16 May 2007

Investasi Dengan Jaminan Keuntungan

Posted under: at 01:37

Sebagai penulis blog yang sering membahas hal-hal yang berhubungan dengan ‘bisnis’ di Internet, saya sering mendapat pertanyaan apakah program investasi tertentu itu ‘benar’ atau tidak.

Tren saat ini adalah program investasi dengan jaminan keuntungan tetap. Mulai dari program investasi kelas gurem yang sering dipasarkan melalui iklan baris di surat kabar, dan bahkan melalui spam di Internet. Sampai kepada program investasi yang dapat menjaring ‘investor’ kelas kakap dari kalangan pejabat pemerintahan.

Ciri-ciri utamanya: program-program investasi tersebut memberi jaminan keuntungan di akhir tahun yang relatif tinggi. Rata-rata 20% sampai 30% per tahun, dan bahkan ada yang lebih tinggi daripada itu.

Untuk dapat menjaring ‘investor’, beberapa di antaranya bahkan memberi iming-iming kupon undian atau door prize bagi para investor baru.

***

Pertanyaan satu tiga milyarnya: jika usaha yang mereka lakukan dapat menghasilkan yield sebesar 20% sampai 30% per tahun, mengapa harus repot-repot menggalang dana ‘recehan’ dari investor pribadi? Mengapa tidak pinjam uang ke bank? Jika usaha yang mereka lakukan memang dapat menghasilkan keuntungan sebesar itu, pihak bank tentunya tidak akan sungkan-sungkan mendanai usaha tersebut. Yield sebesar 20% sampai 30% tentunya sudah dapat menutupi suku bunga bank yang jauh di bawahnya. Dan tentunya tidak perlu repot-repot mencari serta mengurusi investor pribadi yang berjumlah banyak, cukup berurusan dengan satu pihak saja, yaitu pihak bank.

Besar kemungkinan program investasi yang menawarkan keuntungan tetap seperti ini adalah skema Ponzi dimana keuntungan yang diterima investor awal berasal dari setoran investor berikutnya. Skema seperti ini tentunya tidak akan bertahan lama, jika sudah ‘ambruk’, pemiliknya akan melarikan diri.

Sebenarnya bukan tidak mungkin sebuah program investasi mencapai keuntungan sebesar 20-30% atau lebih per tahunnya. Yang dipermasalahkan adalah janji untuk memberikan keuntungan sebesar itu. Program investasi Reksadana misalnya tidak jarang mencapai yield sebesar itu. Tetapi perlu diingat bahwa program investasi sesungguhnya tidak akan memberi janji. Investor hanya bisa menilai dari portfolio serta histori dari sebuah rumah investasi. Bahkan, dalam hal ini, bukan tidak mungkin seorang investor mengalami kerugian.

Hanya ada satu jenis investasi yang dijamin: deposito. Ini pun sebenarnya bukan merupakan ‘investasi’. Deposito mengikuti rate BI, sehingga yield-nya beriringan dengan tingkat inflasi. Dengan demikian, deposito hanya berguna untuk mempertahankan nilai terhadap inflasi.

***

Jika ada sebuah rumah investasi yang menawarkan yield tetap 25% per tahun misalnya, biasanya calon investor hanya terpaku kepada angka tersebut. Tetapi mereka luput memperhatikan apakah rumah investasi tersebut memiliki kemampuan untuk mencapainya, atau apakah mereka dapat memenuhi janjinya tersebut.

89 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!