1 December 2006

Adnan Al-Kaissie dan Gulat Profesional

Posted under: at 03:25

Adnan Bin Abdulkareem Ahmed Alkaissy El Farthie atau lebih dikenal dengan Adnan Al-Kaissie adalah seorang pegulat profesional yang berasal dari Irak. Salah satu teman sekolahnya adalah Saddam Hussein, mantan presiden Irak yang digulingkan pada saat Amerika Serikat menyerbu Irak.

Di Irak, Adnan memiliki karir sebagai pegulat amatir. Untuk mengembangkan karirnya, dia memutuskan untuk datang ke Amerika Serikat melalui program beasiswa atlet. Di Amerika Serikat, dia melanjutkan kuliah di Oklahoma State University dan akhirnya mendapat gelar master di University of Portland.

Untuk membiayai dirinya, Adnan memilih profesi sebagai pegulat profesional. Karir gulat profesionalnya diawali dengan nama ‘Chief Billy White Wolfe’. Di sini ia memiliki peran sebagai pegulat pribumi Amerika (Indian). Dia kemudian ‘memenangkan’ gelar World Tag Team bersama ‘Chief Jay Strongbow’.

Pada tahun 1969, Adnan kembali ke Irak untuk mengunjungi keluarganya. Pada kesempatan ini, Saddam Hussein memanggil Adnan ke istananya dan menawarkan Adnan untuk berkarir di Irak. Pertama kali Adnan menolak tawaran tersebut, tetapi kemudian Saddam mengatakan bahwa ini bukanlah sebuah permintaan, tetapi sebuah perintah.

Akibatnya, Adnan terpaksa memulai karir barunya dengan meminta pegulat profesional dari seluruh dunia untuk bertanding melawan dirinya di Irak. Setiap kali dia bertanding, stadion sepakbola yang digunakan untuk mengadakan pertandingan ini selalu terisi penuh. Dan setiap kali pula Adnan ‘menang’. Dia tidak boleh ‘kalah’, menurutnya jika dia kalah, maka penonton yang cenderung brutal akan berbuat hal-hal yang anarkis. Akhirnya, gelar ‘Middle East Heavyweight Champion of the World’ pun tidak pernah lepas dari dirinya.

Adnan menjadi ikon bangsa Irak. Saddam Hussein menghadiahi Adnan sebuah istana, posisi pada pemerintahan dan apapun yang dia inginkan.

Pada sebuah ‘pertandingan’, Adnan akan bertanding melawan André the Giant. Melihat postur tubuh Andre the Giant, siapapun tidak akan yakin bahwa Adnan akan memenangkan ‘pertandingan’ tersebut. Saddam Hussein –yang tidak menyadari bahwa ‘pertandingan’ ini hanyalah sebuah rekayasa belaka– membawa sebuah pistol ke arena untuk mengintimidasi lawan dari Adnan ini. Di akhir pertandingan yang tentunya dimenangkan Adnan, penjaga menembakkan senjatanya ke udara untuk merayakan kemenangan tersebut. Andre yang ketakutan hanya bisa bersembunyi di bawah ring.

Setelah delapan tahun karirnya di Irak, Adnan menjadi pujaan rakyat Irak. Karena takut Saddam Hussein menjadi iri akan popularitasnya, suatu malam Adnan melarikan diri. Dia kembali ke Amerika Serikat dan kembali menjadi seorang pegulat profesional. Tetapi kali ini bukan sebagai seorang pahlawan, dia berkarakter sebagai ‘The Sheikh’, orang Arab yang kejam.

Tahun 1990, karena cedera dia terpaksa menghentikan aktivitasnya sebagai pegulat. Walaupun demikian ia masih berperan sebagai seorang ‘manajer’. Sampai akhirnya perang teluk pun terjadi. Direktur WWE (dulu WWF), Vince McMahon melihat kesempatan ini sebagai sebuah peluang. Ia merekrut Adnan untuk kembali berperan sebagai pegulat profesional. Di WWF, Adnan berperan sebagai karakter ‘Jendral Adnan’ yang berkostum mirip dengan Saddam Hussein. Dalam perannya, dia berteman dengan ‘Sergeant Slaughter’ dan ‘Iron Sheik’ sebagai orang-orang yang pro-Irak, melawan ‘Hulk Hogan’ dan ‘Ultimate Warrior’.

Setelah itu Adnan menghilang, sampai pada tahun 2005 dia merilis otobiografinya yang berjudul The Sheik of Baghdad: Tales of Celebrity and Terror from Pro Wrestling’s General Adnan. Menurutnya, dia menulis otobiografi ini sudah sejak lama, tetapi takut keselamatan keluarganya di Irak terancam jika ia merilisnya pada saat Saddam Hussein masih berkuasa.

Saya sendiri belum pernah membaca buku ini, tetapi tertarik setelah membaca semi-resensi yang pernah ditulis pada sebuah surat kabar, kalau tidak salah Seputar Indonesia.

Pengalaman Adnan Al-Kaissie ini bisa memberi pelajaran bahwa tidak sedikit orang yang melihat gulat profesional sebagai olahraga sungguhan, termasuk Saddam Hussein dan sebagian besar rakyat Irak. Rasanya tidak mengherankan jika ada banyak orang Indonesia pun yang mengira bahwa gulat profesional adalah sebuah olahraga sungguhan. Atau bisa jadi lebih buruk lagi: tidak mau menyadari bahwa gulat profesional hanyalah sebuah rekayasa belaka.

Apalagi tentunya jika yang menonton adalah anak-anak di bawah umur.

63 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!