Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono
Dimulai dari senda gurau yang bertajuk Foto Mayangsari Adalah Rekayasa, Herman Saksono kini harus berurusan dengan kepolisian. Pada tulisan tersebut, Herman memodifikasi wajah pada foto intim Mayangsari dan Bambang Trihatmodjo menjadi tokoh-tokoh lain, yaitu Roy Suryo, SBY, Surya Paloh, Yusril Izha Mahendra, Armand Maulana dan Rhoma Irama.
Pada pukul 10.00 pagi ini saya menerima pesan melalui Yahoo! Messenger dari Herman Saksono. Beliau mengabarkan bahwa atasan beliau mendapat SMS dari tak lain dan tak bukan adalah sang Pakar Pornomatika, Roy Suryo.
Setelah itu, saya pribadi menyarankan untuk merahasiakan masalah ini untuk sementara waktu untuk mengetahui apakah Roy Suryo serius dengan ancamannya ini. Pada saat itu saya masih berpendapat bahwa 68% ini cuma gertak sambal dari sang pakar gadungan. Tetapi ternyata dugaan saya salah, pada sekitar pukul 12.30, saya mendapat pesan dari Tika –rekan kerja Herman– bahwa Herman didatangi oleh orang-orang dari kepolisian! Tika melaporkan bahwa Herman dengan susah payah menerangkan kepada aparat –yang sepertinya awam komputer dan Internet– bahwa ini hanyalah main-main belaka.
Saya sempat berpikir bahwa ini hanyalah gertak sambal karena Eko Juniarto pernah merasakan hal yang sama. Roy Suryo –yang juga masih kerabat dari Eko Juniarto– pernah mengancam atasan dan mertua Eko melalui SMS. Pada saat itu Roy Suryo mungkin ingin membalas dendam hanya karena kalah telak dalam diskusi pada beberapa mailing list. Saat itu Eko dan 68% anggota mailing list mematahkan teori Roy Suryo bahwa ‘metadata’ sebuah citra digital tidak dapat dimodifikasi. Namun sampai saat ini, ancaman Roy Suryo tersebut ternyata hanyalah sebuah gertak sambal belaka.
Tentunya ini sebuah alasan yang kekanak-kanakan, dan sama kekanak-kanakannya dengan alasan yang ia gunakan untuk menjerat Herman Saksono. Rasanya SBY adalah presiden yang tidak kampungan untuk dengan ceroboh mengusut Herman Saksono untuk alasan yang remeh temeh™ seperti ini. Lain halnya dengan tokoh lain yang turut menjadi ‘korban’ dari Herman Saksono, yaitu Roy Suryo sendiri.
Jika Herman bisa diusut hanya karena senda guraunya, lalu bagaimana dengan media massa yang saya lihat tidak jarang menampilkan karikatur presiden maupun tokoh lain dengan pesan-pesan politis yang tentunya lebih daripada sekedar sebuah senda gurau?
Mungkin sudah saatnya bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat untuk merevisi kembali keputusannya untuk lebih selektif dalam memilih kadernya. Tentunya Presiden dan Partai Demokrat tidak ingin citranya hancur lebur hanya gara-gara merekrut seorang ‘pakar’ foto porno yang hanya ingin menggunakan kekuasaannya untuk menekan pihak-pihak yang secara pribadi tidak ia sukai.
Bebaskan Herman Saksono dan kembalikan kebebasan berekspresi!
Tulisan di blog lain yang terkait:
- Support Freedom of Speech in Indonesia
- Buntut Retouch Poto Mayangsari
- Dukung Kebebasan Berpendapat
- Tribute to Momon
- Dukung Kebebasan Berekspresi
- Herman Dicokok Polisi
- 12 Desember
- Dukung Kebebasan Berpendapat…
- Beware of Blogs and “Pakar”
- Dukung Kebebasan Blogger Indonesia
- Mas Herman!!!!
- An Indonesian Blogger Investigated By Police
- Gw Lagi Tugas di KL neh
- Kasus Foto Mayangsari Bambang
- Dukung Kebebasan Berekspresi
- An Open Message to My President
- Apa Pasal?
Roy Suryo ni kayaknya nih!!!
Buntut Retouch Photo Mayangsari >> http://tikabanget.blogspot.com
Apakah ini termasyuk kategori Bas-Bang ?
Oy Uyo emang kebangeten…
bisanya cari sensasi doang…
support Herman !!
Hi Roy!™
huahahaha kalo sang pakar sudah bertindak pasti bikin heboh
cari sensasi kok murahan
*lirik warga gajah yang suka bikin sensasi murahan*
HI ROY!™
lagi² cari muka..
Mmm… sebenernya kreativitas itu bebas nilai ga sih?
Ga ngedukung siapa-siapa sih.
Memang, kalau Herman sampe diusut bahkan diancam 5 tahun penjara, itu sih keterlaluan. Tetapi, jika saja orang yang fotonya dipake untuk lelucon itu berkeberatan, mestinya sang kreator legowo untuk menghapus. Bener ga?
Jadi kalau mau protes, RS dan SBY harus menyampaikan keberatannya ke Herman soal ini. Dan Herman harus legowo juga menghapus foto itu. Joke dan menghina batasnya tipis lho. Karena kadar humor orang berbeda-beda.
Blog lucu gitu kok urusan ke polisi? Tempo juga pernah buat karikatur pejabat yang dibuat nyindir bin lucu, tapi gpp tuh..
[…] Related Blogs: Buntut Retouch Poto Mayangsari Dukung Kebebasan Berpendapat Tribute to Momon Dukung Kebebasan Berekspresi Herman Dicokok Polisi Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono […]
huuuuuu…… kalau jaman SMP/SMA dulu, gini2an mah langsung deh duel di lapangan bola. Gak perlu ngajak2 bolo main keroyokan
. Paling pulang badan babak belur 
Yang “kebakaran jenggot” itu sebenarnya si Roy Suryo bukan SBY keknya deh….
George W. Bush ajah, fotonya di retouch macem-macem nyantai ajah hehehehe
ataukah ini salah satu cara Roy Suryo untuk “membungkam” para blogger.? Karena selama ini sepak terjang dia selalu terhalangi oleh para blogger
Jadi bingung, internet milik siapa yah? Hi Roy!™
HI ROY!™ jangan cari sensas mulu. udah tua….
Support Herman!!!!!
Hi Roy!!!
Haha..
Aku kok yakin..
Ini smua gara2 Roy Suryo…
Dia pasti ngelapor..
Ato elus2 ******nya si *** hahahahahaha…
Orang yang tidak punya sense of humour gampang tersinggung dan take offense. Dari dulu yg diurusin sama oknum2 idiot bermental penjilat itu ya yg nonsense macam beginian ini, asal bapak senang, bukannya ngurusin hal2 yg lebih penting. Padahal yg perlu dipikirin itu masih banyak yg lebih penting. SBY sendiri aja mungkin cuma senyum2 dan gak tersinggung. Lagipula ini jelas2 lelucon, bukan dengan sengaja menghina. Org bodoh aja bisa ngebedain.
Heh Roy, kalo memang pakar, gunakan ilmumu utk memajukan IT Indonesia, jangan ngurusin hal2 yg gak ada gunanya.
kasihan herman yah!
boss-nya herman kok malah percaya aja yah?
katanya negara demokrasi
what’s so democratic about this??
orang george w. bush aja
di”guyon” abis2an
dari foto2 rekayasa
sampe mtv ngeluarin kartun ttg dia
orangnya cuek2 aja kok
wuaneh
btw, met kenal
#9
Hmmm..
Kalo bener, sih mungkin aja..
Tapi, apa bener yang ngerasa tersinggung itu SBY? Mungkin aja si Roy.. Ya kan?
Seandainya mmg SBY tersinggung, ya saya yakin mas Herman juga rela ati utk ngapus.. tapi kalo yang tersinggung tnyt Roy?!? Itu dia masalahnya…
nb: mgkn aja roy tersinggung karena ada “hubungan kusus” dgn SBY… huahehahheuhakakakakakbakekok…
alasan yg digunakan ga logis banget
Dukung Herman Saksono !
Bagaimana membedakan media publik dan private anyway ?
maksdnya alasan yg dipake roi….
#21
Urusan tersinggung tidak tersinggung memang susah sih. Apalagi kalau selera humornya berbeda.
Detikcom aja tampak hati-hati, yang dipasang bukan foto SBY, tapi foto RS (makin terkenal dong). Padahal kasusnya kan foto SBY.
Tapi, ya itu tadi. Sampaikan aja keberatan. Somasi-lah. Cuman problemnya adalah lenturnya pasal KUHP yang menyangkut delik penghinaan (tapi, hukum memang bisa ditarik-tarik kok).
Hi Roy

Dukung Herman Saksono !
Namanya jg Pakar Pornomatika…
bawaannya ngacoooo mulu…
kelaut aja mbah…
knp sih yg kek ginian aja diurusin. ini kan cuma simply joke. kalo keberatan ya ditegor aja, minta diapus postingannya. ga usah bawa2 polisi segala. emangnya ngeretouch foto itu tindakan kriminal??
hi, roy™! kurang kerjaan ya? sering blogwalking & ngurusin yg kek beginian doang… huhuh
Lagi-lagi Roy berulah. Tapi saya yakin, presiden SBY pasti bisa memahami kretivitas yang dilakukan oleh seseorang, meski disampaikan melaui ranah publik.
[…] More reading and toughts … This site, this site, that site, and of course this site … […]
Kalau sudah bicara soal hukum, memang mau tidak mau kita harus lihat ke tatanan hukum (kadang resikonya jadi seperti ndak masuk akal). Dan ini juga terjadi di negara lain (maju).
Untuk kasus ini mungkin kita harus kalem berfikir, tatanan hukum yang ada, definisi public sphere/private sphere, juga termasuk keabsahan dari suatu foto, serta intensi pelaku.
Gambar karikatur tidak sama dengan pengubahan foto asli, jadi tidak bisa dijadikan alasan karikatur dibolehkan foto tidak (ini bergantung pada perundangan yang berlaku di negara tersebut). Tentu saja ini semua harus didefinisikan dahulu batas-batasnya. Untuk kasus ini, saya sendiri tidak tahu situasi sebetulnya, dasar hukum yang digunakan, jadi milih tidak berkomentar dan baca-baca, dan dengar-dengar dulu.
ck…ck…..ck….
satu bukti lagi kalo polisi emang tiada gunanya
ups ditangkap juga gak ya kalo komen kek gini
HiRoy.com
[…] Cuplikan SMS dari Roy Suryo yang ada di Blog priyadi, ini jelas sekali menunjukkan kearoganan beliau, pamer tugas di KL entah apa yang dilakukannya disana dan membawa nama paspampres: Yth, ini Roy Suryo (saya pas tugas di KL, Malaysia).Just FYI dulu, seorang karyawan anda, Herman Saksono, melakukan tindakan yang bisa fatal bagi .Dia merekayasa foto Presiden SBY dan hal tsb dianggap serius oleh Paspampres, kini sedang ditangani Polda DIY.Call me untuk detailnya. […]
RS memang gila hormat!
Kasus Foto Mayangsari-Bambang
Akhirnya foto Mayangsari - Bambang Tri yang beredar di internet menuai masalah baru.
Dan yang ketiban masalah itu adalah salah satu blogger yaitu Herman, karyawan Gama Techno, perusahaan IT di kota DIY.
Pertama kali tau masalah ini dari milisnya Detik…
yang saya aneh, kok roy suryo percaya sama media yang bernama BLOG? saya masih ingat pernyataan roy suryo yang mendiskreditkan blog sebagai sumber yang tidak dapat dipercaya.
so, ngapain lu percaya sama blog roy!!?? bangun men… ini katanya udah masuk era web 2.0. and you still using the old system.
Hi Roy!™
[…] Priyadi […]
Sebaiknya kita jangan membuat situasi lebih buruk dengan menggunakan kata2 yang kurang simpatik. Kasihan Herman kalau ini akan membuat dia makin ’susah’ ketika diinterogasi.
Ada rekan blogger yang punya saudara atau teman berprofesi sbg pengacara?
Kalau kita mau membela Herman, kita harus cari pengacara buat dia.
Rekan blogger yg juga pengacara, bantuin kita doong..!
SBY mungkin tidak tersinggung, dan bahkan mungkin belum tahu ada foto hasil “editan” itu. RS jelas mengetahui bahwa itu foto palsu (ingat contoh foto palsu versi didikgate yang dibawakannya di TV).
Tapi…. mari kita lihat hukum positif Indonesia.
Di UU (entah nomor dan tahun berapa, tapi ada) tertulis bahwa penghinaan terhadap KEPALA NEGARA bisa diancam hukuman penjara. Tidak perlu harus ada pengaduan dari Kepala Negara. Negara (dalam hal ini jaksa) bisa melakukan penuntutan.
Tidak perlu ngotot dengan polisi karena gambar itu memang bisa dianggap sebagai penghinaan. Berikan penjelasan komprehensif tentang asal muasal pembuatan gambar tersebut, lalu minta maaf dan hapus saja gambar itu dari blog.
Tentang RS, keep making a good campaign to kick him to the ocean. Nyumpah2in gak ada gunanya. Pelan, namun pasti, orang awam pun akan sadar kalau dia bukan pakar, bahkan untuk bidang pornomatika sekalipun (didikgate *dan sekarang kasus ini* sudah membuktikan bahwa foto bisa diedit seenaknya secara hampir sempurna). Fight politics with politics.
“PAKAR” = KAMPUNGAN!
Yuk, rame-rame pasang foto KRMT RS hasil retouch. Kita tulis sumbernya, blog Bung Herman, sebagai bentuk demonstrasi…
Kalau ingin membantu Herman Saksono, gunakan kepala dingin. Jangan malah membuat Herman Saksono berada di situasi yang makin sulit dengan terbentuknya opini publik yang kurang tepat.
Kepala dingin, baca-baca buku hukum, berikan saran ke pembelanya.
[…] Thread Terkait : Blog Herman Saksono, dasar penangkapan oleh Polisi bego Priyadi.Net TikaBanget.blogspot.com Secandri.Com Achmadi.Net DetikInet.com Comments » […]
ntar gw ganti wajahnya mayang dengan si Roy
biar gw ditangkap juga polda DIY, mumpung gw juga di jogja sekarang.
http://www.wongpati.com
Roy yang aneh
Roy Suryo ada2 aja, masa’ pake acara ngelapor ke atasan momon, kan blognya dia sifatnya personal, pribadi..gak ada hubungannya ma tempat momon kerja, apa maksudnya coba..! kenapa gak sekalian lapor ke universitas tempat dia kuliah, kenapa gak ngelapor ke pak RT tempat dia tinggal, kalo ngingetin orang ya langsung aja! gak usah lewat orang!!!! emang bikin sensasi aja tuh orang!!! gw malu jadi orang Indonesia gara-gara dia
kita gak bisa bandingin tuh SBY ama GWB karena kita jelas hidup di negara dengan kondisi sosial politik yang sangat berbeda iklimnya. Tuh foto buat polisi kita (yang rata-rata emang gaptek pooll) pasti dikategorikan sebagai penghinaan terhadap presiden, paling nggak kita harus bantu dengan kampanye asal muasal pigimane bisa jadi tuh foto. Setuju dengan komen-komen sebelumnya kalo dalam situasi skrg yang paling bisa bantu Herman adalah pembelanya. Nah masalahnya, sudah adakah pembelanya skrg ?
ini dapet sms dari si zikri nih, katanya sms dari roy suryo ke daftar wartawan korban sms-nya:
apakah ini sms asli dari roy suryo? dari gayanya sih, 68% yakin. scratch that, 102% haqqul yakin.
pengen sih ngeblog soal ini, tapi lagi having a splitting headache.
Hi Roy!™
Iya, mungkin yang perlu dipertahankan adalah content blogznya Momon ni adalah lelucon. Kayaknya kalo yang dipertahankan adalah kebebasan berpendapat, bakal jadi panjang dan runyam deh…
[…] Kejadian ini terjadi pada salah satu Blogger Indonesia, Herman Saksono, Ia harus berurusan dengan polisi dikarenakan gurauan dalam Blognya dalam posting Foto Mayangsari adalah rekayasadisana ia memodifikasi foto-foto dari pasangan Mayang Sari – Bambang Trihatmodjo dengan gambar dari beberapa tokoh lain. Dari postingan Priyadi, Wahyu, Toni, Tika, Idban, Didik, dan Paydjo, serta dari Detik dan Detik terlihat bahwa ada orang yang memanfaatkan kondisi ini sebagai ajang untuk menaikkan pamor ia dimata orang nomor satu Di Indonesia. […]
Kalau tidak salah, alasan pembuatan gambar2 itu untuk menunjukkan ke orang yang mengaku pakar tsb bahwa gambar mayangsari tsb bisa jadi adalah palsu kan? buktinya bisa diedit seenaknya, bahkan gambar SBY juga bisa ditempel.
[…] Dukung kebebasan berpendapat!! by Toni. Tribute to Momon by Paydjo Buntut Retouch Poto Mayangsari by Tika_banget Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono by Priyadi Dukung Kebebasan Berekspresi by Aris « 12 Desember… […]
Oalah si Roy™ bikin ulah lagi … KAMPOENGGG™
Eh, om Pri..
Bisa minta diedit gak blogznya..
Beliau mengabarkan bahwa atasan beliau mendapat SMS ancaman dari tak lain dan tak bukan adalah sang Pakar Pornomatika, Roy Suryo.
Mungkin sebenarnya tidak bisa digolongkan sms ancaman. Tapi sms informasi..
Jangan sampe beliau yang terhormat menemukan celah buat nuding om Pri lagi..
Eh, om Pri..
Bisa minta diedit gak blogznya..
Beliau mengabarkan bahwa atasan beliau mendapat SMS ancaman dari tak lain dan tak bukan adalah sang Pakar Pornomatika, Roy Suryo.
Mungkin sebenarnya tidak bisa digolongkan sms ancaman. Tapi sms informasi..
Jangan sampe beliau yang terhormat menemukan celah buat nuding om Pri lagi..
Polisi hanya menjalankan tugas karena ini jelas merupakan pelanggaran pasal penghinaan kepada Presiden. Apabila gambar atau figur presiden dikaitkan dengan hal yang jelek-jelek apapun alasannya, tetap dianggap sebagai penghinaan. Tidak ada yang namanya kebebasan berekspresi, apalagi melibatkan presiden selama masih ada pasal tersebut (pasal 134 KUHP?)
Lain halnya dengan Boy Kuyo yang juga sama-sama menjalankan tugas (tepatnya di KL, Malaysia).
Kapan ya Roy Suryo bikin eh kok bikin punya web sendiri ?? pasti aku yg no.1 ancurin dia punya web dan kemana aja terus aku kejar hehaha
Setuju dengan #55. Kebebasan juga kan ada batasnya dong. Saya sendiri menikmati kok hasil retouch-nya Momon
.
Yang justru perlu dikasih pelajaran ya si Pakar Gadungan™ itu. Siapa lagi coba yang ngelaporin? Ah orang ini tambah bikin perut mules saja…
Kebebasan berekspresi tetap ada batasnya. Kalau sampai melakukan hal yang menodai identitas negara (misal kepala negara), itu sudah masuk wilayah hukum yang harus dipertanggungjawabkan. Sebelum melakukan hal tsb seharusnya Herman bisa berpikir dua kali, dan mempertimbangkan untung ruginya. Toh dia bukan anak-anak lagi.
nb: sedih juga melihat generasi muda sekarang hanya terjebak pada ekspresi tanpa melihat lebih jauh kepada esensi apalagi prestasi.
Postingan di blog itu sudah dihapus. Sepertinya itu salah satu hasil akhir proses melelahkan yg dilalui Herman dg polisi hari ini. Simpati untuk Herman
Akhirnya.. Postingannya Momon dihapus..
ya’elaaaa… anti klimaks neh…
#66, google cache to the rescue!
Apa Pasal?
Berawal dari tersebarnya foto ‘Bambang-Mayangsari’, yang dipastikan oleh Tokoh Kita sebagai foto asli melalui jumpa pers dengan mengundang sejumlah wartawan berkumpul di sebuah kafe, kasus ini berkembang menjadi kasus pasal 134 KUHP, yaitu penghinaan…
we lost
so. it has come to this. herman’s blog entry has been deleted, all you get is an 404 error. fortunately google had it cached before it was deleted. enjoy it while it last.
…
an open message to my president
let’s be honest. back in 2004 indonesian presidential election, my first choice wasn’t SBY, but Amien Rais. but from five candidates running for president, Amien Rais ranked fourth, and the top two didn’t have the majority vote, so w…
Pak Herman, tabah yah!
Roy Suryo memang kelewatan.. Sedang sensi kali ya?
Gw setuju dgn ajakannya seno utk masang foto RS + MS sebagai aksi prihatin atas dipasungnya kebebasan berkreasi.
Kasus ini merubah sesuatu di diri gw, dari yg tadinya sekedar tidak simpatik thd seorang yang mengaku sebagai pakar telematika (gitu kan dia ingin disebut?) bernama Saudara ROY SURYO jadi bener-bener jijay, magtig, muak dan mual sama tingkah polah Saudara ROY SURYO tersebut.
Gw pikir, alesan kenapa dari sekian banyak tokoh2 lain yang yang jadi OBJEK KREATIFITAS Momon itu koq cuma Saudara ROY SURYO yang kebakaran jenggot (pdhal yg jenggotan mah Oom Rhoma), pasti karena sang tokoh ingin menjaga CITRA DIRInya yg mungkin dia pikir positif (yikes..!). Sadarlah Saudara ROY SURYO, Anda gak ada bedanya sama dukun palsu, mantri palsu, jendral palsu atau uang palsu, karena Saudara hanyalah seorang PAKAR PALSU yang kemunculan “teori-teori”nya selalu dijadiin objek ejekan & celaan (Ya Allah sadarkanlah Saudaraku Roy Suryo ini!).
Cukup Roy! Gw bener2 MUAK! Nih gw pake IP aseli (Saudara kan Pakar, gak susah kan untuk ngelacak? Ayo, sini, gw tunggu dengan senang hati…).
OK, hari ini salah seorang dari kami you kerjain.. besok siapa lagi, Roy?
PS: to Momon, hang in there, broer!
[…] Namun hal ini tidak bagi Roy Suryo. Roy Suryo mengangkat kelucuan Herman Saksono sebagai sebuah tindak pidana. Ini pun sebuah kelucuan bagi saya, sebab masih lebih banyak orang penting, pejabat negara, wakil rakyat dan lain-lainnya membuat kelucuan yang sangat banyak di negeri ini yang seharus lebih penting untuk dikategorikan sebagai tindak pidana. Jadi semakin lebih lucu lagi Roy Suryo yang katanya pakar pornomatika mengadukan kelucuan seorang rakyat kecil ke dalam sebuah perkara pidana. […]
OOT inih.
Dari cache google soal blog herman itu, aku coba klik link soal perselisihan GIGI dan Rhoma. Egh kok kaga ada… ya udah, cari cachenya.
aku kaga ngikutin infotainment.. tapi kenapa yah berita soal GIGI dan Rhoma itu kok dihapus sama detik??

haiyah, bisa-2 blog ini akan dimatai-2 intel nih
atau sudah? Mas Priyadi, kalo suatu waktu pihak berwajib meminta IP pemberi komentar di blog ini (mungkin mau ditangkap untuk diperiksa), bagaimana pendapatmu?
Sialan tuh si roy, pengen di gampar kali ya?!


buset.. parah bgt sih si RS
… temen gw yg gak tau apa2 ttg si RS ini, jd ikut2an sebel…
Wah, kalo SMS ini emang dari RS, kayaknya Pri bisa bikin delik aduan pencemaran nama baik nih…

Kalo bercanda juga jangan sampe begitulah…
Coba kalo foto bapak anda yang dijadikan lelucon???
Urghhhh semakin bertambah deh sebelku dgn Raden Mas yang satu itu
Hilang sudah semua kepercayaan dan respect ku ke beliau.
Anehnya kenapa ya wartawan televisi & radio selalu njadikan beliau sumber yang ‘wah’ dan ‘hebat’?? Shame on wartawan!
sial banget, teman gua juga, ikut-ikutan mual!
Maunya Nikmati Karya yang LUCU(menhibur) kok jadi ndak LUCU yaa?
Oh Pelawak Digital™
than what’s?
[…] Herman, Roy Suryo dan SBY […]
Tiada salah seseorang meluapkan leluconya lewat blog pribadinya.
Maksud hati, membuat org tersenyum atau tertawa tp akibatnya lebih dari itu.
Maksud hati, ingin meyakinkan bahwa di dunia digital : Segalanya bisa di rekayasa semudah “mereka” merekayasa ….. di dunia nyata. Tapi ………..
Memang dunia (berpikir) kita berbeda dengan mereka.
—————————–
Segala sesuatu ada batasannya, apalagi sudah di ketahui betapa orang-orang mensakralkan seorang Presiden, walau sekadar fotonya.
Huh……..(irama dunia)
————————–
Bebaskan Herman !
mungkin rekan kita Herman dianggap becandanya dalam tanda kurung keterlaluan oleh beberapa orang karena menggunakan foto presiden RI… walaupun kita semua mendukung kebebasan berekspresi, mungkin ada benernya juga…. dimana ada norma-norma lain yang kita harus (terpaksa) patuhi juga…
yang bikin gak habis pikir, ngapain sih orang yang katanya hebat dan pinter seperti pakar matematika eh telematika itu harus repot-repot menyelidiki, ngirim-ngirim sms sampai lapor ke polisi segala untuk masalah seperti ini ???… apa enggak ada kerjaan lain yang lebih baik untuk memajukan dunia IT Indonesia ???…
saya yakin kalau Pak SBY sendiri gak bakalan mau repot-repot buang waktu untuk masalah ini… malah jadi keliatan seperti orang bodoh karena masih banyak urusan penting negara yang harus dibenahi daripada ngurusin hal-hal seperti ini…
Pagi ini, mengunjungi blognya Herman, entry yang membawanya ke pulisi ternyata sudah dihapus.
Kalau misalnya yang dihapus hanya bagian yang menyangkut Presiden RI, kira-kira masih dianggap salah gak ya?
Maunya oy apa ya?
Jelas sekali kalau publisitas kasus seperti ini tidak akan menaikan pamornya, tapi hanya memperluas sentimen anti Roy Suryo.
Bebaskan Momon…
Foto aja diurusin!!! BOM2 g urus tu di urusin!!
Setuju dengan bloggerz di atas, pajang aja poto2 tersangka R yang lain.. sekalian.. biar tau rasa.. cetek..
[…] Herman Saksono, Roy Suryo dan Susilo Bambang Yudhoyono […]
Klo emang delik yang dicari hanya dengan alasan merunut benang merah yang membatasi antara joke vs penghinaan, or kreativitas vs intimidasi, gw pikir gak bakal ada ujungnya.. mie instant aja bisa macem2 rasanya..
in term of creativity & personal taste, siapapun gak berhak m