26 October 2011

Dampak Ekonomi New7Wonders

Posted under: at 17:34

Beberapa minggu ini kita semua dihadapkan pada pemasaran yang luarbiasa dan tak henti-henti untuk mendorong kita semua untuk memilih Taman Nasional Komodo sebagai pemenang dari New 7 Wonders of Nature. Alasan yang dikemukakan panitia untuk mendorong kita semua untuk ikut memilih adalah alasan ekonomi: jika Taman Nasional Komodo terpilih menjadi pemenang, maka industri pariwisata kita akan meningkat.

Kontes New7Wonders ini bukanlah yang pertama. Tahun 2007, New7Wonders juga mengadakan kontes serupa dengan pemenang-pemenang Chichen Itza dari Meksiko, Patung Kristus Penebus dari Brazil, Colloseum dari Italia, Tembok Besar Cina dari RRC, Machu Picchu dari Peru, Petra dari Yordania dan Taj Mahal dari India.

Untuk membuktikan klaim meningkatnya industri pariwisata jika negara kita terpilih menjadi pemenang New7Wonders, marilah kita telaah statistik pariwisata dari negara-negara  yang telah terlebih dahulu menjadi pemenang di kontes serupa pada tahun 2007.

Statistik Monumen Pemenang

Pertama-tama mari kita lihat statistik kenaikan jumlah pengunjung dari monumen yang menjadi pemenang pada kontes New7Wonders 2007. Sayangnya, saya hanya berhasil mengumpulkan statistik untuk tiga monumen pemenang, yaitu Machu Piccu, Petra dan Taj Mahal:

Year Machu Picchu Petra Taj Mahal
1995 43.67% 68.19%
1996 24.48% 22.90%
1997 -4.85% -8.18%
1998 20.46% -8.78%
1999 25.86% 23.78%
2000 22.92% 12.00%
2001 -16.42% -51.95%
2002 4.88% -31.30% -20.90%
2003 8.09% 1.15% 5.30%
2004 1.38% 93.13% 19.32%
2005 40.46% 26.72% 62.64%
2006 1.14% -8.60% -17.23%
2007 14.03% 61.71% 19.28%
2008 12.39% 38.15% 0.93%
2009 -5.56% -9.31% -16.91%
2010 -18.76% 33.95%

Catatan: Data kenaikan pengunjung Machu Picchu hanya menghitung pengunjung luar negeri, data Petra menghitung seluruh pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Data Taj Mahal sebelum 2005 menghitung seluruh pengunjung, sedangkan 2005 dan setelahnya menghitung kenaikan pengunjung mancanegara saja.

Tahun yang harus diperhatikan adalah tahun 2007 dan 2008, tentunya dengan memperhatikan tren pada tahun-tahun sebelum dan setelahnya sebagai bahan perbandingan. Pada tahun 2007 dan 2008, ketiga monumen ini mengalami kenaikan pengunjung. Walaupun demikian tentunya tak seluruh kenaikan pengunjung tersebut merupakan kontribusi dari terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders.

Sejak 1995, jumlah pengunjung ke Macchu Piccu hampir selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya, kecuali pada tahun 1997 dan 2001. Selain itu, kenaikan sebesar 14% dan 12% pada tahun 2007 dan 2008 tidaklah sebesar kenaikan pada tahun 2005 sebesar 40%. Pada tahun 2009-2010 jumlah pengunjung mengalami penurunan sebesar 6% dan 19%, yang praktis mengembalikan jumlah pengunjung ke tingkat sebelum 2007.

Petra mengalami kenaikan pengunjung di tahun 2007 dan 2008 yang fantastis, yaitu sebesar 62% dan 38%. Walaupun demikian, angka ini tidaklah sebesar kenaikan pengunjung di tahun 2004 dan 2005 yang sebesar 93% dan 27%.

Untuk Taj Mahal, saya tidak melihat adanya kenaikan yang signifikan pada tahun 2007 dan 2008. Tahun 2007 jumlah pengunjung hanya naik 19% setelah tahun sebelumnya turun 17%. Sedangkan 2008 hanya melihat kenaikan tak lebih dari 1%.

Bisa jadi ada efek kenaikan jumlah pengunjung dari terpilihnya monumen-monumen tersebut sebagai pemenang New7Wonders. Walaupun demikian, rasanya tak sulit untuk menyimpulkan bahwa kontribusi New7Wonders terhadap kenaikan pengunjung ke monumen-monumen tersebut tidak begitu signifikan.

Statistik Negara Pemenang

Sekarang mari kita lihat statistik kenaikan pengunjung negara yang mengusung pemenang New7Wonders tahun 2007. Negara-negara tersebut adalah Peru, Yordania, Meksiko, Brazil, Italia, RRC dan India.

Year Peru Jordan Mexico Brazil Italy China India
2000 -15.98% -11.73% 4.26% 4.03% 10.96% 15.46%
2001 -0.09% 5.82% -7.67% -10.16% 1.73% 6.21%
2002 8.44% 42.58% -9.40% -20.70% 1.54% 10.96% -9.19%
2003 2.52% -1.30% 9.25% 9.19% -3.71% -10.41% 31.51%
2004 41.27% 21.25% 14.49% 15.99% 4.88% 26.66% 26.82%
2005 4.13% 4.68% 8.60% 11.76% 3.84% 12.09% 13.34%
2006 4.00% 18.76% 1.33% -6.36% 8.04% 6.63% 13.49%
2007 14.26% -3.27% 0.90% 0.18% 4.08% 9.63% 11.92%
2008 18.33% 8.68% 1.54% 0.68% -2.51% -3.05% 6.90%
2009 -3.72% 1.61% -10.63% -5.10% -1.61% -4.10%
2010 11.14% 20.27% 2.27% 7.48%

Kali ini rasanya kita tak dapat melihat adanya kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelum 2007-2008. Barangkali hanya Peru yang mengalami kenaikan yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, dan itupun masih jauh lebih kecil dibandingkan kenaikan tahun 2004 yang sebesar 41%. Bahkan Yordania mengalami penurunan pengunjung pada tahun 2007, sedangkan Italia dan RRC mengalami penurunan pengunjung pada tahun 2008.

Perbandingan dengan Negara Bukan Pemenang

Tahun 2007-2008 merupakan masa-masa krisis ekonomi global dimana negara-negara maju mengalami resesi. Bisa saja ada anggapan bahwa industri pariwisata di 7 negara tersebut  ‘tertolong’ oleh terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders. Untuk itu mari kita buat perbandingan dengan negara-negara lain yang tidak menjadi pemenang New7Wonders tahun 2007. Negara-negara yang saya pilih adalah Turki, Maroko, Chile dan Mesir. Ditambah dengan negara kita Indonesia. Mesir sendiri adalah ‘pemenang honorer’ dari New7Wonders 2007, namun biasanya tidak dimasukkan ke dalam daftar pemenang, karena dengan demikian akan membuat jumlah pemenang menjadi delapan.

Year Turkey Morocco Chile Egypt Indonesia
2000 7.24% 12.08% 6.74% 13.94%
2001 30.00% 2.38% -1.09% -14.84%
2002 23.08% 1.67% -18.05% 12.60%
2003 3.91% 6.92% 14.31% 17.12% -11.25%
2004 26.32% 15.04% 10.59% 35.66% 19.12%
2005 26.19% 6.68% 13.56% 5.76% -6.00%
2006 -12.74% 12.24% 11.15% 4.88% -2.61%
2007 26.17% 12.96% 11.27% 22.72% 13.02%
2008 12.83% 6.36% 7.66% 15.89% 13.24%
2009 2.81% 5.86% 1.89% -3.11% 1.43%
2010 5.74% 18.25% 10.74%

Dari data-data tersebut di atas, ternyata dugaan saya tidak terbukti. Walaupun tahun 2007-2008 ada krisis ekonomi, ternyata industri pariwisata juga meningkat di negara-negara lain. Dan industri pariwisata di negara-negara pemenang New7Wonders 2007 bertumbuh bukan karena tertolong oleh New7Wonders.

Satu hal yang menarik adalah bahwa pertumbuhan kunjungan wisatawan asing di Indonesia pada tahun 2007-2008 ternyata lebih tinggi daripada negara-negara pemenang New7Wonders 2007, kecuali Peru.

Catatan lain dan Kritik terhadap penelitian lainnya mengenai kontribusi New7Wonders terhadap perekonomian negara-negara pemenang

Pihak New7Wonders sering mengutip tiga penelitian independen tentang dampak ekonomi dari terpilihnya negara-negara sebagai pemenang kontes New7Wonders. Menurut saya ketiga penelitian ini bukan tanpa masalah.

Penelitian pertama adalah yang dilakukan Grant Thornton Afrika Selatan yang menyimpulkan bahwa New7Wonders dapat menghasilkan lebih dari US$ 1000 milyar dalam 5 tahun setelah terpilih menjadi pemenang. Yang jadi masalah adalah bahwa penelitian ini mengambil data dari kenaikan pengunjung di Petra Yordania dan Patung Kristus Penebus Brazil dan sepenuhnya mengaitkan hal tersebut dengan terpilihnya mereka menjadi pemenang New7Wonders. Padahal tanpa mengikuti New7Wonders pun sudah pasti jumlah pengunjung akan berubah.

Kritik yang sama juga dapat disampaikan kepada penelitian yang dilakukan oleh Jeju Development Institute. Kali ini mereka menyampaikan bahwa Pulau Jeju dapat menghasilkan sampai dengan US$ 1837 milyar/tahun jika mereka menjadi pemenang. Mereka mengambil data dari kenaikan pengunjung Petra Yordania dan Agra di India. Dan sama seperti Grant Thornton, mereka mengaitkan kenaikan jumlah pengunjung tersebut sepenuhnya pada terpilihnya mereka menjadi pemenang.

Padahal kenaikan jumlah pengunjung sudah dapat terlihat pada tahun-tahun sebelum 2007. Kesalahan ini biasa disebut dengan kesalahan post hoc ergo propter hoc. Singkatnya: setelah terpilih menjadi pemenang New7Wonders, jumlah pengunjung meningkat, lalu disimpulkan bahwa peningkatan jumlah pengunjung tersebut adalah karena terpilih menjadi pemenang. Padahal, bisa saja ada faktor lain yang juga berpengaruh.

Sedangkan ‘penelitian’ yang terakhir hanyalah kutipan sebuah publikasi yang diterbitkan oleh Pearson of London. Pearson mengutip angka US$ 5 milyar dari New7Wonders. Dan kemudian New7Wonders mengutip Pearson sebagai hasil ‘penelitian’ yang dilakukan Pearson (circular referencing).

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya third-cause fallacy atau spurious relationship. Yaitu adanya efek dari faktor ketiga. Contoh:

  1. A terpilih menjadi nominasi New7Wonders
  2. Dewan pariwisata A meningkatkan pemasaran tentang A
  3. A terpilih menjadi pemenang New7Wonders
  4. Pengunjung A meningkat.

Setelah 4 terjadi, maka banyak pihak yang akan mengklaim bahwa 4 disebabkan oleh 3. Padahal bukan tidak mungkin 3 dan 4 terjadi karena 2. Dan sebenarnya 2 dapat saja dilakukan tanpa 1. Apalagi mengingat bahwa New7Wonders tidak melakukan pemasaran apapun selain menobatkan A menjadi pemenang.

Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh penelitian-penelitian tersebut, dalam tulisan saya di atas, saya juga menyertakan data sebelum penunjukan pemenang dilakukan, dan juga sesudahnya. Selain itu saya juga menyertakan data negara-negara non-pemenang untuk perbandingan. Berdasarkan karakteristik data yang ada, sulit untuk melakukan perhitungan matematis, tapi rasanya tak sulit untuk membuat kesimpulan.

Kesimpulan dan Referensi

Ada peningkatan pengunjung monumen-monumen setelah terpilih menjadi New7Wonders. Akan tetapi sebagian besar dari peningkatan ini merupakan tren dan bagian dari fluktuasi normal yang telah ada sebelumnya, jadi tak dapat seluruhnya dikaitkan dengan faktor New7Wonders. Peningkatan pengunjung yang terjadi pada 2007-2008 bukanlah rekor individu mereka. Ketiga monumen yang saya dapatkan datanya juga pernah mengalami peningkatan yang jauh lebih tinggi sebelumnya.

Di tingkat negara, praktis tak terlihat adanya peningkatan signifikan jumlah pengunjung yang disebabkan oleh terpilihnya monumen sebagai pemenang New7Wonders.

Data mentah dan sumber referensi.

72 Responses

Trackback: Use this URI to trackback this entry. Use your web browser's function to copy it to your blog posting.

Comment RSS: You can track conversation in this page by using this page's Comments RSS (XML)

Gravatar: You can have a picture next to each of your comments by getting a Gravatar.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Warning: Comments carrying links to questionable sites will be removed!