8 December 2006

Aa Gym dan Kultus Individu

Posted under: at 15:10

Ini masih berhubungan dengan hingar bingar Aa Gym dan kasus poligaminya. Pertama kali saya mengenal Aa Gym adalah dari acara yang diadakan DKM SMA saya dulu. Kebetulan saya bertugas sebagai salah satu panitia dan Aa Gym adalah salah satu pembicara pada acara tersebut. Sebenarnya saya tidak terlalu mengenal tokoh-tokoh agama, apalagi Aa Gym yang waktu itu hanyalah seorang tokoh lokal. Saya hanya bisa ingat sampai sekarang karena namanya yang menurut saya lucu.

Setelah acara itu, praktis saya melupakan beliau. Tetapi lama kelamaan, nama beliau terangkat ke permukaan dan saat ini beliau adalah salah seorang tokoh paling populer di Indonesia. Saat ini rasanya tidak ada lagi pendakwah yang lebih populer daripada sosok Aa Gym. Tidak berbeda dengan banyak orang, beliau pun menjadi salah satu panutan saya.

Tidak berbeda dengan Ronceh, hal ‘salah’ yang pertama kali saya temukan dari sosok Aa Gym dan/atau kelompoknya adalah tentang MLM. Pada tanggal 28 Juli 2003, saya membaca pada sebuah situs web bahwa Aa Gym membuka sebuah usaha MLM! Tentunya ini berita yang sangat mengagetkan. Bagi saya tidak mungkin orang dengan standar nilai seperti Aa Gym akan melakukan hal semacam ini.

Seperti biasa, saya mencoba untuk menyelidiki segala sesuatunya tentang MLM ini. Kesimpulan saya, ini tidak jauh berbeda dengan MLM yang sudah ada. Perbedaannya kalau tidak salah hanya terletak pada keanggotaan Muslim dan klaim produk yang halal. Dan menurut situs web tersebut usaha ini akan secara resmi dibuka empat hari kemudian tepat pada tanggal 1 Agustus 2003.

Walaupun demikian, saya mencoba untuk tetap berbaik sangka. Bisa saja Aa Gym dimanfaatkan orang-orang di sekitar beliau yang ingin mengeksploitasi nama besar Aa Gym untuk memperlancar ‘usaha’-nya, pikir saya waktu itu. Saya sempat dibantu oleh Boy Avianto untuk menkonfirmasikan kebenaran berita tersebut, tetapi sayangnya beliau gagal dihubungi.

Ketakutan saya ternyata tidak salah. Empat hari kemudian, seingat saya Aa sendiri yang meresmikan ‘usaha’ barunya ini =((.

Saat ini, ‘bisnis’ MLM Aa Gym sepertinya sedang dalam kondisi vakum. Tetapi Aa tetap berkecimpung dalam dunia MLM sebagai motivator dari satu MLM ke MLM yang lainnya. Dan bahkan kalau tidak salah menerbitkan buku sendiri soal MLM. Sampai saat ini pun Aa menjadi salah satu ‘alat legitimasi’ bisnis MLM. Argumen yang paling sering dilontarkan pendukung MLM di blog ini adalah ‘Aa Gym saja ikut MLM’™. Belum tahu mereka kalau tokoh sekelas Aa Gym pun saya protes, apalagi mereka :).

Dari kejadian tersebut saya menerima sebuah pelajaran: jangan pernah mengkultuskan seseorang. Sama seperti saya, Aa Gym hanyalah seorang manusia dan semua manusia tidak luput dari kesalahan. Sebuah perbuatan menjadi baik dan benar karena perbuatan tersebut memang baik dan benar, bukan karena dilakukan seorang Aa Gym (atau siapapun). Sejak itu, saya berhenti menilai baik dan benarnya sebuah argumen dan perbuatan hanya dari siapa yang melakukannya. Dari prinsip ini pula lah, saya tidak berbalik membenci seorang Aa Gym karena bisa jadi masih ada banyak hal yang dapat saya pelajari dari beliau. Dan tentunya tidaklah menjadi masalah jika standar nilai saya dalam beberapa hal lebih tinggi daripada Aa Gym.

***

Tiga tahun kemudian, seperti yang kita ketahui bersama Aa Gym menikahi istri keduanya. Seluruh Indonesia menjadi heboh, terjadilah kontroversi poligami di sana sini, anggota dewan turun tangan, aktivis perempuan berteriak, bahkan undang-undang direncanakan untuk direvisi.

Saya cuma bisa tertawa, “Hahaha =)), Déjà vu! Orang-orang ini baru merasakan apa yang sudah saya rasakan tiga tahun yang lalu.” Bedanya, kalau dulu ukuran sampel cuma satu orang (diri saya), sekarang sampelnya berjumlah banyak dan saya dapat melihat reaksi orang yang sangat beragam.

Dari sekian banyak orang yang sebelumnya mengkultuskan Aa Gym dan tidak mendukung poligami:

  • ada yang berbalik 180° dengan membenci Aa Gym dan segala yang beliau lakukan
  • ada yang kini menjadi pendukung poligami
  • ada yang berhenti mengkultuskan Aa Gym dan menyadari kalau Aa Gym bisa saja melakukan kesalahan dan kita tidak harus setuju dengan semua yang beliau lakukan

Termasuk golongan manakah anda?

Jika anda mengkultuskan Aa Gym dan sebelumnya memang pro-poligami, anda beruntung kali ini bisa lolos dari perasaan tidak enak. Tetapi bisa jadi suatu saat anda akan mendapatkan giliran, untuk isu lain dan mungkin tokoh lain pula.

Bagi anda yang mencari pendapat saya tentang poligami dan sudah bersusah payah membaca ini dari atas sampai bawah, saya cuma bisa minta maaf :).

392 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!