas-Bang ?
Oy Uyo emang kebangeten…
bisanya cari sensasi doang…
support Herman !!
Hi Roy!™
huahahaha kalo sang pakar sudah bertindak pasti bikin heboh
cari sensasi kok murahan
*lirik warga gajah yang suka bikin sensasi murahan*
HI ROY!™
lagi² cari muka..
Mmm… sebenernya kreativitas itu bebas nilai ga sih?
Ga ngedukung siapa-siapa sih.
Memang, kalau Herman sampe diusut bahkan diancam 5 tahun penjara, itu sih keterlaluan. Tetapi, jika saja orang yang fotonya dipake untuk lelucon itu berkeberatan, mestinya sang kreator legowo untuk menghapus. Bener ga?
Jadi kalau mau protes, RS dan SBY harus menyampaikan keberatannya ke Herman soal ini. Dan Herman harus legowo juga menghapus foto itu. Joke dan menghina batasnya tipis lho. Karena kadar humor orang berbeda-beda.
Blog lucu gitu kok urusan ke polisi? Tempo juga pernah buat karikatur pejabat yang dibuat nyindir bin lucu, tapi gpp tuh..
[...] Related Blogs: Buntut Retouch Poto Mayangsari Dukung Kebebasan Berpendapat Tribute to Momon Dukung Kebebasan Berekspresi Herman Dicokok Polisi Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono [...]
huuuuuu…… kalau jaman SMP/SMA dulu, gini2an mah langsung deh duel di lapangan bola. Gak perlu ngajak2 bolo main keroyokan
. Paling pulang badan babak belur 
Yang “kebakaran jenggot” itu sebenarnya si Roy Suryo bukan SBY keknya deh….
George W. Bush ajah, fotonya di retouch macem-macem nyantai ajah hehehehe
ataukah ini salah satu cara Roy Suryo untuk “membungkam” para blogger.? Karena selama ini sepak terjang dia selalu terhalangi oleh para blogger
Jadi bingung, internet milik siapa yah? Hi Roy!™
HI ROY!™ jangan cari sensas mulu. udah tua….
Support Herman!!!!!
Hi Roy!!!
Haha..
Aku kok yakin..
Ini smua gara2 Roy Suryo…
Dia pasti ngelapor..
Ato elus2 ******nya si *** hahahahahaha…
Orang yang tidak punya sense of humour gampang tersinggung dan take offense. Dari dulu yg diurusin sama oknum2 idiot bermental penjilat itu ya yg nonsense macam beginian ini, asal bapak senang, bukannya ngurusin hal2 yg lebih penting. Padahal yg perlu dipikirin itu masih banyak yg lebih penting. SBY sendiri aja mungkin cuma senyum2 dan gak tersinggung. Lagipula ini jelas2 lelucon, bukan dengan sengaja menghina. Org bodoh aja bisa ngebedain.
Heh Roy, kalo memang pakar, gunakan ilmumu utk memajukan IT Indonesia, jangan ngurusin hal2 yg gak ada gunanya.
kasihan herman yah!
boss-nya herman kok malah percaya aja yah?
katanya negara demokrasi
what’s so democratic about this??
orang george w. bush aja
di”guyon” abis2an
dari foto2 rekayasa
sampe mtv ngeluarin kartun ttg dia
orangnya cuek2 aja kok
wuaneh
btw, met kenal
#9
Hmmm..
Kalo bener, sih mungkin aja..
Tapi, apa bener yang ngerasa tersinggung itu SBY? Mungkin aja si Roy.. Ya kan?
Seandainya mmg SBY tersinggung, ya saya yakin mas Herman juga rela ati utk ngapus.. tapi kalo yang tersinggung tnyt Roy?!? Itu dia masalahnya…
nb: mgkn aja roy tersinggung karena ada “hubungan kusus” dgn SBY… huahehahheuhakakakakakbakekok…
alasan yg digunakan ga logis banget
Dukung Herman Saksono !
Bagaimana membedakan media publik dan private anyway ?
maksdnya alasan yg dipake roi….
#21
Urusan tersinggung tidak tersinggung memang susah sih. Apalagi kalau selera humornya berbeda.
Detikcom aja tampak hati-hati, yang dipasang bukan foto SBY, tapi foto RS (makin terkenal dong). Padahal kasusnya kan foto SBY.
Tapi, ya itu tadi. Sampaikan aja keberatan. Somasi-lah. Cuman problemnya adalah lenturnya pasal KUHP yang menyangkut delik penghinaan (tapi, hukum memang bisa ditarik-tarik kok).
Hi Roy

Dukung Herman Saksono !
Namanya jg Pakar Pornomatika…
bawaannya ngacoooo mulu…
kelaut aja mbah…
knp sih yg kek ginian aja diurusin. ini kan cuma simply joke. kalo keberatan ya ditegor aja, minta diapus postingannya. ga usah bawa2 polisi segala. emangnya ngeretouch foto itu tindakan kriminal??
hi, roy™! kurang kerjaan ya? sering blogwalking & ngurusin yg kek beginian doang… huhuh
Lagi-lagi Roy berulah. Tapi saya yakin, presiden SBY pasti bisa memahami kretivitas yang dilakukan oleh seseorang, meski disampaikan melaui ranah publik.
[...] More reading and toughts … This site, this site, that site, and of course this site … [...]
Kalau sudah bicara soal hukum, memang mau tidak mau kita harus lihat ke tatanan hukum (kadang resikonya jadi seperti ndak masuk akal). Dan ini juga terjadi di negara lain (maju).
Untuk kasus ini mungkin kita harus kalem berfikir, tatanan hukum yang ada, definisi public sphere/private sphere, juga termasuk keabsahan dari suatu foto, serta intensi pelaku.
Gambar karikatur tidak sama dengan pengubahan foto asli, jadi tidak bisa dijadikan alasan karikatur dibolehkan foto tidak (ini bergantung pada perundangan yang berlaku di negara tersebut). Tentu saja ini semua harus didefinisikan dahulu batas-batasnya. Untuk kasus ini, saya sendiri tidak tahu situasi sebetulnya, dasar hukum yang digunakan, jadi milih tidak berkomentar dan baca-baca, dan dengar-dengar dulu.
ck…ck…..ck….
satu bukti lagi kalo polisi emang tiada gunanya
ups ditangkap juga gak ya kalo komen kek gini
HiRoy.com
[...] Cuplikan SMS dari Roy Suryo yang ada di Blog priyadi, ini jelas sekali menunjukkan kearoganan beliau, pamer tugas di KL entah apa yang dilakukannya disana dan membawa nama paspampres: Yth, ini Roy Suryo (saya pas tugas di KL, Malaysia).Just FYI dulu, seorang karyawan anda, Herman Saksono, melakukan tindakan yang bisa fatal bagi .Dia merekayasa foto Presiden SBY dan hal tsb dianggap serius oleh Paspampres, kini sedang ditangani Polda DIY.Call me untuk detailnya. [...]
RS memang gila hormat!
Kasus Foto Mayangsari-Bambang
Akhirnya foto Mayangsari - Bambang Tri yang beredar di internet menuai masalah baru.
Dan yang ketiban masalah itu adalah salah satu blogger yaitu Herman, karyawan Gama Techno, perusahaan IT di kota DIY.
Pertama kali tau masalah ini dari milisnya Detik…
yang saya aneh, kok roy suryo percaya sama media yang bernama BLOG? saya masih ingat pernyataan roy suryo yang mendiskreditkan blog sebagai sumber yang tidak dapat dipercaya.
so, ngapain lu percaya sama blog roy!!?? bangun men… ini katanya udah masuk era web 2.0. and you still using the old system.
Hi Roy!™
[...] Priyadi [...]
Sebaiknya kita jangan membuat situasi lebih buruk dengan menggunakan kata2 yang kurang simpatik. Kasihan Herman kalau ini akan membuat dia makin ’susah’ ketika diinterogasi.
Ada rekan blogger yang punya saudara atau teman berprofesi sbg pengacara?
Kalau kita mau membela Herman, kita harus cari pengacara buat dia.
Rekan blogger yg juga pengacara, bantuin kita doong..!
SBY mungkin tidak tersinggung, dan bahkan mungkin belum tahu ada foto hasil “editan” itu. RS jelas mengetahui bahwa itu foto palsu (ingat contoh foto palsu versi didikgate yang dibawakannya di TV).
Tapi…. mari kita lihat hukum positif Indonesia.
Di UU (entah nomor dan tahun berapa, tapi ada) tertulis bahwa penghinaan terhadap KEPALA NEGARA bisa diancam hukuman penjara. Tidak perlu harus ada pengaduan dari Kepala Negara. Negara (dalam hal ini jaksa) bisa melakukan penuntutan.
Tidak perlu ngotot dengan polisi karena gambar itu memang bisa dianggap sebagai penghinaan. Berikan penjelasan komprehensif tentang asal muasal pembuatan gambar tersebut, lalu minta maaf dan hapus saja gambar itu dari blog.
Tentang RS, keep making a good campaign to kick him to the ocean. Nyumpah2in gak ada gunanya. Pelan, namun pasti, orang awam pun akan sadar kalau dia bukan pakar, bahkan untuk bidang pornomatika sekalipun (didikgate *dan sekarang kasus ini* sudah membuktikan bahwa foto bisa diedit seenaknya secara hampir sempurna). Fight politics with politics.
“PAKAR” = KAMPUNGAN!
Yuk, rame-rame pasang foto KRMT RS hasil retouch. Kita tulis sumbernya, blog Bung Herman, sebagai bentuk demonstrasi…
Kalau ingin membantu Herman Saksono, gunakan kepala dingin. Jangan malah membuat Herman Saksono berada di situasi yang makin sulit dengan terbentuknya opini publik yang kurang tepat.
Kepala dingin, baca-baca buku hukum, berikan saran ke pembelanya.
[...] Thread Terkait : Blog Herman Saksono, dasar penangkapan oleh Polisi bego Priyadi.Net TikaBanget.blogspot.com Secandri.Com Achmadi.Net DetikInet.com Comments » [...]
ntar gw ganti wajahnya mayang dengan si Roy
biar gw ditangkap juga polda DIY, mumpung gw juga di jogja sekarang.
http://www.wongpati.com
Roy yang aneh
Roy Suryo ada2 aja, masa’ pake acara ngelapor ke atasan momon, kan blognya dia sifatnya personal, pribadi..gak ada hubungannya ma tempat momon kerja, apa maksudnya coba..! kenapa gak sekalian lapor ke universitas tempat dia kuliah, kenapa gak ngelapor ke pak RT tempat dia tinggal, kalo ngingetin orang ya langsung aja! gak usah lewat orang!!!! emang bikin sensasi aja tuh orang!!! gw malu jadi orang Indonesia gara-gara dia
kita gak bisa bandingin tuh SBY ama GWB karena kita jelas hidup di negara dengan kondisi sosial politik yang sangat berbeda iklimnya. Tuh foto buat polisi kita (yang rata-rata emang gaptek pooll) pasti dikategorikan sebagai penghinaan terhadap presiden, paling nggak kita harus bantu dengan kampanye asal muasal pigimane bisa jadi tuh foto. Setuju dengan komen-komen sebelumnya kalo dalam situasi skrg yang paling bisa bantu Herman adalah pembelanya. Nah masalahnya, sudah adakah pembelanya skrg ?
ini dapet sms dari si zikri nih, katanya sms dari roy suryo ke daftar wartawan korban sms-nya:
apakah ini sms asli dari roy suryo? dari gayanya sih, 68% yakin. scratch that, 102% haqqul yakin.
pengen sih ngeblog soal ini, tapi lagi having a splitting headache.
Hi Roy!™
Iya, mungkin yang perlu dipertahankan adalah content blogznya Momon ni adalah lelucon. Kayaknya kalo yang dipertahankan adalah kebebasan berpendapat, bakal jadi panjang dan runyam deh…
[...] Kejadian ini terjadi pada salah satu Blogger Indonesia, Herman Saksono, Ia harus berurusan dengan polisi dikarenakan gurauan dalam Blognya dalam posting Foto Mayangsari adalah rekayasadisana ia memodifikasi foto-foto dari pasangan Mayang Sari – Bambang Trihatmodjo dengan gambar dari beberapa tokoh lain. Dari postingan Priyadi, Wahyu, Toni, Tika, Idban, Didik, dan Paydjo, serta dari Detik dan Detik terlihat bahwa ada orang yang memanfaatkan kondisi ini sebagai ajang untuk menaikkan pamor ia dimata orang nomor satu Di Indonesia. [...]
Kalau tidak salah, alasan pembuatan gambar2 itu untuk menunjukkan ke orang yang mengaku pakar tsb bahwa gambar mayangsari tsb bisa jadi adalah palsu kan? buktinya bisa diedit seenaknya, bahkan gambar SBY juga bisa ditempel.
[...] Dukung kebebasan berpendapat!! by Toni. Tribute to Momon by Paydjo Buntut Retouch Poto Mayangsari by Tika_banget Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono by Priyadi Dukung Kebebasan Berekspresi by Aris « 12 Desember… [...]
Oalah si Roy™ bikin ulah lagi … KAMPOENGGG™
Eh, om Pri..
Bisa minta diedit gak blogznya..
Beliau mengabarkan bahwa atasan beliau mendapat SMS ancaman dari tak lain dan tak bukan adalah sang Pakar Pornomatika, Roy Suryo.
Mungkin sebenarnya tidak bisa digolongkan sms ancaman. Tapi sms informasi..
Jangan sampe beliau yang terhormat menemukan celah buat nuding om Pri lagi..
Eh, om Pri..
Bisa minta diedit gak blogznya..
Beliau mengabarkan bahwa atasan beliau mendapat SMS ancaman dari tak lain dan tak bukan adalah sang Pakar Pornomatika, Roy Suryo.
Mungkin sebenarnya tidak bisa digolongkan sms ancaman. Tapi sms informasi..
Jangan sampe beliau yang terhormat menemukan celah buat nuding om Pri lagi..
Polisi hanya menjalankan tugas karena ini jelas merupakan pelanggaran pasal penghinaan kepada Presiden. Apabila gambar atau figur presiden dikaitkan dengan hal yang jelek-jelek apapun alasannya, tetap dianggap sebagai penghinaan. Tidak ada yang namanya kebebasan berekspresi, apalagi melibatkan presiden selama masih ada pasal tersebut (pasal 134 KUHP?)
Lain halnya dengan Boy Kuyo yang juga sama-sama menjalankan tugas (tepatnya di KL, Malaysia).
Kapan ya Roy Suryo bikin eh kok bikin punya web sendiri ?? pasti aku yg no.1 ancurin dia punya web dan kemana aja terus aku kejar hehaha
Setuju dengan #55. Kebebasan juga kan ada batasnya dong. Saya sendiri menikmati kok hasil retouch-nya Momon
.
Yang justru perlu dikasih pelajaran ya si Pakar Gadungan™ itu. Siapa lagi coba yang ngelaporin? Ah orang ini tambah bikin perut mules saja…
Kebebasan berekspresi tetap ada batasnya. Kalau sampai melakukan hal yang menodai identitas negara (misal kepala negara), itu sudah masuk wilayah hukum yang harus dipertanggungjawabkan. Sebelum melakukan hal tsb seharusnya Herman bisa berpikir dua kali, dan mempertimbangkan untung ruginya. Toh dia bukan anak-anak lagi.
nb: sedih juga melihat generasi muda sekarang hanya terjebak pada ekspresi tanpa melihat lebih jauh kepada esensi apalagi prestasi.
Postingan di blog itu sudah dihapus. Sepertinya itu salah satu hasil akhir proses melelahkan yg dilalui Herman dg polisi hari ini. Simpati untuk Herman
Akhirnya.. Postingannya Momon dihapus..
ya’elaaaa… anti klimaks neh…
#66, google cache to the rescue!
Apa Pasal?
Berawal dari tersebarnya foto ‘Bambang-Mayangsari’, yang dipastikan oleh Tokoh Kita sebagai foto asli melalui jumpa pers dengan mengundang sejumlah wartawan berkumpul di sebuah kafe, kasus ini berkembang menjadi kasus pasal 134 KUHP, yaitu penghinaan…
we lost
so. it has come to this. herman’s blog entry has been deleted, all you get is an 404 error. fortunately google had it cached before it was deleted. enjoy it while it last.
…
an open message to my president
let’s be honest. back in 2004 indonesian presidential election, my first choice wasn’t SBY, but Amien Rais. but from five candidates running for president, Amien Rais ranked fourth, and the top two didn’t have the majority vote, so w…
Pak Herman, tabah yah!
Roy Suryo memang kelewatan.. Sedang sensi kali ya?
Gw setuju dgn ajakannya seno utk masang foto RS + MS sebagai aksi prihatin atas dipasungnya kebebasan berkreasi.
Kasus ini merubah sesuatu di diri gw, dari yg tadinya sekedar tidak simpatik thd seorang yang mengaku sebagai pakar telematika (gitu kan dia ingin disebut?) bernama Saudara ROY SURYO jadi bener-bener jijay, magtig, muak dan mual sama tingkah polah Saudara ROY SURYO tersebut.
Gw pikir, alesan kenapa dari sekian banyak tokoh2 lain yang yang jadi OBJEK KREATIFITAS Momon itu koq cuma Saudara ROY SURYO yang kebakaran jenggot (pdhal yg jenggotan mah Oom Rhoma), pasti karena sang tokoh ingin menjaga CITRA DIRInya yg mungkin dia pikir positif (yikes..!). Sadarlah Saudara ROY SURYO, Anda gak ada bedanya sama dukun palsu, mantri palsu, jendral palsu atau uang palsu, karena Saudara hanyalah seorang PAKAR PALSU yang kemunculan “teori-teori”nya selalu dijadiin objek ejekan & celaan (Ya Allah sadarkanlah Saudaraku Roy Suryo ini!).
Cukup Roy! Gw bener2 MUAK! Nih gw pake IP aseli (Saudara kan Pakar, gak susah kan untuk ngelacak? Ayo, sini, gw tunggu dengan senang hati…).
OK, hari ini salah seorang dari kami you kerjain.. besok siapa lagi, Roy?
PS: to Momon, hang in there, broer!
[...] Namun hal ini tidak bagi Roy Suryo. Roy Suryo mengangkat kelucuan Herman Saksono sebagai sebuah tindak pidana. Ini pun sebuah kelucuan bagi saya, sebab masih lebih banyak orang penting, pejabat negara, wakil rakyat dan lain-lainnya membuat kelucuan yang sangat banyak di negeri ini yang seharus lebih penting untuk dikategorikan sebagai tindak pidana. Jadi semakin lebih lucu lagi Roy Suryo yang katanya pakar pornomatika mengadukan kelucuan seorang rakyat kecil ke dalam sebuah perkara pidana. [...]
OOT inih.
Dari cache google soal blog herman itu, aku coba klik link soal perselisihan GIGI dan Rhoma. Egh kok kaga ada… ya udah, cari cachenya.
aku kaga ngikutin infotainment.. tapi kenapa yah berita soal GIGI dan Rhoma itu kok dihapus sama detik??

haiyah, bisa-2 blog ini akan dimatai-2 intel nih
atau sudah? Mas Priyadi, kalo suatu waktu pihak berwajib meminta IP pemberi komentar di blog ini (mungkin mau ditangkap untuk diperiksa), bagaimana pendapatmu?
Sialan tuh si roy, pengen di gampar kali ya?!


buset.. parah bgt sih si RS
… temen gw yg gak tau apa2 ttg si RS ini, jd ikut2an sebel…
Wah, kalo SMS ini emang dari RS, kayaknya Pri bisa bikin delik aduan pencemaran nama baik nih…

Kalo bercanda juga jangan sampe begitulah…
Coba kalo foto bapak anda yang dijadikan lelucon???
Urghhhh semakin bertambah deh sebelku dgn Raden Mas yang satu itu
Hilang sudah semua kepercayaan dan respect ku ke beliau.
Anehnya kenapa ya wartawan televisi & radio selalu njadikan beliau sumber yang ‘wah’ dan ‘hebat’?? Shame on wartawan!
sial banget, teman gua juga, ikut-ikutan mual!
Maunya Nikmati Karya yang LUCU(menhibur) kok jadi ndak LUCU yaa?
Oh Pelawak Digital™
than what’s?
[...] Herman, Roy Suryo dan SBY [...]
Tiada salah seseorang meluapkan leluconya lewat blog pribadinya.
Maksud hati, membuat org tersenyum atau tertawa tp akibatnya lebih dari itu.
Maksud hati, ingin meyakinkan bahwa di dunia digital : Segalanya bisa di rekayasa semudah “mereka” merekayasa ….. di dunia nyata. Tapi ………..
Memang dunia (berpikir) kita berbeda dengan mereka.
—————————–
Segala sesuatu ada batasannya, apalagi sudah di ketahui betapa orang-orang mensakralkan seorang Presiden, walau sekadar fotonya.
Huh……..(irama dunia)
————————–
Bebaskan Herman !
mungkin rekan kita Herman dianggap becandanya dalam tanda kurung keterlaluan oleh beberapa orang karena menggunakan foto presiden RI… walaupun kita semua mendukung kebebasan berekspresi, mungkin ada benernya juga…. dimana ada norma-norma lain yang kita harus (terpaksa) patuhi juga…
yang bikin gak habis pikir, ngapain sih orang yang katanya hebat dan pinter seperti pakar matematika eh telematika itu harus repot-repot menyelidiki, ngirim-ngirim sms sampai lapor ke polisi segala untuk masalah seperti ini ???… apa enggak ada kerjaan lain yang lebih baik untuk memajukan dunia IT Indonesia ???…
saya yakin kalau Pak SBY sendiri gak bakalan mau repot-repot buang waktu untuk masalah ini… malah jadi keliatan seperti orang bodoh karena masih banyak urusan penting negara yang harus dibenahi daripada ngurusin hal-hal seperti ini…
Pagi ini, mengunjungi blognya Herman, entry yang membawanya ke pulisi ternyata sudah dihapus.
Kalau misalnya yang dihapus hanya bagian yang menyangkut Presiden RI, kira-kira masih dianggap salah gak ya?
Maunya oy apa ya?
Jelas sekali kalau publisitas kasus seperti ini tidak akan menaikan pamornya, tapi hanya memperluas sentimen anti Roy Suryo.
Bebaskan Momon…
Foto aja diurusin!!! BOM2 g urus tu di urusin!!
Setuju dengan bloggerz di atas, pajang aja poto2 tersangka R yang lain.. sekalian.. biar tau rasa.. cetek..
[...] Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono [...]
Klo emang delik yang dicari hanya dengan alasan merunut benang merah yang membatasi antara joke vs penghinaan, or kreativitas vs intimidasi, gw pikir gak bakal ada ujungnya.. mie instant aja bisa macem2 rasanya..
in term of creativity & personal taste, siapapun gak berhak melarang siapapun dihalaman pribadi org lain di dunia maya ini.. biar pun SBY or event GWB tau klo Al Qaeda punya site sndr,mereka pun gak ngurusin macem2…
klo emang HI ROY!™ (katanya) sekarang lg aktif2nya di partai Demokrat,apa gak jd paradoks yg ironis ketika kita coba belajar menjadi seorang manusia yg ngerti batasan demokrasi opini org lain…
bravo MOMON!! bravo Creativity!!
Kalo ingin lebih dikenal masyarakat, mestinya berbuat baik terhadap masyarakat. Jangan terus membuat sensasi aja biar terkenal. Indonesia adalah negara demokrasi, jadi jangan bawa2 polisi terhadap masalah ini. Anda jangan terbiasa sembunyi di balik polisi hanya utk masalah sepele. RS, sadarlah Tuhan tahu segalanya. CEREWET banget sih lu itu !!!!
lu itu cowok apa cewek sih !!!
61, 64, Aku setuju. Etika tetap ada walau di dunia maya. Kehormatan Presiden tetap harus dijaga, baik d dunia nyata/maya. Kreativitas di Indon tetap ada batasnya. Kalau kreativitas keblablasan banyak orang yang tersinggung. Gitu aja repot
Kemaren hari yang melelahkan ya.. hehehe..
hahah
tenang aja pak
semua ini hanya pembuktian bahwa blog bapak banyak penggemar dan pendukungnya
Send IM
reply dulu baru baca..
bakal ada detikeffect lagi?
duh, gini nih kalo jarang masuk kampung,
aku jadi gak tau berita baru.
Hi Roy!
Heboh foto rekayasa mayang-bambang..
Wah..wah..wah.. ternyata buah dari ke-isengan membuat heboh. Dahulu, sewaktu foto mayangsari-bambang di’potosop’ oleh Pendekar Potosop, kemudian disebar di kampung gajah, gak ada heboh apa-apa. Malah kemudian oleh pak Roy, digunakan untuk menerangkan…
[...] Sejak kemarin dunia blog indonesia gempar lagi. Pakar kita KRMT Roy Suryo makan korban lagi, kali ini korbannya adalah seorang blogger bernama Herman Saksono. Berkat hasil kreativitasnya me-retouch (baca:edit) foto mesra Mayang Sari dan Bambang. Kali ini yang di retouch bukan Didik lagi, tapi Presiden SBY dan beberapa tokoh politik dan artis lainnya. Sekarang blogger yang bersangkutan sedang berurusan dengan pihak berwajib. Sudah cerita lama memang pakar pornomatika ini cukup sukses menggalang mengumpulkan musuh di dunia maya. Komentar-komentarnya yang ngasal dan cenderung gila publikasi emang sering membuat orang heran, geleng-geleng kepala sampai menjadi geram sehingga lahirlah situs macam roysuryowatch. Selain anti blog dengan mengatakan bahwa blog adalah tren sesaat, pakar kita ini juga anti friendster dan web site pribadi (terlebih setelah pernyataannya dengan angka keramat itu : “68%“
. Aku sendiri sebenarnya gak ada sentimen apa-apa sama sang pakar tapi kok ya lama-lama ikutan sebel juga ya. Coba ada sepuluh saja pakar seperti ini, wah rakyat indonesia bakal dikibulin rame-rame. Pokoknya tanpa memperkeruh suasana, aku dukung deh Herman. Hidup kebebasan berpendapat dan berkreasi. Lagipula itu kan hanya joke, for god sake! SBY nya aja gak ribut kok sang pakar ribur. Dasar gila sensasi! Padahal sikap offensifnya terhadap blogger dulu itu dibalas dengan indah san damaiPesan Cinta Blogger Indonesia pada hari valentine yang lalu. Akhir kata aku ucapkan : Hi Roy!TM. Tulisan terkait : Priyadi, Idban, Didik, Rendy Maulana, Aris Priyantoro, Wahyu Wijanarko, Tika, Payjo, Fatih Syuhud. [...]
[...] Hi, Roy Ini tulisan pertama saya di haydin at Blogsome. Pas kebetulan sedang geger penangkapan ditangkapnya herman saksono dengan Pasal 134 KUHP - Penghinaan Kepala Negara. Ini kelanjutan dari skandal jepit didik-gate 1 Comment » [...]
untung dah bebas sekarang. Jadi gak nih masang foto Mayang + Pakar?
HiRoy!™ Kado akhir tahun nya cuman ini ?
roy…. sag mai dig!!!! *copot kathok*
Program tutup tahunnya “You Know Who”, INJEK-INJEK PAKARBOKEP!!!
sebagai manusia biasa saya yakin sby tersinggung, apalagi anak-anaknya. saya gaptek tolong ajari saya dan mari kita sama2 belajar menghargai orang, apalagi orang yg lebih tua..daripada mendewakan kebebasan berekspresi dgn menghina orang lain lebih baik mendewakan kebebasan ber-ereksi yg bisa menyenangkan orang lain.
HiRoy!™ Kado akhir tahun nya cuman ini ?
iya sih, penghinaan thd kepala negara (dalam bentuk lisan, tulisan, atau gambaran –patung sih nggak
) itu diancam pidana, dan bukan delik aduan jadi jaksa juga bisa langsung menuntut. masalahnya apakah ada niat untuk melakukan penghinaan dgn gambar2 tsb? kayanya ini gampang sekali dibuktikan ama penuntut umum, toh gambar2 yg demikian memang bisa dibilang menghina. trus kalo ini delik formal berarti ga perlu nanya ke presiden dulu apa beliau merasa terhina ato tidak, yg penting perbuatannya bisa dikatakan menghina dan ada buktinya kalo benar terdakwa yg melakukan (dlm hal ini, membuat gambar).
gimana ya lepasnya? find a good lawyer! ato kalo ngga bisa aja sih minta SP3 kalo ada diskresi dari penyidik/penuntut umum (biasanya kalo ada cukup tekanan publik –highly unlikely, ato kalo ada ’sebab2 lain’). ato minta maaf ke presiden, mudah2an beliau emang ga tersinggung. ato upaya terakhir, ngaku salah dan minta grasi.
gimanapun, saya turut bersimpati.
oh, udah beres ya? baguslah.. *fyuuhh..*
berarti lain kali harus lebih hati2, siapa tau kali ini lagi beruntung. congratulations!
Negara demokrasi tapi apa bener demokratis
banyak kan yang nasibnya seperti herman, bahkan lebih parah. jadi inget kisah tisna sanjaya yg karyanya dibakar polisi taon lalu (kalo ini sih yang kebakaran jenggot bukan ’sang pakar pornomatika’, jadi nggak se’lucu’ kasus herman atau ttg show ’sang pakar’ di tv hehehe..), atau mahasiswa&pengamen Jogja yang dipenjara karena (juga) dianggap menghina kepala negara, atau wiji thukul yang sampai sekarang raib… ini soal memberangus hak berpendapat&berkarya (yang karya itu bikin orang lain berpikir kritis dan enggak asal manut sama penguasa). kayaknya kok pemerintah kurang bahagia kalo rakyatnya pinter dan maju pemikirannya; kalo enggak begitu, mustinya urusan internet akan dimurahkan/dimudahkan shg makin banyak yang bisa belajar&bertukar informasi (inget sweeping warnet2, yg katanya kalo buka warnet harus ijin mentri
, gimana pak kelanjutannya?).
kalo karya sotosop herman dibilang tidak menghargai atau melecehkan orang lain, wah gimana dong dengan pemerintah sendiri yang super tegaaaa dengan berbagai alasan dan pembenaran hobi naikin harga bbm, tarif listrik, dll..
salam kenal buat semuanya (excl. intel…
s
kebodohan seorang roy….
[...] Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono [...]
GWE DUKUNG HERMAN DEH ,,…
SECARA MENURUT GWE KEBEBASAN DI DUNIA MAYA TUH PENTING BANGET, JANGAN SOK2AN DEH …HI ROY : MENTANG2 “PAKAR”
~ WORLD WIDE WEB TUH LUAS N KREATIFITAS TUH KARUNIA TERLUHUR DARI TUHAN , YA KAN ????
***cayoo DEH MAS HERMAN !!! RIO DUKUNG,
HIDUP KRATIFITAS***
PS:BWT MIMIT DUKUNG TERUS MAS HERMAN !! ^^ RIO SKARANG DUKUNG DECH ,…
===rio frEi===
>
*gubrak*…
i’ve different opinion on this issue. i mean, we should not make any furore to roy suryo. he seems very much enjoy it! ignore him.
better we emphasize the issue of suppression of freedom of expression in a democratic country and giving full support to herman as the oppressed victim.
gimana dengan bakar patung/boneka/replika dari? itu harus ditangkap jg tuh…wah…banyak orang tuh yg bisa ditangkap
controversy surrounding the message
at this moment i’m at CiToS, meeting with priyadi and his wife and also with judith ms, publicly known as the head of AWARI (Indonesian Internet Cafe Association) and also a lecturer in the field of cybercrime for the Indonesian Police Force.
…
you can’t publish an illegal site address
some interesting topics were discussed at my meeting with priyadi and judith ms (boy came very late at the meeting). as the SMS message explicitly stated that priyadi is a dangerous person, the cybercrime taskforce had marked priyadi as the next targe…
*sms in sby - “kok mau2nya sih bapak dijilat sama benalu roy surya. orang2 spt dia malah lebih bahaya dari herman. tidak perlu retouch wajah bapak untuk mirip seperti suharto, cukup hanya dengan seorang roy suryo”*
Kasus Penghinaan oleh Blogger
http://priyadi.net/archives/2005/12/12/herman-saksono-roy-suryo-dan-susilo-bambang-yudhoyono/...
perasaan yang demo demo ngusung gambar SBY dan gambar mukanya di coret coret-pun nga’ ada yg kena pasal pasal sama sekali… nga adil! huh! vuk de law!
herman i’m on your back…
*kalem, sambil mimik kapucino…
damn Roy™ !
balada si roy III
minta photonya si RS dong mau gue masukin di blog gue nih…
apa perlu kita bikin banner pita hitam dengan kepala si RS… dengan tulisan dikit
“shame on RS ethics ??”
Rupa-rupanya Roy masih mengidap Norma “kuno” yang namanya Kultus Individu.
“Mengkultuskan” (bener ya, Ben? atau lbh tepat “mengultuskan”?) SBY, hingga kebakaran jenggot waktu ada guyonan menyangkut SBY seperti ini.
CK CK CK…
Wake Up, Roy!
Ini udah abad ke 21!
Masa masih ngurusin joke yg beginian sih?
Heran, Penyakit kok dipelihara sih?
Dodol bgt!
#115 liat pasal 137 KUHP, disitu yg ada cuma tulisan atau gambar. kira2 patung bisa masuk gak ke dua itu? mungkin bisa, tapi perlu penafsiran yg diperluas, dan biasanya hakim yg legistik formal ga suka ama penafsiran yg diperluas.
jadi seharusnya ga kena, krn belum diatur ama pasalnya.
[...] Setelah tulisannya di blognya, Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono tentang foto2x “edit-an” Herman Saksono, ternyata Pri diduga “terkait” dengan kasus ini, SMS Fitnah dan “The Chronicles of Narnia”, oleh seorang You-Know-Who. [...]
weeeh selamat mas pri, fotonya majang di detik!!!
hati2 di ada yg retouch ah!!!
“TERTAWALAH SEBELUM TERTAWA ITU DILARANG!” - kata-kata bijak dari Warkop DKI -
Grrr… kampungan bener ROY. Minggu kemarin waktu di Palembang ceritanya selangit bener didepan mahasiswa. Aneh bin Ajaib.
wew
hallo mas roy,
gw mau undang neeh mas roy,
di fight club kaskus.com
http://kaskus.com/forumdisplay.php?f=17
di tunggu neeh mas roy di kaskus
salam dangdut
[...] Diskusi diawali dengan cerita kronologis saya tentang kasus ini. Saya bercerita dimulai dari foto Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo yang beredar di Internet. Herman Saksono kemudian memodifikasi foto-foto tersebut menjadi foto beberapa tokoh, di antaranya adalah Presiden SBY. Kemudian beliau diciduk polisi dan menandatangani surat perjanjian untuk menurunkan foto-foto tersebut. Sedangkan ‘kasus’ saya dimulai dari tulisan saya tentang Didikgate yang disertai taut ke tulisan Herman Saksono yang memuat foto-foto tersebut. [...]
cheap journalism
so, you want to make an online news media? easy, just build a website and then write anything the pornomatics expert blurted out. elshinta.com surely followed that formula when they posted how priyadi “is being intensively interrogated by both t…
Heheheh..lanjutkan perjuangan kalian hai bloggers mania. jangan takut untuk mengekpresikan diri kalian sejauh itu bisa di pertanggung jawabkan. so, GooD LucK all!!
[...] SBY: Saya baru dengar tentang ini: Komentar Presiden SBY ketika ditanya langsung oleh Enda mengenai kasus foto palsunya. Ada rekaman videonya juga. Jadi, yang bereaksi berlebihan soal foto palsu itu patut MALU! Apalagi sampai berkoar-koar gak benar via SMS dan media. MALU DEH KAMU! [...]
wah rame lagi nih blog nya Pri…..
bisa mecah rekor MURI lagi nih…
Kebebasan pasti ada batasnya. Ingat kasus Arswendo di dekade 80an. Kalo dia ndak merangking Nabi Muhammad mgkn ndak masuk penjara. Ketika kebebasan mengusik ‘kenikmatan’ pihak lain, apalagi hal ini menyangkut simbol2 negara (tmsk Presiden), ya apa boleh buat si pembuat hrs berhadapan dg hukum.Tdk ada critanya org hidup kok bebas sebebas2nya.Wong kalo mati saja nanti pasti diazab mau masuk syurga atau neraka.Ndak bisa kita ‘bolot’ nggak mau diaudit oleh malaikat dg alasan aku cinta kebebasan.Ndak bisa kita nyetel musik sekeras2nya sekalipun dirumah kita sendiri, bahkan ndegerinnya dg telinga kita sendiri. Tetangga sebelah jg punya hak untuk ‘tdk mendengarkan’ musik kita. Semua sdh ada aturannya, baik tertulis maupun tidak. Apabila ada yg melaporkan mestinya malah mendapat penghargaan. Kalo kita melihat bendera merah putih untuk celana dalam apa akan diam saja?Kalo kita dilapori tetangga bahwa istri/suami kita selingkuh (dan laporan itu benar) apa kita malah memaki2 tetangga kita itu?Suatu logika yg aneh. Nampaknya anak muda sekarang perlu belajar banyak tentang pendidikan moral dan etika.Bahkan dalam mengkritik pun ada etikanya, sekalipun kritikan kita bagus dan tepat sasaran namun kalo penyampaiannya salah maka akan menuai re-aksi dr yg dikritik. Seenak2nya sate yang akan dikasihkan pada org yg kelaparan, tp kalo ngasihkannya dg dilempar sy kira si lapar pun akan marah dan tersinggung.Sy tdk ingin membela siapa2, namun sekalipun dunia maya adl expresi kebebasan, namun KEBEBASAN ADA BATASNYA. DAN KETIKA BATAS2 ITU TERKOYAK MAKA YBS HARUS BERHADAPAN DG HUKUM DAN REAKSI FISIK/PSIKIS PIHAK2/MASYARAKAT YG TERKOYAK AKIBAT PERBUATAN SI ‘PENEMBUS BATAS’ KEBEBASAN!
Iseng dan Kreatifitas
Beberapa hari belakangan ini lagi rame soal orang carmuk dan orang iseng yang jadi korbannya.
Saya tadinya gak ingin ikut-ikut di masalah ini, soalnya saya gak mau encourage yang carmuk dengan memberikan publikasi gratis. Tapi yah cuek dah, biar kebob…
Ingat, Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. waspadalah… waspadalah…
Hi Roy!™
Btw siapa sih yang jadi pakar telematika indo??? syukur ga mungkin jadi Presiden kan.
ingat diatas langit masih ada langit bos…
Mas Suryo, Padi makin nunduk bukan makin berdiri. Karna di dunia internet ada hama “ulat” dan lain2 tuh buat padi berdiri.
unity for freedom lover……
Viva Freedom!!
[...] Siang hari, Herman dijemput oleh polisi dan mengalami proses pemeriksaan. Beberapa penulis blog di Indonesia dengan serta merta menyatakan dukungannya terhadap Herman Saksono. [...]
Roy Suryo = Salesman sejati. Modal dikit dagangan laku keras
[...] and so on.there’s so many explanation about blog. for me, blog is place to write down everything that i want. everything, about love, friendship, Field Report, works, ,music, social, politic, and even about sex. i wrote it down here. on my blog. like what i’ve been posted in my bahasa blog (rputradi.wordpress.com). i do blog, not to be famous, but i do blog to have fun. it is true. it is fun to have some one to talk with ! blog, is some one who will always listen on me. and never againts me ! i can write and talk about anything. except for some case. yea, you know the retouch image case … hahahaha ! [...]
Piss semuanya…
Indahnya….kalo sj
Roy Suryo mau cooling down
Temen2 Blogger jg mau cooling down
Trs ngobrol enak sm enak
Telpon2an gitu loch
Dari blogger ada yg inisiatif kontak Roy…
Terus ketemu, duduk sambil lesehan, ngopi2 …
kan enak…
Kalo slg caci…gak bakal ada habisnya..
Roy jg manusiaaaa..Blogger juga manusiaaa
punya rasa punya hati….
Hehehee
Pisssss…!!!!
Semoga Tuhan membuka mata pengurus negara ini untuk tidak memakai ‘pakar’ kita yang satu itu…lagi…
kalau mau di liat balik kita ini negara indonesia dan mempunyai budaya yang di bilang santun,
jgn bercermin pada negara liberal, membawa kasus ibunya kepngeadilan saja sudah terhitung lumrah dan legaal., yah apa ini yg di bilang demokrasi , sedang kan budaya kita budaya adi luhung, opo yah sopan ganti foto orang laen terus di publikasikan.kan pamit terlebih dahulu sma empunya foto.
This my short daily reflection
Herman Saksono, Lagi…
Agak sedikit berbeda dengan rekan-rekan Blogger lainnya yang membela Herman Saksono. Saya ingin melihat dari perspektif yang agak berbeda, seandainya wajah mayangsari itu diganti oleh wajah bapak anda, ibu anda, istri anda, anak anda, atau siapapun ya…
kayaknya ini urusan dendam sejak lama deh..buat herman, boleh aja kamu ga suka sama roy, tapi meski dia ga sepintar kamu dalam bidang komputer grafis, dia menang tua, hidup di dunia lebih lama so lebih licik jadi jangan terlalu ceroboh menghadapinya….
wah, saking sibuknya waktu itu, belum sempat berkomentar atas pendapat yang agak ‘miring’ di tulisan yang ini.
saya setuju kalau kebebasan ekspresi memang ada batasnya. apa batasnya? rasanya semua setuju kalau batasnya adalah hak-hak orang lain. dalam hal ini yang dipermasalahkan adalah unsur-unsur penghinaan. sebenarnya pendapat kita semua tidak relevan dalam kasus ini, yang berhak berpendapat bahwa ini penghinaan atau bukan hanyalah pihak-pihak yang ‘bersengketa’, dalam hal ini herman dan SBY.
menurut herman dia tidak bermaksud menghina, dan menurut SBY dia juga tidak merasa dihina. dalam kondisi normal, ini tidak akan menjadi kasus. yang tersisa tinggallah oknum2 yang ingin cari muka. jadi, pendapat saya tetap sama, tidak ada masalah lain dalam kasus ini selain masalah kebebasan berekspresi.
perhatikan juga kronologi kasus ini
sebenernya di TAO id-gmail kan udah disebut2 soal beginian.. hihi..
[...] Desember Kasus Herman Saksono - Sebuah kado akhir tahun paling menarik dalam dunia blog Indonesia adalah kasus Herman Saksono. Herman terpaksa diinterogasi oleh pihak yang berwenang terkait pemasangan foto (lucu-lucuan) SBY dan Bambang Tri di blognya (entrynya sudah dihapus), Roy Suryo ditengarai berat menjadi pihak yang memicu menyeruaknya kasus ini sampai harus melibatkan pihak kepolisian. Berita mengenai kasus ini ditampilkan secara berkelanjutan di detik dan diangkat pula di beberapa media nasional lainnya sehingga wajar menarik perhatian orang banyak. Dan kemudian “ditutup” secara cantik oleh bapak blog Indonesia. Sekali lagi menunjukkan blog menjadi sesuatu yang makin serius dan lagi-lagi disclaimer menjadi hal yang seharusnya mulai diperhatikan oleh blogger. [...]
[...] Jadi beritanya gimana nih yang bener? Rasanya sih cuma speakernote biasa ga ada yang terlalu dibesar-besarkan. Nah pemerintah musti gimana nih? disana malah ada Om Yoy masih sibuk ngelawak. Sampeyan iki wis dikei posisi ojo ngurus sing ga ga ae to Mas… Mbok yo prihatin karo rakyat. [...]
[...] Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono [...]
[...] *Buat Mas Roy, jadi ini toh, maksudnya mas gembar-gembor kasus kemarin itu, Biar presiden NgeBlog kan? Wah, Selamat Mas… MAKAN MAKAN™ )* pay per click advertising [...]
udahhh…biarkan saja Bapak ini memuaskan segala apa yang diinginkan. Toh nggak ngeganggu-ganggu banget kok buat perkembangan IT Indonesia.
[...] Achmadi.net : Herman Dicokok Polisi AFSyuhud.blogspot.com : Indonesian Blogger Investigated Alvonsius.blogsome.com : Dukung Kebebasan Berekspresi Aris.Pituruh.com : Dukung Kebebasan Berekspresi BudiWijaya.or.id : Heboh Foto Rekayasa Mayang-Bambang.. Data.StarTrek.or.id : An Open Message To My President DetikInet.com : Blogger Perekayasa Foto ‘SBY-Bambang’ Jadi Tersangka Kramero.com : Dukung Kebebasan Berpendapat Neofreko.com : Dukung Kebebasan Berpendapat Paydjo.net : Tribute To Momon Priyadi.Net : Herman Saksono, Roy Suryo, dan Susilo Bambang Yudhoyono RendyMaulana.com : Beware of Blogs and “Pakar” RoySuryoWatch.org : Apa Pasal? Secandri.com : Gw Lagi Tugas Di KL Nih TikaBanget.blogspot.com : Buntut Retouch Poto Mayangsari Wahyu.com : Support Freedom of Speech in Indonesia Yonky.japancrew.info : Kasus Foto Mayangsari Bambang Yulian.Firdaus.or.id : Roy Suryo Mencari Muka [...]
sebetulnya si “pakar” itu pakar dalam bidang apaan sih? Kayaknya bukan bang Herman Saksono aja deh yang bisa ngedit foto kayak gituan…
pemula Photoshop aja bisa kok, nah lho…
kenapa harus bang Herman Saksono!! Hidup Herman!!!
Buat si pakar, mendingan tidur aja deh… dari pada ngomong bikin rusuh aja..
Roy Suryo (tambah hari tambah gila nih
kalo dia di jual kepasar loak laku nggak ya??????? 
halo pk.SBY,Herman Saksono,Roy Suryo

mudah-mudahan Amien…)
Pak SBY,Pk Herman S,Pk Roy S
aduhhhh semua rakyat menjadi “kebakaran jengkot” nihhh gmn nih pak SBY
kayaknya bukan rakyat yg kebakaran jengkot tapi malah pak Roy Suryo
aduh…aduh…
udah deh….
biarkan saja para bapak-bapak ini yg memuaskan para rakyatnya(bisa gak ya???
ayo berjuang
salamm
wasalammmm Bunga
om roy..jangan sembarangan memperalat pasal 134 untuk mengancam orang..saya sebagai orang yang pernah belajar hukum jadi merasa malu..kesannya hukum itu hanya untuk alat bagi penguasa menghukum bukan untuk meberikan keadilan…salah2 nanti om malah dikenakan pasal balik tentang mengancam orang & mengekang kemerdekaan seseorang…pikirkan baik2 anaqqu…ingat petuah..mulutmu harimaumu…huk…huk..*batuk*
RS itu artis bukan pakar (gitu aja freeport)….
bung Roy, mendingan juga mikirin gmn caranya biar internet di indonesia makin murah..tul ga? ^^
adu2..gitu aja kok repot..
Sebaiknya kita harus berbuat benar, jangan membuat isu dan memfitnah ya ga
ooo gitu to…
aku jadi paham siapa yang tukang kibul disini
hai roy!!…
bikin sensasi lagi nih roy
capek dan resek deh..
prediksi gue benar! om uyo bikin ulah lagi..ojo ngono om uyo! biar diomongin orang aja gituh..dasar!

kok udah gak ada ya artikel mayang yari tu.. apa dah dihapus ma mas herman yak..??
Perkenalkan nama saya SYAHNAN SYAHPUTRA SITUMORANG, MAHASISWA AKTIF PERGURUAN TINGGI SWASTA DIBANDUNG. Saya Memohon dengan sangat buat pakar IT, Teknik informatika, sistem informasi dan apa saja yang berhubungan dengan yang disebutkan sebelumnya…
mohon minta bantuannya Tentang pertanyaan-pertanyaan berikut
1. Duluan mana teknik informatika dibanding sistem informasi
Dalam arti Apakah teknik informatika bagian dari sistem informasi apa sebaliknya
2. Perbedaan Teknik Informatika dengan SI
3. Hubungan Keterkaitan antara Keduanya
4. Hubungan Sistem Informasi dengan manejemen informatika
Kenapa tidak terpisah?
5. Kenapa teknik informatika dapat gelar S.Com kenapa bukan Teknik komputer atau juga sarjana teknik..sementara komputer dalam hal ini lebih cenderung ke kata Benda, seperti halnya mesin dalam departement Teknik mesin dapat Title yang bukan sarjana mesin..
SEKALI LAGI BUAT PAKAR IT MOHON KEJELASAN ATAS KERAGURAGUAN SAYA SELAMA INI ATAS PERTANYAAN-PERTANYAAN DIATAS
SEBELUNNYA SAYA UCAPKAN TERIMAKASIH
SEMOGA AMAL IBADAHNYA DITERIMA OLEH-NYA
JAWABAN ANDA BERGUNA BAGI SAYA
SYAHNAN
E-Mail : syahnan_Ctumorank@yahoo.com
URL : http://www.syahnan.co.cc
WAHAI PARA PEMIMPIN….
JANGAN KALIAN MENETAPKAN SESUATU TANPA
MEMIKIRKAN NASIB RAKYAT KECIL INI..
DENGAN SEENAKNYA KALIAN MEMBERI SUBSIDI GRATIS
NAMUN DI BALIK ITU SEMUA
KALIAN MENIKAM KAMI DARI BELAKANG….
KALIAN MEMANG PEMIMPIN YANG ADIL
TAPI KURANG BIJAK SANA….
YANG KAMI HARAP ADALAH
“KESEJAHTRAAN RAKYAT KECIL”
BUKANMALAH MENYENGSARAKAN MEREKA PARA RAKYAT KECIL.
BAHAN BAKARMINYAK{BBM}NAIK
PEGAWAI PEMERINTAH GAJIH NAIK TUNJANGAN PUN IKUT NAIK
SEMENTARA RAKYAT KECIL GAJIH MALAH DISUNAT
DAPAT BANTUAN TUNAI LANGSUNG PUN BANYAK YANG KURANG TERISOLASI.
WAHAI KALIAN PARA PEMIMPIN….
JANCOOOOOKKKKKK
KALIAN MENYENGSARAKAN RAKYATTTT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
Dari dulu memang gak suka wajahnya. Nyebelin.
Wah roy Suryo berbuat ulah dengan berteriak Uuuuh pada saat Sidang Paripurna Pansus Century 3 Maret 2010 kemarin, wajar atau perlu dibawah ke badan kehormatan DPR?